Category Archives: BBG Kajian

Siapa Diri Anda Yang Sebenarnya..?

Sobat, sah sah saja anda mengklaim diri anda orang Islam atau orang beriman, namun tentu saja sekedar klaim sepihak, apalah artinya.

Anda tertarik untuk mengetahui seberapa akurat klaim anda diatas ? 

Coba anda renungkan jawaban dari beberapa pertanyaan berikut:
* Seberapa besar perhatian anda kepada Islam dan ummat Islam ?
* Seberapa besar kekaguman anda kepada ummat Islam, terdahulu dan sekarang ?
* Dan seberapa besar upaya anda untuk memahami Islam dan berjuang untuknya ?
* Seberapa pedih rasa pilu di hati anda setiap kali mendengar derita ummat Islam saat ini ?

Sobat tahukah anda bahwa di setiap masa ada saja orang-orang yang lebih bangga bila bekerja, dan mengabdi untuk selain Islam ?

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Menyusupkan SYIRIK Dalam SHOLAWAT Merupakan Tipuan Setan…

Diantara contohnya adalah kasus yang dijabarkan dalam pertanyaan di bawah ini:

Pertanyaan:

Sebagian orang ada yang berdoa dengan doa yang mereka yakini bisa menyembuhkan dari ‘gula‘, doanya seperti ini:

الصلاة والسلام عليك وعلى آلك يا سيدي يا رسول الله، أنت وسيلتي خذ بيدي، قلت حيلتي فأدركني

SHOLAWAT dan SALAM atasmu dan keluargamu wahai Junjunganku wahai Rosululloh, engkaulah perantaraku, peganglah tanganku, tinggal sedikit upayaku, maka SELAMATKANLAH aku !

Mereka juga mengatakan: ‘Wahai Rosululloh, berilah aku syafa’at!” …

Apakah dibolehkan mengulang-ulang doa ini, apakah ada gunanya seperti yang mereka dakwakan ?

———

Syeikh Sholeh Fauzan -hafizhohulloh- menjawab:

“Do’a ini termasuk SYIRIK AKBAR, karena itu adalah do’a (permintaan) kepada Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam-, meminta kepada Rosul -shollallohu ‘alaihi wasallam- agar bahaya dan penyakit dihilangkan, padahal ini tidak dimampui kecuali Allah subhanahu wata’ala, sehingga memintanya kepada selain Allah adalah syirik akbar.

Begitu pula meminta syafa’at kepada beliau -shollallohu ‘alaihi wasallam-, ini juga termasuk SYIRIK AKBAR, karena kaum musyrikin dahulu, mereka juga menyembah para wali, dan mereka beralasan: ‘Mereka adalah para pemberi syafa’at kami di sisi Allah‘, maka Allah mencela tindakan mereka itu dan melarangnya, (sebagaimana dalam firman-Nya):

وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ

Mereka menyembah kepada selain Allah, sesuatu yang tidak akan mampu membahayakan mereka dan juga tidak akan mampu memberi manfaat kepada mereka. Dan mereka mengatakan bahwa ‘mereka adalah para pemberi syafa’at kami di sisi Allah’.” [Surat Yunus: 18]… …

Dan semua ini termasuk syirik besar dan dosa yang tidak akan diampuni kecuali dengan taubat kepada Allah subhanahu wata’ala darinya dan menekuni tauhid dan akidah Islam.

Maka itu adalah do’a syirik yang tidak boleh seorang muslim melafalkannya, berdoa dengannya, dan menggunakannya. Serta wajib bagi seorang muslim untuk melarangnya dan memperingatkan orang lain darinya.

Adapun do’a-do’a yang disyariatkan untuk dibacakan kepada orang sakit, maka ada do’a-do’a yang sahih dan dikenal, bisa dirujuk di kitab-kitab sahih dalam Islam yang menerangkannya, seperti: Sahih Bukhori, Sahih Muslim.

Begitu pula bacaan Qur’an, bisa digunakan untuk orang yang sakit gula dan yang lainnya, terutama bacaan Surat Alfatihah untuk orang sakit, inilah yang di dalamnya ada obat, ada pahala, ada banyak kebaikan, dan Allah subhanahu wata’ala telah mencukupkan kita dengannya dari perkara-perkara kesyirikan.”

[Fatawa Sy. Sholeh Fauzan 1/30-31].

Ustadz DR. Musyaffa Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

 

da091114-2004

Di Saat Aku Galau…

Sobat! Selama mengarungi lautan kehidupan, anda pasti pernah merasakan saat saat galau. Batin anda ingin menjerit sekeras kerasnya, namun di saat yang sama anda malu untuk meluapkannya melalui lisan.

Semakin anda berusaha memendam kegalauan, semakin pula anda merasakan penderitaan dan kepedihan.

Di kala seperti ini, anda sangat menantikan ada orang yang siap dengan setia dan penuh empati mendengarkan jeritan batin anda. Suasana semakin terasa indah bila ia dengan tutur katanya yang indah dan belaian tangannya yang lembut berusaha menenangkan perasaan anda. Dengan penuh ketenangan dan kesabaran ia berusaha menghembuskan kedamaian dan mengalirkan sungai sungai harapan dalam diri anda.

Saya yakin, anda pasti senang dengan orang yang mampu melakukan hal itu kepada anda setiap kali anda dirundung galau. Kehadirannya senantiasa anda rindukan dan perpisahan dengannya adalah duka atau derita yang mendalam.

Sobat! Tahukah anda bahwa sejatinya dengan mudah anda menemukan kedamaian dan kelembutan seperti yang tergambar di atas, bahkan lebih.

Sedahsyat apapun rasa galau anda, pasti terobati dan segera berganti dengan kedamaian dan kebahagian. Tahukah anda, siapakah gerangan dia ?

Itulah Allah Azza wa Jalla, dengan melantunkan kalam ilahi semua kedamaian akan mengalir deras dalam diri anda. Bahkan sekedar menyebut nama-Nya segala rasa galau kan sirna dan berganti dengan kedamaian. Simaklah firman Allah Azza wa Jalla berikut:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi damai berkat menyebut Allah. Ketahuilah, hanya dengan menyebut Allah hati hatimu dapat merasakan kedamaian.” (Ar Ra’du 28).

Sobat! Anda masih ragu ? Silahkan buktikan, sebutlah nama Allah, berdzikir, atau beristighfarlah kepada-Nya, niscaya anda menemukan buktinya.

Astaghfirullah, Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami. Allahu Akbar.

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

 

da250514-0537

Ikhlas Itu…

Saya tuh ndak mau ceramah di TV, takut Riya’ = Riya’.
Saya ceramah di TV biar gimana gitu = Riya’
Saya tuh ikhlas = gombal

Riya’ = melakukan atau meninggalkan suatu ibadah karena selain Allah
Ikhlas = melakukan atau meninggalkan ibadah karena Allah semata.

La terus gimana dong? 

Ikhlas tuh ndak usah dipropagandakan, disosialisasikan, atau diceritakan, ikhlas tuh diam saja, dan tetap takut terjerumus riya’ tanpa sadar.

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Saudaraku, Sudah Benarkah Taubatmu..?

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا…

Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya…” (QS. At-Tahrim [66]: 8)

Agar taubat diterima oleh Allah Ta’ala, maka seseorang harus memenuhi 8 syarat, yaitu :

(1). Menyesali dosa yang telah dilakukan, sehingga tidak ingin mengulanginya kembali.

(2). Memohon ampunan kepada Allah Ta’ala atas dosa-dosa yang telah dilakukan.

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzhalimi diri sendiri, mereka (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah ? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosanya itu, sedang mereka mengetahui” (QS. Ali Imran [3]: 135)

(3). Berniat dan bertekad untuk tidak lagi mengulangi perbuatan dosa.

(4). Meminta maaf kepada orang yang pernah di zhalimi atau disakiti, serta mengembalikan barang orang lain yang pernah diambil.

(5). Taubat dilakukan pada waktu masih terbukanya peluang untuk diterimanya taubat, yaitu sebelum ruh sampai di kerongkongan, atau sebelum matahari terbit dari arah barat, atau sebelum datangnya adzab sebagai balasan dari Allah Ta’ala.

(6). Memperbanyak amal shalih setelah bertaubat.

وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا

“Dan barangsiapa yang bertaubat dan mengerjakan amal shalih, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya” (QS. Al-Furqan [25]: 71)

(7). Taubat dilakukan dengan ikhlas, bukan karena makhluk atau untuk tujuan duniawi.

(8). Seseorang yang bertindak sebagai penyeru kepada kesesatan, maka harus mengumumkan taubatnya dan menjelaskan kesalahannya.

إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَبَيَّنُوا فَأُولَٰئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

“Kecuali mereka yang telah bertaubat, mengadakan perbaikan dan (juga) menjelaskan (kebenaran), maka mereka itulah yang Aku terima taubatnya, dan Akulah Yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Baqarah [2]: 160)

Laksanakanlah 8 syarat diterimanya taubat di atas.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak punya dosa” (HR. Ibnu Majah dan ath-Thabrani, hadits dari Ibnu Mas’ud, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 3145)

Barangsiapa melakukan kebaikan pada usia yang masih tersisa, maka diampuni dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa melakukan keburukan pada usia yang masih tersisa, maka dia akan disiksa karena dosa masa lalunya dan pada usia yang tersisa” (HR. Ath-Thabrani, hadits dari Abu Dzar, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 3156)

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

Barangsiapa yang malu kepada Allah di saat dia hendak bermaksiat kepada-Nya, maka Allah pun malu untuk mengadzabnya di saat dia berjumpa dengan Allah. Dan barangsiapa yang tidak malu bermaksiat kepada-Nya, maka Allah pun tidak akan malu untuk mengadzabnya” (Al-Jawabul Kaafi hal 170)

Bertaubatlah, apa lagi yang kau tunggu…?

Ustadz Najmi Umar Bakkar,  حفظه الله تعالى