Category Archives: BBG Kajian

Apa Jawaban Kita..?

Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda kepada Bilal rodhiyallahu ‘anhu :

أخبرني بأرجى عمل عملته في الإسلام

“Kabarkan kepadaku amalmu yang paling engkau harapkan dalam islam..” (HR Bukhari dan Muslim)

======

Hadits ini menjadi intropeksi diri, apa amal yang paling kita harapkan untuk kita bertemu dengan Allah..

Seorang mukmin hendaklah ia memiliki amal yang ia selalu membiasakan dan menjaganya..

Sekarang, andai kita yang ditanya, “amal apa yang paling kamu harapkan dalam islam..?”

Apa jawaban kita..?

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Orang Yang Paling Merugi Amalannya

Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُم بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

“Katakan, maukah kami memberitahu kamu tentang orang yang paling merugi amalnya..?

Yaitu orang-orang yang tersesat usaha mereka dalam kehidupan dunia, sementara mereka mengira telah berbuat sebaik baiknya..” (Al Kahfi: 103-104)

Ibnu ‘Arobiy rohimahullah berkata:

“Para ulama dari kalangan para shahabat dan setelahnya menyatakan bahwa maksud ayat ini adalah orang orang kafir dan selain mereka yang semakna dengan mereka.

Ayat ini mencakup tiga golongan:

1. Orang-orang yang kafir kepada Allah dan hari akherat.

2. Ahli takwil yang rusak seperti kaum khowarij dan yang semakna dengan mereka (dari ahlil bid’ah).

3. Orang-orang yang merusak amalan mereka dengan riya dan merasa ujub dengannya.”

(Ahkaamul Qur’an 3/244)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Zuhud Di Dunia

Ibnu Syihab Az Zuhri rohimahullah berkata,

“Zuhud di dunia adalah agar yang haram tidak mengalahkan kesabaranmu dan yang halal tidak mengalahkan syukurmu..”

(Shahih Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlihi hal. 262).

Pernahkah anda berfikir..
Mengapa banyak keharaman di dunia ini..

Riba haram..
Bunga bank haram..
tabarruj haram..
Ketika hendak berbisnis..
Di hadapkan kepada banyak transaksi yang haram..

Kening menjadi mengkerut..
Lalu berujar, “Semua haram.. Ini haram.. Itu haram..
Tak akan maju dunia ini..”

Akhirnya..
kesabaran mulai sirna..
Ia memandang syari’at ini hanya beban dan batu sandungan..

Kalau Allah tidak memberinya rahmat..
ia akan hanyut dan binasa..
Karena yang haram itu kini telah mengalahkan kesabarannya..
Ya Robb..
Beri kami kesabaran..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Tak Terasa Batal

Terkadang kita merasa telah banyak berbuat baik untuk islam dan kaum muslimin..

Kita merasa telah melakukan sesuatu untuk membela Allah, rosul-Nya dan alqur’an..
lalu hatinya menganggap remeh orang yang tak seperti dirinya..
atau bahkan menganggap mereka lemah dan tak berguna..
tak sadar bahwa perasaan seperti ini bisa membatalkan amalnya..

Ibnul Mubaarok rohimahullah berkata,

وَلاَ أَعْلَمُ فِي الْمُصَلِّيْنَ شَيْئًا شَرٌّ مِنَ الْعُجْبِ

“Aku tidak mengetahui pada orang-orang yang sholat perkara yang lebih buruk daripada ujub..” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman no 8260).

Syaikh ‘Utsaimin rohimahullah mengatakan bahwa ujub itu dapat membatalkan amal. Perkataan beliau sepadan dengan sabda Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam,

ثَلاَثُ مُهْلِكَاتٍ : شُحٌّ مُطَاعٌ وَهَوًى مُتَّبَعٌ وَإعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ

“Tiga perkara yang membinasakan, rasa pelit yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti dan ujubnya seseorang terhadap dirinya sendiri..”

(HR at-Thobroni dalam Al-Awshoth no 5452 dan dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam as-shohihah no 1802)

Demikian pula sabda beliau :

لَوْ لَمْ تَكُوْنُوا تُذْنِبُوْنَ خَشِيْتُ عَلَيْكُمْ مَا هُوَ أَكْبَرُ مِنْ ذَلِكَ الْعُجْبَ الْعُجْبَ

“Jika kalian tidak berdosa maka aku takut kalian ditimpa dengan perkara yang lebih besar darinya (yaitu) ujub..! ujub..!”

(HR Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman no 6868, hadits ini dinyatakan oleh Al-Munaawi bahwasanya isnadnya jayyid (baik) dalam at-Taisiir, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shohih Al-Jaami’ no 5303)

Bila kita merasa telah menjadi orang yang baik saja dianggap ujub, sebagaimana ditanyakan kepada ‘Aisyah rodhiyallahu ‘anha siapakah orang yang terkena ujub, beliau menjawab: “Bila ia memandang bahwa ia telah menjadi orang yang baik..” (Syarah Jaami Shoghier)

Bagaimana bila disertai dengan menganggap remeh orang lain..? Inilah kesombongan.

Semoga Allah melindungi kita dari ujub dan kesombongan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Syarah Kitab Tauhid : 190 – 191 – 192

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

190.

191.

192.

 

ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Akibatnya

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

قِلَّةُ التَّوْفِيقِ، وَفَسَادُ الرَّأْيِ، وَخَفَاءُ الحَقِّ، وَفَسَادُ القَلْبِ، وَخُمُولُ الذِّكْرِ، وَإِضَاعَةُ الوَقْتِ وَنُفْرَةُ الخَلْْقِ، وَالوَحْشَةُ بَيْنَ العَبْدِ وَبَيْنَ رَبِّهِ، وَمَنْعُ إِجَابَةِ الدُّعَاءِ، وَقَسْوَةُ القَلْبِ، وَمَحْقُ البَرَكَةِ فِي الرِّزْقِ وَالعُمُرِ، وَحِرْمَانُ العِلْمِ، وَلِبَاسُ الذُّلِّ، وَإِهَانَةُ العَدُوِّ، وَضِيقُ الصَّدْرِ، وَالاِبْتِلاَءُ بِقُرَنَاءِ السُّوءِ الَّذِين يُفْسِدُونَ القُلُوبَ وَيُضَيِّعُونَ الوَقْتَ، وَطُولُ الهَمِّ وَالغَمِّ، وَضَنْكُ المَعِيشَةِ، وَكَسْفُ البَالِ، تَتَوَلَّدُ مِنَ المَعْصِيَةِ وَالغَفْلَةِ عَنْ ذِكْرِ اللهِ

“Sedikitnya taufik, rusaknya pikiran, tersembunyinya kebenaran, rusaknya hati, buruknya sebutan, sia-sianya waktu, kesenjangan antara hamba dengan Robbnya, tidak diijabahnya do’a, kerasnya hati, dicabutnya keberkahan dalam rezeki dan umur, terhalang dari ilmu, terhina, dikuasai musuh, sempitnya dada, diberikan teman yang buruk, banyak gundah dan gelisah, sempitnya kehidupan, pikiran yang kacau, semua itu muncul akibat maksiat dan lalai dari mengingat Allah..”

(Al Fawaid hal 46)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Islam Adalah Agama Yang Mudah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

Allah berfirman:

قال الله تعالى: وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ، فقد أخبَرَ أنَّه ما جَعَلَ علينا في الدِّينِ مِن حَرَجٍ، ونفاه نفيًا عامًّا مؤكَّدًا، فمَنِ اعتقدَ أنَّ فيما أمَرَ اللهُ به مِثقالَ ذرَّةٍ مِن حَرَجٍ، فقد كَذَّبَ اللهَ ورَسولَه، فكيف بمَن اعتقدَ أنَّ المأمورَ به قد يكونُ فَسادًا وضَررًا لا مَنفعةَ فيه ولا مَصلحةَ لنا؟! ولهذا لَمَّا لم يكُنْ فيما أمَرَ اللهُ ورَسولُه حَرَجٌ علينا، لم يكُنِ الحَرَجُ من ذلك إلَّا مِن النَّفاقِ

“Dan Dia tidak menjadikan dalam agama ini sesuatu yang susah..” (Al Hajj: 78)

Allah mengabarkan bahwa Dia tidak menjadikan dalam agama ini sesuatu yang menyusahkan kita. Allah meniadakan itu dengan peniadaan yang bersifat umum dan tegas.

Maka barang siapa yang meyakini bahwa perintah Allah itu susah walaupun sebesar biji dzarroh, maka ia telah mendustakan Allah dan Rosul-Nya. Bagaimana jadinya jika ia meyakini bahwa perintah Allah itu bermudhorot atau tidak ada manfaat dan mashlahat sama sekali..??

Oleh karena itu jika tidak ada dalam perintah Allah dan Rosul-Nya sesuatu yang susah, berarti menganggap susah (perintah Allah) itu akibat adanya kemunafikan.

(Jami Rosail 2/370)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Syarah Kitab Tauhid : 187 – 188 – 189

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

187.

188.

189.

 

ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Tentang Pertemanan

Nasehat Imam Ibnu Hibban rohimahullah tentang pertemanan

العاقل يتفقَّد ترك الجفاء مع الإخوان، ويراعي محوها إن بدت منه، ولا يجب أن يستضعف الجفوة اليسيرة؛ لأنَّ من استصغر الصغير يوشك أن يجمع إليه صغيرًا، فإذا الصغير كبير، بل يبلغ مجهوده في محوها؛ لأنه لا خير في الصِّدق إلا مع الوفاء، كما لا خير في الفقه إلا مع الورع، وإنَّ من أخرق الخرق التماس المرء الإخوان بغير وفاء، وطلب الأجر بالرياء، ولا شيء أضيع من مَوَدَّة تُمنح من لا وفاء له

“Orang yang berakal itu berusaha untuk tidak bersikap kasar kepada teman-temannya, dan berusaha menghapus kesalahan temannya jika ada.

Ia tidak menganggap remeh sikap kasar (kepada temannya) sekecil apapun. Karena orang yang menganggap remeh perkara yang kecil biasanya akan melakukan perbuatan lain yang dianggap kecil, sehingga yang kecil itu lama-lama menjadi besar.

Namun ia berusaha sekuat tenaga untuk menghapusnya.
Karena tidak ada kebaikan pada sikap jujur jika tidak disertai sikap wafa (setia). Sebagaimana tidak ada kebaikan pada fiqih bila tidak disertai oleh sikap wara’.

Dan kebodohan yang paling bodoh adalah seseorang mencari teman tapi ia tidak bersikap wafa, dan mencari pahala tapi dengan cara riya, dan tidak ada sesuatu yang paling sia-sia dari memberikan cinta kepada orang yang tidak memiliki sifat wafa..”

(Roudhotul ‘Uqola hal. 89)

Pengen berteman tapi gak boleh melihat kesalahan dan kekurangan..
Baper sedikit langsung keluar grup..
Maunya orang lain mengerti dirinya..
Tapi tak mau berusaha mengerti keadaan orang lain..
Mudah suudzan dan mencari kesalahan..

Kira kira kalau punya teman kayak gini bagaimana sikapmu..?

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Semua Tidak Akan Aman Dari Kematian

Suatu hari Abul Atahiyah sang pujangga masuk kepada Khalifah Harun Ar Rasyid.. lalu sang Khalifah meminta nasehat berupa bait-bait syair..

Abul Atahiyah berkata,

لَا تأمن الْمَوْت فِي طرف وَلَا نفس … وَإِن تسترت بالحجاب والحرس)
(وَاعْلَم بِأَن سِهَام الْمَوْت قاصدة … لكل مدرع منا ومترس)
(مَا بَال دينك ترْضى أَن تدنسه … وثوبك الدَّهْر مغسول من الدنس)
(ترجو النجَاة وَلم تسلك مسالكها … إِن السَّفِينَة لَا تجْرِي على اليبس

“Engkau tidak aman dari kematian..
Walaupun berlindung di balik hijab..
Panah kematian pastilah datang..
Kepada semua yang memakai perisai..

Akankah engkau ridho mengotori agamamu..
Sementara bajumu senantiasa dibersihkan..

Kamu berharap keselamatan..
Tapi tak mau menempuh jalannya..
Sesungguhnya kapal itu tak mungkin berlayar di atas daratan..”

(Bustanul Wa’idzin 1/282 karya Ibnul Jauzi)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى