Category Archives: BBG Kajian

Syarah Kitab Tauhid : 184 – 185 – 186

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

184.

185.

186.

ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Tanda Orang Yang Ikhlas

Ibrahim bin Adham rohimahullah berkata, “Belum jujur kepada Allah orang yang masih mencintai ketenaran..”

Lalu imam Adz Dzahabi rohimahullah memberi komentar yang indah,

عَلاَمَة ُالمُخلِصِ الذي قد يُحِبُّ شُهرَةً،ولا يشعرُ بها، أنّه إذا عُوتب في ذلك لا يَحْرَدُ(أي: لا يغضب)ولا يُبَرِّئُ نفسَهُ، بل يعترف ويقول: رحمَ الله من أهدى إليَّ عُيوبي، ولا يَكُنْ معْجباً بنفسِه؛ لا يشعرُ بعيوبها، بل لا يشعر أنّه لا يشعر، فإنّ هذا داءٌ مزمنٌ.

“Tanda orang yang ikhlas yang terkadang tak terasa menyukai ketenaran adalah jika ia diingatkan maka ia tidak marah dan tidak juga mencitrakan dirinya. Justru ia mengakui dan berkata, “Semoga Allah merahmati orang yang mengingatkan aib-aibku..”

Ia pun tidak merasa ujub dengan dirinya dengan cara tidak merasa punya aib atau bahkan tidak merasa jika ia tidak merasa. Inilah penyakit kronis..”

(Siyar A’lam Nubala 7/393)

Karena ia mencintai kebenaran..
Maka ia suka untuk diluruskan kesalahannya..
Dan dibimbing menuju jalan kebenaran..

Namun itu tak mudah..
Harus membuang ego pribadi demi mencari keridhoan Allah..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Menunjukkan Orang Lain Kepada Kebaikan

جَاءَ رَجُلٌ إلى النبيِّ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ، فَقالَ: إنِّي أُبْدِعَ بي فَاحْمِلْنِي، فَقالَ: ما عِندِي، فَقالَ رَجُلٌ: يا رَسولَ اللهِ، أَنَا أَدُلُّهُ علَى مَن يَحْمِلُهُ، فَقالَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ: مَن دَلَّ علَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ.

Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “sesungguhnya kendaraanku mati, bisakah engkau membawaku..?”

Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “aku tidak punya..”

Lalu ada seorang laki-laki berkata, “wahai Rosulullah, aku akan menunjukkannya kepada orang yang bisa membawanya..”

Maka Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “siapa yang menunjukkan kepada kebaikan maka ia mendapat pahala yang sama dengan yang melakukannya..” (HR Muslim)

Saat kita tak punya..
Lalu ada saudara kita yang membutuhkan..
Maka kita hubungi teman kita yang punya kelebihan harta agar membantu dia..
Maka kita telah menunjukkannya kepada kebaikan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kapankah..?

Kapan boleh suka kepada orang KAFIR..?

Jawaban:

Suka kepada orang kafir ada tiga keadaan :

1. Karena kekufurannya .. ini jelas haram, bahkan termasuk kekufuran.

2. Karena sisi duniawi secara umum .. ini juga haram, tapi tidak sampai derajat kekufuran.

3. Karena jasa yang dia berikan kepada kita, atau karena hubungan nikah, atau kekerabatan .. ini dibolehkan, dan termasuk keringanan dalam syariat.

[Faidah dari Syeikh Shalih Alu Syaikh dalam kitab beliau Ithafus Sa-il Bima Fit Thahawiyah Minal Masa-il].

NB:

– Harus dibedakan antara suka permainan, dengan suka pemain yang kafir.. yang pertama boleh, yang kedua tidak boleh.

– Harus dibedakan juga antara berbuat baik kepada orang kafir dengan suka kepada orang kafir.. yang pertama hukum asalnya boleh, yang kedua hukum asalnya tidak boleh.

Kalau mengidolakan pemain kafir dari permainan sepakbola, bulu tangkis, tenis meja, dan yang semisalnya, maka masuk yang mana..?

Silahkan dipahami dengan baik, insyaAllah bisa menjawab sendiri.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Kupuji Allah Karena EMPAT

Dari Asy Sya’bi bahwa Syuraih, rohimahumallah, berkata,

“Sesungguhnya aku pernah ditimpa musibah..
Maka aku memuji Allah karena EMPAT perkara..

– Kupuji Allah karena tidak diberikan musibah yang lebih berat dari itu..

– Kupuji Allah karena aku diberikan kesabaran..

– Kupuji Allah karena telah memberikanku taufiq untuk istirja’.. sehingga aku dapat berharap pahala..

– Kupuji Allah karena musibah itu tidak menimpa agamaku..”

(Siyar A’laam An Nubalaa 4/105)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Syarah Kitab Tauhid : 181 – 182 – 183

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

181.

182.

183.

 

.ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Tak Terasa

Terkadang tak terasa bahwa sebagian hidayah telah Allah ambil dari kita..

Kekhusyu’an yang telah sirna..
Tilawah qur’an yang tak lagi dilantunkan..
Hati yang tak lagi merasa nikmat saat mengingat Allah..

Anehnya.. kita biasa biasa saja..
Tak sedih dan tidak juga merasa kehilangan..

Namun saat kehilangan sebagian dunia..
Kita stress, sedih dan galau..
Bahkan terkadang menyalahkan ketentuan sang pencipta..

Mungkin dunia lebih besar di hati kita..
Padahal ia tak lebih berharga dari bangkai anak kambing..

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

من سرَّتْهُ حسنتُهُ وساءتْهُ سيِّئتُهُ فهو مؤمنٌ

“Siapa yang merasa gembira dengan amal kebaikannya dan merasa susah dengan amal keburukannya maka ia adalah mukmin..” (HR Ahmad dan Attirmidzi)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kawatir Penyakit Munafik

Syaikh Shalih Fauzan hafizhohullah berkata,

فكون الإنسان يخشى على دينه، ويخشى من النفاق، هذا دليل على كمال إيمانه، وكونه يأمن، هذا دليل على نقص إيمانه، أو عدم إيمانه.

“Seorang insan yang mengkhawatirkan (keselamatan) agamanya dan khawatir terkena penyakit munafik. Ini menunjukkan kepada kesempurnaan imannya. Dan merasa aman darinya menunjukkan kepada kekurangan iman atau bahkan tidak ada iman..”

(Syarah Kitab Iman hal. 172)

Karena mukmin itu sadar..
Bahwa yang bermanfaat setelah kematiannya adalah agama dan keimanannya..
Bukan harta dan kedudukan dunia..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Belajar Menundukkan Pandangan

Subhanallah, tak sia-sia Allah menyuruh kaum mukminin dan mukminat untuk menundukkan pandangan, ternyata luar biasa dahsyat manfaatnya, untuk menjaga hati agar selalu bersih dari segala kotoran syahwat dunia.

Awalnya saya mengira perintah menundukkan pandangan mata sebatas untuk menjaga gejolak syahwat yang tak terkendali, tapi ternyata setelah dicoba dan dipraktekkan, ternyata menundukkan pandangan juga sangat ampuh untuk menjaga kestabilan hati dari segala perkara yang bisa menghilangkan fokusnya untuk tujuan akhirat .

Hati ini ibarat sungai yang harus bermuara ke laut. Dalam perjalanan ke laut, segala macam sampah dan kotoran yang menumpuk akan menjadi penghalang air itu menuju laut, demikian juga dengan kotoran dunia berupa, syahwat, ambisi dunia yang tak terkendali, hasad, iri dan dengki, galau, ingin memiliki apa yang ada pada orang lain, dengan anggapan ”rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri”, kepo dengan segala sesuatu yang belum tentu bermafaat baginya, bahkan mungkin menjadi mudarat..

Semua akan menjadi penghalang jernihnya sungai iman untuk bermuara ke samudera ma’rifatullah dan sukses menggapai cintaNya dan ridhoNya. Semuanya berpangkal dari tak bijaknya hamba dalam menjaga pandangan mata.

Semakin kau lepaskan pandangan matamu, semakin banyak keinginan duniamu. Semakin banyak keinginan, kan membuatmu semakin letih mengejar dan mendapatkannya. Bila ternyata ambisimu gagal memperolehnya maka semakin bertambah kegalauanmu.

Lihat istri orang lebih cantik dari istrimu, harta orang lebih banyak dari hartamu, wajah dan tampilan orang lebih keren dari tampilanmu, titel dan gelar orang lebih hebat dari titelmu, HP dan Gadget orang lebih bagus dari HP mu.. dst, akan membuat galau dihatimu membuncah bahkan bisa meledak dalam dinamit, stres, depresi, yang bisa berujung stroke, sakit jiwa, bahkan bunuh diri.

Saudaraku, tundukkan pandanganmu, jangan menoleh ke kiri dan ke kanan, tak usah over dalam bersosial media, agar hidupmu kan menjadi bahagia.

Semoga…

———-

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Zubair Ahmad Ridwan MA, حفظه الله تعالى

Syarah Kitab Tauhid : 178 – 179 – 180

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

178.

179.

180.

 

ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL