Category Archives: Firanda Andirja

Setiap Menit Bagian Kehidupan Kita

Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Setiap kita sadar bahwasanya kehidupan ini pada hakikatnya adalah menit-menit dan detik-detik waktu yang kita lalui. Akan tetapi kita sering lupa dan lalai bahwasanya menyia-nyiakan menit-menit yang kita lalui berarti menyia-nyiakan sebagian kehidupan kita
Al-Hasan Al-Bashri pernah berkata :

ابنَ آدَمَ إِنَّمَا أَنْتَ أَيَّامٌ كُلَّمَا ذَهَبَ يومٌ ذَهَب بَعْضُكَ

“Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau adalah hari-hari, jika telah pergi sehari berarti telah pergi sebagianmu” (Taarikh Al-Islaam karya Adz-Dzahabi 7/56)

Jadilah Engkau Bersama Allah Sebagaimana Yang Dikehendaki Allah

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Seorang berkata :

” كُنْ مَعَ اللهِ كَمَا يُرِيْدُ … يَكُنْ مَعَكَ فَوْقَ مَا تُرِيْدُ … ”

“Jadilah engkau bersama Allah sebagaimana yang dikehendaki Allah….. Niscaya Allah akan bersamamu lebih dari yang engkau kehendaki”

Sungguh jika seseorang bertakwa dimanapun dan kapanpun ia berada maka Allah akan menberikan kenikmatan dan anugerah kepadanya lebih dari apa yang ia persangkakan, lebih dari apa yang ia harapkan, lebih dari apa yang ia khayalkan”

Indahnya Saling Mencintai Karena Allah

Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

مَا مِن رَجُلينِ تحابّا في الله بظهرِ الغيبِ؛إلا كان أحبُّهُما إلى اللهِ أشدَّهما حُبّاً لصاحبِه

“Tidaklah dua orang saling mencintai karena Allah meskipun tidak sedang bertemu, kecuali yang lebih dicintai Allah adalah yang paling besar kecintaannya kepada sahabatnya.” (HR At-Thobroni di AL-Mu’jam Al-Awshoth, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 3237)

Cintailah sahabatmu karena Allah…
Cintailah ustadzmu karena Allah…
Jangan lupa…cintailah istrimu juga karena Allah…

Semoga Putra Putrimu Bukan Anak Yatim Korban Kesibukanmu…

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Seorang penyair berkata :

لَيْسَ الْيَتِيْمَ مَنِ انْتَهَى أَبَوَاهُ *** مِنْ هَمِّ الْحَيَاةِ وَخَلَّفَاهُ ذَلِيلْاً

“Bukanlah anak yatim adalah anak yang kedua orang tuanya telah tiada dan meninggalkannya dalam keadaan hina.”

إِنّٓ الْيٓتِيْمٓ هُوٓ الَّذِي تَلْقٓى لٓهُ *** أُمًّا تَخَلَّتْ أَوْ أَباً مَشْغُوْلاً

“Akan tetapi anak yatim adalah anak yang kau dapati ibunya tidak memperdulikannya atau ayahnya sibuk tidak mengurusnya.”

Ayo Semangat Berdo’a !!!

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Umar bin al-khottob berkata:

(أنا لا أحمل همَّ الإجابة ولكن أحمل همَّ الدعاء، فإذا ألهمت الدعاء فإن معه الإجابة)

“Aku tidaklah memikul urusan dikabulkannya do’a, akan tetapi aku memikul keinginan untuk berdo’a. Jika aku diilhamkan untuk berdo’a maka pengkabulan akan menyertainya.”

Yang jadi masalah adalah malasnya seseorang untuk berdoa….

Sungguh berbahagia seorang yang sering mengangkat kedua tangannya dengan penuh kerendahan dan kehinaan, mengakui kelemahannya, berharap dan menangis meminta kepada Robnya, seraya berbaik sangka kepada Robnya bahwa Robnya adalah Maha mendengar dan mengabulkan permohonan hambaNya.

SABAR Bukan Berati PASRAH

Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Kesabaran hendaknya disertai usaha dengan tekad yang kuat. Allah berfirman :

فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ

“Maka bersabarlah kamu seperti kesabaran para rasul ulul azmi.”(QS Al-Ahqoof : 35)

Allah mensifati para rasul yang sabar tersebut dengan “Ulul ‘azmi”, dan ‘azm dalam bahasa Arab artinya tekad yang kuat.

Nabi Nuuh ‘alaihis salaam salah satu dari para rasul ulul azmi, beliau sangat bersabar, bahkan orang terdekat beliau yaitu anak dan istrinya kafir kepada Allah, akan tetapi beliau tidak pasrah diam, bahkan beliau memiliki tekad (azam) yang kuat sehingga beliau berdakwah selama 950 tahun siang dan malam, bahkan beliau tetap berusaha mendakwahi anaknya hingga pada kesempatan yang terakhir, yaitu tatkala banjir telah meliputi bumi.

Karenanya jika anda bersabar bukan berarti pasrah dengan kondisi tanpa usaha :

Jika istri anda tidak sholihah maka jangan pasrah akan tetapi, bersabar, berdoa, dan terus berusaha mendakwahinya agar menjadi istri yang sholehah pada suatu hari…meskipun setelah bertahun-tahun. Sebaliknya juga jika anda seorang wanita yang memiliki seorang suami yang buruk agamanya….

Jika anda sakit parah, maka bersabarlah dengan berdoa disertai ikhtiar (usaha) berobat dengan cara yang halal agar Allah memberikan kesembuhan.

Jika terkena musibah maka bersabarlah akan tetapi disertai usaha untuk memperbaiki kondisi anda.

Jika rumah anda kemasukan maling maka bersabarlah akan tetapi tidak ada salahnya jika anda melaporkan ke pihak yang berwajib sebagai bentuk usaha dan ikhtiar.

Mengapa Menyiksa Diri ?

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Masa depan tidak bisa kita skenariokan, masa lalu tidak bisa kita rubah, lantas kenapa kita mesti menyiksa diri dengan setumpuk penyesalan atas sesuatu yang tidak bisa kita rubah??

Seriuslah dan konsentrasi untuk berbuat yang terbaik pada apa yang sedang kita jalani saat ini, jangan menjadikan masa lalu yang salah selalui menghantui, dan jangan terlalu mengkhawatirkan masa depan yang belum pasti.

Berusahalah sebaik mungkin saat ini, tawakkal dan serahkan hasilnya kepada Allah Yang Maha Pengasih.

NB: silahkan download DP dakwah yang berkaitan dengan kajian diatas.

http://pic.twitter.com/ZOR8cVF4hF

Musibah Yang Sering Tidak Disadari

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Diantara doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :
وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا

“Ya Allah janganlah Engkau jadikan musibah kami pada agama kami.”

Musibah pada agama adalah semua perkara yang mengurangi agama kita, seperti malas beribadah, malas pengajian, malas sholat malam, malas bersedekah dll.

Seringkali kita benar-benar merasa terkena musibah jika musibah tersebut berkaitan dengan dunia kita, seperti berkurangnya harta, jiwa, atau ditimpa penyakit. Akan tetapi tatkala kita menjadi malas dalam beribadah malah kita anggap hal yang biasa. Padahal itu adalah musibah… bahkankah musibah agama lebih parah daripada musibah dunia….

Betapa sering musibah yang menimpa agama kita tersebut karena kemaksiatan yang kita lakukan, sebagaimana dikatakan, “Kemaksiatan dan dosa mengantarkan pelakunya terjerumus dalam kemaksiatan dan dosa berikutnya”

Ya Allah ampunilah dosa kami…jangan Kau jadikan musibah menimpa agama kami yang sangat minim ini….

Penggugur Dosa Dalam Hitungan Menit

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

.” من قال سبحان الله وبحمده في يوم مائة مرة حطت عنه خطاياه وإن كانت مثل زبد البحر “.

“Barangsiapa yang mengucapkan SUBHANALLAHI WABIHAMDIHI seratus kali dalam sehari maka akan gugur dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR Bukhari dan Muslim).

diharapkan agar diucapkan dengan penghayatan tentang maknanya : “Aku mensucikan Allah dari segala yang tidak layak bagi-Nya (seperti kaum nasrani yang menyatakan Allah punya anak, atau perbuatan kaum musyrikun yang menyamakan Allah dengan makhluk dalam hal penyembahan).

Dan aku memuji Allah karena sempurna dan mulianya sifat-sifat Allah.

Tak Akan Terkumpulkan…

Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Tidaklah akan terkumpulkan antara Ketergesaan dan Kesabaran, karena kesabaran mewujudkan tujuan, sementara ketergesaan (sikap terburu-buru) mewujudkan kegagalan dan keterbalikan. Allah berfirman :

فاصبر كما صبر أولوا العزم من الرسل ولا تستعجل لهم

“Bersabarlah (wahai Nabi) sebagaimana kesabaran para rasul ulul azmi dan janganlah engkau tergesa-gesa/terburu-buru bagi mereka (kaum mu)” (QS Al-Ahqoof : 35)