Category Archives: Firanda Andirja

Deteksi Diri Anda…

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Ciri-ciri anda terjangkiti hasad kepada si dia :

– Jika dia mendapat kenikmatan maka sesak dada anda

– Jika ia dipuji orang lain maka anda tidak suka

– Jika dia terkena musibah atau dijatuhkan oleh orang lain, serasa ada secercah kebahagiaan di hati anda

– Jika dia dijatuhkan atau dighibahi di hadapan anda, maka berat bagi anda untuk membelanya

Solusi :

– Berdoa kepada Allah agar penyakit anda ini hilang

– Usahakan memuji dia, paksakan diri anda melawan nafsu hasad

– Kalau perlu kunjungi rumahnya dan bawakan hadiah buat dia

– Ingat bahwa hasad anda sama sekali tidak bakalan menjatuhkan dirinya, sama sekali tidak memberi kemudorotan kepadanya, justru andalah yang tersiksa !!, merana..!!

Menerima Kebenaran Meskipun Dari Anak Kecil

Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

عن ابراهيم قال سألتُ الفُضَيل : “مَا التَّوَاضُعُ؟”، قال : أَنْ تَخْضَعَ لِلْحَقِّ وَتَنْقَادَ لَهُ وَلَوْ سَمِعْتَهُ مِنْ صَبِيٍّ قَبِلْتَهُ مِنْهُ، وَلَوْ سَمِعْتَهُ مِنْ أَجْهَلِ النَّاسِ قَبِلْتَهُ مِنْهُ

Dari Ibrahim ia berkata, “Aku bertanya kepada Al-Fudhail bin ‘Iyaadh, apakah itu tawadhu?”. Beliau berkata, “Engkau tunduk dan patuh kepada kebenaran, meskipun engkau mendengar kebenaran dari seorang anak kecil maka kau terima, meskipun engkau mendengar kebenaran dari manusia yang paling bodoh maka engkau terima” (Hilyatul Auliyaa’ 8/91)

Yang Penting Berusaha

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى.

Usaha tidak mesti mendatangkan keberhasilan, toh keberhasilan bukanlah ditangan hamba, akan tetapi ditentukan oleh Allah.

Karenanya Yang Allah nilai sesungguhnya adalah usaha dan perjuangan disertai firmanNya “Allah tidak membebani seseorang kecuali sebatas kemampuannya”.

Jika usaha kita berhasil maka karunia di atas karunia, namun jika tidak berhasil maka tetap bernilai di sisi Allah.

Dalam dakwah, para Nabi ada yang pengikutnya hanya 1, ada yang 2, ada yang 3, dan ada yang tanpa pengikut. Nabi Nuuh berdakwah 950 tahun namun pengikutnya hanya sedikit. Apakah mereka dinilai gagal oleh Allah?, tentu tidak !!. Mereka telah berdakwah sebaik-baiknya dan selembut-lembutnya, sudah maksimal. Maka Allah tetap memuliakan dan memuji mereka.

Namun jangan disalah pahami sehingga ada seseorang yang malas berdakwah, atau berdakwah dengan cara yang kasar dan tanpa ilmu, lalu menghibur diri dengan berkata, “Toh nabi ada yang tanpa pengikut, apalagi kita?:. Tentu beda, para nabi telah berusaha sebaik-baiknya, maka jangan disamakan dengan orang yang malas.

Ini dalam dakwah, dan demikian juga usaha dalam perkara-perkara yang lainnya.

Berusahalah dan Tetap Optimis, semua tetaplah bernilai di sisiNya…

Tawanan Syahwat (Agar Segera Menikah…)

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Sungguh Malang…
Pemuda yang tertawan oleh syahwatnya…

Tak berdaya menyandang pedang apalagi mengunuskannya untuk melawan syahwatnya…
Syahwatnya lebih ia dahulukan dari Robnya….

Berulang ulang ia terjatuh tersimpuh tak berdaya…
Dihadapan syahwatnya yang menawarkan kenikmatan sesaat…

Ia tahu bahwa kenikmatan sesaat itu akan berakhir dgn kegelisahan dan penyesalan…
Akan tetapi ia tetap tekuk lutut tak berdaya…

Ia tahu kemurkaan Allah dekat dengannya…
Akan tetapi belas dan kasih sayang Allah lebih ia yakini…

Ia tak tahu ini tipuan syaitan ataukah memang rahmat Allah yang selalu membuka harapan…

Iya yakin kematian selalu mengintainya..,,
Iapun tahu bahwa jika maut menjemputnya sementara ia sedang bermaksiat maka itu isyarat akan neraka…

Akan tetapi ia tetap tak kuasa…
Tetap bertekuk lutut di bawah syahwatnya….

Tiadakah seseorang wanita yang mengasihini-nya…?

Mau menikah dengannya -dengan kondisinya yang serba seadanya- menemaninya melabuhkan bahtera cinta…
Menerjang dan memecahkan lautan syahwat yang telah mengombang-ambingkan dan menenggelamkannya…

Gadis yang membebaskannya dari tawanan syahwatnya…
Menundukan pandangannya dari yang haram sehingga membuka harapan untuk bisa memandang wajah Allah di surga kelak…

Ya Allah…banyakkah pemuda dan pemudi yang senasib dengannya….?
Takut dengan adzab Robnya namun tak kuasa berlari dari pelukan syahwatnya…

Ya Rob…ampunilah dia…, berilah udzur kepadanya…, mudahkanlah ia untuk menikah…datangkanlah gadis sholehah yang akan menyambut belaian tangannya…

اللهم اكفني بحلالك عن حرامك

“Ya Allah cukupkanlah diriku dengan perkara yang halal Mu sehingga aku tidak butuh dengan perkara yang Engkau haramkan…”

Hanya Rahmat Allah…

Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Al-Imam Asy-Syaukaani rahimahullah (wafat 1250 H) berkata dalam sya’irnya :

فَكَّرْتُ فِي عِلْمِي وَفِي أَعْمَالِي …. وَنَظَرْتُ فِي قَوْلِي وَفِي أَفْعَالِي

“Aku merenungkan tentang ilmuku dan amalanku…. Aku mengamati perkataanku dan perbuatanku…”

فَوَجَدْتُ مَا أَخْشَاهُ مِنْهَا فَوْقَ مَا …. أَرْجُو فَطَاحَتْ عِنْدَ ذَا آمَالِي

“Maka aku dapati apa yang aku takutkan darinya melebihi apa yang aku harapkan darinya…maka sirnalah saat itu harapan-harapanku…”

وَرَجَعْتُ نَحْوَ الرَّحْمَةِ الْعُظْمَى إِلَى … مَا أَرْتَجِي مِنْ فَضْلِ ذِي الأَفْضَالِ

“Akupun kembali menuju rahmat (kasih sayang) yang luas… kepada karunia yang aku harapkan dari Dzat pemilik segala karunia…”

فَغَدَا الرَّجَا وَالْخَوْفُ يَعْتَلِجَانِ فِي … صَدْرِي وَهَذَا مُنْتَهَى أَحْوَالِي

“Jadilah harapan dan ketakutan berseteru dalam dadaku…inilah kesudahan kondisiku”
(Nailul Wathor min taroojumi rijaalil yaman fi al-qorni ats-tsaalits ‘asyar karya Muhammad Zabaaroh As-Shon’aani, 2/302)

Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullah seorang ulama yang sangat terkenal penulis buku Nailul Authoor, menjelaskan bahwa setelah menimbang-nimbang ilmu, amalan, perkataan, dan perbuatannya maka beliau mendapati bahwa semuanya tidak bisa diandalkan. Apa yang beliau takutkan dari ilmu, amal, perkataan, dan perbuatan jika dihisab kelak lebih besar dari apa yang beliau harapkan…

Karenanya beliau hanya bisa mengharapkan kasih sayang yang luas dari Allah ta’aala agar merahmati beliau…

Jika Al-Imam Asy-Syaukani tidak ujub dan tidak bangga dengan ilmu dan amal beliau bagaimana lagi dengan sebagian kita yang pas-pasan?? Atau sudah jelas pailit, minus, dan defisitnya??

Hanya rahmat Allah yang luas yang bisa kita andalkan…
Ya Allah berilah taufiq kepada kami agar senantiasa bersyukur dan beramal sholeh…senantiasa takut kepada adzabMu dan senantiasa berharap akan rahmatMu…

Menjadi Mulia Atau Hinakah Anda Dengan Ujian?

Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :

لَوْلاَ هَذَا الاِبْتِلاَءُ والاِمْتِحَانُ لَمَا ظَهَرَ فَضْلُ الصَّبْرِ وَالرِّضَا وَالتَّوَكُّلِ وَالْجِهَادِ وَالْعِفَّةِ وَالشَّجَاعَةِ وَالْحِلْمِ وَالْعَفْوِ وَالصَّفْحِ

“Kalau bukan karena ujian dan cobaan maka tidak akan terlihat keutamaan sabar, rido, tawakkal, jihad, kemuliaan menjaga kehormatan diri, keberanian, keutamaan memaafkan dan berlapang dada” (Syifaaul ‘Alil)

Allah mengujimu untuk melihat manakah dari sifat-sifat mulia yang nampak pada dirimu sehingga memuliakanmu dan mengangkat derajatmu…

Ataukah sebaliknya engkaupun terpuruk dengan ujian tersebut, mencela, protes terhadap keputusan Allah, bertawakkal kepada dunia dan manusia, emosi dan balas dendam…, yang semua ini hanyalah menjadikanmu hina dan merendahkan derajatmu….!!!

Jangan Terpedaya

Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Sebagian orang menyangka telah mantap tauhidnya, padahal ia terjerumus dalam beraneka ragam kemaksiatan. Dalam hatinya berkata, “Yang penting saya tidak berbuat kesyirikan…!!! Yang penting saya tidak melakukan bid’ah…!!!.

Padahal bukankah para ulama telah menjelaskan bahwasanya yang melunturkan tauhid seseorang adalah 3 perkara, SYIRIK, BID’AH dan DOSA.

Lihatlah para sahabat yang memiliki tauhid yang tinggi, apakah mereka adalah kaum yang menyepelekan dosa-dosa?? Bahkan mereka adalah kaum yang sangat takut kepada dosa-dosa.

Barang siapa yang sering terjerumus dalam dosa menunjukan lemahnya tauhidnya…

Ibnu Rojab Al-Hanbali berkata :

وإنما تنشأ الذنوب من محبة ما يكرهه الله أو كراهة ما يحبه الله وذلك ينشأ من تقديم هوي النفس على محبة الله تعالى وخشيته وذلك يقدح في كمال التوحيد الواجب فيقع العبد بسبب ذلك في التفريط في بعض الواجبات وارتكاب بعض المحظورات

“Hanyalah timbul dosa-dosa dikarenakan mencintai apa yang dibenci oleh Allah atau membenci apa yang dicintai oleh Allah, yang hal ini timbul dari sikap mendahulukan hawa nafsu daripada kecintaan dan rasa takut kepada Allah ta’aala. Hal ini mencoreng kesempurnaan tauhid yang wajib, maka dikarenakan hal ini terjatuhlah seorang hamba pada bentuk meninggalkan sebagian kewajiban dan melakukan sebagian hal-hal yang dilarang” (Jaami’ul ‘Uluum wal Hikam, 2/347)

Tidak Akan Sama…

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Bagaimanapun berbaktinya seorang anak terhadap orang tuanya maka ia tidak akan bisa membalas jasa kedua orang tuanya…dengan balasan yang setimpal.

Bahkan tatkala seorang anak dengan begitu sabarnya merawat ibunya atau ayahnya yang jompo, harus memapahnya… atau menggendongnya ke kamar mandi… bahkan harus mencebokinya…!!!

Karena ibu kita tatkala mencebok dan merawat kita tatkala kita masih bayi maka ia merawat kita dengan penuh semangat…penuh kebahagiaan dan kegembiraan…penuh harapan agar kita terus hidup hingga besar…

Adapun seorang anak yang mencebok orang tuanya…meskipun ia sabar akan tetapi perasaan yang hadir berbeda…tidak sama dengan perasaan seorang ibu tatkala mencebok kita tatkala masih bayi…

Kalaupun perasaan tersebut bisa dihadirkan oleh sang anak, tetap tidak akan sama karena orang tuanyalah yang lebih dahulu berbuat baik kepadanya…, dengan sebab orang tuanyalah ia ada di atas muka bumi ini…tidak akan bisa menyamai ibunya yang berada pada kondisi antara hidup dan mati tatkala melahirkan…bahkan tidak jarang ibu yang bila diberi pilihan antara keselamatannya atau keselamatan bayinya maka ia akan rela berkorban demi keselamatan bayinya…

Solusi Dan Jalan Keluar Bagi Yang Bertakwa

Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Allah berfirman :

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا.

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar” (QS At-Tholaq:2)

Ayat ini mengisyaratkan bahwa Allah tidaklah mencegah dan menghalangi seorang mukmin terjebak dalam kesulitan akan tetapi Allah menjanjikan solusi dan jalan keluar bagi yang bertakwa.

Maka janganlah kaget jika anda terjebak dalam kesulitan, akan tetapi kagetlah jika anda tidak menemukan solusi, maka perbaikilah ketakwaan anda. Betapapun besar kesulitan, dengan ketakwaan maka akan datang kemudahan.

Kalau Ada Yang Lebih Baik dari “Ah…”…

Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Jika ada perkataan yang lebih baik dari perkataan “uff../ ah..” yang menunjukan kejengkelan kepada orang tua, tentulah sudah Allah sebutkan dalam al-Qur’an. Akan tetapi itulah (ah…) kalimat yang paling sopan yang menunjukan kejengkelan atau ketidak setujuan terhadap orang tua.

Allah berfirman :

وَقَضَى رَبُّكَ أَلا تَعْبُدُوا إِلا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاهُمَا فَلا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلا كَرِيمًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia” (QS Al-Isroo’ : 23)

Ternyata Allah mengharamkan kalimat “ah” untuk diucapkan kepada orang tua…bahkan sebagian ulama menyatakan bahwa hal itu adalah termasuk bentuk durhaka kepada orang tua….

Sebaliknya membuat orang tua tersenyum….juga merupakan bentuk berbakti kepada orang tua…berpahala besar…, apalagi yang lebih daripada itu.