Category Archives: Firanda Andirja

Yang Penting Penilaian Allah Bukan Penilaian Manusia…

Jika perhatianmu hanyalah memperhatikan komentar manusia tentang dakwahmu, apakah membelamu atau memusuhimu, apakah memujimu atau mencelamu, maka waktumu akan banyak yang sia-sia terbuang, dan banyak tujuan dan cita-cita yang tidak bisa terwujudkan. Karena komentar dan para komentator terlalu banyak dan beragam, tidak akan ada habis-habisnya.

Ada yang berkata, “Sebenarnya kijang lebih cepat berlari daripada serigala, hanya saja si kijang terlalu sering menoleh ke belakang melihat kejaran serigala, akhirnya iapun menjadi mangsa serigala.”

Wallahu A’lam bis showaab.

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

 

0210142316

Berangan-Anganlah Kebaikan…

Berbicara tentang angan-angan atau cita-cita kita yang baik dan indah sudah mendatangkan kebahagiaan…,

Maka bagaimana lagi jika terwujudkan angan-angan dan cita-cita tersebut…?

Berangan-anganlah dan bercita-citalah kebaikan, karena pada cita-cita tersebut pahala yang menanti.

Jika engkau belum mampu beramal kebajikan maka berniatlah untuk mengamalkannya, karena niat baik dicatat pahala oleh Allah…

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

 

da2304140731

 

 

Menilai Seseorang…

Jangan pernah menilai seseorang dengan melihat masa lalunya….

Betapa banyak diantara kita yang memiliki masa lalu yang kelam…
jauh dari sunnah…
jauh dari hidayah…
tenggelam dalam dunia yang menipu…
terombang-ambing dalam kemaksiatan yang nista…

Bukankah banyak sahabat rodhiallahu ‘anhum yang dahulunya pelaku kemaksiatan…, peminum khomr…, bahkan pelaku kesyirikan…?

Akan tetapi tatkala cahaya hidayah menyapa hati mereka, jadilah mereka generasi terbaik yang pernah ada di atas muka bumi ini.

Bisa jadi anda salah satu dari mereka para akhwat yang memiliki masa lalu yang kelam… yang mungkin saja kebanyakan orang tidak mengetahui masa lalu kelam anda.

Sebagaimana anda tidak ingin orang lain menilai anda dengan melihat masa lalu kelam anda… maka janganlah anda menilai orang lain dengan melihat masa lalunya yang buruk…

Yang menjadi patokan adalah kesudahan seseorang… kondisinya tatkala akan meninggal, bukan masa lalunya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Amalan-amalan itu tergantung akhirnya”

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

da0107140607

Ucapan Oleh Lidah Juga Dihisab…

Apa yang diucapkan oleh lidah juga dihisab oleh Allah sebagaimana amalan, lantas kenapa kita begitu berhati-hati dalam beramal namun tidak berhati-hati dalam berucap ?

⚉  Bukankah lidah lebih cepat beraktifitas dibandingkan amalan ? dalam satu menit terlalu banyak kata yang bisa dilontarkan oleh lidah, sedangkan amalan terbatas ruang geraknya.

⚉  Bukankah lidah bisa menyakiti orang yang sedang hidup maupun yang telah lama meninggal dunia bahkan para ulama (dengan menggibah mereka) ?, adapun amalan hanya bisa menyakiti orang yang masih hidup ?

⚉  Bukankah lidah bisa menyakiti orang yang tidak dihadapannya bahkan berada di tempat yang jauh di ujung dunia, sementara amalan hanya bisa menyakiti orang yang dihadapannya ?

⚉  Bukankah lisan merupakan salah satu sebab terbesar yang menjerumuskan orang dalam api neraka ?

Lantas kenapa kita bisa berpikir dan berhati-hati tatkala bertindak sementara tidak berfikir dan berhati-hati dalam berucap ?

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

da2405140017

 

 

Waspadalah…

RENUNGAN MALAM…
.
.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman dalam QS Al Kahfi (18)- 49, yang artinya :
.
“Dan di letakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, “BETAPA CELAKA KAMI, KITAB APAKAH INI, TIDAK ADA YANG TERTINGGAL, YANG KECIL DAN YANG BESAR MELAINKAN TERCATAT SEMUANYA,” dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menzhalimi seorang jua pun.”
.
.
#renungan
#sore
#akun
#medsos
.

Banyaklah Membaca Al Qur’an…

Tatkala Ad-Dhiyaa’ al-Maqdisi akan bersafar untuk menuntut ilmu hadits maka Ibrahim bin Abdil Wahid Al-Maqdisi berwasiat kepadanya seraya berkata :

أَكْثِرْ مِنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ، وَلاَ تَتْرُكْهُ فَإِنَّهُ يَتَيَّسَرُ لَكَ الَّذِي تَطْلُبُهُ عَلَى قَدْرِ مَا تَقْرَأُ

“Perbanyaklah membaca Al-Qur’an dan jangan kau tinggalkan Al-Qur’an. Karena akan dipermudah bagimu apa yang kau cari sesuai dengan kadar bacaan-mu”

Ad-Dliyaa’ Al-Maqdisi berkata,

فَرَأَيْتُ ذَلِكَ وَجَرَّبْتُهُ كَثِيْراً، فَكُنْتُ إِذَا قَرَأْتُ كَثِيْراً تَيَسَّرَ لِي مِنْ سَمَاعِ الْحَدِيْثِ وَكِتَابَتِهِ الْكَثِيْرِ، وَإِذَا لَمْ أَقْرَأْ لَمْ يَتَيَّسَرْ لِي

“Maka akupun melihat hal itu dan sudah sering aku mencobanya. Jika aku banyak membaca Al-Qur’an maka dimudahkan bagiku untuk mendengar dan mencatat banyak hadits. Namun jika aku tidak membaca Al-Qur’an maka tidak dimudahkan bagiku” (Dzail Tobaqoot Al-Hanaabilah karya Ibnu Rojab Al-Hanbali 3/205)

Ya Allah jadikanlah kami para pecinta Al-Qur’an yang berisi firman-firman-Mu…
yang membacanya siang dan tengah malam…

Janganlah jadikan kami orang-orang yang lalai membacanya hanya karena secercah dunia…
yang merasa dirinya sibuk…
merasa waktunya kurang…
tidak sempat untuk membaca Al-Qur’an…
akan tetapi selalu saja sempat untuk internetan dan bersenda gurau…

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

 

da1807132349

 

Catatan Untuk Para Penuntut Ilmu…

Wahai para penuntut ilmu…

Waspadalah terhadap syahwat sebagaimana engkau waspada terhadap syubhat.

Betapa banyak yang selamat dari syubhat namun tenggelam dalam syahwat. 
Betapa banyak yang bisa melawan syubhat namun terkapar di hadapan syahwat.

Sebagaimana syubhat merusak hati demikian juga syahwat juga menghancurkan hati dan keimanan.

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى.

Bersyukurlah…

Engkau terpesona dengan rumah mewah sahabatmu..

Engkau tergiur dengan banyaknya dan mewahnya
mobil sahabatmu..

Apakah engkau tergiur untuk dihisab lebih lama
oleh Allah..??

Syukurilah apa yang kau miliki..
Apa yang kau miliki itupun sudah akan
merepotkanmu untuk mempersiapkan jawabannya
tatkala hisab kelak..!!

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

da1704140605

Sudah Bodoh, Dungu, Tertipu, Berdosa…

Diantara Perkataan Emas Ma’ruuf Al-Karkhi rohimahullah (wafat tahun 200 H):

طَلَبُ الْجَنَّةِ بِلاَ عَمَلٍ ذَنْبٌ مِنَ الذُّنُوْبِ وَانْتِظَارُ الشَّفَاعَةِ بِلاَ سَبَبٍ نَوْعٌ مِنَ الْغُرُوْرِ وَارْتِجَاءُ رَحْمَةِ مَنْ لاَ يُطَاعُ جَهْلٌ حَمْقٌ

“Mencari surga tanpa beramal merupakan DOSA dari dosa-dosa, menunggu syafa’at tanpa melakukan sebab salah satu bentuk dari TERPEDAYA, dan mengharapkan rahmat dari Dzat yang tidak ia ta’ati adalah kebodohan dan KEDUNGUAN.” (Syadzaroot Adz-Dzahab 1/360)

Janganlah sampai terkumpulkan pada diri kita tiga malapetaka ini, dosa, terpedaya, dan kedunguan !!!

Ma’ruf Al-Karkhi juga berkata :

عَلاَمَةُ مَقْتِ اللهِ لِلْعَبْدِ أَنْ يَرَاهُ مُشْتَغِلاً بِمَا لاَ يَعْنِيْهِ مِنْ أَمْرِ نَفْسِهِ

“Tanda kemurkaan Allah kepada seorang hamba yaitu Allah melihatnya sibuk dengan perkara yang tidak bermanfaat bagi dirinya” (Syadzaroot Adz-Dzahab 1/360)

Barang siapa yang sibuk dengan perkara yang tidak bermanfa’at maka ia telah terluput dari perkara-perkara­ yang bermanfa’at…

Menyibukan diri dengan perkara yang tidak bermanfa’at merupakan tahap awal yang menjerumuskan seseorang pada perkara-perkara­ yang haram…yang mendatangkan kemurkaan Allah.

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى.

 

da070413-0754

Musuh Ikhlas… Adakah pada Dirimu..?

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata:

عدو الإخلاص وهاذمه الرغبة في مدح الناس والطمع فيما عندهم. فمن نقى قلبه من هذين سهل عليه تحقيق باب الإخلاص

Musuh ikhlas dan penghancur nya adalah :
(1) berharap memperoleh pujian orang-orang dan
(2) berharap pemberian dari mereka.
Barangsiapa yang membersihkan hatinya dari dua perkara ini maka mudah baginya untuk mewujudkan keikhlasan

Silahkan kita mengecek hati kita dengan ketat dan detail…
apakah kita telah selamat dari dua perkara ini ?
ataukah kita masih mencintai dua perkara ini ?

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

_____________
Courtesy of Radio Rodja 756 AM | Rodja TV