Category Archives: Syafiq Riza Basalamah

Bisakah Seorang Anak Sholeh Memberikan Syafa’at Kepada Orangtuanya Yang Di Neraka ?

Ustadz DR. Syafiq Basalamah, MA, حفظه الله تعالى

Bisakah seorang anak yang sholeh memberikan syafa’at kepada orangtuanya yang di neraka atau sebaliknya yaitu orangtua yang sholeh memberikan syafa’at kepada anaknya yang berada di Neraka  ?

Simak jawaban Ustadz DR. Syafiq Basalamah, MA, حفظه الله تعالى berikut ini:

 

 

Jangan Ketinggalan Kereta Lagi…

Ustadz DR. Syafiq Basalamah, MA, حفظه الله تعالى

Akhi ukhti…

PERNAH KETINGGALAN KERETA?

ATAU PESAWAT?
ATAU APA SAJALAH?

BILA… IYA

Jangan pikiranmu disibukkan dengan sesuatu yang telah hilang…

Jangan hatimu dibebani dengan sesuatu yang sudah berlalu…

Karena hal itu bisa membuatmu kehilangan sesuatu yang kau miliki sekarang…

               LAKUKAN YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN

Cukup kau tata hatimu lalu katakan pada dirimu…

               QADDARULLAH WA MAA SYA’A FA’AL

Lanjutkan perjalananmu

Walaupun dengan langkah lambat NAMUN harus pasti…

Jangan pernah mundur ke belakang…

Ambillah pelajaran dari masa lalumu…

Mereka berlari ke depan…

Kalau kau pernah ketinggalan kereta, maka jangan hanya duduk termenung di stasiun memikirkan apa yang menimpamu, karena jadwal kereta yang selanjut akan tiba

DO SOMETHING…

DAN JANGAN KETINGGALAN KERETA LAGI…

Siapa Sajakah Yang Dimaksud Dengan “Rahiim” Dan Sampai Mana Batasan Menyambungnya ?

Ustadz DR. Syafiq Basalamah, MA, حفظه الله تعالى

Siapa saja yang dimaksud dengan ‘Rahiim’, kerabat yang kita wajib menyambung perbuatan baik ? dan sampai mana batasan menyambungnya ?

Simak jawaban  Ustadz DR. Syafiq Basalamah, MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

Apa Yang Harus Dilakukan Apabila Yang Menyewa Tempat Kita Melakukan Judi ?

Ustadz DR. Syafiq Basalamah, MA, حفظه الله تعالى

Seseorang memiliki tempat sarana olahraga futsal yang disewakan namun ternyata yang menyewa melakukan taruhan/judi, apakah hasil sewa yang diterima pemilik tempat futsal tersebut halal ?

Simak jawaban  Ustadz DR. Syafiq Basalamah, MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

 

 

Zuhud

Ustadz DR. Syafiq Basalamah, MA, حفظه الله تعالى

AKHI UKHTI…

HAMMAD BIN ZAID MENCERITAKAN BAHWA pernah pada suatu hari datang seseorang kepada MUHAMMAD BIN WASI’ (seorang tabi’in yang sangat mulia) lalu berkata:
“Berikanlah kepadaku petuah!
Maka Ibn Wasi’ berkata kepadanya,

أوصيك أن تكون ملكا في الدنيا والآخرة

“AKU BERWASIAT KEPADAMU AGAR KAMU MENJADI RAJA DI DUNIA DAN DI AKHIRAT”

Maka lelaki itu tertengun dan menanyakan perihal wasiatnya, “Bagaimana caranya?”

Bagaimana caranya seseorang menjadi raja tidak hanya di dunia tapi di akhirat juga

Perhatikan jawaban Ibn Wasi’

“ADA SATU CARA AGAR KAU MEJADI RAJA

Menjadi ORANG TERKAYA DI MUKA BUMI INI…

TANPA HARUS BERLETIH-LETIH DIBURU AMBISI

DARI PAGI SAMPAI MALAM
DARI KECIL SAMPAI TUA…

Caranya m u d ah..” Muhammad bin Wasi’ berkata

“BERLAKULAH ZUHUD DI DUNIA”…(lihat siyar a’lam nubala’6/120)

Subhanallah… hanya satu kata

Z U H U D niscaya engkau menjadi Raja di dunia dan akhirat

(meninggalkan segala sesuatu yang tidak bermanfaat untuk kehidupan akhirat)

Selamat mencoba

Menjaga Diri Dari Kemaksiatan

Ustadz DR. Syafiq Basalamah, MA, حفظه الله تعالى

Akhi Ukhti…
Pernah berbuat dosa?

Saya yakin, karena kita adalah manusia yang memang sudah kodratnya berbuat dosa

Sebagaimana di dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

« كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ ».

“Setiap anak Aadam pernah melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah orang-orang yang bertaubat” (HR Ahmad dan-Tirmidziy)

Tahukan engkau bahwa ternyata ada dosa-dosa yang mengantarkan pelakunya ke dalam surga?

Sesungguhnya taubatnya hamba dari perbuatan dosa seringkali melahirkan penyesalan yang dalam.

