Category Archives: Muhammad Wasitho

Hadits Palsu Tentang 10 Wasiat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Kepada Putrinya, Fathimah Az-Zahra Radhiyallahu ‘Anha

Ustadz Muhammad Wasitho, Lc, MA, حفظه الله تعالى

Tanya:
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Ustadz ada pertanyaan via japri : apakah hadits ini shoheh?

Ada 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah. Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya bila kemudian dimiliki oleh setiap istri solehah.

1. Ya Fathimah, kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum, melebur kejelekan, dan meningkatkan derajat wanita itu.

2. Ya Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikan dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah.

3. Ya Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

4. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.

5. Ya Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhoaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridho kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.

6. Ya Fathimah, apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Didalam kubur akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman sorga. Dan Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.

7. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah.

8. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih.

9. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.

10. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan dari sungai2 sorga. Allah mempermudah sakaratul-maut baginya, serta kuburnya menjadi bagian dari taman sorga. Dan Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan selamat.

JAWAB:
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bismillah. Hadits tentang 10 Wasiat Rasulullah kepada Fathimah az-Zahra putri beliau adalah Hadits PALSU yang didustakan atas nama Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Oleh karena itu, DILARANG KERAS mempercayainya dan menyebarluaskannya kecuali dengan tujuan menjelaskan dan memperingatkan kaum muslimin akan kedustaan dan kepalsuannya. Sebab, jika seseorang telah mengetahui kedustaan dan kepalsuan suatu hadits lalu ia menyebarluaskannya kepada orang lain tanpa menerangkan kepalsuan dan kedustaannya, maka ia akan menjadi musuh bagi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pada hari Kiamat, dan ia pun terkena ancaman keras dari Nabi shallallahu alaihi wasallam sebagaimana disebutkan di dalam hadits-hadits shohih berikut ini:

1. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

” من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار “

“Barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaknya dia mengambil tempat duduknya di dalam api Neraka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

2. Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

” لا تكذبوا علي فإنه من كذب علي فليلج النار ” .

“Janganlah kalian berdusta atas namaku. Karena sesungguhnya barangsiapa yang berdusta atas namaku, maka hendaknya dia masuk ke dalam api Neraka.” (HR. Al-Bukhari).

3. Dari al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

” إن كذبا علي ليس ككذب على أحد من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار “

“Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sebagaimana berdusta atas nama orang lain. Maka barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaknya dia menyiapkan tempat duduknya di dalam api Neraka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Na’udzu billahi min dzaalik.

Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan. Semoga Allah melindungi kita semua dari bahaya hadits DHO’IF dan PALSU, dan dari segala keburukan di dunia dan akhirat. آمين يا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

 

Banyak Beristighfar, Tapi Dimurkai Allah ?

Ustadz Muhammad Wasitho, Lc, MA حفظه الله تعالى

قال يحيى بن معاذ الرازي – رحمه الله -: كم من مستغفر ممقوت وساكت مرحوم. ثم قال يحيى: هذا استغفر الله وقلبُه فاجر، وهذا سكت وقلبُه ذاكر .

» Yahya bin Mu’adz Ar-Rozi rahimahullah berkata: “Betapa banyak orang yang beristighfar namun dimurkai (Allah). Dan betapa banyak orang yang diam namun dirahmati (Allah).” Kemudian beliau menjelaskan, “Orang ini beristighfar (dengan lisannya), akan tetapi hatinya diliputi kefajiran atau dosa. Adapun orang itu diam, namun hatinya senantiasa berdzikir (selalu ingat kepada Allah).” (Lihat Mukhtashor Shifatu Ash-Shofwah I/411, dan Al-Muntakhab Min Kitab Az-Zuhdi Wa Ar-Raqoo’iq, karya Al-Khothib Al-Baghdadi, Hal. 69).

Demikian faedah ilmiyah dan mau’izhoh hasanah yang dapat kami sampaikan pada pagi hari ini. Semoga kita senantiasa beristighfar dan berdzikir kepada Allah dengan lisan, hati dan anggota badan kita dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hingga akhir hayat. Amiin.

