Badru Salam, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Badru Salam, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,
من بات طاهرا بات في شعاره ملك فلم يستيقظ إلا قال الملك اللهم اغفر لعبدك فلان فإنه بات طاهرا
“Barang siapa yang bermalam dalam keadaan suci, maka malaikat bermalam dalam selimutnya. Tidaklah ia bangun kecuali malaikat itu berdo’a, “Ya Allah, ampunilah hambaMu fulan itu, karena ia bermalam dalam keadaan suci.” (HR ibnu Hibban dan dishahihkan oleh syaikh Al Albani).
Niatkan sholat malam..
Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ما من عبد يحدث نفسه بقيام ساعة من الليل فينام عنها الا كان نومه صدقة تصدق الله بها عليه وكتب له اجر ما نوى .
“Tidak ada seorang hambapun yang berniat sholat malam, lalu ia tertidur darinya, maka tidurnya menjadi shodaqoh untuknya, dan ditulis untuknya pahala niatnya tersebut.” (Dishohihkan oleh syaikh Al Albani) (*)
Jangan lupa berdzikir sebelum tidur..
Tidur menjadi pahala..
Alhamdulillah..
✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
(*) TAMBAHAN :
Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَتَى فِرَاشَهُ وَهُوَ يَنْوِي أَنْ يَقُومَ يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ فَغَلَبَتْهُ عَيْنَاهُ حَتَّى أَصْبَحَ كُتِبَ لَهُ مَا نَوَى وَكَانَ نَوْمُهُ صَدَقَةً عَلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ “
“Barangsiapa yang naik ke atas ranjangnya sedang ia telah berniat untuk bangun melakukan sholat di malam hari, namun ia tertidur hingga waktu Shubuh, maka ditulis baginya pahala apa yang ia niatkan dan tidurnya itu adalah sedekah dari Rabb-nya”
[Diriwayatkan oleh An-Nasaa’iy no. 1787, Ibnu Maajah no. 1344, dan Ibnu Khuzaimah no. 1172; dishohihkan oleh Al-Albaaniy dalam Shohiih Sunan An-Nasaa’iy 1/567]
Badru Salam, حفظه الله تعالى
Sebagian orang tidak bisa membedakan masalah khilafiyah dan ijtihadiyah.
Masalah khilafiyah adalah masalah yang diperselisihkan.
Sedangkan masalah ijtihadiyah adalah masalah yang tidak ada nash yang sharih tidak pula ijma ulama.
Yang perlu diingat:
Tidak setiap masalah khilafiyah itu masuk dalam kategori ijtihadiyah.
Tidak setiap yang diperselisihkan diterima pendapatnya. Seperti perselisihan antara ahlussunnah dengan syi’ah. Atau perselisihan ahlussunnah dengan khawarij dan murji’ah.
Karena bila telah ada nash yang sharih atau ijma ulama, pendapat yang menyelisihinya dianggap menyimpang dan sesat.
Sedangkan masalah ijtihadiyah maka kita tidak boleh saling memaksakan pendapat. Apalagi memvonisnya pelakunya sebagai ahlul bid’ah.
Syaikhul Islam ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:
Sebagaimana kaum muslimin berbeda pendapat apakah lebih utama tarji’ dalam adzan atau tidak. Apakah lebih utama mengganjilkan iqomah atau menduakan, apakah sholat fajar lebih utama di waktu gelap atau di waktu agak terang, apakah qunut subuh disunnahkan atau tidak, apakah bismillah dibaca dengan keras atau sirr, dan sebagainya.
Ini adalah masalah ijtihadiyah diperselisihkan oleh para ulama terdahulu. Setiap mereka mengakui ijtihad ulama lainnya. Siapa yang benar, ia mendapat dua pahala dan siapa yang telah berijtihad lalu salah, maka kesalahannya dimaafkan.
Ulama yang memandang lebih kuat pendapat Asy Syafii tidak mengingkari orang yang menguatkan pendapat Malik.
Siapa yang menguatkan pendapat Ahmad, tidak mengingkari orang yang menguatkan pendapat Asy Syafii dan seterusnya.
(Majmu fatawa 20/292).
Imam Asy Syathibi berkata: Bukan kebiasaan para ulama memutlakkan lafadz bid’ah untuk masalah furu’ (ijtihadi).
(Al I’tisham 1/208).
Inilah sikap yang benar dalam masalah intihadiyah. Adapun masalah khilafiyah maka wajib kita lihat apakah ia termasuk kategori ijtihadiyah atau bukan.
Wallahu a’lam
Badru Salam, حفظه الله تعالى
Nanti…
Sebuah kata yang
mengganjal…
membuat malas…
membuat berat…
membuat rusak banyak rencana…
Al Hasan Al Bashri
berkata,
“Jauhi olehmu “nanti”…
Karena kamu sedang
berada di hari ini…
Dan bukan dihari esok…
Bila hari esok tidak menjelang…
Kamu tidak akan
menyesal…
Bila masih menjelang…
Kamu lebih mampu untuk berbuat seperti hari ini…
(Al Himam Al ‘Aliyah).
Banyak pemuda/pemudi terbuai oleh “nanti”…
Katanya:
Nanti saja berTaubatnya…
Nanti saja meNgajinya…
Nanti saja memBacanya…
Nanti saja berJilbabnya…
Entah sampai kapan
ia akan trus di buai oleh Nanti…
Setiap kali m’dapat kesempatan…
Kata “Nanti”
menghentikan keinginan…
Abdullah bin Umar
berkata,
“Bila kamu berada di
waktu pagi, jangan tunggu waktu sore…
Dan bila berada di waktu sore,jangan tunggu waktu pagi…
Ambil kesempatan Sehat sebelum Sakitmu…
Dan kesempatan hidup tuk bekal keMatianmu…
(HR.Bukhari & Muslim).
Nanti…
Adalah musuh penuntut ilmu…
Ia tak pernah mengenal “nanti”…
Kecuali nanti yang berManfaat…
Bila di ajak nonton
euro…ia berkata,
“Nanti…
Saya mau Tahajjud”
Bila diajak nonton sinetron…ia berkata,
“Nanti…
Masih banyak buku yang belum diBaca”
Bila diajak Ngerumpi…
“Nanti saja kalau saya
udah masuk surga”
1386. BBG Al Ilmu
Tanya :
Ustadz saya baru dapat uang asuransi, dan saya berniat mengambil uang asuransi itu sebesar yang saya keluarkan saja selama ini dan yang mau saya tanyakan mana yang lebih afdol sisanya saya kembalikan ke perusahaan asuransi itu atau saya berikan ke kerabat saya yang membutuhkan.
Jawab :
Badru Salam, حفظه الله تعالى
Kasih ke faqir miskin.
والله أعلم بالصواب
⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
da091015-2040
Badru Salam, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Badru Salam, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Badru Salam, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Badru Salam, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :