Category Archives: Ferry Nasution

Luruskan Niat Anda

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Abu Hurairah رضي الله عنه , ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan ALLAH.
Dia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia), lalu ia pun mengenalinya.

ALLAH bertanya kepadanya :
Amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?

Ia menjawab :
Aku berperang semata-mata karena Engkau, sehingga aku mati syahid.

Allah berfirman :
Engkau dusta! Engkau berperang supaya engkau dikatakan sebagai seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan (tentang dirimu).

Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam neraka.

Berikutnya orang (yang diadili) adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al Qur`an. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya.

Kemudian ALLAH menanyakannya: Amal apakah yang telah engkau lakukan dengan kenikmatan-kenikmatan itu?

Ia menjawab:
Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya, serta aku membaca al Qur`an hanyalah karena engkau.

Allah berkata :
Engkau dusta! engkau menuntut ilmu agar engkau dikatakan seorang yang alim (yang berilmu) dan engkau membaca al Qur`an supaya dikatakan (sebagai) seorang qari’ (pembaca al Qur`an yang baik). Memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).

Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.

Berikutnya (yang diadili) adalah orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengenalinya (mengakuinya).

ALLAH bertanya :
Apa yang engkau telah lakukan dengan nikmat-nikmat itu?

Dia menjawab :
Aku tidak pernah meninggalkan shadaqah dan infaq pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau.

ALLAH berfirman :
Engkau dusta! Engkau berbuat yang demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan (murah hati) dan memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu). Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeretnya atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.

(Muslim 1905)

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu  mengatakan, Ada tiga buah tanda orang yang suka riya’ (beramal tidak ikhlas) :

1. Apabila sendirian maka dia menjadi pemalas.

2. Dan hanya bersemangat apabila berada bersama orang-orang.

3. Dia akan meningkatkan amalnya jika dipuji dan akan mengurangi amalnya jika dicela orang karena melakukannya.

(Al-Kabaa’ir, hal. 112)

Akhukum Ahmad Ferry Nasution

Senjata Pamungkas Atas Syubhat-Syubhat­ Yang Dilontarkan Oleh Pelaku Bid’ah

Dari Sa’id bin al-Musayyib (wafat 94 H) bahwa ia melihat seseorang yang sholat setelah sholat fajar lebih dari dua roka’at, ia memperbanyak pada sholat dua roka’at itu ruku’ & sujud, maka ia (Sa’id) pun melarangnya.
Maka org itu berkata : “Wahai Aba Muhammad, apakah ALLAH akan mengadzabku karena aku sholat?” Ia menjawab :
لَا وَلَكِنْ يُعَذِّبُكَ اللَّهُ بِخِلَافِ السُّنَّةِ

“Tidak ( artinya ALLAH tidak mengadzabmu karna shalatmu) akan tetapi ALLAH akan mengadzabmu krn engkau menyelisihi sunnah.”
[HR. Al Baihaqi]

Jawaban pembesar tabi’in ini memberikan pelajaran yg sangat berharga untuk kita semua…sebagai­mana yg dikatakan oleh Muhammad Nashiruddin Al Albani,

“Ini adalah jawaban Sa’id bin Musayyib yg sangat indah. Dan merupakan senjata pamungkas terhadap para ahlul bid’ah yg menganggap baik kebanyakan bid’ah yg mereka kerjakan dengan alasan dzikir & shalat, kemudian mereka (ahlul bid’ah) membantah Ahlusunnah dengan pernyataan bahwasanya para Ahlusunnah mengingkari dzikir & shalat! Padahal sebenarnya yang mereka (Ahlusunnah) ingkari adlh penyelewengan (amal mereka yg menyelesihi sunnah/­tuntunan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam) dalam dzikir, shalat, dan lain-lain”yg tidak sesuai dengan perjalanan Rasulullah.
(Irwa’ul Gholil 2/236)

Semoga penjelasan beliau dari seorang pembesar tabi’in yaitu sa’id bin musayyib ini memberikan pelajaran yang sangat berharga buat kita, & sbg jawaban “pamungkas” atas syubhat-syubhat­ yg mereka (ahlul bid’ah) lontarkan.

Namun yang harus tetap diperhatikan ayyuhal ikhwah dalam menyampaikan atau menegakkan hujjah kepada mereka harus dengan ilmu yang kuat & penuh dengan kelemah lembutan, akhlak yang mulia kepadanya dalam menyampaikannya­. Karena kita berada didalam keasingan islam, & jauhnya kaum muslimin dari kitab wa sunnah dengan pemahaman para sahabat.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution.

