Category Archives: BBG Kajian

Wahai Pelaku Kejahatan, Berhentilah…

Disadur dari pena : Syaikh Abdurrozak Al Badr حفظه الله تعالى

Sesungguh nya disetiap malam bulan puasa romadhon malaikat menyeru, ” Wahai pelaku kebaikan, bersegeralah, wahai pelaku keburukan, berhentilah “.

Dalam perbincangan yg lampau kita ulas tentang berlomba dlm kebajikan dan ketaatan dibulan nan suci lagi barokah ini, namun tak lupa bulan suci ini juga ladang yg muliya utk menghentikan segala bentuk keburukan dan maksiyat, dan sarana utk menjauh dan menghindar dari dosa yg menghantar kpd kebinasaan serta ukubat dari Dzat Yang Maha Kuasa.

Bulan ini merupakan musim taubat, inabah dan rujuk ke jalan yg lurus, dan musim berlomba bg yg sebelumnya telah istiqomah. Meski demikiyan ada saja seorang hamba yg senantiasa terus menerus terjerumus kedalam lembah hitam, kemaksiatan, dan kenistaan dibulan ketaatan dan ampunan ?!

Mereka ini yg dimaksudkan dlm Hadist, ” Wahai pelaku keburukan, behentilah !”.Yaitu, perintah agar bertaubat kpd Allah dan meninggalkan perbuatan keji nya agar tdk menyesal sebelum kehilangan kesempatan, bisa jadi engkau tutup usia dlm kedaan melakukan keburukan, atau lewat bulan suci ini akan tetapi tdk menambah pada dirimu melainkan kejelekan, maka alangkah buruk nasib mu disaat bulan romadhon ini.

Sebagaimana diketahui semua bahwa keburukan dan kejelekan semuanya haram dilakukan kapanpun baik berkaitan dg jiwa pribadi atau dg yg lain dari hak para makhluk, yg berupa perkataan dan perbuatan bahkan keburukan yg terselib dlm hati sekalipun. Demikiyan juga yg bersifat bacaan, pendengaran serta tayangan.

Allah berfirman,” Katakan lah, Tuhanku hanya mengharamkan segala perbuatan keji yg terlihat dan yg tersembunyi, perbuatan dosa, perbuatan zalim tanpa alasan yg benar, dan mengharamkan kamu jikalau mempersekutukan Allah dg sesuatu” ….

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Sekuntum Mursi

Ust. Badrusalam Lc,

Betapa bahagianya rakyat mesir ketika ia telah menjadi pemimpin..
Di negeri firamid sana..
Ucapan selamat mengharu biru..
Memberi pesona senyum yang merekah..
Cita cita itu seakan telah menjadi kenyataan..
Menegakkan syari’at di negeri fir’aun..
Namun..
Ternyata Allah berkehendak lain..
Tiba tiba lebah sisi menyengatkan bisanya..
Membuat sekuntum mursi menjadi layu..
Menjadi kenangan..

Hati hati pun terbakar..
Tak rela sekuntum itu jatuh tersungkur..
Teriakan jihad pun dikumandangkan..
Lautan manusia berduyun meminta keadilan..
Tak rela..

Mungkin..
Kalimat sabar sudah tak ada guna..
Mungkin..
Fatawa ulama sudah dianggap usang..
Karena mata telah ditutup kabut kemarahan..
Apa kata mereka bila kita bacakan fatwa Al Hafidz ibnu Hajar:
“Para fuqoha telah bersepakat wajibnya menaati penguasa yang menang (dalam revolusi)..
Dan bahwa menaatinya lebih baik dari pada melawannya..
Karena itu lebih menahan tertumpahnya darah dan fitnah..
(Fathul baari 13/7)..

Mungkin mereka akan berteriak..
Pengkhianat.. Antek yahudi.. Bunglon..
Itulah..
Ketika ilmu telah kalah..
Tak ada lagi kata dan fatwa..

Di Al jazair sana..
Masih tersisa kenangan pahit..
Ketika partai islam menang mutlak..
Ternyata..
Penguasa membatalkan hasil pemilu..
Huru hara pun terjadi..
Kembali darah kaum muslimin bersimbah..
Akankah kenangan pahit itu terulang di negeri piramid..

Seakan Allah tidak ridla dengan jalan itu..
Kejayaan melalui demokrasi..
Ternyata hanya patamorgana..
Ya.. Allah..
JalanMu lah yang terbaik..
Jalan yang dititi oleh para Nabi dan Rasul..
Jalan ilmu dan amal..
Jalan tauhid dan ittiba’..
Tashfiyah dan tarbiyah..
قل هذه سبيلي أدعو إلى الله على بصيرة أنا ومن اتبعني وسبحان الله و ما أنا من المشركين
“Katakan, “Inilah jalanku aku berdakwah kepada Allah di atas bashiroh aku dan orang yang mengikutiku. Maha suci Allah, dan aku bukanlah orang-orang yang menyekutukanNya.” (Yusuf: 108).

Adab Adab I’tikaf

I’TIKAF : Amalan Khusus Ramadhan

. Ustdz Kholid Syamhudi

Subhanallah, kita segera memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan, dimana kita disunnah melakukan amalan I’tikaf. Mari sejenak kita pelajari tentang keutamaan I’tikaf, agar ibadah kita semakin sempurna. InsyaaAllah

• MAKNA •
I’tikaf berasal dari bahasa Arab yang bermakna berdiam diri pada sesuatu. Kata ini dipakai juga untuk ibadah dengan tinggal dan menetap dimasjid untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Pelaku ibadah ini dinamakan Mu’takif atau ‘Aakif.

• HIKMAH •
Berkata ibnul Qayim: “… Kemudian mensyariatkan mereka I’tikaf yang tujuan dan intinya adalah hati tinggal menghadap Allah, menyatukan kekuatannya, berkholwat dengan Nya, menghilangkan kesebukan dengan makhluk dan hanya sibuk menghadap Allah saja”

• PENSYARIATAN •
I’tikaf adalah ibadah yang disunnahkan untuk dilakukan pada bulan Romadhon dan selainnya, baik didahului dengan puasa atau tidak, akan tetapi yang paling utama di bulan Ramadhon dan disepuluh hari terakhir. Sesungguhnya Rasululloh telah beri’tikaf disepuluh hari pertengahan Romadhon lalu I’tikaf pada tahun tersebut sampai pada malam keduapuluh satu yaitu malam beliau keluar I’tikaf dipaginya beliau berkata barang siapa yang beri’tikaf bersamaku maka hendaklah beri’tikaf di sepuluh terakhir. 
 
• SYARAT dan TEMPAT •
I’tikaf hanya boleh dilakukan dimasjid dan tidak keluar darinya kecuali hajat dan darurat. Tidak boleh dilakukan pada selain masjid. Sebagaimana firman Allah:

وَلاَ تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

Janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. (Al Baqoroh 187)

• HAL-HAL yang DIPERBOLEHKAN saat I’TIKAF •

1. Boleh keluar masjid karena hajat dan boleh juga mengeluarkan kepalanya keluar masjid untuk dicuci atau disisiri. Aisyah berkata:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اعْتَكَفَ يُدْنِي إِلَيَّ رَأْسَهُ فَأُرَجِّلُهُ وَكَانَ لَا يَدْخُلُ الْبَيْتَ إِلَّا لِحَاجَةِ الْإِنْسَانِ
Nabi jika beri’tikaf mengeluarkan kepalanya kepada saya lalu saya sisiri, dan beliau tidak keluar kecuali untuk hajat (kebutuhan).

2. Dibolehkan berwudhu dimasjid.

3. Boleh membuat kemah kecil atau kamar kecil dengan kain di bagian belakang masjid sebagai tempat beri’tikaf, sebagaimana Aisyah membuat kemah kecil untuk Nabi beri’tikaf.

4. Dibolehkan meletakkan kasur atau dipan dalam I’tikaf, sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Umar dari Nabi, bahwa beliau jika beri’tikaf disiapkan atau diletakkan kasur atau dipan dibelakang tiang taubah.

5. Boleh mengantar istrinya yang mengunjungunya dimasjid sampai pintu masjid.

6. Wanita boleh beri’tikaf dimasjid selama aman dari fitnah, dengan dalil:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ
Nabi beri’tikaf di sepuluh akhir dari romadhon sampai wafat kemudian istri-istri beliau beri’tikaf setelahnya.

Baca lengkap disini :
http://m.klikuk.com/amalan-dan-hukum-sekitar-ramadhan-seri-7/ 
Semoga bermanfaat ..
Silakan bantu sebarkan
Jazaakumullah khoiron

klikUK.com
titian ilmu penyejuk qalbu

Adab Adab Dalam Safar

1. Mengikhlaskan Niat karena ALLAH.
2. Sungguh-sungguh dalam menjalankan kewajiban2x dari amal-amal ketaatan kepada ALLAH baik dalam perjalanan maupun ditempat atau kota yg akan kita tuju..
3. Menjauhkan perbuatan-perbuatan yang diharamkan, seperti ghibah, namimah dll dari perbuatan dosa dan ma’siyat.
4. Saling memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar kepada teman seperjalananmu dengan penuh hikmah dan pengajaran yang baik.
5. Hendaklah berakhlak dengan akhlak yang mulia, seperti membantu orang yang membutuhkannya, memberikan ilmu (seandainya anda memiliki ilmu tentangnya) bagi mereka yang butuh untuk mendapatkan jawabannya didalam perjalanannya.
6. Sepatutnya bagimu untuk tetap berwajah yang menyenangkan (tersenyum), bergembira dihadapan teman perjalananmu yang demikian dapat melembutkan hatimu dan hatinya.
7. Sepatutnya bagimu untuk tetap bersabar kepada teman perjalananmu apabila engkau mendapati temanmu tidak sesuai dengan pendapatmu dalam beberapa permasalahan. Dan hendaklah engkau menasehatinya dengan baik, saling menghormati dll.
8. Banyak berdoa kepada ALLAH.
9. Banyak berdzikir kepada ALLAH (seperti Dzikir pagi dan sore)
10. Membaca doa safar.
“Subhaanalladzi sakhkhara lanaa haadza wa maa kunnaa lahu muqriniin wa innaa ilaa Rabbinaa laamunqalibuun, ALLAHumma inna nasaluka fii safaarinaa hadzaa Albirra wat taqwa wa min amali maa tardhaa, ALLAHumma hawwin alaina safarinaa hadzaa wathwi ‘anna bu’dah, ALLAHumma anta shaahibu fiissafar, wa khalifati fiil ahli, ALLAHumma inni audzubika min wa’tsaaissafar, wa kaabatilmandzhar, wa suu’I’ll munqolabi fiilmaali wal ahli.
11. Doa musafir kepada orang yang ditinggalkan
أستود عكم الله الذي لا تضيع و دائعه.
12. Doa orang yang mukim kepada yang berpegian (musafir)
أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ

13. Bertakbirlah ketika melewati jalan mendaki dan bertasbihlah ketika melewati jalan yang menurun.

Akhuka Ahmad Ferry Nasution

Sabar Tak Bertepi

Oleh : Ustadz Kholid Syamhudi Lc حفظه الله تعالى

Ketika sabar diperintahkan Allah سبحانه وتعالى kepada kita semua, maka Diapun adakan sebab-sebab yang membantu dan memudahkan seseorang untuk sabar.

Demikian juga tidaklah Allah سبحانه وتعالى memerintahkan sesuatu kecuali membantu dan mengadakan sebab-sebab yang memudahkan dan membantu pelaksanaannya sebagaimana Ia tidak mentaqdirkan adanya penyakit kecuali menetapkan obatnya. Sabar walaupun sulit dan tidak disukai jiwa, apalagi bila disebabkan kelakuan dan tindakan orang lain. Akan tetapi kesabaran harus ada dan diwujudkan.

Ada beberapa kiat yang dapat membantu kita dalam bersabar dengan ketiga jenisnya, diantaranya:

1. mengetahui tabiat kehidupan dunia dan kesulitan dan kesusahan yang ada disana, sebab manusia memang diciptakan berada dalam susah payah, sebagaimana firman Allah:

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. (QS. 90:4)

2. beriman bahwa dunia seluruhnya adalah milik Allah dan Dia memberinya kepada orang yang Dia sukai dan menahannya dari orang yang disukaiNya juga.

3. mengetahui besarnya balasan dan pahala atas kesabaran tersebut.

Diantaranya:

a. Mendapatkan pertolongan Allah, sebagaimana firmanNya: Dan Allah beserta orang-orang yang sabar”. (QS. 2:249)

b. Mendapatkan sholawat, rahmat dan petunjuk Allah, sebagaimana firmanNya: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan:”Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.

Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 2:155-157)

Baca lebih lengkap silahkan KLIK :
http://m.klikuk.com/kiat-sabar/

Sebarkan..
Jazaakumullah khairan

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Lebih Mulia Dari Ka’bah

By Ustadz Badrussalam, LC.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihat ka’bah, lalu bersabda:
مرحبا بك من بيت ما أعظمك و أعظم حرمتك وللمؤمن أعظم حرمة عندالله منك إن الله حرم منك واحدة وحرم من المؤمن ثلاثا دمه وماله وأن يظن به ظن السوء
“Selamat bagimu wahai rumah..
Betapa agungnya dirimu..
Dan agung kehormatanmu..
Namun..
Mukmin lebih agung kehormatannya darimu..
Karena Allah mengharamkan darimu satu saja..
Sedangkan mukmin, Allah haramkan darinya tiga:..
Hartanya..
Darahnya..
Dan agar tidak berburuk sangka kepadanya..

(HR Al Baihaqi dalam Syu’abul iman no 6706. Dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani dalam silsilah shahihah no 3420).

Renungan Suriah

Ust. Badrusalam Lc

Subhanallah..!!
Sungguh keji & kejam..
Perbuatan kaum syi’ah di suriah sana..
Akal & fitrah mana yg bisa menerima kenyataan ini..
Dada terasa geram menahan amarah..
Hati terasa panas bergolak..
Ingin rasanya membalas dengan balasan yang setimpal..
Namun.. Ku tak mampu berbuat apa-apa..
Hanya do’a yang terucap..
Ya Rabb.. Tolonglah hamba-hambaMu di sana..
Hancurkan musuh-musuhMu..

Saudaraku..
Kemarahan.. Geram.. & hati yang panas..
Terkadang menjadikan emosi kita mudah terpancing..
Terlebih bila mereka bertingkah menyebalkan..
Di negeri kita ini..
Keadaan seperti ini terkadang tidak menguntungkan..
Sikap arogan kita telah ditunggu olh mereka..
Agar memojokkan kita & memburukkan citra dakwah..
BC tentang kekejaman suriah disebar..
Mengobarkan api kemarahan..
sementara Robbuna Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman..

وإذا جاءهم أمر من الأمن أو الخوف أذاعوا به ولو ردوه إلى الرسول و إلى أولى الأمر منهم لعلمه الذين يستنبطونه منكم

“Apabila datang kepada mereka perkara dari keamanan atau ketakutan, mereka segera menyebarkannya. Kalaulah mereka kembalikan urusan itu kepada rosul & ulil amri (ulama) diantara mereka, tentu akan tahulah orang-orang yang mampu istinbath diantara kamu.” (An Nisaa: 83).
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah berkata:
“Ini adalah pelajaran dari Allah untuk hamba-hambaNya..
Selayaknya, bila datang berita penting yg berhubungan dengan kemashlahatan umum..
Yang berhubungan dengan keamanan atau rasa takut berupa musibah yg menimpa mereka..
Agar berhati-hati & jangan segera menyebarkannya..
Hendaklah mereka mengembalikannya kepada rasul & ulil amri..
Yaitu para ahli ilmu, akal, nasehat & kedewasaan..
Bila mereka memandang mashlahat untuk menyebarkannya..
Silahkan disebarkan..
Bila tidak.. Maka jangan disebarkan..
(Taisiir al kariimirrahman hal 154).

Berhati-hatilah saudaraku..
Dada boleh panas..
Tapi akal tetap tenang & terbimbing dgn ilmu..
Barakallahu fiikum

 Ditulis oleh Ustadz Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Wahai Pencinta Kebajikan Datanglah

Ust. Rochmad Supriyadi LC

Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzy dan Ibnu Majah, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berkata, bersabda Nabi shalallahu’alaihi wa sallam, “Bila datang malam pertama di bulan Ramadhon, maka dibelenggulah para syaiton dan jin yang durhaka, ditutuplah pintu neraka, hingga satu pun tak terbuka, dan dibuka pintu-pintu surga, maka tidak tertutup satu pintupun. Dan menyerulah suatu makhluk dengan seruan “Wahai pecinta kebajikan, berlombalah! Wahai pelaku keburukan, berhenti lah! Dan sesungguhnya Allah Ta’ala telah menyiapkan hamba-hamba yang dibebaskan dari sentuhan neraka!” Dan yang demikian setiap malam. HR Tirmidzy dan Ibnu Majah.

Dan ditegaskan dalam riwayat Imam Ahmad dalam Musnadnya, bahwa makhluk yang menyeru tersebut adalah Malaikat dari malaikat-malaikat Allah Ta’ala, dan hal itu dilakukan setiap malam di bulan Ramadhon setiap harinya hingga usai Ramadhon. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dan malaikat menyeru, ‘Wahai pelaku kebajikan, bersegeralah! Wahai pelaku keburukan, berhentilah!’. Hal ini hingga romadhon selesai”. (HR Ahmad).

Sekiranya orang-orang yang beriman tidak mendengar seruan malaikat tersebut, akan tetapi hendaknya seruan tersebut dirasakan nyata secara yakin, karena yang memberikan kabar adalah makhluk yang jujur yang wajib dibenarkan yang tidak bicara melalui hawa, akan tetapi wahyu yang diwahyukan. Maka hendaknya seorang muslim bisa merasakan di malam-malam ramadhon yang penuh barokah dengan seruan malaikat yang muliya ini. Dan hendaknya mampu merealisasikan di dalam kehidupan kesehariannya, dalam akhlak dan seluruhnya. Hendaknya membandingkan dirinya di jalan manakah ia menempuhnya?

Keduanya adalah seruan, dan keduanya dimaksudkan untuk kelompok manusia tertentu. “Wahai pelaku kebajikan…. Wahai pelaku keburukan…..”.

———————————————

Adanya Syi’ah Dalam Tubuh Kaum Muslimin Ibarat Tumor Ganas Yang Siap Menyarang Kapan Saja Jika Kondisi Tubuh Melemah..

Ust. Abu Riyadh Lc

Wahai saudaraku.. Mereka telah ada dan telah berbuat penyimpangan sejak zaman para sahabat rodhiallahu ‘anhum

Tidak aneh jika merka benci kpd islam.. Bahkan seperti bencinya yahudi kepda kaum muslimin.. Krn dendam kesumat itu telah ada 1400th yg lalu..

Agama syiah buatan yahudi ini subur dan besar di zaman pemerintahan ali bin abi tholib.. Penyusupan mereka diprakarsai oleh yahudi.. Mereka berpura pura membela ali bin abi tholib. Bahkan berani menuhankannya serta berkamufalase dibalik cinta kpd ahlu bait rasul

Kemudian mereka mencela para shahabat pentolan bahkan mengkafirkan mereka..
Abu bakar, umar, ustman, aisyah, hafsoh dill dikafirkan..

Bagaimana hadits akan sampai kpd kita jika mereka dikafirkan?
Maka tidak aneh kaum syiah senang meligat darah muslim ditumpahkan..

Wahai saudaraku.. Dg anda benci syiah dan menghalangi langkah mereka merupakan jihad walau minimal jihad dg hati anda..

Lihat video syahadt syiah berikut.. Bukti kesesatan syiah dari negara asalnya

http://video.ak.fbcdn.net/hvideo-ak-frc3/v/1054348_10201530570645930_801131213_n.mp4?oh=9d9e46a5bf58a1ee66549fb69858b60d&oe=51F28F78&__gda__=1374900906_b0be67dabfde008e8fe642e068a7d214

www.abu-riyadl.blogspot.com

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Hati Yang Sejuk

Bismillah,
Semoga hati kita sekalian selalu disinari kesejukan dan keselamatan.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah seseorang ditimpa suatu kegundahan maupun kesedihan lalu dia berdo’a”

اللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ ابْنُ عَبْدِكَ ابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ وَنُوْرَ صَدْرِيْ وَجَلاَءَ حُزْنِيْ وَذَهَابَ هَمِّيْ

“Ya Allah, sesungguhnya saya adalah hamba-Mu, putra hamba laki-laki-Mu, putra hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di Tangan-Mu, telah berlalu padaku hukum-Mu, adil ketentuan-Mu untukku.
Saya meminta kepada-Mu dengan seluruh Nama yang Engkau miliki, yang Engkau menamakannya untuk Diri-Mu atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu atau yang Engkau simpan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu. Jadikanlah Al-Qur`an sebagai musim semi (penyejuk) hatiku dan cahaya dadaku, pengusir kesedihanku serta penghilang kegundahanku.”Maka akan Allah hilangkan kegundahan dan kesedihannya dan akan diganti dengan diberikan jalan keluar dan kegembiraan.” Tiba-tiba ada yang bertanya: “Ya Rasulullah, tidakkah kami ajarkan do’a ini (kepada orang lain)”? Maka Rasulullah menjawab: “Ya, selayaknya bagi siapa saja yang mendengarnya agar mengajarkannya (kepada yang lain).”

(HR. Ahmad no.3712 dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani)

.͡.͡▶ http://m.klikuk.com/doa-penyejuk-qalbu/ 

.͡.͡▶ https://www.facebook.com/notes/klikukcom/doa-penyejuk-qalbu/1756645567807700 

.͡.͡▶ http://m.klikuk.com/sebab-pokok-kebahagiaan/ 

Sebarkan..
Jazakumullah khairan

KlikUK.com