Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Sanad Yang Paling Shahiih…

Setelah kita mengetahui syarat syarat hadits shahih. Kita akan melanjutkan membahas tentang sanad yang paling shahih.

Para ulama berbeda pendapat tentang sanad yang paling shahih. Yang paling kuat adalah tidak bisa kita pastikan mana yang paling shahih karena amat sulit untuk mewujudkan kriteria derajat yang paling tinggi dari keshahihan.

Namun para ulama menyebutkan sanad sanad yang paling shahih:

Menurut Imam al-Bukhari
, “Sanad yang paling shahih adalah riwayat dari Malik dari Nafi’ dari Abdullah bin Umar.

Ibnu Hanbal dan Ishaq bin Rahuuyah: Riwayat dari Az-Zuhri dari Salim bin Abdullah bin Umar dari Abdullah bin Umar.

Menurut Al-Ijliy dan Ibnu al-Mubarak: Riwayat dari Sufyan dari Manshur dari Ibrahim dari Alqamah dari Abdullah bin Mas’ud.

Ibnu Ma’in : Riwayat dari Sulaiman al-A’masy dari Ibrahim bin Yazid an-Nakha’i dari Alqamah dari Abdullah bin Mas’ud.

Sementara imam Al Hakim memberikan urutan sanad yang paling shahih sesuai jalur shahabatnya. Yaitu:

Sanad Abu Bakr Ash-Shiddiiq yang paling shahih adalah :

1. Ismaa’iil bin Abu Khaalid – Qais bin Abi Haazim – Abu Bakr Ash-Shiddiiq

Sanad ‘Umar bin Al-Khaththaab yang paling shahih adalah :

2. Az-Zuhriy – Saalim bin ‘Abdillaah bin ‘Umar – Ayahnya – Kakeknya ; ‘Umar

Sanad Abu Hurairah yang paling shahih adalah :

3. Az-Zuhriy – Sa’iid bin Al-Musayyab – Abu Hurairah

Dan diriwayatkan sebelumnya dari Al-Bukhaariy, sanad paling shahih Abu Hurairah ini : Abu Az-Zinaad – Al-A’raj – Abu Hurairah
Dihikayatkan oleh yang lainnya dari Ibnul Madiiniy : Hammaad bin Zaid – Ayyuub – Muhammad bin Siiriin – Abu Hurairah

Sanad Ibnu ‘Umar yang paling shahih :

4. Maalik – Naafi’ – Ibnu ‘Umar

Sanad ‘Aaisyah yang paling shahih :

5. ‘Ubaidullaah bin ‘Umar – Al-Qaasim bin Muhammad – ‘Aaisyah

Yahyaa bin Ma’iin berkata, “Susunan ini adalah Syabakah Adz-Dzahab (jaringan sanad emas).” Lalu termasuk sanad ‘Aaisyah yang paling shahih pula adalah : Az-Zuhriy – ‘Urwah bin Az-Zubair – ‘Aaisyah

Sanad ‘Abdullaah bin Mas’uud yang paling shahih :

6. Sufyaan Ats-Tsauriy – Manshuur bin Al-Mu’tamir – Ibraahiim An-Nakha’iy – ‘Alqamah bin Qais – Ibnu Mas’uud

Sanad Anas bin Maalik yang paling shahih :

7. Maalik – Az-Zuhriy – Anas

Sanad Sa’d bin Abi Waqqaash yang paling shahih :

8. ‘Aliy Zainul ‘Abidin bin Al-Husain bin ‘Aliy – Sa’iid bin Al-Musayyab – Sa’d bin Abi Waqqaash

Sementara sanad penduduk Makkah yang paling shahih adalah :

1. Sufyaan bin ‘Uyainah – ‘Amr bin Diinaar – Jaabir bin ‘Abdillaah

Sanad penduduk Yamaan yang paling shahih :

2. Ma’mar bin Raasyid – Hammaam bin Munabbih – Abu Hurairah

Sanad penduduk Mesir yang paling tsabit :

3. Al-Laits bin Sa’d – Yaziid bin Abu Habiib – Abul Khair – ‘Uqbah bin ‘Aamir

Sanad penduduk Khurasan yang paling tsabit :

4. Al-Husain bin Waaqid – ‘Abdullaah bin Buraidah – Ayahnya ; Buraidah Al-Aslamiy

Dan sanad penduduk Syaam yang paling tsabit :

5. Al-Auzaa’iy – Hassaan bin ‘Athiyyah – dari sahabat.

Badru Salam, حفظه الله 

DUA Perkara Yang Bisa Menjatuhkan Seseorang Dari Jembatan Shiroth

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar (الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار) yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi rahimahumallah.

Kisah Orang Terakhir Yang Selamat Melewati Jembatan Shiroth

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar (الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار) yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi rahimahumallah.

Jembatan Shiroth

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar (الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار) yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi rahimahumallah.

Hadits SHAHIH… part 5

Hadits shahih adalah yang terpenuhi padanya lima syarat:

Syarat pertama: Bersambung sanadnya. (baca part 1)
Syarat kedua: Perawinya adil. (baca part 2)
Syarat ketiga: Dlobith (baca part 3)
Syarat keempat: Tidak syadz (baca part 4)

Syarat kelima: Tidak ditemukan padanya illat.

Illat adalah ungkapan tentang sebab yang tersembunyi dan merusak. Dimana secara lahiriyah hadits tersebut selamat darinya. Namun setelah dikumpulkan semua jalannya tampaklah bahwa ada padanya illat.

Jadi illat itu harus memenuhi dua syarat yaitu tersembunyi dan merusak sanad atau matan atau keduanya.

Jenis illat

Illat terdapat pada sanad dengan memursalkan yang maushul misalnya. Terdapat juga pada matan karena kesalahan perawinya atau keduanya.
Yang sering terjadi illat itu terdapat pada sanad.
Pembahasan illat akan dibahas lagi di pembahasan hadits mu’allall إن شاء الله

Bagaimana mengetahui illat ?

Diketahui illat dengan beberapa cara:
1. Ilham dari Allah. Seorang alim hadits diberikan firasat yang amat kuat untuk merasakan adanya illat. Abdurrohman bin Mahdi berkata: Mengetahui illat hadits adalah ilham.

2. Seringnya membahas hadits dan perawi perawinya.

3. Mengumpulkan semua jalan jalannya dan membandingkan tingkat ketsiqohannya.

4. Pernyataan dari seorang ulama hadits terkemuka bahwa terdapat illat pada hadits tersebut.

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Dunia Adalah PENJARA Bagi Orang Beriman dan SURGA Bagi Orang Kafir…

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar (الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار) yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi rahimahumallah.

Siapa Wali-Wali Allah…?

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar (الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار) yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi rahimahumallah.