Category Archives: Rochmad Supriyadi

Pembatal Puasa

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du ;

Allah Ta`ala berfirman, “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa “. (QS Al Baqarah 187).

Didalam ayat mulia ini Allah Ta`ala jelaskan tentang pokok dari pembatal puasa, diantaranya sebagai berikut :

1. Melakukan hubungan badan, dan ini merupakan pembatal puasa yang paling mendatangkan dosa, jika dilakukan pada siang hari bulan ramadhan maka ia wajib mengganti puasa dan menunaikan kafaroh yang berupa membebaskan budak mukminah, jika tidak sanggup maka berpuasa selama dua bulan berturut turut, jika tidak sanggup maka memberikan makanan sejumlah enam puluh miskin.

2. Mengeluarkan mani secara sengaja dengan syahwat, sebagai mana dicantumkan dalam hadits kudsi, “Ia meninggalkan makan, minum dan syahwat nya karena Aku “.(HR Bukhari).

3. Makan dan minum, dan dilarang pula berlebih-lebihan dalam membersihkan hidung tatkala berwudhu. Demikian pula infus transfusi darah maupun infus cairan yang bersifat pengganti makan dan minum. Adapun suntikan yang tidak bersifat pengganti makan maka tidak membatalkan puasa.

4. Melakukan bekam yang mengeluarkan darah. Termasuk pula melakukan donor darah.

5. Mengeluarkan darah haid atau nifas bagi wanita.

Sebagai mana Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukankah seorang wanita jikalau haid dan nifas tidak mengerjakan sholat dan puasa.”

Semoga kita di berikan kesempatan untuk menunaikan ibadah ini dengan sempurna, dan diberikan limpahan rahmat dan magfiroh hingga menghantarkan kedalam surga yang kekal abadi.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Memahami Al Qur’an

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Dalam bahasan yang terdahulu telah kita uraikan Tilawah secara harfiah, yaitu dengan membaca surat surat nya, dan ayat-ayat nya.
Dibagian kedua ini akan kita bahas tentang Tilawah secara makna dan hukum yang berupa mengimani dan membenarkan berita berita didalam nya, mengikuti hukum hukum nya, menjalankan perintah perintah nya serta menjauhi larangan larangan nya.
Bahasan ini merupakan sangat penting dikarenakan tujuan yang utama dari diturunkannya Al Qur`an.

Allah Ta`ala berfirman, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS sad 29).

Oleh karena itu para salaf ridwanallahu alaihim senantiasa mempelajari Al Qur`an, memahami kandungan nya serta mempraktekkan hukum hukum yang ada didalamnya.
Abu Abdurrahman As Sulamy berkata, “Para sahabat yang dahulu mengajarkan Al Qur`an seperti Utsman ibnu Affan, Abdullah ibnu Mas`ud dan selain mereka telah bercerita kepada kami, bahwasanya dahulu mereka apa bila mempelajari sepuluh ayat dari Al Qur`an maka mereka tidak menambah nya hingga selesai mempelajari ilmu dan mengamalkan nya, dan mereka berkata: “Kami mempelajari Al Qur`an secara ilmu dan mengamalkan nya.”

Tilawah jenis ini adalah yang akan memberikan keselamatan dan kebahagiaan serta menjaga dari kebiasaan dan kesengsaraan.
Allah Ta`ala berfirman, “Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.”

Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?”

Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan.”

Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.”. (QS TaHa 123~127)

Semoga Allah Ta`ala memberikan taufik kepada kita, sehingga diberikan kekuatan untuk membaca dan Tilawah Al Qur`an dengan sebenarnya, dan kita dapat meraih keberuntungan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Adab Orang Yang Berpuasa

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Puasa ramadhan adalah suatu ibadah yang agung dan mulia, disana dituntut untuk melakukan perkara perkara yang wajib dan ada pula perkara yang mustahab, diantaranya adalah :

** Makan sahur, yaitu diakhir malam, sebagai mana sabda Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam, “Makan sahur lah, Sesungguhnya didalam sahur terdapat keberkahan.” (HR Bukhari dan Muslim).

Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, ” Perbedaan antara puasa kita dan puasa orang ahli kitab adalah makan sahur.” (HR Muslim)

Rosulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Makan sahur adalah keberkahan, maka jangan engkau tinggalkan walaupun seteguk air, karena para malaikat mendoakan orang orang yang melakukan sahur.” (HR Ahmad)

Seyogyanya orang yang menjalankan sahur meniatkan untuk merealisasikan perintah dan perbuatan Nabi sallallahu alaihi wa sallam, agar amalan sahur nya memiliki nilai ibadah dan mendapatkan pahala.

Waktu yang paling tepat untuk melakukan sahur adalah di lakukan pada waktu mendekati muncul nya fajar yaitu akhir malam.

Suatu saat sahabat Anas ditanya antara selesai sahur Nabi sallallahu alaihi wa sallam dengan waktu dikumandangkan adzan?, maka dijawab, “sekitar bacaan lima puluh ayat.” (HR Bukhari)

Diantara adab orang yang berpuasa adalah bersegera untuk melakukan berbuka puasa jikalau matahari telah terbenam, sebagai mana diriwayatkan dari sahabat Sahl ibnu Sa`ad radhiyallahu`anhu bahwa Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, ” Umat ini akan senantiasa berada dalam kebaikan selagi menyegerakan berbuka puasa “. (HR Bukhari dan Muslim)

Dan seyogyanya berdoa tatkala berbuka, Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak akan tertolak di waktu berbuka puasa.” (HR Ibnu Majah)

Diantara adab orang yang menjalankan ibadah puasa adalah banyak membaca Al Qur`an, berdzikir, berdoa, sholat, sedekah.

Perangai Yang Wajib Dijaga Bagi Seorang Yang Berpuasa

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du ;

Sesungguhnya orang yang berpuasa memiliki adab dan etika yang sangat banyak, yang bersifat wajib dan mustahab yang seyogyanya setiap kita menjalankan serta menjaganya.

Diantara adab yang wajib untuk dikerjakan bagi orang yang menjalankan ibadah puasa adalah mengerjakan serta menjaga sholat wajib lima waktu dan menunaikan nya secara berjamaah di masjid. Sholat lima waktu merupakan rukun islam yang kedua yang lebih didahulukan daripada mengerjakan puasa bulan ramadhan.

Meninggalkan sholat jamaah di masjid mendapatkan ancaman yang keras, bahkan di serupakan dengan orang munafik.

Didalam sohih Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu`anhu, bahwasanya Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda, ” Seberat berat sholat bagi orang munafik adalah sholat isya dan subuh, jikalau sekiranya mereka tahu keutamaan keduanya niscaya mereka akan mendatangi nya walaupun merangkak, sungguh aku berkeinginan untuk memerintahkan agar di tegakkan sholat dan aku memerintahkan seseorang agar memimpin nya dan beberapa orang ikut bersama ku berkeliling siapa saja yang tidak mendatangi sholat jamaah maka akan aku bakar rumah rumah mereka.”

Didalam sohih Muslim dari sahabat Ibnu Mas`ud radhiyallahu`anhu berkata, ” Barangsiapa yang berkehendak untuk berjumpa dengan Tuhannya (dalam keadaan diridhoi) maka hendaknya ia menjaga sholat lima waktu tatkala diserukan kumandang adzan, Sesungguhnya Allah telah mensyariatkan petunjuk-petunjuk sunnah kepada nabi Nya, dan tidak seorangpun yang meninggalkan sholat jamaah kecuali ia adalah seorang munafik yang jelas nifak nya.”

Diantara orang yang berpuasa dijumpai ia tertidur dari mendirikan sholat, dan ini merupakan kemungkaran yang amat besar, maka seyogyanya kita tidak lalai dari mendirikan sholat lima waktu ini.

Tilawatil Qur’an

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, washolatu wassalamu ala Rosulillah, wa ba` du ;

Allah Ta`ala berfirman,” Sesungguhnya orang orang yang membaca kitab Allah dan menegakkan sholat dan menunaikan zakat dari apa yang telah di rizkikan kepada mereka baik secara sembunyi maupun secara terang terangkan, mereka mengharapkan suatu perniagaan yang tidak pernah merugi.
Mereka berharap agar di penuhi pahala mereka dan di berikan tambahan dari karunia Nya, Sesungguhnya Dia Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Syukur.”

Di dalam ayat di atas diterangkan tentang anjuran membaca dan tilawah kitab Allah Ta`ala yaitu Al Qur`an, dan taiwan ada dua jenis yaitu :

1. Tilawah secara hukum yaitu membenarkan berita berita nya, dan mengerjakan hukum hukum nya, dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan didalam nya.

2. Tilawah secara lafal dengan membaca keseluruhan, maupun surat surat nya maupun ayat ayat nya.

Di riwayat kan dari sahabat Ustman ibnu Affan radhiyallahu`anhu bahwa Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda,” Sebaik baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur`an dan mengajarkan nya “. (HR Bukhari dan Muslim).

Di diriwayatkan dari sahabat A`isyah radhiyallahu`anha bahwa Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang mahir membaca Al Qur`an maka ia akan bersama para malaikat yang baik lagi mulia, dan orang yang tertatih tatih dalam membaca Al Qur`an dan di mendapatkan kesulitan maka ia akan mendapatkan dua pahala, pahala membaca dan pahala kesulitan yang ia dapatkan.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dari sahabat Abu Musa Al Asy`ary radhiyallahu`anhu bahwa Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Permisalan seorang mukmin yang membaca Al Qur`an seperti minyak wangi yang baunya harum semerbak yang rasanya enak, sedangkan orang mukmin yang tidak membaca Al Qur`an seperti perumpamaan buah kurma yang tidak beraroma namun rasanya manis.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dari sahabat Ukbah ibnu A`mir bahwa Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Apa yang menghalangi kalian untuk pergi ke masjid dan membaca ayat Al Qur`an dua ayat yang pahala nya lebih utama dari mendapatkan dua onta, tiga ayat pahala nya lebih utama dari mendapatkan tiga onta,…..” (HR Muslim).

Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu`anhu bahwa Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah suatu kaum yang berkumpul di rumah Allah kemudian membaca kitab Allah dan saling mempelajari di antara mereka, kecuali di turunkan kepada mereka ketentraman, dan mereka mendapatkan rahmat, dan para malaikat memberikan naungan dengan sayap sayap mereka, dan Allah senantiasa menyebut nama nama mereka di sisi para malaikat Nya.” (HR Muslim)

Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda,” Jagalah Al Qur`an, sungguh demi yang jiwaku berada di Tangan Nya, ia lebih mudah lepas (dari hafalan) jika di bandingkan dengan seekor unta yang sedang diikat dalam kandangnya “. HR Bukhari dan Muslim.

Dari sahabat Abdullah bin Mas`ud radhiyallahu`anhu bahwa Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda,” Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur`an maka baginya mendapatkan satu kebaikan, satu kebaikan akan di lipat ganda kan dengan sepuluh kebaikan, Aku tidak katakan Alif lam mim satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf “. HR Tirmidzi.

Hadits hadits di atas merupakan keutamaan membaca Al Qur`an bagi yang membaca nya, sehingga merugilah orang yang mengabaikan nya.

Semoga kita di berikan kekuatan dari Allah untuk Tilawah kitab Nya yang menghantarkan menuju ridho dan jalan keselamatan dan dihindarkan dari kesesatan.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Keutamaan Puasa

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, wassholatu wassalamu ala` rosulillah, wa ba`du;

Puasa merupakan ibadah yang paling utama, ketaatan yang paling mulia, hingga Allah Ta`ala memfardhukan ibadah ini pada setiap umat sebelum kita, sebagai mana di firman kan, dalam QS Al-Baqarah 183 , ” Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Sekiranya ibadah ini tidak memiliki nilai niscaya tidak di wajib kan pada setiap umat, akan tetapi di karena kan puasa adalah ibadah yang agung hingga setiap orang merasa butuh dan di fardhukan bagi mereka.

Di antara keutamaan puasa adalah menghapus dosa dosa dan keburukan, sebagai mana di riwayat kan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu`anhu, bahwa Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda,” Barangsiapa berpuasa ramadhan dengan penuh keimanan dan mencari pahala maka akan di hapus dosa dosa nya yang terdahulu “. HR Bukhari dan Muslim.

Maksud hadits ini adalah jika seseorang berpuasa dalam rangka beriman dan ridho akan fardhu nya puasa, ia hanya meniatkan untuk mencari pahala dan ganjaran semata, tidak merasa benci dan ragu atas pahala yang di janjikan maka ia akan di hapus dosa dosa nya yang terdahulu.

Sebagai mana pula dalam sabda Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam,” Sholat lima waktu, Jum`at sampai Jum`at berikutnya, ramadhan hingga ramadhan berikutnya akan menghapus kan dosa dosa jika ia menjauhi dosa besar “. HR Muslim.

Di antara keutamaan puasa adalah akan di berikan balasan yang tidak terhingga, sebagai mana di riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu`anhu bahwa Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta`ala berfirman,” Setiap amalan anak cucu Adam akan kembali pada diri nya, kecuali ibadah puasa, maka sesungguhnya puasa itu untuk Ku, dan Aku akan memberikan balasan nya, puasa adalah perisai, jikalau kalian berpuasa maka jangan berbuat sia sia, berbuat aniaya.

jikalau kalian menjumpai seorang yang mencela atau hendak membunuh maka katakan kepadanya bahwa aku berpuasa, demi yang jiwaku berada di tangan-Nya sungguh aroma mulut orang yang berpuasa lebih wangi dari pada aroma kasturi, dan bagi yang berpuasa ia menjumpai dua kebahagiaan, jika ia berbuka puasa maka ia akan merasa bahagia dan juga kelak berjumpa dengan Tuhannya”. (HR Bukhari dan Muslim).

Dari hadits ini terdapat banyak keutamaan berpuasa, di antara nya:

» Amalan puasa merupakan amalan khusus yang dipersembahkan untuk Allah Ta`ala, dikarenakan di sana mengandung rasa ikhlas dan rahasia antara ia dan Allah Ta`ala semata, memungkinkan bagi yang berpuasa ia makan dan minum di tempat tersembunyi, akan tetapi ia meninggalkan ini semata karena Allah dan mengharapkan pahala, sehingga Allah bersyukur kepadanya atas keihlasan yang ia lakukan. Didalam hadits di katakan, “Ia meninggalkan syahwat dan makan karena Aku”.
Berkata Sufyan ibnu Uyainah rohimahullahu, “Jika nanti hari kiamat Allah akan menghisap amalan para hamba dan di balasannya semua kezaliman-kezaliman dari perbuatannya hingga tidak tersisa dari amalannya kecuali puasa maka Allah akan menanggung apa yang tersisa dari kezaliman dan ia pun dimasukkan ke dalam surga dengan puasa tersebut”.

» Allah Ta`ala berjanji, “Sesungguhnya Aku akan membalasinya”. Dalam hadits ini dikatakan setiap amalan kebaikan akan diberikan balasan berlipat ganda sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat dan lebih, adapun puasa maka Allah menyandarkan pahala kepada diri-Nya Ta`ala, tanpa perhitungan kelipatan, sedangkan Allah adalah Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah, sehingga pahala puasa memiliki pahala besar dan banyak karena puasa merupakan ketaatan dan kesabaran terhadap perkara yang dilarang dan sabar dari menjalankan ketaatan, dan sabar dari takdir yang terasa berat dari menahan lapar dan haus dan lemah nya badan, hingga terkumpul tiga jenis kesabaran.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Hari Pertama Ramadhan

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, washolatu wassalamu ala` rasulullah, wa ba`du;

Ikhwati, telah menghampiri kita bulan yang di penuhi kemuliaan, bulan yang agung yang Allah Ta`ala lipat ganda kan pahala, di buka pintu pintu kebaikan, diturunkan keberkahan, bulan yang di turunkan Al Qur`an sebagai petunjuk dan hidayah bagi para manusia, bulan yang di liputi rahmat dan ampunan dan pembebasan dari api neraka.

Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Apabila datang bulan ramadhan maka di buka pintu-pintu surga dan di tutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu para syaitan.” (HR Bukhari dan Muslim).

Di buka pintu surga di bulan mulia ini di karena kan banyak nya amalan-amalan kebaikan yang salih di lakukan sebagai pendorong bagi orang-orang yang hendak beramal, dan di tutup pintu neraka di karena kan sedikit nya maksiat yang di lakukan oleh orang-orang yang beriman, demikian pula di borgol nya syaitan sehingga tidak bebas seperti hari-hari lain nya.

Di riwayat kan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu`anhu bahwa Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Umat ku di berikan lima perangai pada bulan ramadhan, yang tidak di berikan kepada para umat sebelum nya, aroma mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah dari pada aroma kasturi, dan para malaikat meminta kan ampunan hingga berbuka puasa, dan Allah menghiasi surga Nya setiap hari dan berfirman,” Hampir para hamba Ku yang sholih terbebas dari beban dan gangguan dan segera menuju ke pada mu (surga), dan di borgol para syaitan hingga tidak bebas seperti hari hari bisa, dan akan di berikan ampunan pada setiap akhir malam.”

Para sahabat bertanya, apakah itu pada malam lailatul qadar?, maka di jawab, bukan, akan tetapi bagi setiap muslim yang beramal ia akan mendapatkan balasan nya, jika ia telah selesai beramal.”

Kelima perangai ini Allah janjikan dan di khusus kan untuk umat nabi muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yang tidak pernah di berikan kepada umat manusia sebelum nya.

Dzikir Kepada Allah Ta’ala

Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du ;

Allah Ta`ala telah memerintahkan kita agar selalu mengingat, berdzikir, dan berbuat taat kepada Allah Ta`ala, sebagaimana di firman kan dalam QS Al Ahzab 41/42 ,

“Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.
Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.”

Nabi sallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Hendaknya lisan mu senantiasa basah dengan mengucapkan dzikir kepada Allah Ta`ala.”

Jiwa manusia dengan aneka kelemahan dan kekurangan yang terkadang merasa sedih, sempit, gundah, akan terobati dengan melantunkan dzikir yang merasa kan keagungan Allah dan pasrah terhadap putusan Nya Ta`ala.

Allah berfirman dalam QS Ar Ra`du 28 ,
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”

Al Hasan al Basry berkata, “Carilah manisnya iman dalam tiga perkara:
* ketika sholat,
* ketika berdzikir,
* ketika membaca Al Qur’an,

Niscaya kalian akan dapatkan, jikalau tidak, maka ketahuilah bahwa pintu hidayah telah tertutup bagi mu.”

Dzikir kepada Allah Ta`ala akan mendatangkan ketenteraman, kebahagiaan, kelonggaran, kesejukan, dan meningkatkan iman seseorang, sebagaimana di firman kan dalam QS Al Hajj 34/35:

” maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),
(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka.”

View

Ajari Anakmu Sholat

Pendidikan anak yang sangat ditekankan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah membaguskan semangat anak untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Anak dihasung untuk senantiasa melatih diri beribadah.

Hingga pada masanya, anak tumbuh dewasa, dirinya telah memiliki kesadaran tinggi dalam menunaikan kewajiban ibadah. Di antara perintah yang mengharuskan anak dididik untuk menunaikan yang wajib, seperti hadits dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِيْنَ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

“Suruhlah anak-anak kalian menunaikan shalat kala mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka (bila meninggalkan shalat) kala usia mereka sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (Sunan Abi Dawud no. 495. Asy-Syaikh Al-Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullahu menyatakan hadits ini hasan shahih.)

Yang dimaksud menyuruh anak-anak, meliputi anak laki-laki dan perempuan. Mereka hendaknya dididik bisa menegakkan shalat dengan memahami syarat-syarat dan rukun-rukunnya. Jika hingga usia sepuluh tahun tak juga mau menegakkan shalat, maka pukullah dengan pukulan yang tidak keras dan tidak meninggalkan bekas, serta tidak diperkenankan memukul wajah. (Lihat ‘Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Dawud, 2/114)

Untuk mengarahkan anak tekun dalam beribadah memerlukan pola yang mendukung ke arah hal tersebut. Seperti, diperlukan keteladanan dari orangtua dan orang-orang di sekitar anak. Perilaku orangtua yang ‘berbicara’ itu lebih ampuh dari lisan yang berbicara. Anak akan melakukan proses imitasi (meniru) dari apa yang diperbuat orang tuanya.

Syariat pun sangat tidak membuka peluang terhadap orang yang hanya bisa berbicara (menyuruh) namun dirinya tidak melakukan apa yang dikatakannya.

Ditulis oleh,
Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Do’a Sapu Jagad

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

“Robbanaa aatinaa fid-dun yaa hasanah, wafil aa-khiroti hasanah, waqinaa ‘adzaaban-naar.”

“Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan selamatkanlah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah 201)

Penjelasan:
Doa ini merupakan doa yang singkat tapi sangat berguna karena mencakup semua aspek kehidupan diantaranya memiliki kandungan, memohon kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat dan keselamatan dari siksa api neraka. Doa ini baik dibaca dalam setiap kesempatan.

Sebab Turunnya Ayat:
Diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim dari Ibnu Abbas, katanya, “Suatu golongan dari kalangan Arab biasa datang ke tempat berwukuf lalu berdoa, ‘Ya Allah! Jadikanlah tahunku ini tahun hujan dan tahun kesuburan, serta tahun kasih sayang dan kebaikan,’ tanpa menyebut-nyebut soal akhirat walau sedikit pun.” Allah pun menurunkan tentang mereka, “Di antara manusia ada yang mengatakan, ‘Ya Tuhan kami berilah kami (kebaikan) di dunia, tetapi tiadalah bagian di akhirat.” (Q.S. Al-Baqarah 200)

Setelah itu datanglah golongan lain yakni orang-orang beriman yang memohon, ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka. Mereka itulah yang beroleh bagian dari apa yang mereka usahakan, dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.'” (Q.S. Al-Baqarah 201)

Oleh karenanya Allah Ta`ala memberikan pujian kepada para hamba yang memohon kebaikan urusan dunia dan akhirat.

Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah, “Terkumpul dalam doa ini permohonan segala kebaikan dunia dan perlindungan dari segala keburukan nya, dikarenakan segala kebaikan dunia mencakup seluruh keinginan seperti ; kesehatan, keselamatan, rumah yang indah, pasangan yang cantik, rezeki yang banyak, ilmu yang bermanfaat, amal yang salih, kendaraan yang mewah, dan seterusnya dari aneka nikmat yang termasuk dalam kebaikan dunia.

Adapun kebaikan akhirat maka yang paling diharapkan adalah masuk ke dalam surga serta aneka nikmat di dalam nya, dan terhindar dari rasa takut pada hari kiamat, padang mahsyar, hari perhitungan dan hisab, serta terbebas kan dari siksa neraka.

Berkata Al Qo`sim abu abdurrahman, “Barangsiapa yang telah diberikan hati yang pandai bersyukur, lisan yang berdzikir, tubuh yang mampu bersabar, maka ia telah di berikan di dunia suatu kebaikan, dan di akhirat kebaikan, dan ia akan di hindarkan dari api neraka.”

Di riwayat kan dari Abdul Aziz bin Syuhaib bahwa Qotadah bertanya kepada Anas radhiyallah anhu tentang doa yang paling banyak di baca oleh Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Anas menjawab :

رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّا .

“Dan Anas jika hendak berdoa dengan suatu doa maka ia melantunkan doa ini.” (HR Muslim).
« Tafsir Ibnu Katsir 2/262~263 »

View