Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Renungan Hadits

Nabi shollallahu alaihi wa sallam bersabda:

وليأتين على الناس زمان يتعلمون فيه القرآن، يتعلمونه ويقرأونه، ثم يقولون قد قرأنا وعلمنا، فمن ذا الذى هو خير منا ؟ فهل فى أولئك من خير ” . قالوا يا رسول الله، من أولئك ؟ .. قال :
” أولئك منكم، وألئك هم وقود النار “

“Benar benar akan datang kepada manusia suatu zaman, mereka mempelajari alquran dan menghafalnya. Kemudian mereka berkata, “Kita telah menghafal dan memahaminya, maka adakah orang yang lebih baik dari kami ?”

Nabi bersabda, “Apakah (menurut kalian) mereka ada kebaikannya ?”
Para shahabat berkata, “Siapakah mereka wahai Rosulullah ?”
Beliau bersabda, “Mereka itu termasuk dari kalian (umat islam). Mereka itu adalah bahan bakar api Neraka.”

(HR. Ath Thabrani, hasan lighairihi).

Sebuah hadits yang perlu kita camkan..
Merasa lebih baik karena keilmuan atau ibadah atau hafalan dan sebagainya membuat amalan tersebut sia sia..

Mungkin kita merasa telah memperjuangkan Islam..
Mungkin kita merasa telah banyak hafal ayat dan riwayat..
Mungkin kita merasa telah dalam ilmunya..
Lalu kita merasa paling baik dan meremehkan orang lain..
Seperti ini sifat orang-orang yang akan menjadi bahan bakar api Neraka…

Na’udzu billahi min dzalik..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Renungan Ayat – 7

Allah Ta’ala berfirman:

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Maka istiqomahlah sesuai dengan apa yang diperintahkan dan orang orang yang bertaubat bersamamu. Dan jangan melampaui batas. Sesungguhnya Dia melihat apa yang kamu lakukan.” (Hud:112)

Perhatikanlah ayat ini..
Allah menyuruh kita untuk istiqomah sesuai dengan apa yang diperintahkan..
bukan sesuai selera dan kepuasan keinginan kita..

lalu Allah berfirman: “dan orang yang bertaubat bersamamu..”
Karena ketika istiqomah terkadang kita jatuh kepada maksiat. Namun segera bertaubat dan beristighfar..

Lalu Allah berfirman: “Jangan melampaui batas..”
Peringatan agar istiqomah kita tidak berubah menjadi ghuluw atau berlebih lebihan..
Melebihi batasan batasan syariat yang telah ditentukan melalui lisan RasulNya..

Wallahu a’lam.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Renungan Ayat – 6

Kapan Berhujjah Dengan Pendapat Ulama

Syaikhul Islam ibnu Taimiyah rohimahullah berkata:

“Tidak boleh bagi seorang pun untuk berhujjah dengan pendapat ulama dalam masalah yang diperselisihkan. Hujjah itu adalah nash, ijma’ dan dalil yang di istimbath yang ditetapkan mukadimahnya dengan dalil dalil syariat bukan ditetapkan oleh pendapat ulama. Karena pendapat ulama dijadikan hujjah bila sesuai dengan al kitab dan sunnah bukan dijadikan alasan untuk menolak alquran dan sunnah.”

(Majmu fatawa 26/202-203).

Perkataan beliau ini menunjukkan bahwa perkataan ulama dapat dijadikan hujjah bila telah menjadi kesepakatan atau ijma.
Adapun ketika para ulama berbeda pendapat, kewajiban kita adalah melihat dalil-dalil mereka mana yang paling kuat.
Karena pendapat ulama bukanlah dalil atas ulama yang lainnya.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kisah Sepotong Roti…

Dahulu..
ada seorang lelaki yang beribadah selama 60 tahun lamanya..
lalu ia terfitnah oleh seorang wanita..
dan berzina dengannya selama enam hari..
lalu ia sadar dan bertaubat..

ia pun pergi meninggalkan tempat ibadahnya..
lalu ia singgah di sebuah masjid..
dan tinggal di sana selama tiga hari tak ada makanan..
suatu ketika, ada orang yang memberinya roti..
ketika ia hendak memakannya..
ia melihat dua orang yang amat membutuhkan..
ia pun memotong roti..
dan memberikannya kepada keduanya..
sementara ia tak makan..

maka Allah memerintahkan malaikat untuk menimbang..
antara amalannya selama 60 tahun dan zinanya selama 6 hari..
ternyata lebih berat zina selama 6 hari..
lalu Allah memerintahkan menimbang zinanya 6 hari dengan dua potong roti..
ternyata lebih berat dua potong roti

[diriwayatkan oleh Nadlr bin Syumail dari perkataan ibnu Mas’ud..
dan ibnu Abu Nuaim meriwayatkan juga kisah yang sama dari Abu Musa Al Asy’ari dengan sanad yang shahih]

lihatlah..
ibadah 60 puluh tahun dikalahkan oleh zina 6 hari..
tidakkah menjadi takut hati kita untuk berbuat maksiat..
lihat juga..
ternyata berinfak di saat kita butuh..
melebihi ibadah selama 60 tahun..
namun..
itu tak mudah..
karena jiwa amat mencintai harta..
kecuali orang yang Allah berikan kekuatan padanya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى .

Berfikir Sejenak

Coba fikirkan hadits ini.. masuk yang mana ya kita..

Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا الدُّنْيَا لأَرْبَعَةِ نَفَرٍ عَبْدٍ رَزَقَهُ اللَّهُ مَالاً وَعِلْمًا فَهُوَ يَتَّقِى فِيهِ رَبَّهُ وَيَصِلُ فِيهِ رَحِمَهُ وَيَعْلَمُ لِلَّهِ فِيهِ حَقًّا فَهَذَا بِأَفْضَلِ الْمَنَازِلِ وَعَبْدٍ رَزَقَهُ اللَّهُ عِلْمًا وَلَمْ يَرْزُقْهُ مَالاً فَهُوَ صَادِقُ النِّيَّةِ يَقُولُ لَوْ أَنَّ لِى مَالاً لَعَمِلْتُ بِعَمَلِ فُلاَنٍ فَهُوَ بِنِيَّتِهِ فَأَجْرُهُمَا سَوَاءٌ وَعَبْدٍ رَزَقَهُ اللَّهُ مَالاً وَلَمْ يَرْزُقْهُ عِلْمًا فَهُوَ يَخْبِطُ فِى مَالِهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ لاَ يَتَّقِى فِيهِ رَبَّهُ وَلاَ يَصِلُ فِيهِ رَحِمَهُ وَلاَ يَعْلَمُ لِلَّهِ فِيهِ حَقًّا فَهَذَا بِأَخْبَثِ الْمَنَازِلِ وَعَبْدٍ لَمْ يَرْزُقْهُ اللَّهُ مَالاً وَلاَ عِلْمًا فَهُوَ يَقُولُ لَوْ أَنَّ لِى مَالاً لَعَمِلْتُ فِيهِ بِعَمَلِ فُلاَنٍ فَهُوَ بِنِيَّتِهِ فَوِزْرُهُمَا سَوَاءٌ

“Dunia telah diberikan pada empat orang:

ORANG PERTAMA, diberikan rizki dan ilmu oleh Allah. Ia kemudian bertakwa dengan harta tadi kepada-Nya, menjalin hubungan dengan kerabatnya, dan ia pun tahu kewajiban yang ia mesti tunaikan pada Allah. Inilah sebaik-baik kedudukan.

ORANG KEDUA, diberikan ilmu oleh Allah namun tidak diberi rizki berupa harta oleh Allah. Akan tetapi ia punya niat yang kuat (tekad) sembari berujar, ‘Seandainya aku memiliki harta, aku akan beramal seperti si fulan.’ Orang ini akan mendapatkan yang ia niatkan. Pahalanya pun sama dengan orang yang pertama.

ORANG KETIGA, diberikan rizki oleh Allah berupa harta namun tidak diberikan ilmu. Ia akhirnya menyia-nyiakan hartanya tanpa dasar ilmu, ia pun tidak bertakwa dengan harta tadi pada Rabbnya dan ia juga tidak mengetahui kewajiban yang mesti ia lakukan pada Allah. Orang ini menempati sejelek-jelek kedudukan.

ORANG KE-EMPAT, tidak diberikan rizki oleh Allah berupa harta maupun ilmu. Dan ia pun berujar, ‘Seandainya aku memiliki harta, maka aku akan berfoya-foya dengannya.’ Orang ini akan mendapatkan yang ia niatkan. Dosanya pun sama dengan orang ketiga.”

[HR. Tirmidzi no. 2325, shahih kata Syaikh Al Albani]

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Renungan Ayat – 6

Allah Ta’ala berfirman:

فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۚ فَإِمَّا نُرِيَنَّكَ بَعْضَ الَّذِي نَعِدُهُمْ أَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ فَإِلَيْنَا يُرْجَعُونَ

“Maka bersabarlah, sesungguhnya janji Kami itu pasti benar. Boleh jadi kami akan memperlihatkan kepadamu sebagian apa yang Kami janjikan kepada mereka atau Kami wafatkan engkau terlebih dahulu. Maka kepada Kamilah mereka akan dikembalikan.” (Ghofir: 77)

Ayat ini adalah hiburan bagi para pendakwah kepada al-haq agar mereka yakin bahwa janji Allah berupa kemenangan itu pasti benar. Terkadang janji tersebut Allah perlihatkan sebagiannya ketika masih hidup. Atau Allah wafatkan terlebih dahulu lalu Allah pun merealisasikan janjiNya.

Maka bagi para da’i janganlah tergesa gesa dalam berdakwah untuk segera melihat hasil. Karena hasil itu di tangan Allah. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengikuti manhaj para rosul dalam berdakwah.

Wallahu a’lam.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Renungan Ayat – 5

Anjuran dan Pahala Bagi Yang Membaca Al Qur’an Setiap Hari

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
Serba-Serbi DZULHIJAH
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Siapakah Orang Yang Paling Panjang Laparnya Pada Hari Kiamat..?

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فإن أكثر الناس شبعاً في الدنيا أطولهم جوعاً يوم القيامة

“Sesungguhnya orang yang paling banyak kenyangnya di dunia adalah orang yang paling panjang laparnya pada hari kiamat.”
(HR Ath Thabrani dan dishahihkan oleh syaikh Al Bani dalam silsilah shahihah no 343. Tadinya beliau mendhoifkannya).

Alhamdulillah.. semoga puasa ramadhan ini mengurangi kelaparan nanti pada hari kiamat…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Luruskan Dan Do’akan

Dahulu ada seorang lelaki penduduk syam yang selalu berkunjung kepada Umar bin Khathab. Suatu ketika Umar kehilangan lelaki tsb. Umar bertanya kepada teman temannya. Mereka menjawab bahwa ia sudah berubah.

Maka Umarpun menulis surat kepadanya memberi nasehat.
Ketika orang itu membaca surat Umar, ia menangis dan kembali bertaubat dengan taubat yang nasuha.

Umar berkata:

هكذا فاصنعوا، إذا رأيتم أخا لكم زل فسددوه، وادعوا الله أن يتوب عليه، ولا تكونوا عونا للشيطان عليه

“Demikianlah hendaknya kalian lakukan. Bila kamu melihat saudaramu tergelincir maka luruskanlah ia dan do’akan agar Allah memberinya taubat. Dan jangan menjadi pembantu setan untuk menyesatkan sadaramu” (Hilyatul Auliya 4/97)

Namun..
Banyak diantara kita saat melihat saudaranya tergelincir..
Ia bertepuk tangan karena mendapat celah untuk memburukkannya…
Allahul musta’an…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى