Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ustadz Muhammad Wasitho, Lc, MA حفظه الله تعالى
Al-Hasad yang artinya iri hati dan dengki adalah salah satu penyakit hati yang sering menimpa kebanyakan manusia. Hasad hukumnya HARAM, bahkan ia merupakan salah satu dosa besar yang membinasakan pelakunya di dunia dan akhirat.
Al-Hasad memiliki bahaya yang banyak, diantaranya adalah sebagaimana diterangkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di dalam sebuah hadits yang shohih berikut ini:
(Iyyaakum wa al-hasada, fa inna al-hasada ya’kulu al-hasanaati kama ta’kulu an-naaro al-hathoba)
Artinya: “Waspadalah engkau dari sifat hasad (dengki), karena sesungguhnya hasad itu menggerogoti amal-amal kebaikan sebagaimana api melahap kayu bakar.”
Namun, di sana terdapat hasad yang terpuji, dan pelakunya tidak tercela dan tidak berdosa. Hasad terpuji tersebut sebagaimana diterangkan di dalam hadits shohih berikut ini:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَتهُوَ يُنْفِقُ مِنْهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ,وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ القُرْآنَ فَهُوَ يَقُوْمُ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ
Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Tidak boleh hasad kecuali dalam dua perkara (yaitu):
(1) Seseorang yang Allah berikan harta kepadanya, lalu ia infakkan sebagiannya (di jalan Allah, pent) pada waktu-waktu malam dan siang hari.
(2)Dan seseorang yang Allah karuniakan Al-Qur’an kepadanya, lalu ia menegakkannya (membaca dan mengamalkannya, pent) di waktu-waktu malam dan siang hari.” (Hadits SHOHIH. imam Muslim dlm Shohihnya).
Akhirnya, kita memohon kepada Allah agar melindungi kita semua dari dari sifat hasad dan sifat-sifat lainnya yang tercela dan terlaknat. Dan semoga Allah menjadikan kita semua sebagai hamba-hamba-Nya yang berakhlaq mulia kepada Allah dan kepada sesama makhluk.
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Jika cincin ada campuran emasnya, bolehkah dipakai kaum pria ? seberapa banyak campuran emas yang dibolehkan ?
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
1318. BBG Al Ilmu – 463
Tanya :
Di masyarakat sekitar rumah sedang mengumpulkan iuran untuk membeli lahan pemakaman karena pemakaman terdekat sudah penuh…sementara pemakaman umum dari pemerintah yang lokasinya agak jauh masih memadai…bagaimana tuntunan yang benar tentang persoalan ini ?
Jawab :
Ustadz Irfan Helmi, حفظه الله تعالى
Dalam masalah tersebut diatas, para ulama menyebut dengan istilah “al-amru waasi’, artinya: urusan seperti ini cukup longgar. Mau beli lahan pemakaman silakan, jika itu kesepakatannya. Mau menggunakan pemakaman umum dari pemerintah juga dibenarkan.
Yang penting, jenazah harus segera dikuburkan. Sebagaimana hadits Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu dari Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam (yang artinya) : “Segerakanlah jenazah (untuk dikuburkan)! Jika ia seorang yang shalih maka kepada kebaikannya kalian akan membawanya…” (HR al-Bukhari).
والله أعلم بالصواب
⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊
Ustadz Muhammad Wasitho, MA, حفظه الله تعالى
قال الإمام ابن القيم الجوزية رحمه الله : كُلمآ دعَتك نَفسكْ لِتَركْ عَمل صَالِح ،
حَدث نَفسك ؛ { لَعلِي بهَذا العَمل أدخُل الجَنه }
» Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata: “Setiap kali jiwamu mengajakmu agar meninggalkan suatu amal sholih, maka katakanlah kepadanya; ‘Semoga aku masuk Surga dengan sebab mengerjakan amal sholih ini.'”
قال أحد السلف :
ادخر ( راحتك ) لــ ( قبركـ ) ..
وقلل من لهوك ونومك ,,
فإن وراءك نومـة ,,, صباحهـا يوم القيامة
» Seorang ulama as-salafus sholih pernah mengatakan, “Simpanlah waktu istirahatmu (dari segala aktivitas di dunia) untuk kehidupanmu di alam kubur. Dan janganlah kau habiskan banyak waktumu untuk tidur dan hal yang sia-sia, karena di belakang itu terdapat waktu tidur yang pada pagi harinya adalah hari kiamat.”
Ustadz Elvi Syam, حفظه الله تعالى
Kisah singkat sekali
قال الفضيل بن عياض رحمه الله :-
Al Fudhail bin ‘iyadh رحمه الله berkata:
” تعلمت الصبر من صبي صغير :
Aku belajar kesabaran dari seorang anak kecil:
ذهبتُ مرة إلى المسجد فوجدت امرأة داخل دارها تضرب ابنها وهو يصرخ ففتح الباب وهرب فأغلقت عليه الباب.
Suatu kali saya pergi ke masjid, lalu aku dapatkan seorang ibu di dalam rumahnya memukul anaknya, anak itu berteriak, lalu membuka pintu dan lari. Maka sang ibu mengunci pintunya terhadap anaknya.
قال : فلما رجعتُ نظرتُ، فلقيت الولد بعدما بكى قليلا نام على عتبة الباب يستعطف أمه فرق قلب الأم ففتحت له الباب.
Al Fudhail رحمه الله bercerita: ketika aku pulang, aku melihat, aku dapati si anak setelah dia menangis sebentar, ia tidur di depan pintu, meminta belas kasihan ibunya, maka hati ibu pun melunak, lantas membuka untuknya pintu itu.
فبكى الفضيل حتى ابتلت لحيته بالدموع
Al Fudhail رحمه الله pun menangis sampai jenggotnya basah karena air mata.
وقال : سبحان الله !
لو صبر العبد على باب الله
عز وجل – لفتح الله له…! ”
Dan berkata: maha suci Allah! jika seorang hamba sabar terhadap pintu Allah, pastilah Allah membukanya untuk hamba itu.
قال أبو الدرداء رضي الله عنه :
“جـدوا بالدعـاء فإنه من يكثـر
قـرع الباب يوشك أن يفتح له ”
Abu Darda’ (semoga Allah meridhoinya):
Bersungguh-sungguhlah kalian berdo’a sesungguhnya siapa yang sering mengetuk pintu tentu akan dibukakan baginya.
[مصنف ابن أبي شيبة 6/22]
Mushannaf Ibnu Syaibah 6/22
Ustadz Ammi Nur Baits, Lc حفظه الله تعالى
Soal:
Apakah rambut rontok wanita termasuk aurat?
Jawab:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
Ada kaidah terkait anggoda badan manusia. Kaidah itu menyatakan,
ما وجب ستره قبل الانفصال، يجب ستره بعد الانفصال
“Anggota badan yang wajib ditutupi sebelum lepas dari badan, dia wajib ditutupi setelah lepas dari badan”.
Kaidah ini disebutkan oleh Dr. Ahmad al-Hajji – anggota Majlis Ulama Kuwait dan dewan pengawas Ensiklopedi Fiqh Kuwait – ketika beliau ditanya tentang hukum rambut rontok bagi wanita.
Diantara dalil yang menguatkan kaidah ini, status manusia setelah meninggal, sama dengan statusnya ketika masih hidup. Karena itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut dosa mematahkan tulang mayit sama dengan dosa mematahkan tulang ketika dia hidup. Beliau bersabda,
كَسْرُ عَظْمِ الْمَيِّتِ كَكَسْرِهِ حَيًّا
“Mematahkan tulang mayit sama dengan mematahan tulangnya ketika masih hidup. (HR. Abu Daud 3207, Ibn Majah 1617 dan dishahihkan an-Nawawi).
Bagaimana Cara Penanganan yang Tepat?
Dr. Ahmad al-Hajji menjelaskan,
من السنة دفن كل جزء ينفصل عن الآدمي، ومن ذلك الأظفار والشعر والجلد، تكريما له سوى الأقذار. مع العلم أن ما وجب ستره قبل الانفصال، يجب ستره بعد الانفصال، كشعر المرأة فهو عورة قبل فصله عن جسدها وبعده، ولهذا يجب ستره عن الأجانب بعد فصله عنها، كما هو الحال قبل فصله، فلا بد من مراعاة ذلك.
“Bagian dari sunah, mengubur semua bagian yang terpisah dari jasad manusia, seperti kuku, rambut, atau kulit. Sebagai bentuk memuliakan manusia. Kecuali kotoran.
Kemudian perlu diketahui bahwa anggota badan yang wajib ditutupi ketika belum lepas, dia wajib ditutupi setelah lepas.
Sebagai contoh, rambut wanita. Sebelum lepas dari kepala pemiliknya, termasuk aurat. Demikian pula setelah lepas dari pemiliknya. Karena itu, ketika rontok atau dipotong, harus dijauhkan dari pandangan lelaki yang bukan mahram. Sebagaimana ketika belum dipotong. Harus diperhatikan hal ini”. (Sumber: http://www.islamic-fatwa.com/fatawa/index.php?module=fatwa&id=35159
Allahu a’lam.
Ref : http://muslimah.or.id/fikih/rambut-rontok-wanita-termasuk-aurat.html