Category Archives: Syafiq Riza Basalamah

Selamat… Anda…

Ustadz DR. Syafiq Basalamah, MA, حفظه الله تعالى

Akhi/Ukhti…
 
Bila kamu takut dari sesuatu, maka kamu akan berlari…
Berlari dan terus berlari meninggalkannya di belakang kamu
 
Tapi ada satu hal, yang kalau kamu terus berlari meninggalkannya
Dengan harapan meninggalkannya jauh dibelakang…
Ternyata yang kau kira sudah jauh, telah berada di depanmu
Apakah itu???
     
Kuburan…
 
Sudah tiada guna untuk terus berlari…
Secepat apapun larimu
Sekuat apapun tenagamu

Kuburan akan berada di depanmu

Maka sudahlah!
Berhenti berlari

Hadapilah yang kau takuti itu
 
Dan persiapkan diri

Akhi/Ukhti…
 
Kalau ada yang berkata kepadamu:

SELAMAT….

SELAMAT YAA

ANDA AKAN MATI…
 
Kiranya bagaimana tanggapan kita???
Marah?
Lemas?

Padahal itu adalah suatu kenyataaan,

Allah telah berfirman:
 
إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ
 
“Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ) akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula).” (QS. 39:30)

Buruk Namun Indah – Sesi Tanya Jawab

Ustadz DR. Syafiq Basalamah, MA, حفظه الله تعالى

* Adakah syarat-syarat nikah muda ?

* Bagaimana taubat dari pacaran yang dulu pernah dilakukan bagi orang yang telah menikah ?

* Mertua meninggal dengan meninggalkan hutang.

* Bolehkah kita memberikan zakat mal kita untuk melunasi hutang mertua tersebut ?

* Bagaimana menghadapi acara walimah keluarga yang ada musik dan campur baur, hadir atau tidak ?

* Mempelai wanita memberikan sejumlah harta kepada calon suami yang tidak mampu guna membayar mahar. Bolehkah ?

* Apa batas-batas berkomunikasi antara pria dan wanita selama masa taaruf hingga menjelang pernikahan ?
* Bagaimana menjelaskan kepada orang tua tentang adab-adab pernikahan yang syar’I ?

* Bolehkah menyarankan khulu’ kepada wanita yang dipoligami oleh suaminya ?

* Bagaimana cara menyampaikan status anak adopsi kepada sang anak ?

* Bagaiama teknis ijab qabul yang syar’I, apakah mempelai wanita harus hadir ?

* Apakah orang tua harus memeriksa detail profil dari calon mantunya?

* Apakah paman itu mahram bagi seorang wanita ?

* Syahwat sudah besar, tetapi orang tua masih belum mengizinkan menikah. Bagaimana solusinya?

* Bagaimana bulan madu yang syar’I ?

* Jika ada wanita anggota keluarga kita yang sudah berumur dan belum menikah, apa yang harus kita lakukan ?

* Orang tua belum menerima calon mantu karena kerjanya belum kerja kantoran. Bagaimana sikap kita ?

* Bolehkah menyembunyikan pernikahan dari keluarga ?

* Apa tanda-tanda wanita yang subur ?

* Bolehkah seorang suami memanggil istrinya dengan ummi untuk membahasakan anaknya ?

* Bolehkah membawa anak ke masjid dalam rangka pendidikan ?

* Bagaimana prosentase bakti seorang anak laki-laki kepada ibu setelah menikah ?

Simak jawaban Ust Syafiq bin Reza Basalamah.

Klik

http://salamdakwah.com/videos-detail/buruk-namun-indah.html

Bukan Alasan…

Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah, MA, حفظه الله تعالى

Akhi ukhti…

Kita adalah makhluk yang penuh keterbatasan…

Sering lupa, salah dan alpa…
Banyak kekurangan di sana dan di sini…

Ada sebagian yang membiarkan kekurangannya terus bertambah, dan kesalahannya terus bertumpuk…

Dengan dalih, dia adalah manusia biasa yang penuh keterbatasan…

Ketahuilah, bahwa kita memang tidak sempurna…
Kita tidak mungkin bisa sama 100% dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Tapi itu bukan alasan untuk membiarkan kekurangan dan kesalahan…
Karena kita diperintahkan untuk mendekati kepada kesempurnaan…

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

))سَدِّدوَقَارِبُوا((

“Berusahalah berbuat benar dan mendekat kepada kebenaran.” HR. Bukhari

Ibnul Qayyim menyimpulkan rahasia kesempurnaan manusia: 

كمال الإنسان بهمة ترقيه وعلم يبصره ويهديه.

“Kesempurnaan manusia itu tergantung pada (dua hal) 

1- semangat yang mengangkatnya 

2- ilmu yang menerangi jalannya dan memberikan petunjuk”. 

Jadi ilmu saja tidak cukup, berapa banyak yang berilmu namun karena semangatnya yang loyo, iyapun menjadi cemoohan orang, 

“Banyak dalilnya tapi amalnya tidak ada” 
Ibarat pohon yang tidak berbuah

Sebagaimana semangat tanpa ilmu, membuat sebagian beramal dan berbuat sesuatu yang mengantarkan pada kekurangan…

Seperti pencari kayu di malam hari tanpa pelita penerang, kadang dia memungut ular yang dikiranya kayu, sehingga membinasakan dirinya sendiri…

Jadi butuh ilmu
Dan semangat…

Barakallahu fiek…

Nikmat Adalah Bentuk Ujian

Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah, MA, حفظه الله تعالى

Akhii Ukhtii 

Masih ingatkah dengan kisa Nabi Sulaiman?

Seorang Nabi dan Raja yan gsangat hebat dan menakjubkan

Allah memberinya kerajaan yang tidak diberikan kepada siapapun sesudahnya

Ia memahami bahasa binatang

Bangsa jin tunduk bahkan menjadi bala tentaranya

Angin juga Allah tundukkan buatnya

Dan berbagai nikmat yang lainnya yang tak dapat dihitung lagi

Ketika ia mendengar ratu semut berbicara kepada rakyatnya, sebagaimana Allah ceritakan di dalam surah An Naml ayat 18, beliau tersenyum mendengarkan ucapannya dan langsung ingat kepada Allah sang Pencipta Yang Maha Kuasa, Yang telah memberinya nikmat tersebut seraya berdoa yang artinya

“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Nikmat Allah begitu Besar dan tanpa pertolonganNya tidak mungkin ia dapat mensyukurinya.

Nabi sulaimana tidak lupa daratan dengan kehebatannya, Ia sama sekali tidak congkak dan sombong, bahkan ia merendahkan dirinya depan Allah.

Dan ketika ia meminta agar singgasana ratu balqis dihadirkan ke istananya, sebelum matanya berkedip, singgasana itu telah hadir

Dari jarak yang sangat jauh, Ribuan kilometer antara Yaman Yerusallem

Dia sadar, bahwa yang terjadi adalah karunia Allah

Dan nikmat itu adalah bentuk ujian dariNya

Tidak seperti sebagian yang memandang ujian hanya yang bentuknya musibah

Maka Nabi Sulaiman langsung berkata

هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ]

“Ini termasuk karunia Rabbku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya) (An Naml 40).

Maka bila kau memperoleh nikmat, kesuksesan atau apa saja, sehingga kau merasa hebat

Ketahuilah bahwa dirimu sedang dalam ujian

Berapa banyak yang tidak lulus ketika diuji dengan kenikmatan dunia

Karena dunia membuatmu jauh dan lupa dari sang Pemberi

Semoga engkau bukan salah satunya

Nasehat Menjelang Penetapan Hasil Pemilu Presiden 2014

Ustadz DR. Syafiq Basalamah, MA, حفظه الله تعالى

Kekuasaan hanya milik Allah.
Dia yang memilikinya,
Dia memberikan kepada siapa yg dikehendakiNya,
Dia mencabut dari siapa yg dimauiNya.
DitanganNya segala kebaikan

Berarti kepadaNya meminta pemimpin
KepadaNya memohon penguasa yang baik
KepadaNya memohon perlindungan agar dijauhkan dari pemimpin-pemimpin yang zhalim

Dan hendaknya kita banyak berdo’a serta jangan pernah menganggap remeh sebuah do’a.

Berdo’alah seperti do’a Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dengan ucapan:

ALLAHUMMA INNI A’UDZUBIKA MIN IMAARATISHSHIBYAAN WAS SUFAHAA’ .

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu agar tidak dipimpin oleh orang-orang yang kekanak-kanakkan dan orang-orang yang bodoh”.

Tapi jangan lupa firman Allah ta’ala:

وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Demikianlah kami jadikan sebagaian orang zhalim sebagai pemimpin bagi orang zhalim yang lain, disebabkan perbuatan maksiat yang telah mereka lakukan.” ( Al-An’am: 129).

“Sebagaimana kondisi kalian, maka seperti itulah pemimpin yang akan mengatur kalian. Pemimpin kalian itu sesuai dengan amal kalian.”

Maka Jangan mengharapkan buah anggur, bila yang kau tanam adalah onak dan duri. Mengharap pemimpin yang muslim, baik dan jujur, selain berdoa harus dibalut dengan usaha memperbaiki rakyat yang mana merekalah basis utama para pemimpin. Perbaikilah iman, tauhid dan ibadah ummat. Bumi ini milik Allah, Dia mewariskan kepada hamba-hamba yg dikehendakiNya, dan akhir yang baik adalah untuk orang-orang yang bertaqwa. Ingatlah pesan Nabi Musa ‘alaihissalam kepada kaumnya:

“Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi ini milik Allah, Dia memberikannya kepada siapa saja hamba yang dikehendaki-Nya. Dan akhir yang baik adalah bagi orang-orang yg bertakwa” (QS. Al-A’raf:128)

Tetap optimis dan berusaha memperbaiki dengan berbalut doa yang tulus.

Baarakallahu fiykum

Sampai Dimanakah Anda Hari Ini ?

Ustadz DR. Syafiq Basalamah, Lc, MA, حفظه الله تعالى

Akhi Ukhti

Alhamdulillah udah masuk hari keenam

Seharusnya hari ini paling tidak kita sudah berada di Juz ke 6

Ingatlah…

Hari-hari akan berlari meninggalkan kita

Semua harta benda yang dikumpulkan juga akan ditinggalkan

Namun Qur’an yang kita baca akan tetap menemani kita bahkan dia akan membantu Kita.

Perbanyaklah bacaan Qur’anmu

Al Aswad Bin Yazid seorang Tabi’in disebutkan bahwa bila masuk Ramadhan dia menghatamkan Qur’an setiap Dua Malam

Kita berapa?

Masih ada waktu…
Jangan disia-siakan…

PILIHLAH DARI DUNIA INI YANG TETAP AKAN BERSAMAMU KETIKA SEMUANYA MENGECEWAKANMU DAN MELUPAKANMU

تقبل الله صيامكم واعمالكم الصالحة

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Bersama Hingga Di Surga

Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah, Lc, MA, حفظه الله تعالى

Keluarga adalah kumpulan orang-orang TERCINTA. Bersama mereka, hari-hari kita jalani dengan segala warna. Ada suka ada duka. Semua menjadi INDAH dengan segala cerita.

Ramadhan telah TIBA. Saatnya kita kembali untuk menyatukan keluarga, bersungguh-sungguh dalam BERIBADAH kepada Allah taala. Mendulang PAHALA dan meraih TAKWA.

Semoga kita dan orang-orang tercinta kan selalu bersama, selamanya. Bersama tatkala di dunia, BERSAMA HINGGA DI SURGA.

Jadikan Ramadhan kali ini, moment terindah bersama keluarga yang kita kasihi. BAITI JANNATI.

Simak kajian Ust Syafiq Reza Basalamah, MA.

Klik
http://salamdakwah.com/videos-detail/ramadhan-mengembalikan-baiti-jannati.html

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Pengantar Surat Ke Neraka

Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

AKHI UKHTI

Betapa besarnya jasa tukang pos,

Pada masa lalu, yang dengan sepeda atau motornya memasuki gang-gang kecil untuk menyampaikan surat dari handai taulan atau dari teman…

Namun pada masa kini tugas mereka sudah tergantikan dengan berbagai sarana tehnologi yang begitu modernnya…

Namun ketahuilah,,,, ternyata ada pengantar-pengantar surat yang pada hakekatnya mengantarkan dirinya ke dalam neraka…

MEREKA ADALAH ORANG-ORANG YANG SUKA MEMINDAH OMONGAN ORANG

TANPA SADAR ATAU TIDAK OMONGAN ITU MENIMBULKAN PERMUSUHAN DI ANTARA MANUSIA

RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM BERSABDA

« لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ ».

 “Nammam (orang yang melakukan namimah) itu tidak akan masuk surga” (HR Muslim no 303).

NAMIMAH ADALAH menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan di antara mereka 

Bila kiranya ada berita yang kau dengar…

Maka berdiamlah sejenak ketika hendak menyampaikan berita itu… 

KE SURGA

ATAU KE NERAKA
 
ENGKAU BEBAS MEMILIH 

DAN INGATLAH, BAHWA SEMUA YANG KELUAR DARI LISANMU DAN TULISANMU AKAN KAU RASAKAN DAMPAKNYA

DI SINI

DAN DI SANA

اللهم سلم سلم

View

Bersihkan Jiwa Anda Dengan Wudhu

Ust. DR. Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

Tatkala berwudhu, seseorang membersihkan anggota badannya. Saat itu pula, Allah mengeluarkan dosa-dosanya bersama mengalirnya air hingga tetesan terakhir dari air wudhunya.

Tatkala ia keluar dari tempat wudhu, iapun keluar dalam keadaan BERSIH DARI DOSA.

Anggota badan yang terkena air wudhu, kelak Allah akan menjadikannya BERCAHAYA.

Tidaklah seorang muslim yang bermalam dalam keadaan berdzikir dan SUCI, kemudian dimalam hari ia bangun dan memohon kebaikan, kecuali PASTI ALLAH KABULKAN.

Seseorang yang berwudhu dan berdoa sebelum tidur, kemudian dia meninggal saat ia tidur itu, maka ia MENINGGAL DALAM KEADAAN FITRAH.

Simak penjelasan Ust. Dr. Syafiq Reza Basalamah MA حفظه الله تعالى tentang keutamaan wudhu yang lainnya.

Klik:
http://m.salamdakwah.com/videos-detail/suci-dalam-debu—.html

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View