Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini :
Category Archives: Abu Yahya Badrusalam
Sifat-sifat Membangkang Terhadap Pemimpin… Adakah Sifat Tersebut Di Diri Kita..?
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini :
Taat Kepada Pemimpin Kaum Muslimin…
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini :
Faidah : Satu Lagi Ucapan Ketika Mendengar Adzan…
Ketika muadzin mengucapkan dua kalimat syahadat maka pendengar mengucapkan seperti yang diucapkan muadzin.
Namun boleh juga menjawabnya dengan hanya mengucapkan: WA ANA.
Berdasarkan hadits Mu’awiyah bin Abi Sufyan bahwa ia duduk di atas mimbar pada hari jumat.
Ketika muadzin adzan dan mengucapkan Allahu Akbar Allahu Akbar. Muawiyah menjawab: Allahu Akbar Allahu Akbar.
Ketika muadzin mengucapkan asyhadu an laa ilaaha illallah.
Mu’awiyah menjawab: WA ANA.
Ketika muadzin mengucapkan asyhadu anna Muhammadarrosulullah.
Mu’awiyah menjawab: WA ANA.
Ketika telah selesai adzan, Mua’wiyah berkata:
“Wahai manusia sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di atas majelis ini ketika muadzin adzan menjawab seperti yang kalian dengar jawabanku tadi.” (HR Al Bukhari)
Badru Salam, حفظه الله تعالى
Hadits Hasan – part 2 – Hasan Lighairihi…
Hasan lighairihi
Definisi imam At Tirmidzi tentang hadits hasan sebetulnya cocok untuk hasan lighairihi.
Beliau berkata, “semua hadis yang diriwayatkan, dimana dalam sanadnya tidak ada yang dituduh berdusta, serta tidak ada syadz dan diriwatkan dari selain jalan sepereti demikian, maka dia menurut kami adalah hadis hasan.”
Artinya bila suatu hadits yang lemahnya tidak berat, dikuatkan oleh jalan lain yang sama kelemahannya maka ia naik derajatnya menjadi Hasan Lighairihi.
Jadi sebetulnya hasan lighairihi itu asalnya adalah hadits lemah, namun dikuatkan oleh jalan lain yang selevel sehingga menjadi hasan dengannya.
Hadits yang tidak berat kelemahannya adalah bila perawinya bukan perawi pendusta atau tertuduh dusta, atau fahisyul gholat (sangat banyak kesalahannya) dan bukan hadits yang syadz.
Adapun bila perawinya dlo’if saja atau buruk hafalannya, atau majhul atau sanadnya terputus, maka ini tidak berat kelemahannya.
Dlo’if yang tidak berat + dlo’if yang tidak berat = hasan lighairihi.
Dlo’if yang tidak berat + mursal yang shahih = hasan lighairihi.
Dlo’if yang berat + dlo’if yang tidak berat= dlo’if.
Contoh Hasan Lighairihi
Hadits yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi rahimahullah dan beliau mengatakannya hasan, dari jalur Syu’bah bin ‘Ashim bin ‘Ubaidillah dari ‘Abdullah bin ‘Amir bin Rabi’ah dari bapaknya, bahwasanya ada seorang perempuan dari Bani Fazarah menikah dengan mahar dua sendal. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya:
أَرَضِيتِ مِنْ نَفْسِكِ وَمَالِكِ بِنَعْلَيْنِ؟ ». فَقَالَتْ : نَعَمْ فَأَجَازَ
”Apakah engkau rela (ridha) sebagai gantimu dan hartamu dua sandal (maksudnya apakah engaku rela maharmu dua sandal).” Perempuan itu menjawab:”Iya (saya rela)” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membolehkannya.
Imam at-Tirmidzi rahimahullah berkata:”Dan dalam bab ini ada hadits dari ‘Umar, Abu Hurairah, dan ‘Aisayh radhiyallahu ‘anhum.”
Maka ‘Ashim adalah seorang yang dha’if disebabkan buruknya hafalan. Namun imam at-Tirmidzi telah mengatakan bahwa hadits ini hasan dikarenakan datangnya riwayat ini dari banyak jalan.
Hadits hasan lighairihi termasuk hadits maqbul dan bisa dijadikan hujjah baik dalam hukum maupun aqidah.
Baca artikel terkait : Hadits HASAN – part 1 – Hasan Lidzatihi…
Badru Salam, حفظه الله تعالى
Kapan Mengangkat Tangan Ketika Berdo’a..?
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini :
Masbuk Saat Imam Sedang Ruku’… Sedekap Dahulu atau Langsung Ruku’ ..?
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini :
Wajah Allah…
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini :
Memahami Makna Pujian Terhadap Allah…
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini :
Soal Puasa Ayyaamul biidh di Hari Tasyrik…
Pertanyaan:
Ustadz, saya kan biasa berpuasa tiga hari setiap bulan. Sementara tanggal 13 di bulan ini masih hari tasyriq. Bolehkah saya berpuasa pada tanggal 14,15, dan 16 ?
Jawab:
Badru Salam, حفظه الله تعالى
Yang perlu diketahui bahwa berpuasa tiga hari setiap bulan tidak khusus di tanggal 13,14,15 saja. Namun boleh dilakukan kapan saja baik di awal bulan atau tengah bulan atau di akhir bulan. Namun yang paling utama adalah pada hari hari biidl tgl 13,14 dan 15.
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
صيام ثلاثة أيام من كل شهر صيام الدهر
Berpuasa tiga hari di setiap bulan bagaikan berpuasa selamanya. (HR An Nasai).
Syaikh Utsaimin rahimahullah pernah ditanya: Apakah puasa tiga hari setiap bulan itu harus di tanggal biidl 13,14,15 saja ? Atau boleh di hari apa saja ?
Beliau menjawab:
يجوز للإنسان أن يصوم في أول الشهر ، أو وسطه ، أو آخره ، متتابعة ، أو متفرقة ، لكن الأفضل أن تكون في الأيام البيض الثلاثة وهي : ثلاثة عشر ، وأربعة عشر ، وخمسة عشر ،
قالت عائشة رضي الله عنها : كان النبي صلى الله عليه وسلم يصوم من كل شهر ثلاثة أيام ، لا يبالي أصامها من أوله ، أو آخر الشهر ” انتهى .
Diperbolehkan berpuasa tiga hari di awal bulan atau tengahnya atau akhirnya. Boleh secara terus menerus atau secara terpisah. Namun yang paling utama adalah di tanggal 13,14,15
Aisyah radliyallahu anha berkata, “Nabi shallallahu alaihi wasallam berpuasa tiga hari setiap bulan, tidak peduli apakah di awal bulan atau diakhirnya.
Selesai.”
(Majmu fatawa ibnu utsaimin jilid 20 no 376)
Jadi diperbolehkan berpuasa di tanggal 14,15,16. Wallahu a’lam