Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Ada Apa Dengan Rajab ?

Ust. Badrusalam Lc

Allah menciptakan 12 bulan dalam setahun..
Diantaranya adalah empat bulan haram..
Dzulqaidah, dzulhijjah, muharram dan rajab..
Allah melarang kita berbuat zalim di bulan bulan tersebut..
Padahal berbuat zalim di selain bulan itu di haramkan..
Namun..
Kezaliman di bulan bulan itu dilipat gandakan dosanya..

Sekarang di bulan Rajab..
Berhati-hatilah dari perbuatan zalim..
Kezaliman yang agung sering dilakukan di bulan ini..
Dengan menebar hadits hadits palsu seputar Rajab..
Seperti keutamaan tanggal 1 rajab, 2,3,4 dan seterusnya..
Seperti hadits: Rajab adalah bulan Allah..
Hadits tentang shalat raghaib..
Semua itu dusta atas nama Nabi..
Al Hafidz ibnu Hajar rahimahullah..
Telah menjelaskan dalam kitabnya: tabyinul ‘ajab..
Bahwa hadits hadits tentang keutamaan rajab adalah lemah dan palsu..
Ingatlah saudaraku sebuah hadits:
“Siapa yang sengaja berdusta atas namaku..
Hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya dalam api Neraka..
HR Bukhari Muslim dan lainnya..

Rajab memang bulan haram..
Namun tidak ada amalan khusus di bulan ini..
Tidak ada bedanya dengan bulan bulan haram lainnya..
Untuk memperbanyak amal ibadah dan menjauhi keharaman..
Semoga kita diberi kekuatan dan dilindungi dari berbuat zalim..
Amiin

Tabiat Babi

قال العلامة ابن القيم _رحمه الله تعالى_:”ومن الناس: من طبعه طبع خنزير يمر بالطيبات فلا يلوى عليها فإذا قام الإنسان عن رجيعه قمه وهكذا كثير من الناس يسمع منك ويرى من المحاسن أضعاف أضعاف المساوئ فلا يحفظها ولا ينقلها ولا تناسبه فإذا رأى سقطة أو كلمة عوراء وجد بغيته وما يناسبها فجعلها فاكهته ونقله”. المدارج : ( ج1_ص695).

Ibnu qayyim rahimahullah berkata:
Diantara manusia..
Ada yang tabiatnya seperti tabiat babi..
Ia mendapat makanan yang baik..
Tapi ditinggalkan dan tidak memperdulikannya..
Bila manusia telah meninggalkan kotorannya..
Babi itu segera menyapunya bersih..
Demikian banyak tabiat manusia..
Bila ia mendengar banyak kebaikanmu..
Ia tidak memperdulikan dan mengingatnya..
Tapi..
Bila ia melihat aibmu..
Seakan ia telah menemukan barang cariannya..
Lalu ia menjadikannya bagai buah yang segar..
Dan menebarkannya..
(Madarijussalikiin 1/695).

Hemat Air Dalam Ber-wudhu

Ust. Badrusalam LC

Dari Abdullah bin Zaid radliyallahu ‘anhu berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah dibawakan 2/3 mud, maka beliau menggosok dua hastanya dengan tangannya”. HR Ahmmad dan dishahihkan oleh ibnu Khuzaimah.

Fawaid hadits:
1. Diwajibkan hemat dalam menggunakan air wudlu.

2. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasanya berwudlu dengan satu mudd. Dan terkadang kurang dari itu.

3. Disunnahkan menggosok anggota wudlu. Karena ini adalah perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Wallahu a’lam

Bagaimana Membangun Rumah Di Surga

Ust. Badrusalam Lc

Mempunyai rumah indah dan nyaman adalah keinginan setiap manusia, namun diperlukan kerja keras, memeras keringat dahulu mencari uang, karena harganya yang mahal. Berbeda dengan membangun rumah di surga. Yang diperlukan adalah kekuatan untuk beramal shalih dan menahan hawa nafsu. Tentu rumah di surga jauh lebih indah dan nyaman, tak mungkin dapat digambarkan oleh pikiran kita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengabarkan kepada umatnya tentang amalan-amalan yang apabila dilakukan oleh manusia, maka Allah akan membangunkan sebuah rumah untuknya di surga. Yaitu:

1. Menjaga sholat dluha empat raka’at dan qobliyah dzuhur 4 raka’at.

“Barangsiapa yang shalat dluha empat raka’at dan qobliyah dzuhur empat raka’at, akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR Ath Thabrani dan dihasankan oleh Syaikh Al AlBani dalam silsilah shahihah no 2346).

2. Menjaga sholat sunnah rawatib 12 raka’at.‫‬

“Barangsiapa yang shalat (rawatib) sehari semalam 12 raka’at, maka Allah akan bangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR Muslim, An nasai, Abu dawud, ibnu majah dari Ummu Habibah).

Shalat 12 raka’at itu adalah dua raka’at qobliyah shubuh, empat sebelum dzuhur dan dua setelahnya, dua setelah maghrib, dan dua setelah ‘isya sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat imam At Tirmidzi.

3. Membaca surat al ikhlash sepuluh kali.

“Barangsiapa yang membaca “Qulhuwallahu ahad” sepuluh kali, Allah akan bangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR Ahmad dari Mu’adz bin Anas dan dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani dalam shahih Jami’ no 6472)

Apa lagi amalan2 yg memberikan kita rumah di surga, silahkan dibaca artikel berikut ini:
http://cintasunnah.com/bagaimana-membangun-rumah-di-surga/

Halalnya 2 Bangkai Dan 2 Darah

Ust. Badrusalam Lc حفظه الله

Dari ibnu Umar radliyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dihalalkan untuk kita dua bangkai dan dua darah; adapun dua bangkai adalah bangkai belalang dan ikan. Dan adapun dua darah yaitu hati dan rempela”. (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Derajat hadits.
Hadits ini dishahihkan secara mauquf oleh Abu Zur’ah, Abu Hatim, Ad Daraquthni, Al Hakim, Al Baihaqi, dan ibnu Qayyim. Namun hadits ini dihukumi marfu’ karena perkataan shahabat: “Dihalalkan untuk kita tidak mungkin kecuali dari Rasulullah.
Dan hadits ini dishahihkan oleh syaikh Al Bani. (bulughul maram)

Fawaid hadits:
1. Haramnya darah yang mengalir, karena yg dihalalkan hanya dua saja, dan darah yg tidak mengalir yg ada pada uratpun dimaafkan karena Allah hanya mengharamkan darah yang mengalir (masfuh).

2. Haramnya bangkai yaitu setiap binatang yang mati tidak dengan disembelih secara syar’iyy.

3. Halalnya bangkai belalang dan ikan, dan juga bangkai binatang air yang tidak bisa hidup kecuali di air.

4. Halalnya hati dan rempela.

5. Belalang dan ikan apabila mati di air maka airnya tidak menjadi najis, baik banyak airnya maupun sedikit, walaupun airnya berubah warnanya atau baunya atau rasanya, karena air yang berubah dengan sesuatu yg suci tidak menjadi najis.

Haramnya Keledai

Ust. Badrusalam LC

Dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu berkata: “Ketika di hari Khaibar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh Abu Thalhah untuk menyeru: “Sesungguhnya Allah dan RasulNya melarang kalian dari daging keledai karena ia adalah najis”. Muttafaqun ‘alaih.
(bulughul maram)

Fawaid hadits:
1. Najisnya keledai dan ini mencakup darah, daging, kencing dan kotorannya.

2. Adapun badan, air liur dan keringatnya terjadi perselisihan, yang shahih adalah suci, karena Nabi mengendarai keledai, dan pasti terkena badan dan keringatnya serta air liurnya, dan ini sulit untuk dihindari, kaidah mengatakan: kesulitan mendatangkan kemudahan. Dan ini adalah pendapat imam Malik, Asy Syafi’I dan riwayat dari imam Ahmad.

3.Haramnya memakan daging n susu keledai.

4. Setiap yg najis haram untuk dimakan.

Lalat

Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله

Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila lalat jatuh di minuman seseorang dari kamu hendaklah ia tenggelamkan kemudian buang, karena salah satu sayapnya terdapat penyakit dan sayap lainnya terdapat penawarnya”. (Bukhari dan Abu Dawud) dan Abu Dawud menambah: “Sesungguhnya ia jatuh dengan mendahulukan sayap yg ada padanya penyakit”.
(ref. bulughul maram)

Fawaid hadits:
1. Lalat itu suci baik hidup maupun mati.

2. Semakna dengan lalat adalah setiap binatang yg darahnya tidak mengalir, hukumnya sama yaitu suci.

3. Disunnahkan/diwajibkan menenggelamkan lalat dalam air bila jatuh padanya lalu dibuang, dan meminum airnya.

4. Salah satu sayap lalat terdapat penyakit dan pada yg lainnya terdapat penawar, dan ini adalah mu’jizat yg menunjukkan kenabian beliau.

5. Kewajiban aqal adalah tunduk kepada dalil, terutama bila aqal menganggap tidak masuk diakal suatu dalil, karena Allah maha Tahu segala sesuatu sedangkan aqal manusia terbatas.
——-

Haramnya Keledai

Ust. Badrusalam LC

Dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu berkata: “Ketika di hari Khaibar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh Abu Thalhah untuk menyeru: “Sesungguhnya Allah dan RasulNya melarang kalian dari daging keledai karena ia adalah najis”. Muttafaqun ‘alaih.
(bulughul maram)

Fawaid hadits:
1. Najisnya keledai dan ini mencakup darah, daging, kencing dan kotorannya.

2. Adapun badan, air liur dan keringatnya terjadi perselisihan, yang shahih adalah suci, karena Nabi mengendarai keledai, dan pasti terkena badan dan keringatnya serta air liurnya, dan ini sulit untuk dihindari, kaidah mengatakan: kesulitan mendatangkan kemudahan. Dan ini adalah pendapat imam Malik, Asy Syafi’I dan riwayat dari imam Ahmad.

3.Haramnya memakan daging n susu keledai.

4. Setiap yg najis haram untuk dimakan.

Air Liur Unta

Ust. Badrusalam LC

Dari Amru bin Kharijah radliyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah di Mina di atas untanya, sementara air liur unta mengalir di atas pundakku”. HR Ahmad, at Tirmidzi, dan beliau menshahihkannya.
(bulughul maram hadits ke-24)

Derajat hadits:
Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Bani dalam Shahih Tirmidzi no 2121.

Fawaid hadits:
1. Air liur unta adalah suci dengan ijma’ ulama.

2. Unta juga suci kotoran dan air kencingnya, berdasar hadits lain muttafaqun ‘alaih bahwa Nabi menyuruh orang-orang ‘uraniy untuk minum susu dan air kencing unta untuk pengobatan.

3. Diqiyaskan kepada unta, semua binatang yang halal dimakan dagingnya.

4. Bolehnya khotbah di atas kendaraan.

5. Disunnahkannya berkhotbah di tempat yang lebih tinggi.

(y)

Zuhud Yang Jarang

Dari Yusuf bin Asbath aku mendengar Sufyan berkata, “Aku melihat zuhud yang paling jarang adalah zuhud terhadap kedudukan. Kamu lihat orang dapat zuhud dalam makanan, minuman, harta dan baju. Namun bila kedudukannya diganggu gugat ia panas dan memusuhi.”
(Siyar a’laaminnubalaa 7/262).

Pernah jadi pemimpin?
Atau ketua panitia?
Atau pendiri yayasan?
Atau orang yang dituakan?
Atau kedudukan lainnya..
Enakkan rasanya?..
Menikmati penghormatan dan pemuliaan..
Bagaimana rasanya bila kepemimpinan anda digugat?
Atau disaingi?
Atau diturunkan jabatan..
Seringkali hati merasa panas.. Kesal.. Dan geraam..
Ya.. Karena kita sudah menikmati manisnya penghormatan..

Semua itu fitnah dan ujian..
Hanya keikhlasan yang dapat menyelamatkan..
Dan zuhud terhadap dunia..

Robbuna berfirman:

تلك الدار الأخرة نجعلها للذين لا يريدون علوا في الأرض ولا فسادا

“Itulah kehidupan akhirat. Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menginginkan ketinggian (kesombongan) di muka bumi dan tidak pula menginginkan kerusakan.” (Al Qashash: 83).