Category Archives: BBG Kajian

Rumah Masa Depan

النَّفْسُ تَبْكِي عَلَى الدُّنْيَا وَقَدْ عَلِمْتَ…أَنَّ السَّلاَمَةَ فِيْهَا تَرْكُ مَا فِيْهَا

(Sungguh aneh) jika jiwa menangis karena perkara dunia (yang terluput) padahal jiwa tersebut mengetahui bahwa keselamatan adalah dengan meninggalkan perkara-perkara dunia

لاَ دَارَ لِلْمَرْءِ بَعْدَ الْمَوْتِ يَسْكُنُهَا…إِلاَّ الَّتِي كَانَ قَبْلَ الْمَوْتِ يَبْنِيْهَا

Tidak ada rumah bagi seseorang untuk ditempati setelah kematian, kecuali rumah yang ia bangun sebelum matinya

فَإِنْ بَنَاهَا بِخَيْرٍ طَابَ مَسْكَنُهُ…وَإِنْ بَنَاهَا بِشَرٍّ خَابَ بَانِيْهَا

Jika ia membangun rumahnya (tatkala masih hidup) dengan amalan kebaikan maka rumah yang akan ditempatinya setelah matipun akan baik pula

أَمْوَالُنَا لِذَوِي الْمِيْرَاثِ نَجْمَعُهَا…وَدُوْرُنَا لِخَرَابِ الدَّهْرِ نَبْنِيْهَا

Harta kita yang kita kumpulkan adalah milik ahli waris kita, dan rumah-rumah (batu) yang kita bangun akan rusak dimakan waktu

كَمْ مِنْ مَدَائِنَ فِي الآفَاقِ قَدْ بُنِيَتْ…أَمْسَتْ خَرَابًا وَأَفْنَى الْمَوْتُ أَهْلِيْهَا

Betapa banyak kota (megah) dipenjuru dunia telah dibangun, namun akhirnya rusak dan runtuh, dan kematian telah menyirnakan para penghuninya

أَيْنَ الْمُلُوْكُ الَّتِي كَانَتْ مُسَلْطِنَةً…حَتَّى سَقَاهَا بِكَأْسِ الْمَوْتِ سَاقِيْهَا

Dimanakah para raja dan pimpinan yang dahulu berkuasa..? Agar mereka bisa meneguk cangkir kematian

لاَ تَرْكَنَنَّ إِلَى الدُّنْيَا فَالْمَوْتُ…لاَ شَكَّ يُفْنِيْنَا وَيُفْنِيْهَا

Janganlah engkau condong kepada dunia, karena tidak diragukan lagi bahwa kematian pasti akan membuat dunia sirna dan membuat kitapun fana

وَاعْمَلْ لِدَارٍ غَدًا رَضْوَانٌ خَازِنُهَا…وَالْجَارُ أَحْمَدُ وَالرَّحْمَنُ بَانِيْهَا

Hendaknya engkau beramal untuk rumah masa depan yang isinya adalah keridhoan Allah, dan tetanggamu adalah Nabi Muhammad shollallahu ‘alayhi wasallam, serta yang membangunnya adalah Ar-Rohman (Allah yang Maha Penyayang)

قُصُوْرُهَا ذَهَبٌ وَالْمِسْكُ طِيْنَتُهَا…وَالزَّعْفَرَانُ حَشِيْشٌ نَابَتَ فِيْهَا

Bangunannya terbuat dari emas, dan tanahnya menghembuskan harumnya misik serta za’faron adalah rerumputan yang tumbuh di tanah tersebut

أَنْهَارُهَا لَبِنٌ مُصَفَّى وَمِنْ عَسَلٍ…وَالْخَمْرُ يَجْرِي رَحِيْقًا فِي مَجَارِيْهَا

Sungai-sungainya adalah air susu yang murni jernih, madu dan khomr, yang mengalir dengan bau yang semerbak

وَالطَّيْرُ تَشْدُو عَلَى الأَغْصَانِ عَاكِفَةً…تُسَبِّحُ اللهَ جَهْرًا فِى مَغَانِيْهَا

Burung-burung berkicau di atas ranting dan dahan di atas pohon-pohon yang ada di surga .. mereka bertasbih memuji Allah dalam kicauan mereka

فَمَنْ يَشْتَرِي الدَّارَ فِي الْفِرْدَوْسِ يُعَمِّرُهَا…بِرَكْعَةٍ فِي ظَلاَمِ اللَّيْلِ يُحْيِيْهَا

Siapa yang hendak membangun surga firdaus maka hendaknya ia memenuhinya dengan sholat di dalam kegelapan malam

Jika anda tidak memiliki rumah yang mewah di dunia .. maka raihlah istana megah di akhirat kelak .. dengan sholat di tengah kegelapan malam.

Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda :

وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ

“Dan sholatlah di malam hari tatkala orang-orang sedang tertidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan penuh keselamatan..”

Bolehlah engkau miskin di dunia demi membangun istana di surga .. dan janganlah sampai engkau juga miskin dan menderita di akhirat kelak..!!!

📝
Ustadz Dr. Firanda Andirja MA,  حفظه الله تعالى.

Banyaklah Membaca Al Qur’an…

Tatkala Ad-Dhiyaa’ al-Maqdisi akan bersafar untuk menuntut ilmu hadits maka Ibrahim bin Abdil Wahid Al-Maqdisi berwashiat kepadanya seraya berkata :

أَكْثِرْ مِنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ، وَلاَ تَتْرُكْهُ فَإِنَّهُ يَتَيَّسَرُ لَكَ الَّذِي تَطْلُبُهُ عَلَى قَدْرِ مَا تَقْرَأُ

Perbanyaklah membaca Al-Qur’an dan jangan kau tinggalkan Al-Qur’an. Karena akan dipermudah bagimu
apa yang kau cari sesuai dengan kadar bacaannmu

Ad-Dliyaa’ Al-Maqdisi berkata,

فَرَأَيْتُ ذَلِكَ وَجَرَّبْتُهُ كَثِيْراً، فَكُنْتُ إِذَا قَرَأْتُ كَثِيْراً تَيَسَّرَ لِي مِنْ سَمَاعِ الْحَدِيْثِ وَكِتَابَتِهِ الْكَثِيْرِ، وَإِذَا لَمْ أَقْرَأْ لَمْ يَتَيَّسَرْ لِي

Maka akupun melihat hal itu dan sudah sering aku mencobanya. Jika aku banyak membaca Al-Qur’an maka dimudahkan bagiku untuk mendengar dan mencatat banyak hadits. Namun jika aku tidak membaca Al-Qur’an maka tidak dimudahkan bagiku” (Dzail Tobaqoot Al-Hanaabilah karya Ibnu Rojab Al-Hanbali 3/205)

Ya Allah jadikanlah kami para pecinta Al-Qur’an yang berisi firman-firman-Mu…
yang membacanya siang dan tengah malam…

Janganlah jadikan kami orang-orang yang lalai dari membacanya hanya karena secercah dunia…
yang merasa dirinya sibuk…
merasa waktunya kurang…
tidak sempat untuk membaca Al-Qur’an…
akan tetapi selalu saja sempat untuk internetan dan bersenda gurau…

Ustadz DR. Firanda Andirja MA,  حفظه الله تعالى.

Apa Yang Melandasi Persahabatan Anda Dengan Teman Anda Selama Ini.?

Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Teman-teman akrab pada hari (kiamat) nanti sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”

(QS. Az Zukhruf : 67).

Imam Ibnu Katsir rohimahulloh mengatakan bahwa setiap persahabatan yang dilandasi cinta karena selain Allah, maka pada hari kiamat nanti akan kembali dalam keadaan saling bermusuhan. Kecuali persahabatannya dilandasi cinta karena Allah ‘azza wa jalla, inilah yang kekal selamanya.

(Tafsir Ibnu Katsir)

Lebih Malu Kepada Manusia Daripada Kepada Allah..??!

Wuhaib bin Al-Ward berkata,

اِتَّقِ أَنْ يَكُونَ اللهُ أَهْوَنَ النَّاظِرِيْنَ إِلَيْكَ

“Jauhilah, jangan sampai Allah adalah yang paling rendah di antara orang-orang yang melihatmu..” (Hilyatul Auliyaa’ 8/142)

Nasehat agar kita lebih takut kepada Allah dan lebih malu kepada Allah tatkala bersendirian. Tentunya kita akan sangat malu jika tatkala bermaksiat lantas ada orang lain yang melihat kita.

Jangankan orang dewasa yang melihat perbuatan kita, sedangkan jika anak kecil yang melihat kita sedang bermaksiat kita merasa malu,
apalagi saudara kita..??
apalagi murid kita..??
apalagi sahabat dekat kita..??
teman pengajian kita..??
apalagi guru kita..??

Allah berfirman

يَسْتَخْفُونَ مِنَ النَّاسِ وَلا يَسْتَخْفُونَ مِنَ اللَّهِ وَهُوَ مَعَهُمْ

“Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, Padahal Allah beserta mereka..” (QS An-Nisaa’ : 108)

Ibnu Abbaas radhiallahu ‘anhumaa berkata tentang ayat ini :

يَسْتَحْيُوْنَ مِنَ النَّاسِ، وَلاَ يَسْتَحْيُوْنَ مِنَ اللَّهِ

“Mereka malu kepada manusia dan mereka tidak malu kepada Allah”

Jadilah manusia lebih mereka malui daripada Allah…jadilah Allah lebih rendah di mata mereka daripada manusia !!!

Waspadalah wahai pengguna internet…
waspadalah tatkala anda sedang bersendirian…!!!

Penulis :
Ustadz Dr. Firanda Andirja MA,  حفظه الله تعالى.

Bersabarlah Teman…

Asy-Syaikh Al Utsaimin -rahimahullah- mengatakan:

“Tegarlah! Jangan berubah karena banyaknya serangan kepadamu atau karena celaan terhadap pendapatmu. Selagi kamu diatas, sabarlah ! Karena kebenaran tidak mungkin goyah.

Kemudian setelah itu, halaulah jika kamu dalam posisi lemah. Adapun jika kamu kuat, seharusnya kamu menyerang. Karena roda kehidupan terus berputar. Tapi yang terpenting jika kamu lemah wajib bagimu tetap bersabar.

Jangan kamu katakan: manusia semuanya menyelisihiku! Tapi tetaplah bersabar, karena Allah yang menolong agama-Nya, kitab-Nya dan rasul-Nya disetiap zaman.

Tapi gangguan pasti ada. Lihatlah Imam Ahmad bagaimana beliau ditarik dengan keledai di pasar sambil dipukuli. Tapi beliau tetap bersabar dan tegar. Lihat pula bagaimana Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dibawa keliling pasar dengan gerobak dan diikat dipenjara tapi beliau tetap sabar.

Jangan pernah berpikir akan terbentang jalan yang dipenuhi bunga dan kembang bagi orang yang berpegang teguh dengan sunnah. Barangsiapa menginginkan demikian ia menginginkan suatu yang mustahil.”

[Syarah Nuniyah – 3/270]

Yang Penting Sumbangsihmu…

وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَىٰ قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ

Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata: “Hai kaumku, ikutilah para rasul itu“. (QS Yaasiin :20)

Allah mengabadikan amal soleh lelaki tersebut yang berdakwah menyeru kaumnya untuk mengikuti para rasul, akan tetapi tidak diketahui nama lelaki tersebut.

Karenanya tidaklah penting siapa dirimu.. Tidak penting engkau harus muncul dan dikenal.. tetapi yang penting adalah amal apa yang telah kau lakukan untuk agama ini..

Ustadz DR. Firanda Andirja MA,  حفظه الله تعالى.

Kasihan Orang Yang Riya’…

* ia meninggalkan pujian Allah lantas berharap pujian manusia

* ia meninggalkan Allah Yang Maha Kuasa dan memilih manusia yang penuh kekurangan dan kehinaan

* ia mengagungkan makhluk yang hina dan tidak mengagungkan Allah Yang Maha Agung

* ia memilih ganjaran dunia dan meninggalkan ganjaran akhirat

* ia mengagungkan dunia dan tidak mengagungkan akhirat

* ia tidak mengagungkan hari qiamat dimana seluruh rahasia dan isi hati akan dibongkar oleh Allah

* di akhirat ia disuruh mencari pahala dari orang-orang yang ia harapkan pujian dan penghormatan mereka tatkala di dunia

* di akhirat ia yang pertama kali disiksa di neraka

* di dunia ia selalu gelisah menanti pujian manusia dan komentar indah dari manusia. Lebih gelisah lagi jika ternyata riya’ nya tidak membuat orang memujinya dan menghormatinya

* di dunia ia capek berkreasi demi memamerkan amal ibadahnya, capek dalam berkreasi menulis status dan capek berkreasi dalam ber-selfie- untuk mengshare ibadahnya. Apalagi yang nge-like- hanya sedikit.

Ustadz DR. Firanda Andirja MA,  حفظه الله تعالى.

Untaian Syair Zainal Abidin Rohimahulloh…

لَيْس الغرِِيبُ غرِيبَ الشَّامِ وَاليمنِ إنَّ الغَريب غَريبُ اللحْد والكَفَنِ

Orang asing bukanlah orang yang merantau ke negeri Syam atau Yaman
Tapi orang asing adalah orang yang terasing dalam liang lahad bersama kain kafan

إنَّ الغريبَ لَهُ حَق لِغُربَتِهِ علَى المُقِيمينَ فى الأوْطَانِ والسَّكَنِ

Sungguh orang yang terasing memiliki hak yang harus dipenuhi
Oleh penduduk daerah yang sedang dilaluinya

لاَ تَنْهَرَنّ غَرِيْباً حَالَ غُرْبَتِهِ الدَّهْرُ يَنْهَرُهُ بِالذُّلِّ وَالْمِحَنِ

Janganlah kau hardik orang asing ketika sedang dalam perantauan
Karena masa telah menghardiknya dengan kehinaan dan berbagai cobaan

سَفْرِي بَعِيْدٌ وَزَادِي لَنْ يُبَلِّغَنِي وَقُوَّتِي ضَعُفَتْ وَالْمَوْتُ يَطْلُبُنِي

Perantauanku jauh… padahal bekalku tidak mencukupi
Sementara kekuatanku semakin rapuh… sedang kematian terus mengejarku…

وَلِي بَقَايَا ذُنُوْبٍ لَسْتُ أَعْلَمُهَا اللهُ يَعْلَمُهَا فِي السِّرِّ وَالْعَلَنِ

Aku tentu punya banyak sisa dosa, yang aku tak mengetahuinya
Allah mengetahui dosa-dosaku yang tersembunyi di saat bersendirian atau yang nampak

مَا أَحْلَمَ اللهَ عَنِّي حَيْثُ أَمْهَلَنِي وَقَدْ تَمَادَيْتُ فِى ذَنْبِي وَيَسْتُرُنِي

Betapa baiknya Allah padaku… karena telah menangguhkan hukuman-Nya
Bahkan Dia tetap menutupi dosaku… meski aku terus melakukannya

تَمُرُّ سَاعَاتُ أَيَّامِي بِلاَ نَدَمِ وَلاَ بُكَاءٍ وَلاَ خَوْفٍ وَلاَ حَزَنِ

Hari-hariku terus berjalan (dan aku terus melakukan dosa-dosa)
Tanpa ada rasa penyesalan, tangisan, ketakutan, ataupun kesedihan

أَنَا الَّذِى أَغْلَقَ الأَبِوَابَ مُجْتَهِدًا عَلَى الْمَعَاصِي وَعَيْنُ اللهِ تَنْظُرُنِي

Akulah orang yang telah menutup pintu
Untuk giat dalam maksiat, padahal Mata Allah selalu mengawasiku

يَا زَلَّة كُتِبَتْ فِي غَفْلَةٍ ذَهَبَتْ يَا حَسْرَة بَقِيَتْ فِي الْقَلْبِ تُحْرِقُنِي

Salah sudah tercatat, dalam kelalaian yang telah lewat
Dan sekarang, tinggal penyesalan di hati yang terus membakar diriku

Diterjemahkan oleh:
Ustadz DR. Firanda Andirja MA,  حفظه الله تعالى.