Kupas Tuntas Tentang (KTT) WUDHU. Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga video player muncul dibawah ini) : Ikuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu
Kupas Tuntas Tentang (KTT) WUDHU. Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga video player muncul dibawah ini) : Ikuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu
Kupas Tuntas Tentang (KTT) WUDHU. Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga video player muncul dibawah ini) : Ikuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu
ARTIKEL TERKAIT
Cara Mencuci Tangan (Al Kaf) Saat Wudhu dan Batasannya…
Kupas Tuntas Tentang (KTT) WUDHU. Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :
(tunggu hingga video player muncul dibawah ini) : Ikuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu
Kupas Tuntas Tentang (KTT) WUDHU. Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga video player muncul dibawah ini) : Ikuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu
Kupas Tuntas Tentang (KTT) WUDHU. Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga video player muncul dibawah ini) : Ikuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu
Kupas Tuntas Tentang (KTT) WUDHU. Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :
(tunggu hingga video player muncul dibawah ini) : Ikuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu
Syeikh Ibrahim Arruhaily -hafizhahullah-:
“Aku dulu menganggap bahwa menjauhnya orang-orang dari kajian (ku) termasuk musibah yang harus dihadapi dengan sabar, dan itu risiko dalam menyampaikan kebenaran.
Ternyata itu adalah PROSES SELEKSI dari Allah yang harusnya disyukuri, karena Dia telah menyelamatkanku dari berkumpul dengan mereka“.
http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=68167
——
Sampaikanlah kebenaran dengan apa adanya, dengan tetap menyiasati lingkungan dengan sebaik mungkin.. apapun yang kita lakukan dalam menyampaikan kebenaran, dan secantik apapun kita melakukannya, pasti akan ada cobaan dan risikonya.
Hadapilah segalanya dengan berpikir positif, karena “bisa jadi kalian membenci sesuatu, padahal itu lebih baik bagi kalian… padahal Allah menjadikan banyak kebaikan padanya” [QS. Albaqarah: 216, Annisa’: 19].
Silahkan dishare.. Semoga bermanfaat..
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
Abu Bakar radliyallahu ‘anhu berkata: “Tahukah kamu, bahwa kita pergi dan datang dalam ajal yang telah ditentukan ?
TIDAK ADA KEBAIKAN pada ucapan yang tidak mengharapkan wajah Allah..
TIDAK ADA KEBAIKAN pada harta yang tidak diinfakkan di jalan Allah..
TIDAK ADA KEBAIKAN pada orang yang kebodohannya mengalahkan sifat bijaknya..
TIDAK ADA KEBAIKAN pada orang yang takut cercaan di jalan Allah..
(Mawa’idz ssohabah hal 53).
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
da070314-0605
Ada beberapa pertanyaan yang patut dijauhi :
1. Bertanya tentang perbuatan Allah.
Seperti bertanya: Apakah Allah mampu menciptakan benda yang lebih besar dari diriNya..
2. Bertanya tentang tata cara sifat Allah.
Seperti bertanya: Bagaimanakah bentuk tangan Allah.. dsb.
3. Bertanya untuk memperolok agama Allah.
Seperti bertanya: Apa bahasa arabnya ngebalikin nasi? Jawab malikinnasi..
Ini adalah bentuk perolokkan terhadap ayat Allah.
4. Bertanya untuk memperlihatkan kehebatan diri kita.
Karena ini adalah fenomena ujub yang dapat menjerumuskan kepada kesombongan..
5. Bertanya untuk menjatuhkan martabat seorang guru di hadapan muridnya.
Ini adalah salah satu bentuk kekurang adaban murid terhadap gurunya, karena tidak semua ilmu diketahui oleh si guru..
6. Bertanya untuk menjidal (mendebat) kebenaran dengan kebatilan, agar manusia terhalang dari kebenaran.
Pertanyaan seperti ini biasanya akibat tidak taslim (tunduk) kepada dalil dan lebih mengedepankan ro’yu..
7. Bertanya yang menunjukkan ketidak ridhoan terhadap taqdir.
Seperti bertanya: Kenapa Allah taqdirkan saya buta.. dsb.
8. Bertanya sesuatu yang dapat memberatkan.
Seperti pertanyaan banu israil, tentang jenis sapi yang harus disembelih, padahal bila tidak bertanya, mereka boleh menyembelih sapi manapun.
Semua ini adalah pertanyaan yang haram.
Ada juga pertanyaan yang dimakruhkan oleh para ulama.
9. Bertanya sesuatu yang tidak ada manfaatnya.
Seperti bertanya: Anjing yang ikut ashhabul kahfi itu anjing apa?
10. Bertanya sesuatu yang mustahil terjadi.
Seperti bertanya: apa hukum anak hasil perkawinan dari kambing dan babi..
11. Bertanya sesuatu yang belum terjadi.
Imam Ahmad bila ditanya, beliau berkata: Apakah sudah terjadi? Bila belum, beliau berkata: “Biarkan sampai terjadi dulu”..
12. Bertanya sesuatu yang sudah jelas..
13. Bertanya sebatas iseng saja..
والله أعلم بالصواب.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى
da260314-0935
JANGAN BIASAKAN LISAN ANDA UNTUK DIAM, TAPI BIASAKANLAH UNTUK SELALU BERDZIKIR, BERISTIGHFAR, BERTASBIH, dst… karena ketika dia sudah terbiasa berdzikir, dia takkan diam selamanya.
Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- mengatakan:
“Sungguh benar-benar akan ada seorang hamba yang datang pada hari kiamat… dengan amal-amal keburukan yang besarnya seperti gunung-gunung, lalu dia dapati lisannya telah meluluh-lantakkannya DENGAN BANYAKNYA DZIKIR KEPADA ALLAH.”
[Kitab: Adda’ wad Dawa’ 375].
Semoga Allah menjadikan kita; seorang hamba yang lisannya selalu basah dengan bacaan-bacaan dzikir untuk-NYA… amin.
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
da201015-2100
da140717-2055