– – – – – •(*)•- – – – –

Tj Membaca Surat Yang Sama Di Setiap Raka’at

550. BBG Al Ilmu – 421

Tanya:
Apakah ada dalil mengenai pengulangan surah yang sama di setiap raka’at shalat ? Semisal di raka’at pertama membaca surah at An Nas dan di rakaa’at selanjutnya membaca surah yang sama.

Jawab:
Ada dalilnya yang membolehkan pengulangan surat yang sama di raka’at pertama dan raka’at kedua, yaitu keumuman firman Allah ta’ala:‬‬

“Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran.” (QS. Al-Muzammil: 20)

Bahkan tidak mengapa mengulang-ulang surat atau ayat yang sama pada satu rakaat. Dalilnya sebagai berikut:

Diriwayatkan oleh Nasa’i (hadits, no. 1010) dan Ibnu Majah (hadits no, 1350) dari Abu Dzar radhiallahu ’anhu, dia berkata: ”Nabi sallallahu’alaihi wa sallam melakukan shalat dan membaca ayat sampai pagi secara berulang-ulang. Ayat itu adalah;

“Jikalau Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hambaMu. (akan tetapi) jikalau Engkau ampuni mereka. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Perkasa lagi Maha bijaksana.” (Dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Shahih Nasa’i).

Diriwayatkan oleh Bukhari (hadits  no. 5014) dari Abu Said Al-Khudri bahwa seseorang mendengar seseorang membaca ‘Qul huwallahuAhad’ berulang-ulang. Ketika pagi hari dia datang kepada Nabi sallallahu’alaihi wa sallam, kemudian beliau ceritakan hal itu, dengan kesan seakan-akan meremehkannya. Maka Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Demi jiwaku yang ada di tanganNya. Sesungguhnya ia (surat Al-Ahad) setara sepertiga Al-Qur’an.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://www.islam-qa.com/id/65562

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

CIRI-CIRI ORANG YANG SUKA RIYA’

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu  mengatakan, Ada tiga buah tanda orang yang suka riya’ (beramal tidak ikhlas) :

1. Apabila sendirian maka dia menjadi pemalas.

2. Dan hanya bersemangat apabila berada bersama orang-orang.

3. Dia akan meningkatkan amalnya jika dipuji dan akan mengurangi amalnya jika dicela orang karena melakukannya.

(Al-Kabaa’ir, hal. 112)

PERHATIKAN BEBERAPA KALIMAT YANG PENTING UNTUK SELALU DIINGAT

1. Siapa saja yang mengenal dirinya sendiri dengan benar, niscaya dia akan selalu berusaha keras untuk selalu memperbaiki dirinya daripada bersusah payah mencari-cari aib/ kekurangan/kejelekan orang lain.

2. Siapa saja yang mengenal/mengetahui hak RABBnya niscaya dia akan selalu sibuk mencari keridhaanNya daripada sibuk menuruti hawa nafsu yang akan membinasakan dirinya.

3. Amal shalih yang paling bermanfaat dan utama adalah yang dilakukan penuh dengan keikhlasan tanpa mengharap pujian/balasan atau sanjungan dari manusia, dan mereka meyakini hal tersebut merupakan karunia dari ALLAH semata, bukan atas kemampuan pribadi atau pertolongan sesamanya.

Semoga bermanfaat, dan mendapat tempat dihati kaum muslimin dan muslimah.

Saudaramu Ahmad ferry nasution.

DIANTARA SUNNAH NABI YANG BANYAK DILUPAKAN OLEH KAUM MUSLIMIN

Ikhwan dan akhwat yang saya hormati, diantara Sunnah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam yang banyak dilupakan bahkan ditinggalkan oleh sebagian besar kaum muslimin dan muslimah ialah mereka hanya mengucapkan salam/ memberikan salam kepada saudara mereka atau teman-teman yang mereka kenal saja, akan tetapi mereka tidak mengucapkan salam kepada orang yang mereka tidak mengenalinya (artinya kepada muslim/muslimah lainnya) yang secara dzahir kita mengetahui dia sebagai seorang muslim namun kita enggan untuk memulai salam kepadanya.

Wahai saudara-saudariku kaum muslimin dan muslimah…bahwa diantara amal yang sangat baik didalam islam ialah memberi salam kepada orang (islam) yang engkau kenal dan kepada orang (islam) yang tidak engkau mengenalnya.

Perhatikan hadits berikut ini;

Haditsnya dari sahabat Abdullah bin ‘Amr ia berkata:
Bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam: “amal apa yang terbaik didalam islam?”
Beliau menjawab: “Engkau memberikan makanan dan memberi salam kepada orang (islam) yang engkau kenal dan kepada orang (islam) yang tidak engkau mengenalnya.
(Riwayat Bukhary: 12)

Ikhwan dan akhwat sekalian yang saya hormati, apabila masing-masing kita menghidupkan kembali sunnah Nabi yang demikian إِنْ شَاءَ اللّهُ banyak memberikan manfaat untuk kita, selain kita telah mengerjakan amal shaleh dengan kita mengucapkan salam terlebih dahulu kepada mereka akan timbul rasa kecintaan kepadanya. Yang demikian dapat juga memberikan manfaat yang sangat besar untuk perkembangan da’wah yang haq ini.
Yang mana kita saksikan banyak sekali dari saudara-saudara kita meninggalkan sunnah yang demikian.

Semoga ALLAH subhaanahu wa ta’ala memberikan kemudahan kepada kita untuk mengamalkannya.

— Ust. Ahmad Ferry Nasution —

Yang Terbaik

Saudaraku yang berbahagia diatas islam dan sunnah….
Saudaraku yang aku hormati
Sungguh aku berusaha selalu untuk mencari teman yg terbaik dalam hidupku…

Tetapi tidak kutemukan teman yang lebih baik untukku dari pada menjaga lidah/lisan ini.

Aku selalu memikirkan tentang semua pakaian yang terbaik untukku…..

Tetapi tidak kutemukn pakaian yang lebih baik selain Takwa kepada Allah سبحانه وتعالى .

Dan aku selalu memikirkan tentang berbagai macam kekayaan untuk diriku…

Tetapi tidak kutemukan kekayaan yang lebih baik daripada merasa puas dan cukup dengan yang sedikit dari nikmat-nikmat ALLAH,

Aku selalu memikirkan tentang semua perbuatan baik…

Tetapi tidak kutemukan yg lebih baik dari pada memberikan nasihat yang baik, yang bersumber dari Al-Qur’an dan sunnah….

Aku mencari semua jenis makanan….

Tetapi tidak kutemukn makanan yang lebih baik kecuali kesabaran…

Tetaplah tersenyum wahai saudaraku, walaupun kesulitan dan cobaan datang menimpa kita. Hafidzakumullah

Waktu

” Saudaraku terkadang dalam kehidupan kita sehari-hari kita selalu menanti-nanti WAKTU yang akan memberikan KEBAHAGIAAN kepada kita, akan tetapi banyak diantara kita yang TIDAK PUNYA WAKTU walau hanya sekedar untuk mensyukuri & menikmati KEBAHAGIAAN yang ada didalam kehidupannya”.

Semoga ALLAH menjadikan kita sebagai hamba yang senantiasa bersyukur kepada ALLAH atas karunia nikmat yang ALLAH berikan kepada kita.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution

BERJALAN dan BERPEGANG TEGUH DIATAS MANHAJ SALAFUSSHALEH

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Wahai Saudara-saudariku..

Jadilah kalian seseorang yang bermanhaj salaf yang sejati. (Ikutilah) jalan salafusshaleh dari kalangan para sahabat Radhiyallahu anhum dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dalam seluruh bidang agama; baik tauhid, ibadah dan selainnya, yang bercirikan berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah, membiasakan diri mengikuti sunnah, meninggalkan perdebatan, perseteruan kosong, meninggalkan pergelutan dengan ilmu kalam dan segala perkara yang akan mendatangkan dosa dan menyimpang dari syariat.
(Hilyah thalibil ilmi :12, dgn beberapa tambahan)

Kemudian syaikh melanjutkan:
Mereka itulah Ahlussunnah wal jama’ah yg mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, dan mereka seperti yg dikatakan oleh syaikhul islam ibnu taymiyah: Ahlussunnah adalah kaum muslimin terpilih, mereka adalah sebaik-baik manusia untuk manusia”.

Maka istiqomahlah dalam jalan ini, ” dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu akan mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya (al-an’am 153).
(Hilyah thalibil ilmi:12)

Akhukum Ahmad Ferry Nasution

Lelah

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Apabila keletihan terasa saat ini setelah anda berbuat kebajikan, ingatlah bahwa rasa letih tersebut akan hilang namun (buah) dari kebajikan akan kekal إِنْ شَاءَ اللّهُ selama anda mengerjakannya dengan ikhlas dan sesuai sunnah.

Dan apabila terasa kelezatan dalam berbuat kemaksiatan, ingatlah bahwa kelezatan tersebut akan hilang namun (buah) dari kemaksiatan akan terus ada, selama anda tidak bertaubat kepada ALLAH.