(Klaten, 11 September 2014).

Tiga Ciri Orang Yang Suka Riya’

Ustadz Muhammad Wasitho, MA, حفظه الله تعالى

» Riya’ ialah seseorang melakukan suatu kebaikan atau meninggalkan suatu keburukan dengan niat dan tujuan agar dilihat dan dipuji oleh manusia.

» Riya’ merupakan Syirik Kecil yang paling ditakutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam akan menimpa umatnya. Hal ini berdasarkan sabda beliau: “Sesungguhnya sesuatu (dosa) yang paling aku takutkan akan menimpa kalian adalah Syirik Kecil.” Maka mereka (para sahabat) bertanya: “Apa yang dimaksud Syirik Kecil itu?” Beliau jawab: “(Syirik Kecil itu) adalah RIYA’. Allah berkata pada hari Kiamat apabila Dia telah memberikan balasan terhadap amal perbuatan manusia; “Pergilah kalian kepada orang-orang yang dulu sewaktu di dunia kalian berbuat riya’ (pamer) kepada mereka. Lalu lihatlah, apakah kalian mendapatkan balasan (atas perbuatan kalian) di sisi mereka?”. (HR. Ahmad di dlm Al-Musnad V/428 no.429, dengan sanad Hasan).

» Riya’ merupakan ciri dan karakter orang munafik dalam setiap amal sholih yang mereka kerjakan. Hal ini berdasarkan firman Allah (yang artinya):
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan Shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisa’:142).

» Wahb bin Munabbih rahimahullah berkata: “Salah satu ciri orang munafik adalah menggandrungi pujian & membenci celaan/kritikan.” (Lihat Kitab Az-Zuhd karya Ibnu Abi Hatim, hal. 51).

» Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu berkata: “Orang yang suka riya’ (pamer dan tidak ikhlas dalam beramal) memiliki 3 ciri (yaitu):

1. Apabila sendirian, maka dia menjadi pemalas.

2. Apabila berada di tengah orang-orang, ia semakin bertambah semangat.

3. Dia akan meningkatkan amalnya jika dipuji dan akan mengurangi amalnya jika dicela orang (karena melakukannya).(Lihat Al-Kabaa’ir, karya imam Adz-Dzahabi hal.145).

Semoga jadi ilmu yang bermanfaat.(Klaten, 8/9/14)

Meraih Fadhilah Amalan Di Hari Jum’at

Ustadz Muhammad Wasitho, MA, حفظه الله تعالى

Bismillah. Hari Jumat merupakan hari yang agung dan memiliki banyak keistimewaan, diantaranya:

1. Hari Jumat merupakan hari raya pekanan umat Islam.

2. Pada hari Jumat Allah ciptakan nabi Adam.

3. Pada hari Jumat, nabi Adam dimasukkan oleh Allah ke dalam surga. Dan pada hari Jumat pula nabi Adam dikeluarkan dari surga.

4. Pada hari Jumat Kiamat akan terjadi.

5. Hari Jumat merupakan hari penghapusan dosa-dosa bagi setiap muslim yang bertakwa kepada Allah.

6. Di penghujung hari Jum’at, yaitu sesudah sholat Ashar hingga menjelang Maghrib terdapat waktu mustajabah untuk berdoa.
Barangsiapa berdoa kepada Allah di waktu tersebut, niscaya Allah akan mengabulkan doanya.

Di hari Jumat Allah mensyari’atkan kepada hamba-hambaNya yang beriman agar mengisi hari Jumat dengan amalan-amalan yang mulia dan memiliki keutamaan.

1. KEUTAMAAN MEMBACA SURAT AL-KAHFI PADA MALAM DAN HARI JUMAT.

» http://abufawaz.wordpress.com/2011/12/09/hadits-hadits-shohih-tentang-keutamaan-surat-al-kahfi-

2. KEUTAMAAN SHOLAWAT DAN CARA MEMBACANYA YANG BENAR

» http://abufawaz.wordpress.com/2012/10/12/keagungan-membaca-sholawat-kepada-nabi-muhammad-berdasarkan-hadits-hadits-shohih/

3. KEUTAMAAN ORANG MUSLIM YANG MENINGGAL DUNIA PADA HARI ATAU MALAM JUMAT.

» http://abufawaz.wordpress.com/2013/04/27/keutamaan-orang-muslim-yang-meninggal-dunia-pada-hari-atau-malam-jumat/

4. HADITS PALSU TENTANG KEUTAMAAN POTONG KUKU PADA HARI JUMAT

» http://abufawaz.wordpress.com/2012/11/30/hadits-palsu-tentang-keutamaan-memotong-kuku-pada-hari-jumat-dan-hari-hari-lain/

5. HADITS PALSU TENTANG KEUTAMAAN ZIARAH KUBUR ORANGTUA PADA HARI JUMAT

» http://abufawaz.wordpress.com/2012/01/19/hadits-hadits-palsu-tentang-keutamaan-menziarahi-kuburan-orang-tua-dan-kerabat-pada-hari-jumat/

6. http://abufawaz.wordpress.com/2014/03/28/ancaman-keras-bagi-yang-meninggalkan-sholat-jumat/

7. http://abufawaz.wordpress.com/2014/08/21/bolehkah-menjamak-sholat-jumat-dengan-sholat-ashar/

Semoga Bermanfaat Bagi Kita.

Tiada Kenikmatan Bagi Orang Yang Serakah Dan Tamak Terhadap Dunia

Ustadz Muhammad Wasitho, Lc, MA حفظه الله تعالى
 
قال أبو الدرداء – رضي الله عنه-: من لم يعرف نعمة الله عليه إلا في مطعمه ومشربه فقد قل عمله وحضر عذابه ومن لم يكن غنياً عن الدنيا فلا دنيا له

» Abud Darda’ radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa yang tidak mengenali kenikmatan Allah terhadap dirinya selain urusan makanan dan minumannya, maka sungguh sedikit ilmunya dan telah datang adzab untuknya. Dan barangsiapa tidak pernah merasa cukup dengan (harta) dunia, maka ia tidak akan memperoleh (kenikmatan) dunia.” (Lihat Al-Muntaqo An-Nafis Min Kitab Hilyatil Auliya’ Wa Thobaqootil Ashfiya’, I/210, dan kitab Az-Zuhd karya Ibnu Abi Hatim, hal. 48).

Yang mesti kita pahami bahwa nikmat Allah yang paling agung bagi seorang hamba di dunia ialah nikmat meraih hidayah Islam, Iman, Tauhid dan Sunnah, serta dapat memahami agama Islam dengan baik dan benar.

Demikian faedah ilmiyah dan mau’izhoh hasanah yang dapat kami sampaikan pada pagi hari ini. Semoga kita menjadi hamba Allah yang mengenali nikmat-nikmat-Nya dan rajin bersyukur kpda-Nya, serta selalu merasa ridho dan puas dengan apa yang Allah anugerahkan kepada kita.

Amiin.
(Klaten, 4 September 2014).

2 Penangkal Bencana Dan Adzab Allah

Ustadz Muhammad Wasitho, Lc, MA حفظه الله تعالى

Diantara bukti betapa besarnya rahmat dan kecintaan Allah ta’ala kepada umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ialah bahwa apabila murka, Dia tidak akan menimpakan bencana dan azab yang membinasakan mereka secara merata sebagaimana yang terjadi pada umat-umat terdahulu seperti kaum Nabi Nuh, kaum ‘Ad, kaum Tsamud, kaum Madyan, dan selainnya.

Hal ini dikarenakan Allah ta’ala telah menurunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam 2 benteng kokoh yang dapat menangkal datangnya bencana dan azab secara merata kepada umatnya. 2 penangkal itu disebutkan Allah di dalam firman-Nya:

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Artinya: “Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu
(hai Muhammad, pent) berada diantara mereka, dan Allah tidak akan
mengazab mereka sedang (mereka) senantiasa beristighfar (minta ampun
kepada Allah).” (QS. Al-Anfaal: 33).

Selengkapnya dapat dibaca di Link berikut ini.

KLIK:
http://abufawaz.wordpress.com/2014/02/15/2-penangkal-bencana-dan-azab-allah/

Inilah Manusia Terbaik Dan Terburuk Di Muka Bumi

Ustadz Muhammad Wasitho, MA, حفظه الله تعالى

» Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu menceritakan: “Ada dua orang Arab badui datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Salah satunya bertanya kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang terbaik?’ Rasulullah menjawab: “Yang panjang umurnya dan baik amalannya.” Kemudian yang satu lagi bertanya, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ajaran Islam terlampau banyak bagi kami, maka perintahkan kepada kami suatu perkara kebaikan yang dapat kami tekuni?’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Usahakan agar lisanmu selalu basah dengan berdzikir kepada Allah ‘Azza Wajalla.”. (Diriwayatkan oleh Ibnu Muflih di dlm Al-Adab Asy-Syar’iyyah I/425, dan imam Ahmad dengan sanad yang shohih. Dan hadits ini dinyatakan SHOHIH oleh syaikh Al-Albani rahimahullah di dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah IV/452).

» Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu menceritakan:

أن رجلا قال : يا رسول الله أي الناس خير ؟ ‍ قال : من طال عمره وحسن عمله ، قال : فأي الناس شر ؟ ‍ قال : من طال عمره وساء عمله .

Artinya: “Ada seorang lelaki bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang terbaik?” Beliau jawab: “Orang yang panjang umurnya dan baik amalannya.” Ia bertanya lagi: “Lalu siapakah orang yang terburuk?” Beliau jawab: “Orang yang panjang umurnya dan buruk perbuatannya.”
(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Al-Haitami di dalam Az-Zawajir II/239. Dan dinyatakan SHOHIH Li Ghoirihi oleh syaikh Al-Albani rahimahullah di dalam Shohih At-Targhib wa At-Tarhib no.3363, Shohih At-Tirmidzi no.2330, dan Takhrij Misykatul Mashobih no.5215).

*** Oleh karena itu, marilah kita berupaya menjadi hamba Allah yang selalu bertakwa dan berdzikir kepada-Nya, dan tidak melewatkan sedikit pun sisa waktu dari umur kita di dunia tanpa meraih pahala dan ridho Allah meskipun hanya dengan ucapan istighfar, tasbih, tahmid, takbir dan tahlil.

Inilah Ustadz Ahlus Sunnah Yang Terbaik

Ustadz M Wasitho, MA, حفظه الله تعالى
 
قال يوسف بن الحسين: سألت ذا النون المصري رضي الله عنه عند مفارقتي له: من أجالس؟ قال: عليك بصحبة من تذكرك الله رؤيته، وتقع هيبته في باطنك، ويزيد في عملك منطقه، ويزهدك في الدنيا عمله، ولا تعص الله ما دمت في قربه، يعظك بلسان حاله، ولا يعظك بلسان مقاله.

» Yusuf bin Al-Husain rahimahullah menceritakan: Aku bertanya kepada Dzun Nun Al-Mishri radhiyallahu ‘anhu tatkala perpisahanku dengannya; “Kepada siapakah aku duduk (berteman) dan belajar?” Beliau menjawab; “Hendaknya kamu duduk bersama orang yang dengan melihatnya akan mengingatkan dirimu kepada Allah. Kamu memiliki rasa segan kepadanya di dalam hatimu. Orang yang pembicaraannya bisa menambah ilmumu. Orang yang tingkah lakunya membuatmu semakin zuhud kepada dunia. Bahkan, kamu pun tidak mau bermaksiat kepada Allah selama kamu sedang berada di sisinya. Dia memberikan nasehat kepadamu dengan perbuatannya, dan tidak menasehatimu dengan ucapannya semata.” (Lihat Al-Muntakhob Min Kitab az-Zuhdi wa Ar-Roqoo’iq, karya Al-Khothib Al-Baghdadi, hal. 71-72).

Demikian faedah ilmiyah dan mau’izhoh hasanah yang dapat kami sampaikan pada hari ini. Semoga kita semakin pandai dan berhati-hati dalam memilih guru/ustadz dan teman dekat.

Waktu Istirahat Yang Sebenarnya Bagi Seorang Mukmin

Ustadz Muhammad Wasitho, Lc, MA حفظه الله تعالى

» Di dalam Al-Qur’an Al-Karim Allah Ta’ala berfirman:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Artinya: “Dan beribadahlah engkau kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (yakni kematian).” (QS. Al-Hijr: 99).

Ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa setiap manusia yang hidup di dunia wajib beribadah hanya kepada Allah tanpa mengenal letih, bosan dan istirahat atau berhenti darinya. Ia wajib tabah dan sabar dalam menghadapi berbagai macam ujian dan cobaan. Sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah Ta’ala, serta sabar dalam menjauhi dosa dan maksiat kepada-Nya sehingga kematian menjemputnya dan memutuskannya dari segala kenikmatan dan kelezatan dunia.

» Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah ditanya: “Wahai imam, kapankah waktu istirahat itu?” Beliau jawab: “(istirahat yang sesungguhnya ialah) pada saat engkau pertama kali menginjakkan kakimu di dalam Surga.”

» Seorang penyair yang bijak mengatakan:
“Sekiranya bilamana kita telah mati lalu dibiarkan (begitu saja tanpa perhitungan dan pembalasan amal, pent), niscaya kematian itu menjadi waktu istirahat bagi setiap orang yang hidup.

Akan tetapi (kenyataannya), bilamana kita telah mati, kita akan dibangkitkan (dari alam kubur kita), dan sesudah itu kita dimintai pertanggungjawaban (oleh Allah) atas segala hal (yang pernah kita lakukan di dunia, pent).”

Maka dari itu, marilah kita bersungguh-sungguh dalam memanfaatkan sisa umur kita di dunia ini dengan berbuat kebaikan dan ketaatan kepada Allah dan menjauhi setiap dosa dan maksiat hingga kematian menjemput kita dan memisahkan kita dengan orang-orang yang sangat kita cintai.

Demikian faedah ilmiyah dan mau’izhoh hasanah yang dapat kami sampaikan pada hari ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. (Klaten, 19 Agustus 2014).

Beginilah Cara Menasehati Diri Kita Sendiri

Ustadz Muhammad Wasitho, Lc, MA حفظه الله تعالى

قال الفضيل بن عياض –رحمه الله- يعاتب نفسه : يا مسكين! أنت مسيء، وترى أنك محسن، وأنت جاهل، وترى أنك عالم، وتبخل، وترى أنك كريم، وأحمق، وترى أنك عاقل، أجلك قصير، وأملك طويل. (سير أعلام النبلاء (8/ 440)

» Al-Fudhail bin ‘Iyadh (seorang ulama sunnah dari generasi atba’ut-tabi’in)  rahimahullah  pernah mencela dirinya sendiri (sebagai bentuk nasehat dan peringatan) seraya berkata: “Wahai orang yang malang,
* Engkau berbuat buruk sementara engkau memandang dirimu sebagai orang yang berbuat kebaikan.
* Engkau adalah orang yang bodoh sementara engkau justru menilai dirimu sebagai orang berilmu.
* Engkau kikir sementara itu engkau mengira dirimu orang yang pemurah.
* Engkau dungu sementara itu engkau melihat dirimu cerdas.

Ajalmu sangatlah pendek, sedangkan angan-anganmu sangatlah panjang.” (Lihat Siyaru A’laami An-Nubalaa’ karya imam Adz Dzahabi  VIII/440, dan Aina Nahnu min Akhlaaqi as-Salaf, karya syaikh Ahmad Farid, hal. 15).

Demikian faedah ilmiyah dan mau’izhoh hasanah yang dapat kami sampaikan pada pagi hari Ahad ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua.