Category Archives: Firanda Andirja

Hanya Kepada-Mu Ya Allah…

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Penyair berkata :

وِجِئْتُكَ أَشْتَكِي آلاَمَ رُوْحِي
أَنَا يَارَبِّ مِنْ ذَنْبِي تَعِبْتُ

“Dan aku mendatangiMu, ku keluhkan kepedihan jiwaku…
Aku telah lelah karena dosa-dosaku…”

لَوْ أَنَّ الْكَوْنَ كُلَّ الْكَوْنِ ذَنْبِي
وَقَفْتُ أَمَامَ باَبِك مَا يَئِسْتُ

“Seandainya dosaku sepenuh seluruh alam ini…
Aku tetap berdiri dihadapan pintuMu, aku tidak putus asa…”

Jangan Lalaikan Ke-ridho-an Ibumu

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Kata seorang penyair “Keridoan ibu adalah rahasia sukses keberhasilanku”
Maka kejarlah keridoannya niscaya kesuksesan dunia dan akhirat akan mengejarmu…!!

Hati-hati jangan sampai engkau mengejar kesuksesan dunia sehingga engkau melalaikan dan melupakan keridoan ibumu…!!

Dalam hadits bahwa penyambung silaturahmi akan dilapangkan rizkinya, maka bagaimana lagi jika yang disambung silaturahmi adalah ibu, yang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutnya hingga 3 kali…??

Senyuman ibumu adalah pintu surgamu dan kebahagiaan duniamu…

Ya Allah anugrahkanlah kepada kami kesempatan untuk bakti kepada ibu kami sebelum maut menjemput kami.

Silaturahmi Sejati

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Penyambung silaturahmi sejati adalah yang tetap berbuat baik dan menyambung hubungan dengan kerabat yang berbuat buruk atau jahat kepadanya, dalam hadits :

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ وَلَكِنَّ الْوَاصِلَ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

“Bukanlah penyambung silaturahmi adalah yang hanya menyambung kalau dibaikin, akan tetapi penyambung silaturahmi adalah yang tetap menyambung meskipun silaturahminya diputuskan (oleh kerabatnya)” (HR Al-Bukhari no 5991)

Kita bersilaturahmi karena perintah Allah, tidak menunggu dibaiki baru kita berbuat baik. Justru semakin membuktikan kita tunduk kepada perintah Allah tatkala kita diputuskan silaturahmi -dengan keburukan ataupun kejahatan- namun kita tetap berusaha menyambungnya karena Allah.

Karenanya jangan sampai kita sekarang dalam kondisi lagi marahan sama keluarga…marahan sama kakak, atau adik, atau om atau tante, atau bahkan sama orang tua.

Maafkan mereka, dan tetap sambung silaturahmi…karena Allah, niscaya umur kita berkah dan dipanjangkan oleh Allah, rizki dilapangkan dan dimudahkan.

Diam Maka Rileks, Komentar Bikin Masalah

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Al-Hafiz Al-Mizzi rahimahullah berkata :

وَلَوْ سَكَتَ مَنْ لاَ يَدْرِي لاَسْتَرَاحَ وَأَرَاحَ، وَقَلَّ الْخَطَأُ، وَكَثُرَ الصَّوَابُ

“Kalau seandainya orang yang tidak tahu itu diam maka dia akan istirahat dan akan mengistirahatkan (orang banyak), akan sedikit kesalahan dan tersebar banyak kebenaran” (Tahdzibul Kamaal 4/362)

Jika kita punya ilmu berbicaralah, jika tidak maka lebih baik kita diam. Karena komentar kita terhadap sesuatu yang kita tidak punya ilmu tentangnya menjadikan banyak orang yang membacanya gelisah.

Semoga Allah menjadikan kita berbicara dengan ilmu

Nasehat Bagi Para Penasehat

Asy-Sya’bi rohimahullah berkata :

يُشْرِفُ أَهْلُ الجنة في الجنة على قوم فِي النار فيقولون ماَ لَكُم في النارِ؟ وإِنما كنا نعمل بما تُعَلِّمُوْنَا !، فيقولون : إِنَّا كُنَّا نُعَلِّمُكم ولا نَعْمَلُ بِهِ

“Penghuni surga di surga melihat sebuah kaum di neraka, maka penghuni surga berkata kepada mereka, “Kenapa gerangan kalian di neraka..? padahal kami dahulu beramal sholeh dengan apa yang kalian ajarkan kepada kami..!”

Maka kaum penghuni neraka berkata, “Kami dahulu mengajari kalian akan tetapi kami tidak mengamalkan apa yang kami ajarkan..”

(Kitab Az-Zuhud karya Al-Imam Ahmad hal 369)

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Jahatnya Hasad…

Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Diantara jahatnya hasad, orang yang hasad tidak ingin naik menyamaimu tapi ia mau kau yang turun agar sama rendah dengannya, jika kamu turun barulah ia puas dan bahagia.

Diantara jahatnya hasad, ia merusak amal sholeh sebagaimana api membakar kayu, sangat panas dan cepat dalam membakar.

Iblis dahulu sangat rajin beribadah bertahun-tahun, sehingga disebutkan dalam jajaran para malaikat, namun tatkala datang pendatang baru…Adam… yang dimuliakan Allah dengan ilmu, sehingga malaikat dan iblis diperintah sujud kepadanya, rupanya iblis tak kuasa melihat pendatang baru yang dimuliakan.

Ia merasa dialah yang lebih utama untuk dimuliakan, ia lebih dahulu ada dan lebih dahulu beribadah, iapun hasad dan protes terhadap keputusan Allah. Ia rela kafir, rela masuk neraka, daripada sujud kepada pendatang baru,

Itulah hasadnya iblis, ia bukan mau upgrade seperti Adam akan tetapi ia mau Adam untuk rendah terhina seperti dirinya dalam neraka jahannam. Saking jahatnya hasad, iblis belum puas hanya dengan Adam, bahkan ia mau seluruh keturunan Adam (termasuk saya dan anda) juga bersamanya dibakar neraka.

Seluruh amal ibadah iblis, yang dikerjakan begitu lama, pun lenyap karena hasad, begitu cepat, karena membaranya api hasad yang membakar amal ibadahnya.

Hasad adalah dosa pertama kali di langit, yang menjerumuskan iblis pada kesengsaraan abadi karena cemburu dengan pendatang baru…

Maka waspadalah jangan sampai anda hasad kepada pemain baru, apakah pedagang baru, atau dokter baru, ustadz baru, dll. Semoga Allah menjauhkan hasad dari kita.

** Dikumpulkan dari tweets Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Hiburan Bagi Yang Sakit…

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Anda lagi sakit?

Semoga sakit anda menghapus dosa-dosa anda baik yang anda sadari maupun tidak.

Dalam hadits :

لاَ تَسُبِّي الْحُمَّى فَإِنَّهَا تُذْهِبُ خَطَايَا بَنِي آدَم كَمَا يُذْهِبُ الْكِيْرُ خَبَثَ الْحَدِيْدِ

“Janganlah engkau mencaci demam, karena demam bisa menghilangkan dosa-dosa bani Adam sebagaimana alat pandai besi menghilangkan kotoran besi.” (HR Muslim no 2575)

Faedah :
1) Demam tidak hanya menghilangkan satu dosa, tapi dosa-dosa,

2) jika demam -yang merupakan penyakit sepele- menghilangkan dosa-dosa, maka bagaimana lagi yang lebih dari itu?

3) Kita tidak berharap sakit, akan tetapi jika Allah mentaqdirkan sakit maka hendaknya kita bersabar dan rido dengan keputusan Rob kita yang memberikan terbaik bagi kita,

4) dosa ibarat kotoran, semakin banyak kita maksiat maka semakin kotor jiwa kita,

5) ada kotoran yang kita sadari dan yang tidak kita sadari serta dosa yang telah kita lupakan,

6) terkadang kotoran tersebut langsung hilang dengan istighfar, terkadang harus dengan penyakit dan musibah, mungkin istighfar kita kurang bermutu, atau untuk menghilangkan kotoran yang tidak kita sadari atau kita lupakan,

7) Penyakit yang mendatangkan pahala adalah jika si sakit bersabar menghadapinya,

8) ingatlah masih banyak orang yang sakitnya lebih parah dari sakit anda

Terpedaya Dengan Luasnya Kemurahan Dan Pengampunan Allah

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Sebagian sebab terjerumusnya seseorang ke dalam kemaksiatan dan dosa adalah keyakinannya bahwa Allah maha baik/pemurah dan maha pengampun. Hati kecilnya berkata, “Sekarang aku bermaksiat, setelah ini aku segera bertaubat, sungguh Allah maha pengampun…, toh Allah Maha baik…, Allah tidak menyegerakan hukuman dan adzab…”

Ini adalah tipuan syaitan, dengan tipuan ini syaitan telah membinasakan banyak hamba-hamba Allah…, memudahkan mereka terjerumus dalam kemaksiatan…, menjadikan mereka memandang remeh dosa-dosa, karena dengan alasan “Allah maha pemurah dan maha pengampun…”.

Allah berfirman

يَا أَيُّهَا الإنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ (٦)

“Hai manusia, Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu yang Maha Pemurah.” (QS Al-Infithoor : 6)

Sebagian salaf menafsirkan ayat ini dengan menjelaskan bahwa diantara sebab seorang anak Adam durhaka dan bermaksiat kepada Allah adalah terpedayanya dia dengan baiknya Allah.

وقيل للفضيل بن عياض: لو أقامك الله سبحانه يوم القيامة، وقال: ما غرَّك بربك الكريم، ماذا كنت تقول؟

قال: أقول: غَرَّنِي سُتُوْرُكَ الْمُرْخَاةُ..

Dikatakan kepada Al-Fudhoil bin ‘Iyaadh, “Seandainya Allah menyidangmu pada hari kiamat dan berkata : “Apakah yang membuatmu terpedaya sehingga durhaka kepadaKu”?. Fudhail berkata, “Aku berkata, “Tirai-Mu yang Engkau ulurkan” (Zaadul Masiir li Ibnil Jauzi 4/411 dan Tafsir Ibnu Katsir 8/342)

Maksud Fudhail rahimahullah, yaitu sebab maksiat adalah baiknya Allah yang menutup aib-aib hambanya, seperti tirai yang diulurkan yang menutupi dosa-dosa hamba dari pandangan manusia. Seandainya setiap dosa dibongkar oleh Allah maka tidak akan ada yang berani bermaksiat karena malu. Akan tetapi –dengan kebaikanNya- Allah menutup aib-aib mereka.

وقال أبو بكر الوراق: لو قال لي: {ما غرك بربك الكريم} لَقُلْتُ: غَرَّنِي كَرَمُ الْكًرِيْمِ.

Abu Bakar Al-Warrooq berkata, “Kalau seandainya Allah berkata kepadaku, “Apa yang membuatmu durhaka kepada Robmu Yang Pemurah/Baik”?, maka aku akan berkata, “Aku terpedaya dengan kebaikan Dzat Yang Maha Baik/Pemurah” (Tafsir Ibnu Katsir 8/342)

وقال يحيى بن معاذ: لو قال لي: ما غرك بي؟ قلت: بِرُّك سالفاً وآنفا

Yahya bin Mu’adz berkata, “Seandainya Allah berkata kepadaku, “Apakah yang membuatmu terpedaya (sehingga durhaka) kepadaKu?” Aku menjawab, “KebaikanMu yang telah lalu dan yang akan datang” (Zaadul Masiir li Ibnil Jauzi 4/411)

Yaitu seseorang yang bermaksiat terkadang dan sering tetap saja diberi kenikmatan oleh Allah, hal ini terkadang menjadikannya lupa sehingga menyangka bahwa ia akan terus aman mendapatkan kebaikan Allah meskipun ia tetap bermaksiat. Maka sungguh ia telah terpedaya…

Al-Baidowi berkata dalam tafsirnya tentang ayat di atas :

والإِشعار بما به يغره الشيطان، فإنه يقول له : “افعل ما شئت فربك كريم لا يعذب أحداً ولا يعاجل بالعقوبة”، والدلالة على أن كثرة كرمه تستدعي الجد في طاعته لا الانهماك في عصيانه اغترارا بكرمه.

“…pemberitahuan tentang apa yang menyebabkan seseorang terpedaya oleh syaitan, karena syaitan berkata kepadanya : “Lakukanlah apa yang kau kehendaki, sesungguhnya Robmu Maha Baik, ia tidak akan mengadzab seorangpun, Robmu tidak menyegerakan hukuman.” Padahal seharusnya indikator yang menunjukkan banyaknya kebaikan Allah melazimkan kesungguhan dalam ketaatan kepadaNya dan bukan malah asyik dan tekun dalam bermaksiat kepadanya karena terpedaya dengan kebaikanNya” (Anwaar At-Tanziil 5/292)

Seorang Penyair berkata :

Baca selengkapnya disini:
http://firanda.com/index.php/artikel/wejangan/821-terpedaya-dengan-luasnya-kemurahan-dan-pengampunan-allah

Manfaatkanlah…

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Manfaatkanlah kesempatan hidupmu, barangsiapa yang mati maka terputuslah amalannya, cita-citanya terluputkan, dan pasti datang kepadanya penyesalan.

Manfaatkanlah kesehatanmu, barangsiapa yang sakit maka ia tidak kuat untuk melakukan banyak amal kebajikan, lalu ia berangan-angan seandainya ia di masa sehatnya ia sholat dan puasa.

Manfaatkanlah waktu luangmu sebelum engkau dikejutkan dengan berbagai macam kesibukan, kau disibukkan dengan pekerjaan sehari-hari. 

Manfaatkanlah masa mudamu sebelum engkau tua, maka beratlah tubuhmu, anggota-anggota tubuhmu tidak kuat lagi.

Manfaatkanlah masa kayamu, bersedekahlah, berinfaklah, keluarkanlah hartamu, sebelum engkau kehilangan hartamu atau hartamu pergi meninggalkanmu.

Seluruh kesempatan adalah manfaat, bagaimanapun kecilnya kesempatan tersebut dalam pandanganmu, maka itu adalah keuntungan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya) :

“Janganlah engkau meremehkan kebaikan sedikitpun meskipun hanya bertemu dengan saudaramu dengan wajah tersenyum”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda (yang artinya) :

“Jagalah dirimu dari api neraka meskipun dengan bersedekah sepenggal butir kurma, dan barangsiapa yang tidak memiliki sesuatu untuk disedekahkan maka bersedekahlah dengan ucapan yang baik” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Beliau juga bersabda (yang artinya) :

“Sesungguhnya seorang hamba benar-benar mengucapkan suatu perkataan yang diridoi oleh Allah, ia tidak memperdulikan perkataan tersebut, maka Allah mengangkatnya beberapa derajat karena kalimat tersebut” (HR Al-Bukhari).

Demikianlah kondisi seorang muslim, ia selalu memanfaatkan segala kesempatan untuk memberi bagaimanapun kecilnya, ia berusaha semaksimal mungkin meskipun pemberian tersebut sedikit.

Dinukil dari tulisan Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Ref:
http://www.firanda.com/index.php/artikel/khutbah-jum-at-masjid-nabawi-terjemahan/820-kesempatan

Sepucuk Surat Dari Ayah Dan Ibu

Copas oleh Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Anakku,

Ketika aku semakin tua aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untukku…

Suatu ketika aku memecahkan piring..atau menumpahkan sup di atas meja, karena penglihatanku berkurang aku harap kamu tidak memarahiku

Orang tua itu sensitif selalu merasa bersalah saat kamu berteriak

Ketika pendengaranku semakin memburuk dan aku tidak bisa mendengar apa yang kamu katakana Aku harap kamu tidak memanggilku “Tuli!” Mohon ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskannya

Maaf, Anakku…
Aku semakin tua…, ketika lututku mulai lemah, aku harap kamu memiliki kesabaran untuk membantuku bangun…seperti bagaimana aku selalu membantu kamu saat kamu masih kecil, untuk belajar berjalan

Aku mohon, jangan bosan denganku ketika aku terus mengulangi apa yang kukatakan, seperti kaset rusak, aku harap kamu terus mendengarkan aku…

Tolong jangan mengejekku, atau bosan mendengarkanku….
Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil dan kamu ingin sebuah balon?

Kamu mengulangi apa yang kamu mau berulang-ulang sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan

Maafkan juga bauku tercium seperti orang yang sudah tua…
Aku mohon jangan memaksaku untuk mandi..Tubuhku lemah..
Orang tua mudah sakit karena mereka rentan terhadap dingin
Aku harap, aku tidak terlihat kotor bagimu…
Apakah kamu ingat, ketika kamu masih kecil?, Aku selalu mengejar-ngejar kamu..karena kamu tidak ingin mandi

Aku harap kamu bisa bersabar dengan ku, ketika aku selalu rewel
Ini semua bagian dari menjadi tua,…kamu akan mengerti ketika kamu tua…

Dan jika kamu memiliki waktu luang, aku harap kita bisa berbicara, bahkan untuk beberapa menit…
Aku selalu sendiri sepanjang waktu dan tidak memiliki seseorang pun untuk diajak bicara..

Aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan, bahkan jika kamu tidak tertarik pada ceritaku, aku mohon berikan aku waktu untuk bersamamu…

Apakah kamu ingat, ketika kamu masih kecil?, aku selalu mendengarkan apapun yang kamu ceritakan tentang mainanmu

Ketika Saatnya tiba..dan aku hanya bisa terbaring sakit dan sakit, aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku…

Maaf, kalau aku sengaja mengompol atau membuat berantakan…
Aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku selama beberapa saat terakhir dalam hidupku, aku mungkin, tidak akan bertahan lebih lama…

Ketika waktu kematian ku datang…, aku harap kamu memegang tanganku dan memberikanku kekuatan untuk menghadapi kematian

Ketika aku bertemu dengan Sang Pencipta…aku akan berbisik padaNya untuk selalu memberikan berkah padamu karna kamu mencintai Ibu dan Ayahmu…Terima kasih atas segala perhatianmu, nak