Category Archives: BBG Kajian

Tips-Tips Di Hormati Anak

Tiada yang lebih menyejukkan hati orang tua daripada dihormati anak & mereka pun bisa menjadi sarana ibadah bagi orang tua mereka…

Ketahuilah! Bahwa kewibawaan hanya dapat diraih dgn ketakwaan dan taat kepada Allah…

Berikut ini beberapa tips agar dihormati anak:

1. Ikhlas dalam mendidik dan membesarkan mereka

2. Bertakwa kepada Allah, sebab ketakwaan dapat menumbuhkan rasa cinta & hormat pada hati anak

3. Menjadi ayah & ibu yang saling menghormati, sehingga sang anak ns belajar bagaimana cara menghormati orang lain

4. Mengajarkan kpd anak2 Al-Qur’an dan hadist shahih khususnya yg membahas ttg keutamaan berbakti & menghormati orang tua

5. Memberitahu kepada anak ttg hak ibu & ayah mereka dgn cara yg baik dalam suasana yang penuh keakraban & kelembutan

6. Menerangkan kepada mereka bahwa taat & patuh kepada orang tua adalah bagian dari ketaatan kpd Allah

Dikutip dari sebagiannya kitab Fiqih Tarbiyatul Awlad Hal. 134 karya Syekh Mustofa Al’adawy

Semoga bermanfaat…

Mendidik Anak

Ustadz Kholid Syamhudi Al-Bantani Lc

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pendidikan anak:

1. Mendidik mereka untuk senantiasa merasa terawasi oleh Allah سبحانه وتعالى (تربيتهم على مراقبة الله)

Hal ini ditunjukkan hadits Ibnu Abas yang artinya :
“Wahai anak kecil!
Aku ingin mengajarimu beberapa kalimat; Jagalah Allah سبحانه وتعالى niscaya Ia akan menjagamu, Jagalah Allah سبحانه وتعالى niscaya kami mendapatiNya dihadapanmu. Apabila meminta maka mintalah kepada Allah سبحانه وتعالى , bila memohon bantuan maka mintalah kepada Allah سبحانه وتعالى ….”
[HR Al Tirmidzi]

2. Menjauhkan mereka dari orang kafir dan yang menyimpang dan mendidik anak untuk mencintai orang mukmin.

Sahabat Anas bin Malik menyatakan:
كانوا يعلمون أولادهم محبة الشيخين كما يعلمونهم السورة من القران
(السنة للخلال)

Mereka mengajari anak-anak mereka untuk mencintai Abu Bakar dan Umar sebagaimana mereka mengajari anak-anak mereka satu surat dari Al Qur’an.
  
3. Mengagungkan larangan Allah سبحانه وتعالى dan hal-hal yang diharamkan.

4.Menjadikan mereka hafal Al Qur’an

5. Mendidiknya untuk terbiasa dengan do’a-do’a.
 
Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم semangat melakukan do’a dan dzikir diwaktu pagi dan petang atau waktu-waktu tertentu dan mengajari para sahabatnya untuk berbuat demikian.

6. Mendidik mereka untuk sabar dalam ketaatan.
 
Demikianlah artikel singkat ini mudah-mudahan bermanfaat.

» Baca artikel lengkap SaMaRa disini
KLIK http://m.klikuk.com/bina-keluarga-samara/

Mintalah Surga Firdaus

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

” فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ، فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ، وَأَعْلَى الْجَنَّةِ…..

“Apabila kalian memohon kepada Allah, maka mohonlah surga Firdaus, karena ia adalah surga yang terletak paling tengah dan paling tinggi”
[HR al-Bukhari: 2790]

Panjatkanlah doa-doa Anda di sepanjang hari, terutama nanti di sepertiga malam terakhir.

Jangan lupa, sertakan kami dalam doa Anda.

Dan semoga Allah mengumpulkan kita di Surga Firdaus.

 Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

BERKATALAH YANG BAIK DAN TERSENYUMLAH WAHAI SAUDARA-SAUDARIKU !

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Tutur kata yang baik (kpd saudaramu) termasuk shodaqoh (bukhary:2989)

Dlm riwayat yg lain Nabi bersabda:

“Jangan sekali-sekali engkau meremehkan perkara kebaikan, meskipun engaku hanya berwajah ceria ketika engkau berjumpa saudaramu”
(Muslim 2626) dibab: disukai menampakkan wajah yg ceria ketika berjumpa.

Syaikh utsaimin Rahimahullah didalam kitab “syarh riyadhussholihin :2/380” menjelaskan:

“Sepatutnya bagi seseorang apabila berjumpa dgn saudaranya, ia menunjukkan wajah yang ceria & baiknya tutur kata kepadanya. Yg demikian ini merupakan akhlak Nabi. Yg demikian ini tidaklah mengurangi kedudukan seseorang bahkan dgn akhlak yg demikian angkat mengangkat derajatnya, diberikan ganjaran oleh ALLAH, telah mengikuti sunnah, krn Nabi apabila berjumpa menunjukkan perasaan senang & tersenyum padanya.

Perhatikan wahai saudara-saudariku begitu indahnya & sangat tingginya akhlak Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Utk itu TIDAK sepatutnya bagi seorang muslim terutama bagi kawan-kawan yg sdh mempelajari/mendalami da’wah yg hak ini, berlaku kasar kpd saudaranya, menampakkan kebencian yg sgt padanya dll. Apalagi saat engkau menegurnya dgn cara yg kasar kpd mereka disaat mereka baru memulai menerima da’wah yg haq ini. Sehingga dgn sebab perbuatan kasarmu kpd mereka, membuat mereka lari & membuat sgt bencinya mereka terhadap dakwah yg haq ini dgn sebab akhlak antum/antunna yg kurang baik padanya.

Saudara-saudariku yg saya muliakan, harus antum & antunna ketahui: da’wah ini, ya’ni mengembalikan manusia utk mentauhidkan ALLAH & menghidupkan sunnah-sunnah Nabi, memiliki banyak tantangan yg sgt berat & sgt sulit bagi mereka utk menerimanya & janganlah engkau memberatkan lagi kpd mereka dgn akhlakmu yg kasar kepadanya.

Smg ini semua, memberikan pelajaran yang baik utk kita semua & smg ALLAH menyatukan kita diatas islam & sunnah

Ust. Ahmad Ferry Nasution

Panen Dari Infaq

Setiap hamba akan memanen tanaman didunia yg berbuah diakhirat..

Ibarat seorang petani.. Jika ia merasa panen hanya ada diladang dunia saja.. Maka ia hanya akan menikmati sesaat..

Ketika seorang manusia merasa hidup didunia ini akan selamanya.. Maka ia menjadi bakhil dan rakus serta berleha leha jika diajak untuk beribadah..

Saudaraku mari kita berfikir dan merenungkan tempat pulang kita ke rumah akhirat..
Adakah panenan dikebun td dapat kita bawa kesana..

Atau anda telah puas dg panen yg hanya dinikmati di kebun yg hanya sesaat td?

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ. وَقَالَ: يَدُ اللَّهِ مَلْأَى لَا تَغِيضُهَا نَفَقَةٌ سَحَّاءُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ. وَقَالَ: أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْفَقَ مُنْذُ خَلَقَ السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ فَإِنَّهُ لَمْ يَغِضْ مَا فِي يَدِهِ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ وَبِيَدِهِ الْمِيزَانُ يَخْفِضُ وَيَرْفَعُ

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘andu bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda:(dlm hadits qudsi)

Allah ‘azza wa jalla berfirman:

“Berinfaklah, engkau akan dibalas.”
Beliau bersabda lagi: “Tangan Allah penuh, tidak menguranginya curahan nafkah yang terus menerus sepanjang malam dan siang. Bagaimana pendapat kalian, Dia berinfak sejak menciptakan langit dan bumi, namun tidak berkurang apa yang ada di tangan-Nya. ‘Arsy-Nya di atas air, di tangan-Nya timbangan, Dia-lah yang kuasa menghinakan dan memuliakan.”

Shahih, diriwayatkan Al-Bukhari (4684) dan Muslim (1021).

Semoga Allah memuliakan kita diakhirat dg memenuhi hasil panenan yg baik ditimbanganNya..

Ust. Abu RiyadL Nurcholis Majid

BERKATALAH YANG BAIK DAN TERSENYUMLAH WAHAI SAUDARA-SAUDARIKU !

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Tutur kata yang baik (kpd saudaramu) termasuk shodaqoh (bukhary:2989)

Dlm riwayat yg lain Nabi bersabda:

“Jangan sekali-sekali engkau meremehkan perkara kebaikan, meskipun engaku hanya berwajah ceria ketika engkau berjumpa saudaramu”
(Muslim 2626) dibab: disukai menampakkan wajah yg ceria ketika berjumpa.

Syaikh utsaimin Rahimahullah didalam kitab “syarh riyadhussholihin :2/380” menjelaskan:

“Sepatutnya bagi seseorang apabila berjumpa dgn saudaranya, ia menunjukkan wajah yang ceria & baiknya tutur kata kepadanya. Yg demikian ini merupakan akhlak Nabi. Yg demikian ini tidaklah mengurangi kedudukan seseorang bahkan dgn akhlak yg demikian angkat mengangkat derajatnya, diberikan ganjaran oleh ALLAH, telah mengikuti sunnah, krn Nabi apabila berjumpa menunjukkan perasaan senang & tersenyum padanya.

Perhatikan wahai saudara-saudariku begitu indahnya & sangat tingginya akhlak Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Utk itu TIDAK sepatutnya bagi seorang muslim terutama bagi kawan-kawan yg sdh mempelajari/mendalami da’wah yg hak ini, berlaku kasar kpd saudaranya, menampakkan kebencian yg sgt padanya dll. Apalagi saat engkau menegurnya dgn cara yg kasar kpd mereka disaat mereka baru memulai menerima da’wah yg haq ini. Sehingga dgn sebab perbuatan kasarmu kpd mereka, membuat mereka lari & membuat sgt bencinya mereka terhadap dakwah yg haq ini dgn sebab akhlak antum/antunna yg kurang baik padanya.

Saudara-saudariku yg saya muliakan, harus antum & antunna ketahui: da’wah ini, ya’ni mengembalikan manusia utk mentauhidkan ALLAH & menghidupkan sunnah-sunnah Nabi, memiliki banyak tantangan yg sgt berat & sgt sulit bagi mereka utk menerimanya & janganlah engkau memberatkan lagi kpd mereka dgn akhlakmu yg kasar kepadanya.

Smg ini semua, memberikan pelajaran yang baik utk kita semua & smg ALLAH menyatukan kita diatas islam & sunnah

Ust. Ahmad Ferry Nasution

Ternyata Kaum Musyrikin Zaman Dahulu Adalah Playboy Dalam Hal Ibadah

Sering kita melihat bahwa laki-laki Чαπƍ sering bergonta-ganti cewek maka kita sebut dia adalah laki-laki playboy, dan tentu itu adalah hal Чαπƍ sangat buruk.

Selain dia melecehkan martabat kaum wanita dia juga telah melanggar syari’at dengan melakukan hal itu.

Dan Чαπƍ pasti banyak orang Чαπƍ tidak senang dan tidak suka dengan kelakuan seperti itu.

Namun adapula sebutan playboy dalam hal ibadah, yaitu bergonta-ganti sesuatu Чαπƍ disembahnya.

Dan ternyata kaum musyrikin zaman dahulu adalah playboy dalam hal ibadah, hal itu terlihat dari apa Чαπƍ diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dari Abu Raja al-‘atharidi berkata:

كنا نعبد الحجر فإذا وجدنا حجرا هو خير منه ألقيناه و أخذنا الآخر فإن لم نجد حجرا جمعنا حثوة من تراب ثم جئنا بالشاة فحلبنا عليه ثم طفنا به

“Dahulu kami menyembah batu, Apabila kami mendapatkan batu Чαπƍ lebih baik, maka kami melemparkannya (membuangnya) dan kami mengambil Чαπƍ lain. Apabila kami tidak menemukan batu, kami mengumpulkan segenggam (debu) tanah, lalu kami bawakan seekor kambing kemudian kami peraskan susu untuknya. Kemudian kami thawaf dengannya”.

So Pasti hal itu sangat dimurkai Allah Ta’ala, karena ibadah Чαπƍ dilakukannya adalah kesyirikan.

Semoga Allah Ta’ala menjaga kita dari hal-hal Чαπƍ dimurkainya.
– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Tawakal

(Ust Rochmad Supriyadi Lc)

Tawakal adalah kejujuran dalam besandarnya hati kepada Allah سبحانه وتعالى didalam meraih kebaikan dan menghindar keburukan didalam urusan dunia dan akhirat.

Allah سبحانه وتعالى ,” Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya”.QS At-Talaq 3.
Diriwayatkan dari sahabat Umar, dari Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Jika sekiranya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar tawakal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana para bangsa burung, meninggalkan sarang dalam keadaan lapar, kembali dalam keadaan kenyang makanan “. HR Tirmidzy.

Berkata Said ibnu Ju bair, ” Tawakal adalah kumpulan dari keimanan “. Tawakal tidaklah meniadakan dan bersebarangan dengan menjalankan sebab-musabab yang di takdirkan Allah yang telah digariskan dalam sunah Nya pada para makluk.

Sesungguhnya Allah memerintahkan para makluk agar menempuh sebab-sebab, dan juga memerintahkan tawakal.

Singkat kata, menempuh sebab musabab adalah ibadah, dan tawakal hati adalah ibadah dan keimanan.

Berkata Salaf ,” Mencela usaha (menempuh sebab musabab) maka sungguh ia mencela sunnah Allah, dan barang siapa mencela tawakal maka ia mencela keimanan “.

Dikatakan pula ,” Barang siapa tidak menempuh sebab-akibat, maka sungguh ia melecehkan syariat, dan barang siapa yang hanya bergantung dengan sebab-akibat maka ia melecehkan tauhid “.

Apa Yang Sudah Kita Siapkan ?

Akhi/Ukhti…

Kenapa kita takut untuk menghadapi kematian ?
Padahal kita semua yakin bahwa suatu hari ia akan datang menjemput kita
Mau tidak mau, suka tidak suka… pasti !
Kenapa kita takut untuk menghadapi sesuatu yang pasti ?

Saya rasa semua memiliki jawaban yang bermacam-macam:

Amalnya masih kurang ?
Masih banyak dosa ?
Kesihan sama anak-anak ?
Belum menikah ?
Belum mencapai cita-cita ?

Pada suatu hari seorang tabi’in Abu Hazim Salamah bin Dinar ditanya oleh Khalifah pada masa itu: Sulaiman bin Abdil Malik.

يا أبا حازم ما لنا نكره الموت؟

قال: لأنكم عمرتم دنياكم وخربتم آخرتكم فأنتم تكرهون أن تنتقلوا من العمران إلى الخراب؟

“Wahai Aba Hazim, kenapa kita membenci kematian ?
Maka beliau berkata, “Karena kalian memakmurkan dunia kalian dan merusak akhirat kalian, sehingga kalian benci untuk berpindah dari tempat yang makmur ke tempat yang rusak dan terbengkalai”.

SubhanAllah!

Itulah realitanya….
Kita sibuk-sibuk untuk membangun dunia kita
Dari pagi sampai sore, sampai malam untuk dunia
Mau tidurpun masih dunia
Bangun tidur tetap dunia…

Sehingga kita memiliki rumah, mobil, keluarga dan tabungan yang banyak

Sedangkan untuk yang setelah kematian…
Hanya sedikit dari harta kita…sedikit sekali dibanding dengan yang kita simpan
Dilihat dari waktu yang kita gunakan untuk membangun akhirat kita
Sangat sedikit sekali, dibanding dengan waktu kita untuk dunia kita…

Kalau seperti itu…

Pastilah kita takut, untuk berpindah ke rumah yang belum jadi
Tiada taman
Tiada kawan
Tiada makanan
Bahkan yang ada adalah azab dan siksa

Karena kita mencuekinnya…
Tidak merawatnya
Tidak membangunnya

Sepertinya, kita sudah harus mulai merenung kembali kehidupan kita.

. Ust. Syafiq Riza Basalamah MA حفظه الله تعالى

Vonis Kafir Dan Kaidahnya

Ust. Badrusalam Lc

Tidak boleh seorang mukmin untuk tenggelam dalam masalah kafir mengkafirkan sebelum ia memahami kaidah-kaidahnya, dan merealisasikan syarat-syarat dan batasannya, jika tidak maka ia telah menjerumuskan dirinya dalam dosa dan kebinasaan, karena masalah kafir mengkafirkan termasuk masalah agama yang paling agung, tidak ada yang menguasainya kecuali para ulama besar yang luas dan tajam pemahamannya. Berikut ini adalah kaidah-kaidah penting yang harus diketahui oleh seorang mukmin seputar takfir :

Kaidah pertama: Kafir mengkafirkan adalah hukum syari’at dan hak murni bagi Allah Ta’ala bukan milik paguyuban atau kelompok tertentu dan tidak diserahkan kepada akal dan perasaan, tidak boleh dimasuki oleh semangat membabi buta tidak pula permusuhan yang nyata. Maka tidak boleh dikafirkan kecuali orang yang Allah dan Rosul-Nya telah kafirkan.

Syaikhul islam ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,” Berbeda dengan apa yang dikatakan oleh sebagian orang seperti Abu ishaq Al Isfiroyini dan para pengikutnya yang berkata,” Kita tidak mengkafirkan kecuali orang yang telah kita kafirkan”. Karena sesungguhnya kufur itu bukan hak mereka, akan tetapi ia adalah hak Allah…”

[1]Karena mengkafirkan maknanya adalah menghalalkan darahnya dan menghukuminya kekal dalam api Neraka, dan ini tidak bisa diketahui kecuali dengan nash atau kiyas kepada nash tersebut.

Kaidah kedua : orang yang masuk islam secara yakin tidak boleh dikafirkan sebatas dengan dugaan saja.

Baca selengkapnya di:
http://cintasunnah.com/vonis-kafir-dan-kaidahnya/