Category Archives: BBG Kajian

Sujud

Akhi Ukhti..

Yang menakjubkan dari sujud..

Tatkala dirimu meletakkan keningmu di bumi,

Engkau berbisik dengan suara yang lemah kepada bumi,

Namun ternyata yang mendengarmu adalah yang berada tinggi di atas langit sana..

ALLAH Jalla jalaluhu..

Hayati dan resapi tatkala kau sujud,

banyak2lah kau berdoa,

Memohon,

Meminta,

Mengadu,

Sesungguhnya Dia mendengarmu, melihatmu dan senantiasa memperhatikanmu..

YA ALLAH AMPUNILAH dosa-dosa hamba..

آمــين ​اَللّهُمَّ آمــين

Ust. Syafiq Risa Basalamah

“Ocehan” Anak Anda Adalah Cermin Pelajaran Yang Anda Berikan

Saudaraku seiman…
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, OCEHAN artinya adalah mengulang-ulang suara yang sama secara terus-menerus.

Nah…Pernahkah Anda memperhatikan ocehan Anak Anda?
Apa yang ia ocehkan adalah gambaran dari apa yang ia dengar atau apa yang diajarkan kepadanya.
Jika ocehannya berbagai macam ayat Al Quran atau doa-doa, MAKA bisa dipastikan bahwa yang sering ia dengar atau yang sering diajarkan kepadanya adalah Al Quran atau doa-doa.
Jika ocehannya adalah berbagai macam lagu dalam berbagai macam genre, ada dangdut, pop, beatle, rock, dll, MAKA bisa dipastikan bahwa yang sering ia dengar atau yang sering diajarkan kepadanya adalah lagu-lagu.
Berarti…MEMANG ORANGTUA LAH YANG MEMPUNYAI PERAN BESAR DALAM PEMBETUKAN WATAK DAN KARAKTER ANAK-ANAKNYA.
PERTANYAANNYA, APAKAH YANG ANDA PERDENGARKAN DAN AJARKAN KEPADA ANAK-ANAK ANDA SELAMA INI?!?

Disinilah rahasia dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

« مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلاَّ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّونَ فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ ».

“Tidak ada anak yang terlahir kecuali dilahirkan di atas fitrah, lalu kedua orangtuanya menjadikannya seorang Yahudi, seorang Nashrani atau seorang Majusi, sebagaimana hewan dilahirkan dalam keadaan yang sempurna (tidak cacat), apakah kalian mengira di dalamnya terdapat kecacatan (kecuali setelah itu)”. HR. Bukhari dan Muslim.

 Ditulis oleh Ustadz Ahmad Zainuddin حفظه الله تعالى

Sumber :
http://www.dakwahsunnah.com/index.php/artikel/keluarga-muslim/386-ocehan-anak-anda-adalah-hasil-ajaran-anda

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Bahaya Syi’ah

Wahai Muslimah…

•» Lihatlah Kelakuan Syiah Dan Nikah Mut’ah Mereka !

Saudaraku Muslimah Sekalian, Dan Sekalian kaum Muslimin yang bisa membuka situs www.klikuk.com, Jangan kendorkan kehati-hatian kita atas agama syiah yang bisa menjerat kita tergelencir apabila kita melonggarkan ikatan kehati-hatian kita.

Semoga kita sekeluarga Dan seluruh kaum Muslimin selamat dari fitnah mereka…

Diantara bahaya Syiah terhadap tatanan social masyarakat Islam adalah pembolehan nikah Mut’ah yaitu kesepakatan rahasia untuk melakukan hubungan suami istri kepada wanita yang telah sepakat dengannya walaupun dari kalangan Pekerja Seks Komersil (PSK) atau wanita yang masih bersuami, lihat pendapatnya Ath Thusiy, ia berkata: “Tidak mengapa bermut’ah dengan wanita fajiroh,26] dan khumainiy juga berfatwa bolehnya bermut’ah dengan pezinah.”[27] Oleh karena itu, mereka mungkin bersepakat untuk sehari, dua hari atau sekali dan dua kali.

Al Aluusy berkata: “Barangsiapa yang melihat keadaan orang-orang Syiah sekarang dalam masalah Mut’ah tidak butuh dalam menghukum mereka berzina kepada bukti-bukti karena seorang wanita berzina dengan dua puluh laki-laki dalam satu hari satu malam dan mengatakan bahwa dia berbuat mut’ah. Dan buat mereka tersedia lokalisasi-lokalisasi untuk Mut’ah yang berpajangan, disana para wanita dan mereka memiliki mucikari-mucikari yang menghubungkan laki-laki dengan para wanita atau para wanita dengan para laki-laki sehingga mereka memilih yang mereka senangi dan memberikan upahnya dan menarik para wanita tersebut kepada laknat Allah.”[28]

Bukankah ini semua merupakan bahaya yang sangat besar, ambillah pelajaran wahai Ulil Abshar!

Oleh: Ustadz Kholid Syamhudi Lc

KLIK : http://m.klikuk.com/bahaya-syiah-sebuah-realita/ 

COPAS dan BC Kembali lalu sebarkan kepada seluruh kaum Muslimin, sehingga kita semua selalu waspada menghadapi fitnah syiah.

Jazaakumullah khairan

KlikUK.com
Titian Ilmu Penyejuk Qalbu

•» Bahaya Syiah Sebuah Realita

Sebelum Terlambat

Wahai saudaraku, apakah pantas bagi kita…??
Yang setiap detik senantiasa kita menikmati & merasakan kenikmatan serta rizki dari ALLAH, namun sedikit dari kita yang bersyukur kepada-Nya dg melaksankan ketaatan kepada-Nya.

Dan banyak dari kita justru yang bergelimang dengan dosa dan ma’siyat dgn menggunakan kenikmatan dari ALLAH.

Untuk itu wahai saudaraku..
kami menasehatkan utk diriku dan kepada saudara-saudariku untuk bertaubat kepada ALLAH dengan taubat nasuha sebelum ajal menjemputmu!
Dan taubat itu akan timbul dari keteguhan hati yang sangat kuat untuk menghilangkan noda-noda dosa pada diri seorang hamba.

Maka sepatutnya bagi seorang hamba hendaknya segera bertaubat dan mendekatkan diri kepada ALLAH serta berusaha utk mencari keselamatan kepada yg menguasai keselamatan yaitu ALLAH سبحانه وتعالى .

Seperti ALLAH Ta’ala berfirma:
“Wahai orang-orang yang beriman, taubatlah kamu kepada ALLAH dengan taubat nasuha (semurni-murninya), mudah2an Tuhanmu menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu kedalam syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai..”
(At-Tahrim: 8).

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
” Seseorang yang bertaubat dari perbuatan dosa seperti orang yang tdk berbuat dosa” ( ibnu majah 4250).

Semoga ALLAH Ta’ala memudahkan kita semua untuk senatiasa bertaubat kepada-Nya……

Sebelum kematian menjemput kita….

Sebelum lidah menjulur kaku…

Kunci rapat-rapat pintu syahwat dan syubhat!…., yg dengannya kita akan mendapatkan keuntungan yang sgt besar…dan senantiasa kita untuk bersegera mengerjakan amal kebajikan disisa-sisa umur kita….

Dan terus kita harus tetap menuntut ilmu syar’i yg dengannya kita dapat memahami jalan-jalan kebaikan/ ketaatan….

Semoga ALLAH mengampuni dosa-dosaku, dosa kedua orang tuaku, anak dan istriku, keluargaku dan umumnya kaum muslimin.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution
Mahad Ummahatul Mu’minin- Tangerang

DO’A DO’A MALAIKAT DI PAGI HARI

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللََّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَّنِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا اَللََّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًاوَيَقُولُ اْلاَخَرُ اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Muhammad shollallahu ‘alahi wa sallam bersabda:“Tidaklah seorang hamba memasuki waktu pagi pada setiap harinya, kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satunya memohon: ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi dermawan yang menyedekahkan hartanya.’ Dan satu lagi memohon: ‘Ya Allah, musnahkanlah harta si bakhil.”

Jadilah hamba yg dermawan semampu anda krn anda akan mendapat doa tsb bagaimanapun kondisinya.
(HR. Bukhary 5/270 Muslim 1678)
www.abu-riyadl.blogspot.com
Abu RiyadL

Zuhud

Meningalkan yang tidak bermanfaat untuk akhirot adalah zuhud

Meninggalkan yang membahayakan akhirat adalah Wara’

Zuhud lebih tinggi tingkatannya dari Wara’

Setiap orang zuhud pasti wara’ tapi tidak sebaliknya.

Www.abu-riyadl.blogspot.com

Jangan Memaksakan Pendapat Kita

Ust. AF Nasution, حفظه الله

في الحياة يمكنك أن تُغير رأيك ولكن لا يمكنك أن تغير ما أختاره قلبك. لا تجبر أحداً على محبتك ولو كنت تحبه !
Dalam hidup ini anda mungkin bisa selalu merubah pendapat anda, AKAN TETAPI anda mungkin tidak akan dapat merubah apa-apa yang telah ditetapkan oleh hati anda…. Janganlah anda suka memaksa org lain untuk menyukai apa-apa yang anda sukai sekalipun anda menyukainya……!

Cara Bersyukur Yang Benar

Oleh : أُسْتَاذُ Djazuli. Lc.

Banyak orang Islam yang hendak bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah diraih..

Namun sayang, tidak sedikit dari mereka ketika mau bersyukur ternyata masih melakukan cara-cara yang tidak sesuai dengan kehendak Allah..

Jadi, selama cara bersyukurnya masih keliru, maka selama itu belum dinilai bersyukur kepada Allah..

Padahal Allah menciptakan jin,
manusia & alam semesta agar mereka bersyukur..

Cara bersyukur yang sesuai dengan kehendak-Nya:

Pertama adalah dengan hati yaitu dengan mengembalikan semua nikmat kepada Allah, iman (memahami agama dengan benar) & mengagungkan Allah.
Allah berfirman,” Allah tidak akan mengadzabmu selama kamu bersyukur & beriman kepada-Nya”. QS, An-Nisa:147

Kedua dengan lisan yaitu dengan selalu memuji-Nya dalam keadaan apapun. Seperti itulah contoh Rasulullah صلى اللّه عليه وسلم ,
Jika beliau dalam keadaan suka, seraya berucap,” Segala puji bagi Allah, karena-Nya semua nikmat menjadi sempurna”

Bila dalam kondisi duka, beliau tetap berkata,” اَلْحَمْدُ لِلّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ , segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan Чαπƍ Sά‎​Чά‎​ alami”

Dan yang terakhir dengan amal yaitu amal yang harus dilandasi keikhlasan & sesuai dengan contoh Rasulullah صلى اللّه عليه وسلم & bukan sekedar ucapan lagi angan-angan.

Allah berfirman” Rabbku berilah aku kekuatan syukur, sehingga aku dapat selalu mensyukuri seluruh nikmat yang telah Engkau karuniakan kepada ku & kepada kedua orang tuaku, sehingga aku bisa selalu beramal saleh..”
QS.Al-Ahqaf:15

Semoga Allah menjadikan Qt semua sebagai hamba-Nya yang pandai bersyukur…. ({})

Sayangi Buah Hatimu

Wahai ayah dan ibu…

Diantara bentuk ketinggian dan kemuliaan agama islam yang menunjuki bahwa agama islam sangat mencintai dan menyayangi anak-anak (buah hatinya) dengan penuh belas kasih. Karena berlemah lembut kepadanya serta mencurahkan kasih sayang kepada mereka akan mengantarkan kedua orang tuanya menuju surga.

Bahkan Nabi yang mulia صلى الله عليه و سلم menganjurkan kepada seseorang laki-laki yang hendak menikah agar dia menikahi wanita yang memiliki rasa belas kasih (baik kepada suaminya maupun kelak kepada buah hatinya), sebagaimana hadits yang dikeluarkan oleh abu dawud: 2050

Mafhumnya, jangan engkau menikahi wanita yang keras hatinya! Yang demikian akan memberikan mudharat untuk suami & anaknya.

Kemudian ada satu hadits lagi yang menunjukkan sangat sayangnya kedua orang tua kepada anaknya, lebih khusus kaum ibu karena dia lebih sering bersama buah hatinya, untuk itu para ibu harus memiliki rasa belas kasih kepada anaknya.

Perhatikan hadits yang sangat besar berikut ini:

“Dari Aisyah dia berkata: Datang kepada saya seorang wanita dengan membawa 2 putrinya. Maka saya berikan 3 butir kurma, sehingga masing mereka mendapatkan 1 butir kurma.Kemudian masing-masing anaknya pun memakan kurma tersebut, tinggal 1 kurma yang dimiliki oleh ibunya, ketika kurma tersebut hendak dimakan oleh ibunya ,ternyata kedua putrinya meminta kurma tersebut. Lalu aku (aisyah) melihat ibunya tidak jadi memakannya, tetapi kurma yang menjadi haknya dibelah menjadi 2 kemudian dia berikan kepada kedua putrinya. Kemudian saya (aisyah) ceritakan kisah yang menakjubkan ini kepada Rasulullah, kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya ALLAH dengan kurma tersebut itu telah mewajibkan baginya syurga dan dijauhkan dari neraka” (Riwayat muslim)

Yaa subhanallah, sangat indah sekali kisah tersebut yang menunjuki sayangnya dan sangat sabarnya seorang ibu kepada anak-anaknya, yang dengan sebab sayangnya dan kesabarannya ALLAH berikan syurga dan dijauhkan dari neraka untuknya.

Sayangilah buah hatimu…

Ust. Ahmad Ferri Nasution, حفظه الله

Hukum Memakan Daging Biawak

Selain merupakan hewan yang menjijikkan, biawak juga merupakan hewan yang licik dan zhalim. Abdul Lathif Al-Baghdadi menyebutkan bahwa diantara kelicikkan dan kedzaliman biawak adalah bahwa biawak suka merampas lubang ular untuk ditempatinya dan tentunya sebelumnya dia membunuh dan memakan ular tersebut, selain itu biawak juga suka merebut lubang dhab, padahal kuku biawak lebih panjang dan lebih mudah untuk digunakan membuat lubang. Karena kedzalimannya, orang-orang Arab sering mengungkapkan: “Dia itu lebih zhalim daripada biawak”.

Kesimpulan:

Dhab merupakan hewan yang halal untuk dimakan. Dhab berbeda dengan biawak. Sebenarnya kalau kita mau membuka kamus kita akan dapati bahwa biawak dalam bahasa arab disebut warol (الوَرَلُ), bukan dhab(الضَّبّ).

Biawak haram dimakan dikarenakan:
* Biawak merupakan hewan yang menjijikkan (khabits)

* Biawak merupakan hewan buas
Para ulama mutaqaddimin telah mengharamkan biawak. Para ulama mutaakhirin dari kalangan Syafi’iyah dan Hanabilah telah menegaskan tentang kejelasan haramnya biawak.
والله أعلم بالصواب
 
Rujukan:

Lisaanul ‘Arab Li Muhammad Ibni Mandzur Al-Anshari. Daar Shaadir, Beirut (Juz I dan Juz XI).
Hayaatul Hayawaan Al-Kubra Li Muhammad Ibni Musa Ad-Damiri. Daarul KutubAl-Ilmiyah, Beirut (Juz II)

Haasyiyatus Syarqaawii ‘Ala Tuhfatit Thulaab Li Abdillah Ibni Hijaazi Asy-Syafi’i (Pdf http://www.book.feqhweb.com/?book)
http://islamweb.net/fatwa/index.php?page:showfatwa&Option=FatwaId&Id=11555

Penulis: Abu Hatim Abdul Mughni, BA.
Artikel Muslim.Or.Id

==========