Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Fawaid Umdatul Ahkaam : Hadits Pertama

Fawaid Umdatul Ahkaam (kitab Taisirul Allam)

Hadits pertama

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلّى الله عليه وسلّم يَقُوْلُ: إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ . [رواه البخاري ومسلم]

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khattab radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasar apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. (HR. al-Bukhari-Muslim)

Fawaid Hadits:
1. Poros amal adala niat. Karena sah atau rusaknya niat, sempurna atau tidaknya, taat atau maksiat terletak pada niat. Orang yang riya misalnya, akan mendapatkan dosa dan amalnya tidak diterima.

2. Niat adalah salah satu dari dua syarat diterimanya amal. Tetapi tidak boleh ghuluw (berlebihan) dalam menghadirkan niat. Sebatas ada keinginan untuk beramal sudah dianggap sebagai niat. Tidak perlu melafadzkannya.

3. Niat itu tempatnya di hati, dan tidak disyariatkan untuk melafazkannya.

4. Wajibnya waspada dari riya, sum’ah dan berharap dunia dari beramal shalih, karena semua itu merusak amal.

5. Wajibnya memperhatikan amal hati. Karena amal hati sangat agung.

6. Hijrah dari negeri syirik ke negeri tauhid adalah amal yang sangat utama jika benar benar ikhlas.

Badru Salam,  حفظه الله تعالى 

Tingkatan Hadits Shahih…

Hadits shahih itu bertingkat tingkat dilihat dari tingkatan ketsiqohan perawi perawinya.

Manfaat mengenal tingkatan hadits itu di saat terjadi pertentangan dan tidak mungkin dikompromikan. Maka hadits yang lebih shahih tentu lebih diunggulkan dari yang lebih rendah darinya

Tujuh Tingkatan Hadits Shohih

1) Hadits yang diriwayatkan secara sepakat oleh al-Bukhari dan Muslim (Ini tingkatan paling tinggi)

2) Hadits yang diriwayatkan secara tersendiri oleh al-Bukhari

3) Hadits yang dirwayatkan secara tersendiri oleh Muslim

4) Hadits yang diriwayatkan berdasarkan persyaratan keduanya sedangkan keduanya tidak mengeluarkannya

5) Hadits yang diriwayatkan berdasarkan persyaratan al-Bukhari sementara dia tidak mengeluarkannya

6) Hadits yang diriwayatkan berdasarkan persyaratan Muslim sementara dia tidak mengeluarkannya

7) Hadits yang dinilai shahih oleh ulama selain keduanya seperti Ibn Khuzaimah dan Ibn Hibbân yang bukan berdasarkan persyaratan kedua imam hadits tersebut (al-Bukhari dan Muslim).

Badru Salam,  حفظه الله تعالى 

Perkara Yang Harus Dilakukan AGAR Kita Kelak Bisa Minum Dari Telaga Haudh…

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar (الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار) yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi rahimahumallah.

 

Tentang TELAGA HAUDH…

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar (الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار) yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi rahimahumallah.

Amalan-Amalan Yang Berat Timbangan Pahalanya Di Sisi ALLAH…

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar (الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار) yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi rahimahumallah.

Perkara Yang Menjadi Jaminan Seseorang Dimasukkan Ke Surga…

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar (الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار) yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi rahimahumallah.

Kaidah Memahami Al Qur’an Ke 22 : Membimbing Sikap Tawasuth (Pertengahan) dan Mencela Sikap Meremehkan dan Ghuluw…

Kaidah-kaidah memahami Al Qur’an yang diambil dari kitab Qowa’idul Hisaan yang ditulis oleh Syaikh Abdurrohman As Sa’diy.

Kaidah ke 22

Al Qur’an membimbing kepada sikap tawasuth (pertengahan) dan mencela sikap meremehkan dan sikap ghuluw (melebihi batas).

Allah Ta’ala berfirman:
إن الله يأمر بالعدل

“Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada keadilan.” (An Nahl:90)

Terhadap para Nabi, Al Qur’an menyuruh untuk beriman kepada mereka, mencintai, menghormati dan mengetahui keagungan hak mereka.

Sebaliknya, Al Qur’an melarang bersikap guluw kepada mereka dengan mendudukkan mereka melebihi kedudukan mereka sebagai hamba dan nabi.

Al Qur’an mencela yahudi yang berilmu namun tidak mengamalkan ilmu. Juga mencela nashrani yang beramal tanpa ilmu. Dan memerintahkan untuk berilmu dan beramal.

Dalam masalah infaq misalnya. Al Qur’an melarang kekikiran, namun juga melarang sikap pemborosan.

ولا تجعل يدك مغلولة إلى عنقك ولا تبسطها كل البسط

“Janganlah kamu merantai tanganmu ke lehermu (kikir) dan jangan pula terlalu membukanya (boros).” (Al Isra: 29)

Dan sebagainya

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Kaidah Ke 23 : Perintah Untuk Menjaga Batasan-Batasan Allah …

KAIDAH MEMAHAMI Al QUR’AN – Daftar Isi LENGKAP

Apakah Yang Kelak Ditimbang Amalannya Saja Atau Juga Orangnya…?

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar (الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار) yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi rahimahumallah.

Apakah Hanya Ada Satu Ataukah Ada Banyak Timbangan/Al Mizan..?

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar (الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار) yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi rahimahumallah.

Penjelasan Tentang Al Mizan/Timbangan Penghitung Amalan…

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar (الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار) yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi rahimahumallah.