Category Archives: BBG Kajian

Banyak Mengingat Mati

Jika orang banyak mengingat mati maka ia akan raih tiga keutamaan:
1- bersegera bertaubat
2- hati selalu qona’ah (selalu merasa cukup dengan nikmat yang Allah beri)
3- semangat dalam ibadah

Disebutkan oleh Qurthubi dalam At Tadzkiroh dari perkataan Ad Daqoq

Rumaysho.Com, Depok, 22 Rajab 1434 H

 Ditulis oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Keutamaan Tauhid Dan Bahaya Syirik

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

A. MAKNA TAUHID

» TAUHID, yaitu seorang hamba meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam rububiyah (ketuhanan), uluhiyah (ibadah), Asma` (nama-nama) dan Sifat-Nya.

» Atau dengan kata lain, TAUHID ialah seorang hamba meyakini dan mengakui bahwa Allah Ta’ala Maha Esa, Rabb (Tuhan) segala sesuatu dan rajanya. Sesungguhnya hanya Dia yang menciptakan, mengatur alam semesta, membagikan rezeki kepada para makhluk-Nya, menurunkan hujan, menghidupkan dan mematikan. Hanya Dia-lah yang berhak disembah, tiada sekutu bagi-Nya. Dan setiap yang disembah selain-Nya adalah sesembahan yang batil. Sesungguhnya Dia tersifati dengan segala sifat kesempurnaan, Maha Suci dari segala aib dan kekurangan. Dia mempunyai nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang tinggi.

B. KEUTAMAAN TAUHID

Tauhid memiliki banyak keutamaan n keistimewaan di dunia n akhirat, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Tauhid merupakan kewajiban pertama yang Allah wajibkan kepada para hamba-Nya. Dan sebaliknya, larangan pertama yang Allah larang kepada mereka adalah Syirik.

Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala (yg artinya): “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu Mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, Padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 21-22).

2. Tauhid adalah Hak Allah Ta’ala Yang Wajib Ditunaikan oleh Setiap Hamba.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bertanya kepada Mu’adz bin Jabal radhiyallahu anhu: “Wahai Mu’adz, apakah hak Allah yang wajib ditunaikan oleh para hamba-Nya?” Jawab Mu’adz: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Lalu Rasulullah menyatakan bahwa “Hak Allah yang wajib ditunaikan oleh para hamba-Nya adalah hendaknya mereka beribadah hanya kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya (dalam beribadah) dengan sesuatu apapun.” (HR. Imam Al-Bukhari dan Muslim).

3. Tauhid adalah Tujuan dan Hikmah Teragung Diciptakannya Jin dan Manusia.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala (yg artinya): “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (menyembah) hanya kepada-Ku”. (QS. Adz-Dzaariyaat: 56).

4. Tauhid adalah Tingkat Keimanan Yang Tertinggi.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam (yg artinya): “Iman itu memiliki enam puluh sekian cabang, paling tingginya adalah perkataan / ucapan Laa Ilaaha Illallah, dan cabang iman yg paling rendah adalah menyingkirkan gangguan (seperti duri n semisalnya) dari jalan.” (HR. Muslim).

Perlu diketahui bahwa kalimat (Laa Ilaaha Illallah) tidak cukup hanya diucapkan di lisan saja. Akan tetapi harus bersumber dari hati yang ikhlas dan kemudian dibuktikan dengan pengamalan terhadap apa yang dikandung oleh kalimat (Laa Ilaaha Illallah) tsb, yaitu memurnikan ibadah hanya untuk Allah semata dan menjauhi segala bentuk kesyirikan.

Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:

فَإِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لاَإِلهَ إِلاّ الله يَبْتَغِي بِذَ لِكَ وَجْهَ اللهِ ( متفق عليه )

“Sesungguhnya Allah mengharamkan bagi neraka orang yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah dengan mengharap wajah Allah semata.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

5. Tauhid Merupakan Syarat Utama Diterimanya Semua Amal Ibadah.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya): “Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-An’aam: 88).

6. Tauhid Merupakan Sebab Utama Dihapuskannya Dosa-dosa.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya): “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya”. (QS. An-Nisaa’: 48 & 116).

7. Orang Yang Tauhidnya Benar dan Bersih dari Syirik Dijamin Pasti Akan Masuk Surga.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

مَنْ لَقِيَ اللهَ لاَ يُشْرِكُ بِه شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ ( رواه مسلم )
“Barangsiapa berjumpa Allah (yakni meninggal dunia, pent) dalam keadaan tidak menyekutukan sesuatu pun dengan-Nya, maka ia pasti masuk Surga.” (HR. Muslim).

8. Orang Yang Tauhidnya Benar dan Murni dari Kesyirikan dan Kekufuran Dijamin Mendapatkan Hidayah dari Allah di Dunia dan Keamanan dari Siksa-Nya di Akhirat.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya): “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezholiman (yakni syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-An’aam: 82).

Berkata Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah: “Orang-orang yang mengikhlaskan ibadah mereka hanya untuk Allah saja dan mereka tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, mereka itu akan mendapatkan keamanan (dari siksa Allah, pent) pada hari kiamat dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk di dunia dan akhirat.”. (Lihat Fathul Majid Syarhu Kitab At-Tauhid, hal. 36).

Yang dimaksud dengan kezholiman pada ayat di atas adalah syirik sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu, ia berkata: ”Tatkala ayat ini turun, para shahabat berkata: “Siapa diantara kami yang tidak pernah berbuat zholim kepada dirinya sendiri ?” Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Bukan demikian maksudnya. Apakah kalian tidak pernah mendengar perkataan Luqman (Al-Hakim kepada putranya): “(Wahai anakku, janganlah engkau berbuat syirik kepada Allah), sesungguhnya kesyirikan itu adalah kezholiman yang sangat besar.” (HR. Al-Bukhari).

Demikianlah beberapa keutamaan dan keistimewaan
TAUHID yang dijelaskan oleh Allah dan Rasul-Nya di dalam Al-Quran Al-Karim dan Hadits-hadits yang Shohih.

(Bersambung dengan Kajian tentang “BAHAYA SYIRIK DI DUNIA DAN AKHIRAT, إِنْ شَاءَ اللّهُ ) 🙂

RENUNGAN UNTUK PENUNTUT ILMU SYAR’I

Ust. Ferry Nasution Lc

Wahai saudara-saudariku para penuntut ilmu…
Sungguh kalian adalah orang yang terhormat,kalian adalah para pejuang pembela serta pemelihara agama yang mulia ini…
Kalian adalah sebagai seorang dokter bagi manusia yang terkena penyakit syahwat dan syubhat!…

Untuk itu wahai saudara-saudariku…
Hindarilah sejauh mungkin perbuatan dosa dan maksiyat,
fokuskan dan Sibukanlah dirimu untuk senantiasa mempelajari ilmu agama yang mulia ini serta mengamalkannya…
Dan memohonlah kepada ALLAH agar dimudahkan untuk mendapatkannya serta mengamalkannya…

Ikhwan dan akhwat sekalian…
Hiasilah dirimu.. dengan akhlak yg mulia nan terpuji…

Dan janganlah engkau mencemari dirimuu dengan akhlak-akhlak yg buruk…

Akhlak-akhlak yg akan menurunkan martabatmu menuju kepada kehinaan serta kerendahan dirimu dengan sebab akhlakmu yang buruk nan tercela!…

Wahai para penuntut ilmu, bergaullah dengan manusia dengan akhlak yg mulia, mereka sangat menanti belaian tanganmu! Sapaanmu…

Nasehatilah mereka dengan ilmu yg benar! Serta da’wahkan kepadanya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan padanya…

Karena pada hakekatnya penuntut ilmu adalah manusia yg paling faham tentang kebenaran dan yg paling sayang kepada makhluk.

Semoga ALLAH subhaanahu wa ta’ala memajukan da’wah yang haq ini, yg bersumber murni dari Alqur’an dan sunnah sesuai dengan apa yang difahami oleh para sahabat Nabi yg mulia صلى الله عليه وسلم.

Akhirnya, kami memohon kepada ALLAH subhaanahu wa ta’la agar memberikan kepadaku dan kepada antum serta antunna agar diberikan taufiq untuk istiqomah dijalan yg haq ini serta diberikan kemudahan untuk dapat mengamalkan dari ilmu yg telah kita miliki yang dengannya اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ akan memberikan manfaat untuk kita semua baik ketika kita hidup di dunia yang fana ini maupun ketika kita berada didalam kubur kita masing-masing ketika tidak ada sesuatu yang dapat membahagiakan kita didalam kubur kita!

Saudaramu
Ahmad Ferry Nasution.

Memperhatikan Ibadah Anak Kita

Anda akan ditanya diakhirat.. Atas tanggung jawab ini,

Ust Abu RiyadL Lc

Lihatlah bagaimana nabi shalallhualaiwasalam mengajarkan kita untuk memperhatikan ibadah anak anak kita..

Disaat anak yang telah memasuki usia tujuh tahun diperintahkan untuk shalat berdasarkan sabda Nabi shalallhu alaihiwasalam:
(( مُرُوْا أَبْنَاءَكُمْ بِالصَّلاَةِ لِسَبْعٍ, وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا لِعَشْرٍ, وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ ))
“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat ketika usia tujuh
tahun, dan pukullah mereka (jika tidak mau) mengerjakan shalat ketika usia sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.”

HR. Abu Dawud no. 495 dan 496, Ahmad (2/187), dan Al-Hakim (1/198). Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwa-ul Ghalil no. 247.

Namun ketika mendidik jangan hanya menyuruh dan memerintah..
Mereka akan lebih terbentuk dari cara anda memberi contoh..

Bagaimana anak mau tepat waktu sholat berjama’ah sedangkan anda bermalas malas..

Bagaimana anak akan rajin baca qur’an padahal anda tergolong malas baca qur’an, mungkin hanya sekali setahun khatam.. Atau 5 tahun sekali khatam.. Atau bahkan seumur hidup cuma khatam sekali…

Wahai ayah dan bunda..
Kami ingin contoh darimu untuk aku tiru..
Kami lebih mengerti bahasa tubuh dari pada bahasa lisan..

Semoga kalimat ini menggugah fikiran dan semangat kita untuk mendapat anak sholeh dan sholehah.. Yg mana doa mereka akan sampai manfaatnya ke alam qubur kita..
آمــين ​اَللّهُمَّ آمــين

Www.abu-riyadl.blogspot.com

Orang Yang Ber-Aqal

Ust Syafiq Riza Basalamah, MA

akhi ukhti…
Apakah kita termasuk orang yang berakal???

Yang cerdas?
Sehingga memiliki predikat yang macam2…

Simaklah perkataan Ibnu Sireen;

“Orang yang berakal bukanlah yang dapat membedakan antara kebaikan dan keburukan,

Tapi orang yang berakal adalah yang tatkala melihat kebaikan ia mengikutinya

Dan bila melihat keburukan ia menghindarinya”.

(Hilyatul Awliya’ 8/933)

Selamat menjadi orang yang beraqal

Untuk Mereka Yang Ingin Poligami

Beberapa ikhwan.. Berfikir untuk poligami sedangkan ia secara ekonomi masih terseok seok..

Hendak memasukkan 2 muatan dalam kapal yg kecil..

Atau hendak ingin menyinari dua kamar.. Namun ia hanyalah lilin..

Ia selalu berkata: kan poligami sunah rosul..

Si istripun bisa menjawab jika secara ekonomi suami hanya pas pasan ataupun jika kaya namun ia kurang memberi perhatian kpd keluarga..

Maka katakan kepda beliau: wahai suamiku sayang..berbuatlah baik kpd istrimu ini dulu sebagaimana junjungan kita Rosulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam
bersabda :

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي (رواه ابن حبان)

“Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik dari kalian sikapnya kepada keluarganya. Dan aku adalah yang terbaik dari kalian sikapnya kepada keluarga.” (HR. Ibnu Hibban)

Sunah rosul tidak menyengsarakan istri..

Sunah rosul juga tidak membuat istri tidak diberi perhatian..

Jika suami itu baik dan bijak serta secara ekonomi mampu.. Maka
tidak perlu para suami itu uring uringan minta poligami..

Niscaya si istri yg sholehah akan ridho atas syariat ini..

Wahai para suami.. Apakah yg telah antum berikan untuk kaum hawa ini??

Salam dari abu riyadl
www.abu-riyadl.blogspot.com

Untuk Ayah Dan Ibu

Ust. Abu RiyadL

Jika anak anak bisa mengungkapkannya lewat makalah.. Mungkin mereka akan menuliskan beberapa hal berikut untukmu ayah dan ibu:
 
1. Wahai ayah/ibu, jangan risau dengan apa yang belum bisa kulakukan, lihatlah apa yang sudah bisa kulakukan, lihatlah lebih banyak kelebihanku

2. Wahai ayah/ibu, aku memang belum bisa berhitung, tapi lihatlah aku bisa selalu tersenyum ceria

3.Wahai ayah/ibu, jangan keluhkan aku tidak bisa diam, lihatlah energiku ini, bukankah kalo aku jadi pemimpin, aku butuh energi sebesar ini

4.Wahai ayah/ibu, jangan kau bandingkan aku dengan anak lain, lihatlah aku tidak pernah membandingkanmu dengan ortu lain, aku hanya satu

5. Wahai Ayah/ibu, jangan bosan dengan pertanyaan2ku, lihatlah besarnya rasa ingin tahuku, aku belajar banyak dari rasa ingin tahu

6. Wahai Ayah/ibu, jangan bentak2 aku, lihatlah aku punya perasaan, seperti engkau juga memilikinya, aku sedang belajar memperlakukanmu kelak..

7. Ayah/Ibu, jangan ancam2 aku, seperti engkau juga tidak suka diancam orang lain, lihatlah aku sedang belajar memahami keinginanmu

8. Ayah/ibu, jangan lihat nilaiku yang rata2, lihatlah aku mengerjakannya dengan jujur, lihatlah aku sudah berusaha

9. Ayah/ibu, aku memang belum bisa membaca, namun lihatlah aku bisa bercerita, pada saatnya aku akan bisa, aku butuh engkau percaya

10. Ayah/ibu, aku memang kurang mengerti matematika, tapi lihatlah aku suka berdo’a, dan aku senang sekali mendo’akan yang terbaik untukmu

11. Ayah/ibu, aku memang banyak kekurangan, tapi aku juga punya kelebihan, bantu aku agar kelak kelebihanku berguna bagi sesama

12. Ayah/ibu, hubungan kita sepanjang zaman, bantu aku mengenalmu dengan cara aku belajar bagaimana engkau mengenalku

13. Ayah/ibu, aku ingin mengenangmu sebagai yang terbaik, ajari aku dengan lihatlah yang terbaik dariku, sehingga aku bangga menyebut namamu

14. Ayah/ibu, semoga kita punya cukup waktu untuk saling mengenal dan memahami, aku belajar melihatmu dari cara engkau melihatku..

Copast dari teman.. Semoga manfaat..

Cinta Dunia

Penyakit yang mengeluti kebanyakan umat islam sebagaimana yang di isyaratkan dalam riwayat yang masyhur adalah Al WAHN. Yaitu cinta dunia dan takut mati.

Çinta dunia merupakan sumber ketergelinciran. Sedangkan harta mengandung banyak penyakit, paling tidak ia akan menjadikan seseorang sombong dan takabur, minimal, menyibukkan dari mengingat Allah dan Ayat-ayat Nya.Sedang orang yang lalai ,ia adalah orang yg merugi.Bila ia jauh dari mengingat Allah,ia akan terkuasai syaiton,dan syaiton akan menghiasi keburukan-keburukan seolah kebaikan.

Seseorang yang mabuk dunia keadaannya lebih parah dari mabuk arak, orang tersebut tidak akan pernah sadar dan siuman kecuali bila telah merasakan sempit dan gelap nya liang lahat.

Berkata Yahya ibnu mu’adz ,” Dunia merupakan araknya syaithon, barang siapa yang mabuk,ia tidak akan sadar hingga merasakan hadirnya kematian dan ia tergolong dari orang2 yg menyesal selamanya”.

Diriwayatkan oleh Anas, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Barang siapa yg Akhirat memenuhi keinginan hati nya, maka Allah jadikan rasa kaya berada dihatinya, dan dikumpulkan baginya perbendaharaan harta, datang kepadanya isi dunia, sedang ia merasa tÍdak butuh pada nya. Dan barang siapa dunia memenuhi isi hatinya, maka Allah jadikan kefakiran melekat dihadapan matanya, dan menjauh darinya perbendaharaan harta, dan gemerlap dunia menjauh darinya kecuali apa yg ditaqdirkan bagi nya”. HR Tirmidy.

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

TAKUTLAH ENGKAU AKAN RINGANNYA TIMBANGAN AMAL KEBAIKANMU PADA YAUMUL QIYAMAH

Perhatikanlah…Saudara-saudariku kaum muslimin dan muslimah yang dimuliakan oleh ALLAH subhaanahu wa ta’ala…

Saudaraku…
Takutlah engkau akan ringannya timbangan amalanmu!

Takutlah engkau akan diberikannya catatan amalan dari arah kiri, karena sesungguhnya itu semua adalah musibah yang sangat besar yang menimpa dirimu…

Oleh sebab itu, bersemangatlah!
wahai saudara-saudariku untuk mengerjakan amal-amal yang bisa mengantarkan kepada kebahagiaan dan keberhasilan yang besar untuk kita selama masih ALLAH subhaanahu wa ta’ala memberikan kehidupan untuk kita..dan jangan kita sampai menyia-nyiakan umur kita terhadap sesuatu yang tidak memberikan manfaat dunia dan akhirat kita…

Kemudian perbanyaklah amal-amal yang bisa memberatkan timbangan amal kebaikanmu dan diberikannya catatan amalmu dari arah sebelah kanan, sehingga engkau menjadi orang yang sukses dan berhasil.

Sebagaimana ALLAH subhaanahu wa ta’ala berfirman:
“Barang siapa yang berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang yang dapat keberuntungan.
Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya…”(Surat Al Mu’Minuun 102-103)

Semoga ALLAH subhaanahu wa ta’ala menerima amal sholeh kita yang kelak اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ sebagai pemberat timbangan kebaikan untuk kita.

 Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Ikhlas dan Husnudzan

Ust. Badrusalam Lc

كان طلحة بن عبدالرحمن بن عوف
أجود قريش في زمانه فقالت له امرأته يوما : ما رأيت قوما أشدّ لؤْما منْ إخوانك . قال : ولم ذلك ؟ قالت : أراهمْ إذا اغتنيت لزِمُوك ، وإِذا افتقرت تركوك ! فقال لها : هذا والله من كرمِ أخلا‌قِهم ! يأتوننا في حال قُدرتنا على إكرامهم.. ويتركوننا في حال عجزنا عن القيام بِحقِهم
Thalhah bin Abdirrahman bin Auf adalah orang yang paling dermawan di kalangan Quraisy di zamannya. Suatu hari istrinya berkata kepadanya, “Aku tidak pernah melihat orang yang paling tidak tau terima kasih dari teman-temanmu.”

Thalhah berkata, “Mengapa begitu?”
Istrinya berkata, “jika kamu sedang kaya, mereka mendekatimu, dan jika kamu sedang tidak punya, mereka meninggalkanmu.”

Thalhah berkata, “Demi Allah, ini mungkin dari kebaikan akhlak mereka. Mereka datang dikala kita dapat memuliakan mereka, dan meninggalkan kita ketika kita tidak mampu melaksanakan hak mereka.”

علّق على هذه القِصة الإ‌مام الماوردي فقال : انظر كيف تأوّل بكرمه هذا التأويل حتى جعل قبيح فِعلهم حسنا ، وظاهر غدرِهم وفاء. وهذا والله يدل على ان سلا‌مة الصدر راحة في الدنيا وغنيمة في الآ‌خرة وهي من أسباب دخول الجنة (ونزعنا ما في صدورهم من غل إخوانا على سرر متقابلين )

Imam Al Mawardi memberi komentar kisah ini.
Beliau berkata, “Lihatlah, bagaimana kemuliaannya membuat ia berbaik sangka, sehingga ia memandang buruknya perbuatan mereka menjadi baik.

Ini demi Allah menunjukkan kepada keselamatan hati.
Ia adalah ketenangan di dunia, dan keberuntungan di akherat.
Dan ini adalah salah satu sebab masuk ke dalam surga.

Allah berfirman:
ونزعنا ما في صدورهم من غل إخوانا على سرر متقابلين

“Dan Kami cabut rasa dengki terhadap kawan-kawannya di hati mereka. Di atas kasur kasur mereka saling berhadapan.”