Perasaan berdosa yang selalu menghantuinya…
Ketika ia berjalan, duduk dan rebahan…
Ketika sendirian dan di kerumanan orangpun, dosa itu selalu menghantuinya
Sehingga menimbulkan Perasaan hina dan remuknya jiwa di hadapan sang Pencipta

Akhirnya ia berusaha untuk menjaga diri dari kemaksiatan
Banyak beristigfar
Banyak berbuat kebajikan
Dan tentunya itu lebih baik dari apa yang dilahirkan oleh amal kebajikan yang tekadang membuat sebagian orang sombong dan ujub. Dan itu menghantarkannya ke dalam neraka.

Itulah makna pernyataan sebagian salaf:

قد يعمل العبد الذنب فيدخل به الجنة . ويعمل الطاعة فيدخل بها النار

“Terkadang seorang hamba berbuat dosa dan dengannya ia masuk surga
Dan terkadang berbuat ketaatan dan dengannya masuk neraka” (disadur dari penjelasan Ibnul Qayyim dalam madarijussalikin 1/307)

YA ALLAH MASUKKAN HAMBA KE SURGA DAN HINDARKAN HAMBA DARI NERAKA

Begitu Mudahnya Mengabaikan Larangan Allah…

Ustadz DR. Syafiq Basalamah, MA, حفظه الله تعالى

Akhi Ukhti…

Tatkala engkau bekerja di sebuah instansi dengan gaji yang menggiyurkan

Ditambah fasilitas yang memuaskan, niscaya dirimu akan bekerja dengan penuh semangat

Peraturan yang dibuat oleh perusahaan akan kau patuhi walaupun terkadang  tidak sejalan dengan nafsumu

Apa hendak dikata, dirimu hanyalah pekerja atau pegawai

Larangan mengenakan baju warna putih akan kau ikuti

Kewajiban memakai seragam orange akan kau laksanakan

Potongan rambut harus nyepak, tidak boleh pakai sandal dsb

Semuanya kau patuhi, karena kau memang hanya pekerja… 

Dan pada hakekatnya kita adalah hamba pekerja Allah di muka Bumi ini

Allah memberikan segala  fasilitas kepada  kita

Mata, mulut, hidung, telinga, tangan, kaki, jantung, hati, ginjal, paru-paru dsb

Plus rizki yang tiada hentinya…

Namun di balik semua itu kita masih mengabaikan berbagai larangan Allah dalam kehidupan ini

Dengan berbagai dalih dan alasan…

Yang bila aturan itu dari atasan atau instansi tempat kita bekerja niscaya kita akan sami’na wa atha’na

Kita akan melaksanakan dan mematuhinya…

Salah satunya adalah masalah larangan melukis atau memahat makhluk hidup yang bernyawa, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوِّرُونَ

“Sesungguhnya manusia yang paling keras siksaannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah para penggambar.” (HR. Al-Bukhari no. 5950 dan Muslim no. 2109)

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani  rahimahullahu menerangkan bahwa pembuat gambar makhluk hidup mendapatkan cercaan yang keras dengan diberi ancaman berupa hukuman yang ia tidak akan sanggup memikulnya, karena mustahil baginya untuk meniupkan ruh pada gambar-gambar yang dibuatnya. Ancaman yang seperti ini lebih mengena untuk mencegah dan menghalangi orang dari berbuat demikian serta menghentikan pelakunya agar tidak terus melakukan perbuatan tersebut. Adapun orang yang membuat gambar makhluk bernyawa karena menghalalkan perbuatan tersebut maka ia akan kekal di dalam azab. (Fathul Bari, 10/484)

Pada hakekatnya yang halal itu banyak, tapi terkadang yang diharamkan itu nafsu manusia condong untuk melakukannya, dan itulah ujian kehidupannya ini, kalau yang dilarang tidak disukai manusia, seharusnya tidak usah dilarang, karena manusia secara naluri tidak menyukainya, dia akan meninggalkan perbuatan itu tanpa disuruh.

Dan di antara aturan islam, adalah larangan memajang gambar-gambar makhluk yang bernyawa di dalam rumah kita, sebagaian orang mungkin berkata, kenapa sih kok dilarang?

Ini rumahku, ini kamarku, aturannya adalah aturanku..

Ingatlah bahwa kita adalah hamba Allah..jadi aturannya adalah aturan yang menciptakan kita

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْمَلاَئِكَةَ لاَ تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ

”Para malaikat tidak akan masuk ke rumah yang terdapat gambar di dalamnya (yaitu gambar makhluk hidup bernyawa)” (HR. Bukhari 3224 dan Muslim no.2106)

Dan di dalam Hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu dia berkata,

نَهَى رسول الله صلى الله عليه وسلم عَنِ الصُّوَرِ فِي الْبَيْتِ وَنَهَى أَنْ يَصْنَعَ ذَلِكَ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang adanya gambar di dalam rumah & beliau melarang untuk membuat gambar.”(HR. Tirmizi no.1749)

Kira-kira kalau bos di kantormu mengatakan, tak boleh pasang lukisan binatang di dalam ruang kerjamu… kira-kira apa yang akan kau lakukan?

Moga jadi bahan renungan