Category Archives: BBG Kajian

Bila Tujuannya Mencari Pengikut…

Mu’adz bin Jabal radliyallahu ‘anhu berkata,

أوشك قائل من الناس يقول قد قرأت القران ولا أرى الناس يتبعوني ما هم بمتبعي حتى أبتدع لهم غيره. فإياكم وما ابتدع فإن كل ما ابتدع ضلالة

“Hampir hampir akan ada orang yang berkata, “Aku sudah hafal alqur’an tapi aku tidak melihat orang orang mengikutiku. Mereka akan mengikutiku jika aku membuat sesuatu yang baru (bid’ah)”.
Jauhilah perkara baru yang ia buat, karena semua perkara bid’ah adalah sesat.”

(Al Bida’ wannahyu ‘anha Karya ibnu Wadloh hal. 58-59 no 62 dan sanadnya shahih).

Demikianlah memang, bila tujuan seorang da’i adalah mencari pengikut dan menjadi tenar, maka ia akan membuat sesuatu yang disukai manusia dan sesuai dengan selera mereka dalam perkara agama ini.

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 

Do’a Yang Biasa Dibaca Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi Wasallam…

Faedah dari hadits Do’a (di gambar) :
.
1.  Dianjurkan untuk membiasakan do’a tersebut.
.
2.  Do’a tersebut berisi permintaan agar kita diberi keselamatan terhindar dari sifat-sifat jelek yang disebutkan di dalamnya.
.
3.  Do’a tersebut berisi permintaan agar kita tidak terjerumus dalam sifat-sifat jelek tersebut.
.
4.  Meminta perlindungan dari sifat ‘ajz, yaitu tidak adanya kemampuan untuk melakukan kebaikan. Demikian keterangan dari An Nawawi rahimahullah. [ Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Yahya bin Syarf An Nawawi, 17/28 ]
.
5.  Meminta perlindungan dari sifat kasal, yaitu tidak ada atau kurangnya dorongan (motivasi) untuk melakukan kebaikan padahal dalam keadaan mampu untuk melakukannya. Inilah sebagaimana yang dijelaskan oleh An Nawawi rahimahullah. Jadi ‘ajzitu tidak ada kemampuan sama sekali, sedangkan kasal itu masih ada kemampuan namun tidak ada dorongan untuk melakukan kebaikan.
.
6.  Meminta perlindungan dari sifat al jubn,artinya berlindung dari rasa takut (lawan dari berani), yaitu berlindung dari sifat takut untuk berperang atau tidak berani untuk beramar ma’ruf nahi mungkar. Juga do’a ini bisa berarti meminta perlindungan dari hati yang lemah.
.
7.   Meminta perlindungan dari al harom, artinya berlindung dari kembali pada kejelekan umur (di masa tua). Ada apa dengan masa tua? Karena pada masa tua, pikiran sudah mulai kacau, kecerdasan dan pemahaman semakin berkurang, dan tidak mampu melakukan banyak ketaatan. [ Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 17/28-29 ]
.
8.  Meminta perlindungan dari fitnah (cobaan) ketika hidup dan mati. Ibnu Daqi Al ‘Ied mengatakan, “Fitnah kehidupan adalah fitnah yang dihadapi manusia semasa ia hidup yaitu berupa fitnah-fitnah dunia (harta), fitnah syahwat, kebodohan dan yang paling besar dari itu semua –semoga Allah melindungi kita darinya- yaitu cobaan di ujung akhir menjelang kematian. Sedangkan fitnah kematian  yang dimaksud adalah fitnah ketika mati. Fitnah kehidupan bisa kita maksudkan pada segala fitnah yang ada sebelum kematian. Boleh jadi fitnah kematian juga bermakna fitnah (cobaan) di kubur.”
.
9.  Menunjukkan adanya siksa dan fitnah kubur, karena bagaimana mungkin sesuatu yang dimintai perlindungan, namun hal itu tidak ada. Sungguh mustahil!!! Ibnu Hajar Al Makki mengatakan, “Dalam doa perlindungan terhadap siksa kubur ini terdapat bantahan telak terhadap Mu’tzilah yang mengingkari adanya siksa kubur.” 
.
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal,  حفظه الله تعالى .

Inspirasi Air dan Angin…

Sekuat apapun senjata anda, maka tidak akan kuasa melukai air. Dan kalaupun anda berhasil membelahnya, niscaya air akan segera kembali pulih, akhirnya anda sendiri yang akan lelah membelahnya dan bahkan bisa jadi terluka oleh senjata anda sendiri.

Sekuat apapun bangunan anda, maka air bisa saja menjebol atau minimal mencari jalan keluar untuk dirinya, hingga akhirnya mengalir ke daerah yang lebih rendah.

Dan sebanyak apapun samudra yang anda miliki, maka angin bisa memutar atau menjadikannya bergerak menjadi ombak yang menuruti ke mana arah angin berhembus.

Namun dibalik kekuatan air dan angin, ada kekuatan lain yang tak kan dapat terkalahkan yaitu kekuatan Sang Pencipta air dan angin.

Karena itu, sandarkan semua urusan anda kepada Allah Al Khaliq Azza wa Jalla, karena tiada kekuatan yang dapat mengalahkan-Nya.

Salah satu inspirasi hidup yang harus selalu anda camkan dan menjadi senjata pamungkas anda dalam segala urusan adalah bacaan:

لا حول ولا قوة إلا بالله

Tiada daya dan kekuatan selain daya dan kekuatan dari Allah Azza wa Jalla.

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى 

Kaidah Ushul Fiqih Ke 34 : Dosa Dan Ganti Rugi Itu Gugur Karena Kebodohan, Dipaksa, Dan Lupa, Kecuali…

Pembahasan ini merujuk kepada kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-33) bisa di baca di SINI

=======

🍀 Kaidah yang ke 34 🍀

👉🏼   Dosa dan ganti rugi itu gugur karena kebodohan, dipaksa, dan lupa. Kecuali bila berhubungan dengan hak orang lain, maka tidak berdosa tapi wajib ganti rugi.

Bodoh adalah ketidak tahuan hukum suatu perkara atau keadaannya.
Dipaksa artinya dihilangkan pilihannya dengan ancaman dibunuh atau disakiti.

Contoh:
⚉    Orang yang lupa sedang berpuasa, lalu ia makan dan minum. Maka puasanya sah tidak perlu mengganti.

⚉    Orang yang dipaksa makan saat puasa lalu ia makan, maka puasanya sah dan tidak perlu mengqodlo.

⚉    Orang yang tidak tahu haramnya berburu saat berihram, lalu ia berburu. Maka sah ihramnya dan tidak wajib membayar dam.

⚉    Orang yang makan karena mengira waktu malam masih ada, lalu setelah itu nyata kepadanya bahwa waktu shubuh telah masuk, maka puasanya sah.

👉🏼   Namun bila berhubungan dengan hak manusia, maka wajib ganti rugi walaupun tidak berdosa.
.
Contohnya :
⚉    Orang yang menyembelih kambing orang lain karena menyangka itu kambing miliknya, ia wajib menggantinya.

⚉    Orang yang memecahkan gelas orang lain karena ketidak sengajaan, maka ia wajib menggantinya.

Dan seterusnya.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page:

https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
https://www.facebook.com/kaidah.ushul.fiqih/
.
KAIDAH USHUL FIQIH – Daftar Isi LENGKAP

Semakin Dekat…

Ketika seseorang telah merasa amat dekat denganmu,
maka ia akan memberitahumu rahasia dirinya.

Demikian pula alqur’an, semakin kamu dekat
dengannya semakin ia memberi tahu tentang rahasia
rahasia yang terkandung di dalamnya.

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

Jadilah Engkau Seperti Tanda Baca Koma…

Ada yang bilang, “Jadilah engkau seperti tanda baca koma ( , ) tatkala ada kesedihan yang menghadang maka berhentilah sejenak, lalu lanjutkanlah kembali perjalananmu.

Dan janganlah engkau seperti tanda titik ( . ) yang jika ada kesedihan yang menghadang lantas engkau berhenti total dan kau buyarkan cita-cita dan tujuanmu.”

Seringkali syaitan memupuskan harapan dan cita-cita seseorang dengan kesedihan. Allah berfirman :

إِنَّمَا النَّجْوَى مِنَ الشَّيْطَانِ لِيَحْزُنَ الَّذِينَ آمَنُوا

Sesungguhnya najwa (pembicaraan rahasia) dari syaitan agar menyedihkan orang-orang yang beriman” (QS Al-Mujaadalah : 10)

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

 

da120714-2327

Agar Tidak Memilih Pendapat Sesuai Dengan Hawa Nafsu…

قال المعلمي:
“ينبغي لطالب الحق أن يقدِّم قبل النظر في المسألة محاسبةَ نفسه، بأن يتجسس فيها: هل لها ميلٌ إلى وجهٍ معيّن في تلك المسألة، أو إلى أي وجه يكون ذهب إليه فلان أو أصحاب هذا المذهب أو هذه الفرقة. 
فإن وَثِقَ بأنه لا ميلَ له البتةَ فالظاهر أنه الآن بريء من الهوى”

Al Mu’allimi rahimahullah berkata:

“Selayaknya bagi pencari kebenaran untuk muhasabah terlebih dahulu sebelum membahas suatu permasalahan dan memeriksa: Adakah di hatinya kecondongan kepada suatu pendapat dalam masalah tersebut, atau condong kepada pendapat si fulan atau madzhab tertentu atau kelompok tertentu ??

Jika ia yakin bahwa dirinya tidak ada kecondongan kepada salah satunya, berarti ia telah bersih dari hawa nafsu.”

Ustdaz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

Allah Ta’ala Maha Tahu Atas Segala Sesuatu

⚉   Banyak orang bertanya: mengapa terjadi gempa di Lombok, padahal di sana banyak orang-orang baik, salih, dan agamis ?

Jawaban paling logisnya adalah karena banyaknya kemaksiatan yang dibiarkan di sana .. terutama di pinggir-pinggir pantainya yang katanya di sepanjang pantainya ada “sumur-sumur” yang siap di minum.

Ini mengingatkan kita tentang hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam ketika ditanya: “apakah kita akan binasa, padahal ada orang-orang saleh di tengah-tengah kita ?!“, Beliau menjawab: “iya, jika keburukan sudah banyak !

⚉   Mungkin ada yang bertanya: bukankah di negara kafir lebih parah keadaannya, kenapa mereka tidak ditimpa gempa ?!

Jawabannya:

a.  Tidak benar di sana tidak ada gempa, ada juga gempa di negara-negara kafir.

b.  Adzab Allah tidak hanya berupa gempa, tapi ada juga adzab Allah yang lainnya yang Allah timpakan kepada mereka, seperti angin topan, banjir, tanah longsor, bumi yang tiba-tiba “ndelesep” ke bawah, jiwa yang gersang, hati yang mati dan terkunci, dll.

c.  Jangan samakan antara kasih sayang Allah kepada kaum muslimin dengan kasih sayang Allah kepada orang-orang kafir.

Allah menyayangi kaum muslimin dengan memberikan peringatan kepada mereka, agar mereka segera bertaubat dan kembali kepada jalan yang benar .. sehingga siksa di akhirat ringan, atau bahkan bebas dari siksaan.

Adapun orang-orang kafir, maka bisa saja Allah membiarkan mereka dalam keburukannya hingga ajal menjemput mereka, sehingga nantinya mereka akan menerima azab yang jauh lebih berat .. dan ini tanda TIDAK sayangnya Allah kepada mereka.

⚉   Mungkin ada juga yang bertanya: bukankah sebab gempa itu proses alami dari bergesernya lempengan-lempengan tektonik ?!

Jawabannya: memang itu proses alam .. tapi kita harus tahu bahwa proses alam itu tidak berjalan sendiri .. ada yang mengaturnya, Dialah Sang Pencipta alam semesta ini .. dan Dia telah berkehendak, bahwa peringatan-Nya akan didatangkan kepada hamba-Nya yang pantas menerimanya .. dan diantara peringatan itu adalah gempa bumi.

Jika demikian adanya, maka harusnya kita ingatkan diri akan pentingnya syiar “amar ma’ruf nahi mungkar” .. mari kita GENCARKAN kembali syiar ini .. terutama orang-orang yang sudah diberi kekuasaan .. tujuannya agar kita selamat semuanya .. agar kita terhindar dari peringatan Allah ta’ala sebelum Allah menimpakannya .. atau mengangkatnya setelah kedatangannya.

Allah ta’ala berfirman:

لَمَّا آمَنُوا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَىٰ حِينٍ

[Surat Yunus 98]

Ketika kaum Yunus itu beriman, Kami hilangkan dari mereka AZAB yang menghinakan dalam kehidupan DUNIA, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu tertentu

Silahkan dishare .. semoga bermanfaat.

Penulis,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى.

Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN — Kaidah Ke-52

Dari buku yang berjudulAl Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.
.
KAIDAH SEBELUMNYA (KE-51) bisa di baca di SINI

=======

🌼 Kaidah yang ke 52 🌼

⚉   Mereka meyakini bahwa Allah menjadikan kepemimpinan dalam agama itu hasil dari kesabaran dan keyakinan, dan keyakinan itu tidak mungkin di hasilkan kecuali dari ilmu yang dalam dan kuat.

Allah Ta’ala berfirman [QS As Sajadah : 24]

‎وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا۟ ۖ وَكَانُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا يُوقِنُونَ

Dan Kami jadikan di antara mereka pemimpin-pemimpin dalam agama yang memberikan hidayah dengan perintah Kami disaat mereka sabar dan mereka yakin dengan ayat-ayat Kami.”

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullah:
“Agama ini seluruhnya adalah berilmu tentang kebenaran dan mengamalkannya. Dan mengamalkan ilmu harus dan membutuhkan kesabaran. Bahkan menuntut ilmu sendiri juga membutuhkan kesabaran, sebagaimana dikatakan oleh Mu’adz bin Jabal, “…hendaklah kalian menuntut ilmu karena mencari ilmu itu ibadah dan mengenalnya adalah menimbulkan rasa takut. Dan membahasnya termasuk jihad. Mengajarkan ilmu kepada orang yang tidak tahu itu shodaqoh. Dan mengulang ilmu adalah tasbih. Dengan ilmu Allah di kenal dan di ibadahi. Dengan ilmu juga Allah di agungkan, di muliakan dan di tauhidkan…

Allah mengangkat dengan ilmu itu suatu kaum, maka Allah jadikan mereka sebagai pemimpin-pemimpin untuk manusia.
Dimana manusia mengambil hidayah dengan mereka. Dan mengambil pendapat mereka.

Kata beliau, disini beliau menganggap membahas ilmu itu termasuk jihad. Sementara untuk berjihad itu butuh kesabaran.

Oleh karena itu Allah berfirman [QS Al’Ashr : 1-3]

‎وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2)

Demi masa sesungguhnya manusia dalam kerugian

‎إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

kecuali orang yang beriman dan beramal sholeh, sering bertawashi, saling berwasiat tentang kebenaran dan berwasiat tentang kesabaran

Maka ilmu yang bermanfaat itu pokok hidayah. Dan mengamalkan kebenaran itulah jalan kebenaran, jalan yang terbimbing, maka kebalikan dari ilmu yang bermanfaat itu adalah kesesatan, sementara kebalikan dari mengamalkan kebenaran itu adalah kerugian.

👉🏼  Jadi kesesatan itu hakikatnya beramal dengan tanpa ilmu. Sementara penyimpangan hakikatnya adalah mengikuti hawa nafsu.

Allah Ta’ala berfirman [QS An Nazm]

‎وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى . مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى

Demi bintang apabila telah “hawa” (telah muncul atau telah terbenam). Maka teman kalian itu tidak tersesat (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam), tidak pula menyimpang

👉🏼  Maka hidayah tidak mungkin diraih kecuali dengan ilmu, sementara bimbingan tidak akan diraih kecuali dengan kesabaran.

Oleh karena itu Ali bin Abi Talib rodhiyallahu ‘anhu berkata,

‎الصَّبْرُ مِنَ الإِيْمَانِ بِمَنْزِلَةِ الرَّأْسِ مِنَ الجَسَدِ، وَلَا إِيْمَانَ لِمَنْ لاَ صَبْرَ لَهُ

Ketahuilah sabar dalam iman itu bagaikan kepala untuk badan, apabila kepala putus dari badan, maka akan matilah jasad, demikian pula iman pun akan mati tanpa kesabaran.” Kemudian Ali bin Abi Thalib mengangkat suaranya dan berkata, “ketahuilah tidak ada iman bagi orang yang tidak punya kesabaran.” (Dalam Majmu Fatawa jilid 10 halaman 40)
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel : https://t.me/aqidah_dan_manhaj

Artikel TERKAIT :
DAFTAR LENGKAP PEMBAHASAN – Al Ishbaah – Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Kaidah Ushul Fiqih Ke 33 : Boleh Membatalkan Ibadah Yang Sunnah, Kecuali…

Pembahasan ini merujuk kepada kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-32) bisa di baca di SINI

=======

🍀 Kaidah yang ke 33 🍀

👉🏼   Boleh membatalkan ibadah yang sunnah kecuali haji dan umroh tidak boleh diputuskan.

Dalil kaidah ini adalah hadits Aisyah, ia berkata:

دخل علي النبي صلى الله عليه وسلم ذات يوم فقال : هل عندكم شيء ؟ فقلنا : لا ، قال : فإني إذن صائم ، ثم أتانا يوما آخر فقلنا : يا رسول الله أهدي لنا حيس ، فقال أرينيه فلقد أصبحت صائما ، فأكل

“Suatu hari Nabi shallallahu alaihi wasallam masuk ke rumahku lalu bertanya: Apakah ada makanan? Kami berkata: Tidak ada. Beliau bersabda: Kalau begitu aku berpuasa.
Di hari yang lain beliau datang. Kami berkata: Telah dihadiahkan kepada kita hais. Beliau bersabda: Perlihatkan kepadaku, pagi ini aku sedang puasa. Lalu beliau memakannya.”
(HR Muslim 1154)

⚉    Hadits ini menunjukkan bolehnya membatalkan ibadah sunnah.

⚉    Namun para ulama menyatakan bahwa membatalkan ibadah sunnah tanpa keperluan adalah makruh, karena itu seakan berpaling dari keta’atan.

Bahkan kata syaikh Utsaimin, kalau bukan karena hadits tersebut, haram hukumnya membatalkan ibadah bila telah memulainya. Karena ia menyerupai nadzar pada sebagian sisinya.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page:

https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
https://www.facebook.com/kaidah.ushul.fiqih/
.
KAIDAH USHUL FIQIH – Daftar Isi LENGKAP