Category Archives: Firanda Andirja

Yang Berhak Dan Pantas Untuk Ditunggu-Tunggu

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Menunggu adalah pekerjaan yang sangat membosankan…. Terlebih lagi menunggu sesuatu yang tidak menarik….

Akan tetapi lain halnya jika menunggu sesuatu yang dicintai…. sesuatu yang dirindukan…. maka penungguan tersebut terasa ringan untuk dilakukan….

Tanyalah pada hati anda… Apakah anda sabar dalam menunggu tibanya waktu-waktu sholat? Apakah selalu terbetik dalam hati anda untuk memperhatikan jadwal waktu sholat? Ataukah sama sekali anda cuek dengan jadwal waktu sholat? Ataukah merasa berat dan malas tatkala mengetahui sebentar lagi tiba waktu sholat?

Tahukah anda bahwa menunggu waktu sholat berikutnya bernilai pahala di sisi Allah? Sungguh sholat adalah perkara yang pantas dan berhak untuk ditunggu-tunggu kedatangannya….

Sebesar mana perhatianmu terhadap waktu-waktu sholat, sebesar itulah kerinduanmu terhadap sholat, sebesar itulah kesabaranmu menunggu waktu sholat, sekadar itulah kekhusyuan yang akan kau raih dalam sholatmu.

Haruskah Marah…?

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Orang bijak berkata :

الغضب أوله جنون وآخره ندم

“Kemarahan awalnya adalah kegilaan, dan akhirnya adalah penyesalan”

Orang bijak juga berkata : “Jika engkau dalam puncak kemarahan maka janganlah sekali-sekali mengambil keputusan. Dan jika dalam puncak kegembiraan maka janganlah engkau menjanjikan sesuatu”
Sungguh betapa sering penyesalan muncul setelah reda kemarahan..

Karena kemarahan… seseorang bisa mencerai wanita yang sangat dicintainya…

Karena marah seseorang bisa mencaci, atau memukul, atau bahkan membunuh sahabatnya sendiri…

Celaan Dibalik Pujian

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Ibnu Hazm rahimahullah berkata :

من مدحك بما ليس فيك فقد أبلغ في ذمك ؛ لأنه نبه على نقصك

“Barang siapa yang memujimu karena kebaikan yang tidak kau miliki maka sungguh ia telah benar-benar mencelamu. Karena ia telah mengingatkanmu akan kekuranganmu (dengan pujian tersebut)”

Manisnya Iman

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Meninggalkan maksiat karena Allah akan membuahkan rasa manis dalam hati, orang yang meninggalkan ledzatnya memandang aurat wanita yang tidak halal baginya karena takut dan malu kepada Allah maka ia akan merasakan manisnya Iman.

Sebaliknya barangsiapa yang memandang yang haram dengan meninggalkan rasa takut kepada Allah dan membuang rasa malu kepada Allah maka ia akan merasakan pahitnya kemaksiatan dalam hatinya…

Ya Allah jadikanlah kami termasuk hamba-hambaMu yang menundukan pandangannya di dunia nyata dan dunia maya….Aaamiin

SERIAL FIKIH ANEH LDII : Surat Pernyataan Taubat

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Diantara fikih aneh madzhab Imam Islam Jama’ah (atau sekarang yang berubah menjadi LDII) adalah pertaubatan “orang dalam” harus disaksikan oleh imam atau para wakilnya. Jika seorang anggota “orang dalam” melakukan dosa dan hendak bertaubat atas dosanya maka harus melalui prosedur yang telah diatur dalam undang-undang Ijtihad Islam Jam’aah yaitu melalui prosedur surat pernyataan taubat.

Surat taubat tersebut berbentuk blanko yang berisi daftar kesalahan dan dosa yang telah ia lakukan, yang diakhiri dengan kewajiban membayar kaffaroh atas dosa-dosa yang telah ia lakukan tersebut. Semakin banyak dosa atau semakin besar dosa yang ia lakukan maka semakin besar dan banyak pula nilai nominal kaffarohnya.

Sebagai contoh barang siapa yang bersalaman antara lelaki dan perempuan yang bukan mahrom maka ijtihad imam menyatakan bahwa sekali salaman nilai nominal kaffarohnya sebesar nilai nominal perangko kilat khusus standar Kantor Pos Indonesia. Sehingga jika harga perangko naik maka harga nominal kaffaroh juga naik.

Karena wajar jika setelah hari raya banyak kaffaroh yang harus dibayar, karena banyak anggota orang dalam yang bersalam-salaman dengan wanita yang bukan mahromnya.

Barangsiapa yang nonton di bioskop maka ijtihad imam menyatakan bahwa nilai nominal kaffarohnya adalah nilai nominal ongkos transport pp ke bioskop ditambah harga tiket bioskop film yang dia tonton ditambah nilai jajanan snack dan minuman yang dikonsumsi dalam acara nonton bioskop tersebut.

Selain itu juga ada kaffaroh dalam bentuk menjadi pekerja bangunan atau di ladang namun tidak diberi upah.

Tinjauan Hukum Syar’i

Taubat merupakan ibadah yang agung di sisi Allah, bahkan Allah mencintai orang-orang yang bertaubat.

Allah berfirman :

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat” (QS AL-Baqoroh : 222)

Taubat yang diterima oleh Allah adalah taubat yang memenuhi persyaratan taubat sebagaimana yang telah dijelaskan oleh para ulama;

– Meninggalkan dosa yang ia bertaubat darinya

– Menyesali dosa yang telah ia lakukan

– Bertekad untuk tidak kembali melakukan dosa tersebut

– Jika dosanya berkaitan dengan hak orang lain, maka ia harus mengembalikan hak tersebut kepada pemiliknya atau meminta dihalalkan.

Adapun taubat ala LDII maka ini merupakan taubat yang aneh yang tidak pernah diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada para sahabatnya. Sungguh aneh LDII yang mengaku satu-satunya bersistem “mangkul”, entah mangkul dari mana sistem taubat yang ia buat.

Adapun kritikan terhadap sistem taubat LDII maka dari beberapa sisi :

Pertama : Sistem surat atau blanko taubat tersebut yang diajukan kepada pihak imam atau wakilnya mirip dengan sistem surat penebusan dosa yang dilakukan oleh pihak katolik dimana pelaku dosa datang menuju pastor lalu mengakui seluruh dosa-dosanya dihadapan pastor lalu membayar surat penebusan dosa kepada pihak gereja.

Kedua : Sistem ini mengajarkan agar pelaku dosa menjabarkan dosa-dosanya kepada orang lain, padahal Allah telah menutupi dosa-dosanya.

Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda :

Baca selengkapnya disini:

http://firanda.com/index.php/artikel/30-sekte-sesat/791-serial-fikih-aneh-ldii-2-surat-pernyataan-taubat

Tahukah Anda…?

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Tahukah anda :
* satu-satunya negara yang sama sekali tidak ada perayaan natalan?
* satu-satunya negara yang tidak ada tempat penjualan bir apalagi lokalisasi perzinahan?
* satu-satunya negara yang jika telah dikumandangkan adzan maka toko-toko pun tutup?
* satu-satunya negara yang ditegakkan hukum had?
* satu-satunya negara yang memvonis hukuman mati bagi penyihir?

Tentu anda tahu jawabannya…
AKAN TETAPI…

Masih aja ada orang yang membenci negara tersebut…, bahkan mencari-cari kesalahan negara tersebut dan menutup mata dari kebaikan yang begitu banyak pada negara tersebut…, bahkan ada yang mengkafirkan negara tersebut….

Kesempurnaan hanyalah milik Allah…meskipun negara tersebut masih banyak kekurangan dan kesalahan akan tetapi ialah negara satu-satunya yang….yang…yang…. dst

Jika di zaman pemerintahan Utsman dan Ali bin Abi Tholib radiallahu ‘anhuma saja ada saja orang yang benci dan memberontak maka bagaimana dengan pemerintahan negera tersebut???!!

SERIAL FIKIH ANEH LDII : Nikah Dalam (ND), Nikah Luar (NL)

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Nikah Dalam (ND) dan Nikah Luar (NL)

LDII membuat dikotomi dengan istilah orang luar (yaitu orang diluar jama’ah LDII) atau dinamakan dengan HUM (dari bahasa arab yang artinya “mereka”). Dan sebenarnya orang luar = orang kafir, akan tetapi mereka sengaja memilih istilah-istilah yang halus agar tidak ketahuan aqidah busuk pengkafiran mereka. Adapun orang anggota LDII diistilahkan dengan “orang dalam” atau JOKAM, atau orang jama’ah, atau orang iman, atau orang kita, atau mbah man, galipat (singkatan dari tiga lima empat)

Maksud dari fikih yang akan dibahas adalah berkaitan dengan pernikahan. Nikah Dalam atau ND artinya penghulu yang menikahkan harus dari orang dalam (LDII). Adapun Nikah Luar atau NL yaitu pernikahan secara resmi melalui KUA (Kantor Urusan Agama). NL dipahami tidak sah karena penghulunya orang luar atau bukan orang iman. Itulah sebabnya harus didahului ND.

Baca pembahasan diatas selengkapnya :

http://firanda.com/index.php/artikel/30-sekte-sesat/790-serial-fikih-aneh-ldii-1-nikah-dalam-nd-nikah-luar-nl

Kesamaan Syi’ah ‘Imamiyah Dan LDII

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Pertama : Syi’ah menghalalkan dusta untuk menipu kelompok diluar mereka yang mereka namakan dengan “Taqiyyah”.

Adapun LDII maka mereka menghalalkan dusta yaitu untuk membohongi/ngapusi kaum muslimin diluar kelompok mereka. Kedustaan tersebut mereka namakan dengan “Budi Luhur”

Kedua : Syi’ah mewajibkan kepada pengikutnya pajak yang lebih besar dari zakat. Pajak tersebut adalah 20 persen yang mereka namakan dengan “Khumus”.

Adapun LDII maka mereka mewajibkan pajak kepada pengikutnya 10 persen yang mereka namakan dengan “Persenan” sebagai bukti nyambung kepada jama’ah. Padahal zakat harta dalam Islam hanya 2,5 persen

Ketiga : Syi’ah meyakini bahwa Imamnya adalah makshum (tidak mungkin salah). Adapun LDII sekalipun tidak menyebutnya makshum akan tetapi meyakini bahwa Imam merekalah pembawa panji mangkul (yaitu langsung bersambung hingga ke Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam). Sehingga sang imam tidak boleh dipertanyakan ijtihad dan keputusannya, karena kedudukannya sebagai pembawa panji mangkul. Dan yang diperoleh dengan sistem mangkul tidak boleh salah apalagi disalahkan, karena mangkul berarti dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Bahkan diyakini bahwa ubun-ubunnya sang Imam diusap oleh Alloh.

Baca selengkapnya disini:
http://firanda.com/index.php/artikel/30-sekte-sesat/789-kesamaan-syi-ah-imamiyah-dan-ldii

Tiga Perkara Yang Dzohirnya Bertentangan Dengan Hakekatnya

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ للهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللهُ

“Tidaklah sedekah itu mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba yang memaafkan kecuali keperkasaan, dan tidaklah seseorang merendah karena Allah kecuali Allah akan mengangkatnya.” (HR Muslim no 2588)

Dzohirnya sedekah itu mengurangi harta, memaafkan itu menunjukan kalah atau lemahnya seseorang, dan merendahkan diri itu menunjukan rendahnya seseorang…, akan tetapi jika dikerjakan karena Allah dan penuh keimanan maka akan mendatangkan sebaliknya.

Justru :
* sedekah menambah harta seseorang,
* memaafkan menambah harga dirinya, dan
* tawadhu’ akan menambah derajatnya…

Syaitan selalu memnggoda seraya berkata, “Janganlah kau bersedekah…akan habis hartamu…!!!, janganlah kau memaafkan saudaramu karena orang-orang akan menyangka engkau lemah dan kalah…!!!, janganlah engkau tawadhu’ dihadapan manusia, karena manusia akan menyangka bahwa derajatmu rendah…”

Senjata Tumpul Makhluk Liberal

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Jika kaum liberalis sudah kalah debat maka ada beberapa senjata pamungkas yang sering dikeluarkannya :

(1) “Tidak ada kebenaran/keyakinan yang absolut/pasti, semuanya relatif…”
Ini senjata paling diunggulkan kaum agama liberal…

Jawabannya : Berarti pernyataanmu ini juga relatif, lantas kenapa kaliannya menjadikannya sesuatu yang pasti/absolut??

(2) “Kami tidak mau mengobral ayat-ayat Allah….”, ini mereka ungkapkan untuk lari dari perdebatan dengan dalil. Mau mereka berdebat hanya pakai otak (baca = dengkul).

(3) “Jangan monopoli kebenaran…”, ini mereka ucapkan agar betapapun jelasnya kebenaran tapi menurut mereka kebenaran itu banyak versi??, benarlah.. tentu versi agam Islam berbeda dengan versi agama islam liberal !!

(4) “Jangan merasa benar, Allah yang lebih tahu siapa yang benar kelak di akhirat…”
Inilah senjata yang paling sering diucapkan mereka. Padahal terlalu banyak ayat yang memerintahkan kita untuk kembali kepada Al-Quran, karena Allah telah meletakan standar kebenaran dalam Al-Qur’an. Jika semuanya baru diketahui di akhirat, ya buat apa ada Qur’an dan hadits??. Anehnya senjata ini juga sering dipakai sebagiaan ahlul bid’ah tatkala kehabisan dalil.

ANEHNYA…agama liberal ini merasuk sebagian tokoh kaum ASWAJA ???

Semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua…