Category Archives: Muhammad Wasitho

KEUTAMAAN ILMU AGAMA LEBIH AGUNG DARIPADA KEUTAMAAN IBADAH

Oleh: Abu Fawaz Muhammad Wasitho, حفظه الله

» Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

فضل العلم أحب إلي من فضل العبادة

Artinya: “Keutamaan ilmu (syar’i) lebih aku sukai daripada keutamaan ibadah.”. (HR. Al-Hakim, Al-Bazzar, At-Thoyalisi, dari jalan Hudzaifah bin Al-Yaman radhiallahu ‘anhu. Dan dinyatakan SHOHIH oleh syaikh Al-Albani dalam Shohih Al-Jami’, no.4214).

» Di dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ على الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ
الْبَدْرِ على سَائِرِ الْكَوَاكِبِ

Artinya: “Sesungguhnya keutamaan seorang yang berilmu dibanding ahli ibadah, seperti keutamaan bulan di malam purnama dibanding seluruh bintang- bintang.” (HR. Abu Dawud no.3641, Ibnu Majah no.223, dari hadits Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu).

(*) Maksud dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di dlm hadits ini ialah bahwa memiliki ilmu syar’i dengan cara mencari dan mempelajarinya, atau mengajarkannya, merupakan amalan ibadah yang lebih utama dibanding amalan ibadah lainnya, seperti shalat sunnah, berpuasa sunnah, dzikir sunnah, dan selainnya. Bukan yang dimaksud oleh beliau bahwa menuntut ilmu syar’i dan mengajarkannya bukan bagian dari ibadah, tapi maksudnya bahwa menuntut ilmu syar’i merupakan bagian dari ibadah yang paling mulia, bahkan bagian dari jihad fi sabilillah.

» Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa yang mengira bahwa berangkat dari rumah menuju suatu tempat untuk menuntut ilmu (agama) bukan amalan jihad, maka sungguh ia telah kurang pandangan dan akalnya.”. (Lihat Miftahu Daris Sa’adah, karya Ibnul Qoyyim I/122).

» Sufyan Ats-Tsauri (seorang ulama Tabi’in) rahimahullah berkata: “Aku tidak mengetahui ada satu ibadah yang lebih utama daripada engkau mengajarkan ilmu (syar’i) kepada manusia.” (Lihat Jami’ bayanil ilmi, karya Ibnu Abdil Bar hal.227).

» Sufyan ats-Tsauri rahimahullah juga berkata: “Tiada satu amalan yang lebih utama dari menuntut ilmu jika niatnya benar (yakni ikhlas karena Allah semata, pent).” (Lihat Jami’ bayanil ilmi, karya Ibnu Abdil Bar, hal.119).

» Beliau (Sufyan ats-Tsauri) rahimahullah pernah ditanya: “Manakah yg lebih kau sukai, menuntut ilmu (agama) ataukah beramal?”. Beliau menjawab: “Sesungguhnya ilmu itu dimaksudkan untuk beramal, maka jangan tinggalkan menuntut ilmu dengan alasan untuk beramal, dan jangan tinggalkan amal dengan alasan untuk menuntut ilmu.”. (Lihat Tsamrat al-’Ilmi al-’Amal, hal. 44-45).

» Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata: “Menuntut ilmu (agama) itu lebih utama daripada sholat sunnah.”

Demikian faedah ilmiyah dan mau’izhoh hasanah yg dpt kami sampaikan pd hari ini. Smg menjadi tambahan ilmu yg bermanfaat bagi kita semua. (Klaten, 5 April 2014).

» BBG Majlis Hadits chat room Fadhilah Amal.

(*) Blog Dakwah, KLIK:
http://abufawaz.wordpress.com

– – – – – •(*)•- – – – –

ANCAMAN KERAS BAGI LAKI-LAKI MUSLIM YANG MENINGGALKAN SHOLAT JUM’AT

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz, حفظه الله

Bismillah. Seorang laki-laki yang telah memenuhi syarat-syarat wajibnya sholat Jumat (seperti muslim, berakal, baligh, mukim, sehat/mampu menghadirinya), jika ia meninggalkan sholat Jumat dengan sengaja tanpa
alasan yang syar’i, maka ia terkena beberapa ancaman keras dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, diantaranya:

1. Allah ta’ala akan mengunci mati hati mereka dari memperoleh hidayah dan kebaikan, serta ia tergolong dalam barisan orang-orang yang lalai.

2. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertekad kuat untuk membakar rumah orang yang meninggalkan sholat Jumat dengan sengaja tanpa alasan syar’i.

3. Orang yang tidak sholat Jumat akan dicatat Allah ta’ala dalam golongan orang munafik.

Diantara hadits-hadits shohih yang menunjukkan ancaman tersebut adalah sebagai berikut:

(*) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh
hendaknya orang-orang itu berhenti dari meninggalkan shalat Jum’at, atau (kalau tidak maka) Allah ta’ala akan mengunci hati-hati mereka, kemudian mereka akan menjadi orang-orang yang lalai. (HR. Muslim)

(*) Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pula: “Sunguh saya bertekad untuk memerintahkan seseorang mengimami shalat bagi manusia, kemudian saya bakar rumah orang-orang yang meninggalkan (shalat) Jum’at.” (HR. Muslim)

(*) Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pula: “Barangsiapa meninggalkan tiga kali shalat Jum’at tanpa udzur, maka dia tercatat sebagai golongan orang-orang munafik.” (HR. Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir I/170, dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu. Lihat Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir).

Demikian beberapa ancaman keras bagi setiap muslim yang meninggalkan sholat Jumat dengan sengaja tanpa alasan yang dibenarkan syariat.

Semoga menjadi peringatan dan tambahan ilmu yg bermanfaat bagi kita semua.

» BBG Majlis Hadits, chat room Bening Hati.

(*) Blog Dakwah, KLIK:
http://abufawaz.wordpress.com

Benarkah Orang Sakit Yang Membaca Surat Al-Ikhlas Sampai Mati Akan Selamat Dari Himpitan Kubur Dan Jasadnya Tidak Membusuk ?

Ust. M Wasitho, حفظه الله

Tanya:
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Mau tanya tentang keutamaan surat Al-Ikhlas.. apakah benar jika dbaca pada saat sakit sampe meninggal dunia, maka tubuhnya tidak akan membusuk dan selamat dari ksempitan kuburnya. Para malaikat akan membawanya melintasi titian siratul mustaqim?? Jazakumullah khoiron.

Jawab:
Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh.

Bismillah. Hadits tersebut dikeluarkan oleh Ath-Thobroni di dlm Al-Mu’jam Al-Ausath no.5913, dan Abu Nu’aim di dlm Hilyatul Auliya’ II/213.

(*) Derajat Hadits tersebut Maudhu’ (PALSU) sebagaimana dinyatakan oleh syaikh Al-Albani rahimahullah di dalam Silsilatu Al-Ahaadiits Adh-Dho’iifah Wa Al-Maudhuu’ah I/473.

Hal ini dikarenakan di dalam sanadnya ada seorang periwayat hadits yang bernama Abul Harits Nashr bin Hammaad Al-Balkhi, ia tertuduh sebagai pemalsu hadits sebgmn keterangan dari sebagian ulama hadits.

» Yahya bin Ma’in rahimahullah berkata tentangnya: “Dia seorang yang Kadzdzaab (sering berdusta). Dan gurunya yang bernama Malik bin Abdullah Al-Azdi, aku tidak mengenalinya.”

Oleh karena itu, Dilarang keras menyampaikan dan menyebarluaskan hadits tersebut kecuali dengan tujuan memperingatkan dan menjelaskan kepada umat Islam akan kepalsuannya. Wallahu a’lam bish-showab. Wabillahi at-Taufiq. (Klaten, 24 Maret 2014).

» BBG Majlis Hadits, chat room Tanya Jawab.

(*) Blog Dakwah, KLIK:
http://abufawaz.wordpress.com

 Ditulis oleh Ustadz Muhammad Wasitha Abu Fawas MA حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

HINDARI NIAT BURUK DAN TUJUAN TERCELA DALAM MENUNTUT ILMU AGAMA

Oleh: Abu Fawaz Muhammad Wasitho, حفظه الله

» Diriwayatkan dari Zaid bin Aslam rahimahullah, bahwa Luqman Al-Hakim pernah berwasiat kepada putranya: “Wahai anakku, Janganlah engkau mempelajari ilmu (agama) karena tiga perkara. Dan janganlah kau tinggalkan (kewajiban) menuntut ilmu karena tiga perkara pula.

» Janganlah kau pelajari ilmu (agama) dengan niat dan tujuan untuk:
1. Berdebat,
2. Berbangga-banggaan, dan
3. Pamer dengan (ilmu)nya.

» Dan janganlah kau tinggalkan (kewajiban) menuntut ilmu karena:
1. Zuhud (merasa tidak butuh ilmu),
2. Malu kepada orang lain, dan
3. Merasa ridho dengan kebodohan.

(Lihat Shohih Jami’ Bayan Al-‘Ilmi Wa Fadhlihi, karya Al-Hafizh Ibnu Abdul Barr, hal.123).

(*) Termasuk niat buruk dan tujuan tercela dlm menuntut ilmu agama ialah menuntut ilmu agama dengan tujuan mendapatkan hal-hal berikut:
» Kedudukan dan jabatan yg tinggi.
» Harta benda yg banyak.
» Popularitas.
» Dll.

» Di dalam hadits yg shohih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan bahwa salah satu golongan yg pertama kali diadili oleh Allah pd hari Kiamat kelak, lalu dicampakkan ke dlm api Neraka ialah orang yg menuntut ilmu agama bukan karena Allah, tapi spy dipuji dan dikenal sbgai seorang yg ‘alim (banyak ilmunya).

» Dan di dlm hadits yg lain, Beliau bersabda (yg artinya): “Barangsiapa mempelajari suatu ilmu (agama) yg semestinya diniatkan krn mencari wajah Allah, namun justru ia mempelajarinya karena ingin mendapatkan suatu kepentingan dunia, maka pada hari Kiamat ia tidak akan mencium bau harum Surga.”

Demikian faedah ilmiyah dan mau’izhoh hasanah yg dapat kami share pd hari ini. Smg bermanfaat bg kita semua. Dan smg Allah menganugerahkan kpd kita keikhlasan dlm menuntut ilmu, mengamalkan dan mendakwahkannya, serta dlm melaksanakan ibadah lainnya. (Klaten, 22 Maret 2014).

» BBG Majlis Hadits, chat room Faedah dan Mau’izhoh Hasanah.

(*) Blog Dakwah:
http://abufawaz.wordpress.com

WAJIB BELAJAR ILMU AGAMA SAMPAI MATI

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz, حفظه الله

Ilmu Syar’i adalah cahaya penerang bagi kehidupan seorang hamba di dunia menuju ke alam akhirat. Maka, barangsiapa menuntut ilmu syar’i dengan niat ikhlas karena Allah dan dengan tujuan agar meraih keridhoan-Nya semata, niscaya ia tidak akan berhenti dan merasa bosan dari menuntut ilmu syar’i sebelum kematian menjemputnya.

» Allah Ta’ala berfirman:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ اليَقِينُ

Artinya: “Beribadahlah engkau kepada Allah hingga datang kepadamu kematian.” (QS. Al-Hijr).

» Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah selalu membawa Pena Dan tinta (untuk mencatat hadits n faedah ilmiyah, pent) meskipun Beliau telah lanjut usia. Maka Ada seseorang yg bertanya kepadanya: “sampai kapankah engkau berbuat demikian?” Beliau jawab: “Hingga aku masuk ke liang kubur.”. (Lihat Manaaqibu Ahmad, karya Ibnul Jauzi hal.31, dan Talbiisu Ibliis, karya Ibnul Jauzi hal.400).

» Beliau jg pernah berkata: “Aku Akan terus-menerus menuntut ilmu agama sampai aku masuk ke liang kubur.”. (Lihat Syarofu Ashhaabi Al-Hadiits, karya Al-Khothib Al-Baghdadi hal.136).

» Abu Ja’far Ath-Thobari rahimahullah menjelang wafatnya berkata: “Sepantasnya bagi seorang hamba agar tidak meninggalkan (kewajiban) menuntut ilmu agama sampai ia mati.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Asakir di dlm Tarikh Dimasyqo juz.52 hal.199. Lihat pula Al-Jaliisu Ash-Shoolih karya Al-Mu’afi bin Zakariya III/222).

» Ada seseorang bertanya kepada Abdullah bin Al-Mubarok (ulama tabi’in) rahimahullah: “Sampai kapan engkau menulis (mempelajari) hadits?” Beliau jawab: “Selagi masih ada kalimat bermanfaat yg belum aku catat.” (Lihat Al-Jaami’ Li Akhlaaqi Ar-Roowi, karya Al-Khothib Al-Baghdadi IV/419).

(*) Beberapa Contoh Para Ulama Hadits yg Bersemangat Tinggi Dalam Menuntut Ilmu Syar’i, dapat dibaca selengkapnya di LINK berikut,

KLIK:
JANGAN BERHENTI DARI MENUNTUT ILMU AGAMA SEBELUM AJAL MENJEMPUT KITA !

Doa-Doa Memohon Kesabaran, Ketegaran Dan Istiqomah Di Atas Islam Dan Takwa

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz, حفظه الله

Berikut ini kami akan sebutkan beberapa doa dari Al-Quran dan hadits-hadits shohih yg semestinya dibaca oleh setiap muslim dan muslimah agar ia senantiasa sabar, tegar dan istiqomah di atas agama Islam dan dalam melaksanakan amal-amal ketaatan kepada Allah Ta’ala.

(*) DOA PERTAMA:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
‘Robbanaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa wa Hab Lanaa Min-Ladunka Rohmatan, innaka Antal-Wahhaab’

Artinya: “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Dzat yang Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran: 8).

(*) DOA KEDUA:

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

‘Robbanaa Afrigh ‘Alainaa Shobron wa Tsabbit Aqdaamanaa wanshurnaa ‘Alal Qoumil Kaafiriin’.

Artinya: “Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran atas diri kami, dan teguhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.” (QS. Al Baqarah: 250).

(*) DOA KETIGA:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

‘Ya Muqollibal Quluubi Tsabbit Qolbiy ‘Alaa Diinika’.

Artinya: “Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. At-Tirmidzi no.3522, imam Ahmad IV/302, Al-Hakim I/525. Lihat Shohih Sunan At-Tirmidzi no.2792).

» Do’a ini merupakan doa yang paling sering dipanjatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

(*) DOA KEEMPAT:

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

‘Allaahumma Mushorrifal Quluub, Shorrif Quluubanaa ‘Alaa Tho’atika’

Artinya: “Ya Allah, Dzat yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk selalu taat kepada-Mu.” (HR. Muslim).

Demikianlah beberapa doa dari Al-Quran dan Hadits Shohih yg sepantasnya dipanjatkan oleh kita semua agar Allah ta’ala memberikan kpd kita taufiq dan pertolongan-Nya serta kemudahan untuk senantiasa sabar dan tegar serta istiqomah dalam memegang teguh agama Islam dan melaksanakan ketaatan kepada-Nya hingga akhir hayat. Smg menjadi ilmu yg bermanfaat dan kita dapat mengamalkannya. آمِيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ (Klaten, 30 Agustus 2013)

» Artikel BB Group Majlis Hadits, chat room Bening Hati.

(*) Blog Dakwah Kami:

ISTIQOMAH DI ATAS ISLAM ADALAH KAROMAH YANG PALING AGUNG

Oleh: Ust. Muhammad Wasitho Abu Fawaz, حفظه الله

» Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata: “Aku pernah mendengar Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, ‘(bentuk) Karomah yang paling agung ialah upaya seorang hamba agar senantiasa istiqomah (di atas ketaatan kpd Allah, pent).” (Lihat Madaariju As-Saalikiin II/105).

» Sebagian ulama salafus-sholih berkata: “Jadilah orang yang selalu istiqomah (dalam menjalankan ketaatan kpd Allah, pent), dan jangan menjadi orang yg suka mencari karomah. Karena sesungguhnya jiwamu suka bergerak dlm mencari karomah. Sedangkan Tuhanmu (Allah Ta’ala) hanya menuntutmu agar engkau selalu istiqomah (di atas agama-Nya, pent).” (Dinukil oleh Ibnul Qoyyim di dlm kitabnya Madaariju As-Saalikiin II/105).

* Karomah ialah kejadian di luar kebiasaan (tabiat manusia) yg diberlakukan oleh Allah pada sebagian hamba-hamba-Nya yg sholih dengan tujuan untuk mengokohkannya dan agamanya.

* Dan ciri-ciri Karomah ialah:
~ Tidak memiliki amalan pendahuluan tertentu berupa doa, bacaan, ataupun dzikir khusus.
~ Tidak disertai pengakuan (dari pemiliknya) sebagai seorang Nabi.
~ Hanya terjadi pada orang sholih yg lurus aqidah n manhajnya, serta cara ibadahnya benar sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yg selalu istiqomah di atas agama-Nya hingga akhir hayat. Amiin. (Jakarta, 17 Maret 2014)

(*) DOA MEMOHON KETEGARAN, KESABARAN DAN ISTIQOMAH DI ATAS ISLAM DAN TAKWA

KLIK: http://abufawaz.wordpress.com/2013/09/19/doa-doa-memohon-kesabaran-ketegaran-dan-istiqomah-di-atas-islam-dan-takwa/

» BBG Majlis Hadits, chat room Fadhilah Amal.

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

HADITS-HADITS SHOHIH TENTANG KEUTAMAAN SURAT AL-KAHFI / الأحاديث الصحيحة في فضل سورة الكهف

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc

Surat Al-Kahfi merupakan salah satu surat Al-Quran Al-Karim yang mempunyai keagungan dan keutamaan dibanding beberapa surat yang lain. Akan tetapi tidak sedikit dari kaum muslimin yang belum mengetahui keagungan dan keutamaannya, sehingga sebagian mereka jarang atau bahkan hampir tidak pernah membaca dan menghafalnya. Terlebih khusus pada hari dan malam Jumat. Mereka lebih suka dan antusias membaca surat Yasin yang dikhususkan pada malam Jumat dengan harapan mendapatkan keutamaannya. Namun sayangnya, semua hadits yang menerangkan keutamaan surat Yasin tidak ada yang Shohih datangnya dari nabi shallallahu alaihi wasallam.

Demikianlah keadaan umat Islam. Tidaklah mereka bersemangat mengamalkan hadits-hadits lemah dan palsu serta tidak jelas asal-usulnya, maka sebanyak itu pula mereka meninggalkan amalan-amalan sunnah yang dijelaskan di dalam-hadits-hadits shohih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Adapun keutamaan dan keagungan surat Al-Kahfi, maka akan didapatkan oleh setiap muslim dan muslimah yang membacanya dengan niat ikhlas demi mengharap wajah dan ridho Allah, mengimani dan menghayati makna-maknanya serta berusaha mengamalkan hukum dan pelajaran yang terkandung di dalamnya sesuai tuntunan Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Berikut ini kami akan sebutkan hadits-hadits shohih tentang keutamaan surat Al-Kahfi.

Hadits Pertama:

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ :« مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ »

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dua Jum’at.”

(Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrok II/399 no.3392, dan Al-Baihaqi di dalam Sunannya III/249 dengan nomor.5792)

DERAJAT HADITS:
Hadits ini derajatnya SHOHIH.

Al-Hakim berkata: “Isnad Hadits ini shohih, akan tetapi imam Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannya”.

Syaikh Al Albani berkata: “Hadits ini shohih.” (lihat Shohih Al-Jami’ no. 6470, dan Shohih At-Targhib wa At-Tarhib I/180 no.736).

Hadits Kedua:

عَنْ أَبِى الدَّرْدَاءِ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ : « مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ » وفي رواية ـ من آخر سورة الكهف ـ

Dari Abu Darda’ radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, niscaya dia akan terlindungi dari (fitnah) Dajjal. Dan di dalam riwayat lain disebutkan: “(sepuluh ayat terakhir) dari surat Al-Kahfi.”

(Diriwayatkan oleh Muslim I/555 no.809, Ahmad V/196 no.21760, Ibnu Hibban III/366 no.786, Al-Hakim II/399 no.3391, dan Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman V/453 no.2344).

DERAJAT HADITS:
Hadits ini derajatnya SHOHIH.

Syaikh Al Albani berkata: “Hadits ini shohih.” (lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah II/123 no.582).
Dan di dalam hadits lain dijelaskan maksud daripada perlindungan dan penjagaan dari fitnah Dajjal ialah sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:

فَمَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ [ فَإِنَّهَا جِوَارُكُمْ مِنْ فِتْنَتِهِ ]

“…maka barangsiapa di antara kalian yang menjumpai Dajjal, hendaknya ia membacakan di hadapannya ayat-ayat pertama surat Al-Kahfi, karena ayat-ayat tersebut (berfungsi) sebagai penjaga kalian dari fitnahnya.”

(SHOHIH. Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shohihnya bab Dzikru Dajjal, IV/2250 no.2937, dan Abu Daud II/520 no.4321, dari jalan Nawas bin Sam’an radhiyallahu anhu).
Hadits ini dinyatakan SHOHIH oleh syaikh Al-Albani di dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah II/123 no.582, Tahqiq Misykat Al-Mashobih III/188 no.5475, dan Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud IX/321 no.4321.

Hadits Ketiga:

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « من قرأ سورة الكهف كما أنزلت ، كانت له نورا يوم القيامة من مقامه إلى مكة ، ومن قرأ عشر آيات من آخرها ثم خرج الدجال لم يسلط عليه ، ومن توضأ ثم قال : سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ، كَتَبَ فِي رَقٍّ ثُمَّ طُبِعَ بِطَابَعٍ فَلَمْ يُكْسَرْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ»

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi sebagaimana diturunkannya, maka surat ini akan menjadi cahaya baginya pada hari Kiamat dari tempat tinggalnya hingga ke Mekkah. Dan barangsiapa membaca sepuluh ayat terkahir dari surat Al-Kahfi lalu Dajjal keluar (datang), maka Dajjal tidak akan membahayakannya. Dan barangsiapa berwudhu lalu ia mengucapkan;

“SUBHAANAKALLOHUMMA WABIHAMDIKA ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA” (artinya: Maha Suci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq diibadahi selain Engkau, aku memohon ampunan dan aku bertaubat kepada-Mu), maka ia akan ditulis pada lembaran putih yang bersih, kemudian dicetak dengan alat cetak yang tidak akan robek sampai hari Kiamat.”

(Diriwayatkan oleh An-Nasa’i di dalam ‘Amal Al-Yaumi wa Al-Lailati no.81 dan 952, Ath-Thobroni di dalam Al-Mu’jam Al-Ausath II/123 no.1455, dan Al-Hakim I/752 no.2072 dan beliau berkata; hadits ini Shohih sesuai dengan syarat imam Muslim, akan tetapi keduanya (maksudnya imam Bukhori dan Muslim) tidak mengeluarkannya (di dalam kitab Shohih keduanya, pent)).

DERAJAT HADITS:
Hadits ini derajatnya SHOHIH.

Syaikh Al-Albani berkata: “Hadits ini shohih.” (lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah VI/312 no.2651).
Demikianlah beberapa hadits shohih tentang keutamaan dan keagungan surat Al-Kahfi.
Mudah-mudahan kita semua diberi kemudahan oleh Allah untuk dapat mengamalkannya dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Nabi shallallahu alaihi wasallam.

– – – – – •(*)•- – – – –

INILAH PERLOMBAAN YANG PALING MULIA DAN DICINTAI ALLAH

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz, حفظه الله

Perlombaan merupakan hal yg disukai oleh kebanyakan manusia. Apakah lomba dlm bidang olah raga, kecerdasan, kecantikan, atau pun selainnya. Apalagi jika di dlm perlombaan itu terdapat hadiah menarik yg sangat mahal n berharga, sudah barang tentu banyak yg mendaftar utk mengikutinya.

Namun, sayangnya kebanyakan lomba yg diminati n diikuti oleh sbgn orang hanyalah perlombaan dlm hal-hal yg bersifat duniawi, dan tanpa memperhatikan antara yg halal n yg haram. Padahal perlombaan yang paling mulia dan dicintai Allah adalah perlombaan dlm urusan agama atau kepentingan akhirat. Inilah perlombaan yg seharusnya diminati dan diikuti oleh setiap muslim dan muslimah agar menjadi pemenang yg mulia n dicintai Allah.

Hal ini berdasarkan perintah Allah ta’ala di dalam Al-Quran Al-Karim:
فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
“Berlomba-lombalah dalam kebaikan” (QS. Al Baqarah: 148).

Dan firman-Nya pula:
وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ
“Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang-orang berlomba-lomba.” (QS. Al-Muthoffifin: 26).

Dua ayat Al-Quran yg mulia ini menunjukkan kpd kita bahwa untuk memperoleh berbagai kenikmatan di dlm Surga, seharusnya setiap muslim dan muslimah berlomba-lomba.

» Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: “Jika engkau melihat orang lain mengunggulimu dalam urusan dunia, maka kalahkanlah ia dalam urusan akhirat (atau urusan agama, pent).”

» Wuhaib bin Al-Ward rahimahullah berkata: “Jika engkau mampu agar tidak ada siapapun yang bisa mengalahkanmu dalam hal akhirat, maka lakukanlah.”

» Sebagian ulama salaf berkata: “Jika engkau mendengar ada orang yang lebih taat pada Allah dari pada dirimu, maka sudah seharusnya engkau merasa bersedih karena telah kalah dalam hal ini.” (Lihat Lathoo-if Al-Ma’aarif, karya Al-Hafizh Ibnu Rojab Al-Hanbali, hal. 428).

» Al-Hafizh Ibnu Rojab Al-Hanbali rahimahullah berkata: “Para sahabat memahami bahwa mereka harus saling berlomba untuk meraih kemuliaan di surga. Mereka berusaha menjadi terdepan untuk menggapai derajat yang mulia tersebut. Oleh karena itu, jika di antara mereka melihat orang lain mendahului mereka dalam beramal, mereka pun bersedih karena telah kalah dalam hal itu. Inilah bukti bahwa mereka (berupaya) untuk menjadi yang terdepan.” (Lihat Lathoo-if Al-Ma’aarif, karya Ibnu Rojab Al-Hanbali, hal. 428).

Demikianlah wasiat Allah Ta’ala dan para ulama as-salafus sholih kpd kita semua agar senantiasa berlomba-lomba dlm urusan agama dan kepentingan akhirat. Smg Allah memberikan bimbingan n taufiq-Nya kpd kita untuk selalu semangat n istiqomah dlm menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya hingga akhir hayat. Amiin. (Klaten, 13 Maret 2014).

» Link Artikel, KLIK: http://abufawaz.wordpress.com/2014/03/13/inilah-perlombaan-yang-paling-mulia-dan-dicintai-allah/

(*) BBG Majlis Hadits, chat room Fadhilah Amal.

(BM 2/2. Selesai. Alhamdulillah) 🙂

BEGINILAH KIAT PIUTANG MENJADI AMAL SHOLIH YANG BERPAHALA

Oleh : Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz حفظه الله تعالى

Hutang piutang merupakan salah satu bentuk interaksi yg sering terjadi di tengah masyarakat. Akan tetapi, bagi seorang muslim, muamalah / interaksi apapun yg dilakukannya, ia senantiasa berupaya agar meraih pahala & ridho Allah Ta’ala. Hal ini dikarenakan ia melandasi setiap perkataan dan perbuatannya dengan NIAT yg BAIK.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
Artinya: “Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang itu akan memperoleh sesuai dengan apa yg dia niatkan.”(HR.Al-Bukhari no.1 & Muslim no.1907).

Berikut ini kami akan sebutkan beberapa kiat agar piutang / harta yg kita pinjamkan kpada orang lain mendatangkan pahala & ridho Allah Ta’ala.

1. Harta yg dihutangkan adalah harta yg jelas & murni kehalalannya, bukan harta yg haram / tercampur dgn sesuatu yg haram.

2. Pemberi piutang/pinjaman tidak mengungkit-ungkit / menyakiti penerima pinjaman baik dgn kata-kata maupun perbuatan.

3. Pemberi piutang/pinjaman berniat mendekatkan diri kepada Allah dgn niat ikhlas. Maksudnya hanya mengharap pahala & ridho Allah Ta’ala semata. Tidak ada maksud riya’ (pamer) / sum’ah (ingin didengar kebaikannya olh orang lain), ‘ujub (bangga diri), & semisalnya.

4. Pinjaman tersebut tidak mendatangkan tambahan manfaat / keuntungan sedikitpun bagi pemberi pinjaman.

5. Ketika memberikan pinjaman niatnya ingin meringankan beban orang yg sedang kesusahan.

Demikianlah beberapa kiat islami agar meraih pahala & ridho Allah Ta’ala dari piutang / harta yg kita pinjamkan kpd orang lain. Smg menjadi tambahan ilmu yg bermanfaat bagi kita semua. Amiin.(Klaten, 26 Februari 2014).

» BBG Majlis Hadits, chat room Fadhilah Amal.

(*) Blog Dakwah Kami, KLIK:
http://abufawaz.wordpress.com

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –