Category Archives: Syafiq Riza Basalamah

Hari Kamis Istimewa…

Ustadz Syafiq Basalamah, حفظه الله تعالى

Akhi/ ukhti…moga Allah senantiasa menjagamu‬‬

‪‪Hari ini : Kamis‬‬
‪‪Hmmm, ia emangnya kenapa??‬‬
‪‪Setiap pekan kita selalu melewati hari kamis..‬‬
‪‪ ‬‬
‪‪Sebenarnya tidak ada yang istimewa…‬‬
‪‪ ‬‬
‪‪Tapi pada hari ini dan hari senin amalan kita diangkat untuk dipaparkan kepada Allah‬‬
‪‪ ‬
‪‪Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam‬‬
‪‪Yang sudah diampuni dosa-dosanya‬‬
‪‪Yang dijamin keselamatannya‬‬
‪‪ ‬‬
‪‪Beliau biasa untuk meninggalkan makan dan minum di hari ini‬‬
‪‪ ‬‬
‪‪Beliau berpuasa‬‬
‪‪ ‬‬
‪‪Karena beliau ingin amalnya diangkat dalam kondisi berpuasa…(HR Tirmidzi, Shahih)‬‬
‪‪ ‬‬
‪‪Untuk yang berpuasa, moga Allah mencintai dan menerima amalmu‬‬
‪‪ ‬‬
‪‪Bagi yang tidak berpuasa, moga umurnya disampaikan pada hari senin‬‬
‪‪ ‬‬
‪‪Agar kau bisa berpuasa dan meraih pahala…‬‬
‪‪Dan kelak dikumpulkan bersama Rasulullah‬‬
‪‪ ‬‬
‪‪Tapi pada hari ini pun, kau bisa mendapatkan amalan puasa…‬‬
‪‪ ‬‬
‪‪Bila mentari akan tenggelam‬‬
‪‪ ‬‬
‪‪Carilah orang-orang yang berpuasa‬‬
‪‪Di masjid‬‬
‪‪Di panti asuhan‬‬
‪‪Di pesantren‬‬
‪‪Atau siapa yang kau tahu dia lagi berpuasa‬‬
‪‪ ‬‬
‪‪Berikanlah kepadanya makanan atau minuman yang thoyyib‬‬
‪‪Yang kau beli atau kau buat‬‬
‪‪ ‬‬
‪‪Dengannya hari ini kau tetap akan mendapatkan pahala puasa(HR Ahmad, Tirmidzi, SHOHIh)‬‬
‪‪ ‬‬
‪‪Allah itu sangat Baik…‬‬
‪‪Tapi kitanya…‬‬

Perisai…

Ustadz Syafiq Basalamah, حفظه الله تعالى

Akhi Ukhti…

Ramadan telah berlalu
Namun ternyata perjalanan masih harus dilanjutkan

* Moga Allah menerima amalan kita dan mengampuni dosa2 kita

Aku ingin mengajakmu merenung sejenak…

Pernah menyaksikan peristiwa kebakaran?

Api yang membara dan membakar tidak hanya pakaian bahkan besi-besi menjadi leleh seperti lilin

Bila dirimu seorang konglomerat yang memiliki cash milyaran rupiah di rumah

perhiasan emas yang banyak

perabotan rumah yang antik dan mahal

Pakaian branded yang berjejer di dalam lemari

Keluarga yang menjadi penyejuk mata

Bila suatu saat terjadi kebakaran dahsyat di rumahmu, (moga itu tidak terjadi)

Kira-kira apa saja yang akan kau selamatkan dari kekayaanmu, yang puluhan tahun kau kumpulkan?

Atau kau hanya akan menyelamatkan dirimu dan keluargamu?

Aku yakin engkau akan memilih yang kedua…bahkan engkau siap menjadikan semua hartamu sebagai perisai untuk menyelamatkan kulitmu dari sentuhan api

Ingatlah…bahwa ada kebakaran yang lebih dahsyat dan pasti terjadi telah menanti…(api neraka)

Namun ternyata engkau lebih sibuk menyelamatkan hartamu yang pasti akan kau tinggalkan dari pada dirimu dan keluargamu…

Bahkan sebagian ortu membiarkan anaknya dalam kebakaran tersebut sambil tertawa dan bersenda gurau

Saatnya manusia sadar…bahwa dunia ini menipu dan melalaikan

Allah jalla jalaluh berfirman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri-diri kalian dan keluarga-keluarga kalian dari api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. At-Tahrim: 6)

NABI SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM BERSABDA

اِتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ، فَمَنْ لَـمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

“Jagalah kalian dari api neraka, walaupun dengan bersedekah sepotong kurma. Namun siapa yang tidak mendapatkan sesuatu yang bisa disedekahkannya maka dengan (berucap) kata-kata yang baik.” (HR. Al-Bukhari Muslim )

Apa Sih Makna Pernikahan…?

Ustadz Syafiq Basalamah, حفظه الله تعالى

Akhi Ukhti…

Aku ingin mengajakmu untuk merenung

* Apasih makna sebuah pernikahan?

* Bila sebelumnya engkau telah menyentuh pasanganmu

* Engkau telah duduk bersanding dengannya

* Engkau telah berpelukan erat dengannya

* Engkau telah berjalan berduaan dengannya

* Engkau telah bersembunyi di balik tabir menutup pintu dari pandangan manusia bersamanya

* Yang lebih parah lagi engkau sudah pernah tidur di atas kasur berduaan dengannya

* Lalu apa artinya akad nikah?

Apa gunanya resepsi?

Apa gunanya saksi dan wali

Apa gunanya mengumumkan kepada khalayak ramai pernikahanmu?

Kalau semua orang telah mengetahui hubunganmu dengannya?
Dan Sang Pencipta telah melihat kelakuanmu selama ini

* Apa masih ada yang sakral dari pernikahan yang seperti ini?

* Hanya sekedar untuk mendapatkan buku hijau….namun semuanya sudah dilakukan sebelum akad nikah

* Jangan membohongi dirimu sendiri dengan berpura-pura menikah

Memulai lembaran baru sebagai pasutri

Yang dahulunya haram menjadi halal

Yang dahulu dilarang menjadi sebuah anjuran

Padahal sebelum akad nikah kau sudah menghalalkan semuanya

* Islam adalah agama yang menghargai wanita

* Menghormati dan menjaga putri Adam

* Wanita di dalam Islam bukan barang dagangan yang bisa kau pegang-pegang sebelum kau menikahinya

* Dia bukan pakaian yang bisa kau coba-coba untuk melihat keselarasannya

* Dia bukan makanan yang bisa kau cicipi rasanya

* Namun dia adalah mutiara indah di dalam cangkang kerang

Yang hanya boleh disentuh, dipegang, dibuka dan dibawa oleh yang telah melakukan ijab qabul

* Itulah keindahan pernikahan di dalam Islam

Kesakralan akad nikah

Itulah guna seorang wali dan saksi

Bukan hanya sekedar mendatangkan penghulu dan bertanda tangan di buku

* Sebagian manusia merasa berakal

Merasa berperadaban

Merasa lebih baik dari binatang

Namun perilakunya tak ubahnya seperti binatang

* Lihatlah ayam betina

Di mana bertemu pejantan dia dinaiki olehnya

Sebagian wanita hanya dengan kedipan mata

Atau rayuan gombal dia lupa harga dirinya

* Entah siapa yang salah, si laki atau si perempuan?

Kalau binatang itu suatu kewajaran

Apakah sampai seburuk itu perilaku manusia?

Allah berfirman

وَلَقَدْ ذَرَأْنا لِجَهَنَّمَ كَثِيراً مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِها وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِها وَلَهُمْ آذانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِها أُولئِكَ كَالْأَنْعامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولئِكَ هُمُ الْغافِلُونَ (١٧٩)

“Dan telah kami ciptakan sebagai penghuni neraka jahanam dari bangsa Jin dan manusia, mereka memiliki hati namun tidak berpikir dengannya, memiliki mata namun tidak melihat dengannya, memiliki telinga namun tidak mendengar dengannya, mereka ibarat binatang ternak, bahkan mereka lebih tersesat, mereka adalah orang-orang yang lalai”

* Kalau tidak ingin seperti binatang, cobalah berpikir dengan hatimu, dengarkan dengan telingamu, pandanglah dengan matamu, Allah tidak menciptakanmu sia-sia, Belajarlah agamamu kalau masih ingin disebut insan

* Kemarin aku habis menghadiri sebuah Walimah pernikahan di tengah ibu kota
Jakarta ……

* Suatu Walimah yang penuh makna

* Pasangan pengantinya belum pernah bersentuh tangan

* Belum pernah di atas motor berboncengan

* Belum pernah duduk berduaan

* Sentuhan mereka adalah sentuhan yang dibalut mawaddah dan Rahmah

Bersandingnya mereka karena perintah dan Ridha yang pencipta
Pelukan mereka bernilai sedekah

* Sungguh indah dan penuh berkah

* Semoga mereka berdua dan bersama keluarganya senantiasa dijaga Allah
Itulah pernikahan yang sebenarnya

* Untukmu yang menikah dengan tuntunan syariah, aku ucapkan

بارك الله لك وبارك عليك وجمع بينكما في خير

15 NASEHAT UNTUK IBU… Demi Masa Depan Putrinya…

Ustadz Syafiq Basalamah, حفظه الله تعالى

(dari kitab kaifa takun ahsan murobbi fil ‘alam,  h 44-45)

1. Hormatilah suamimu ketika dia di rumah atau di luar rumah dan bersegeralah memenuhi kebutuhannya, khususnya di depan putri-putrinya.

2. Jangan bertikai dengan suami di depan anak-anak, never..!! perselisihan yang terjadi tidak boleh melewati pintu kamar tidur.

3. Sengajalah meminta izin suami di depan putri-putrinya, bila ingin masuk atau keluar atau apa saja.

4. Jangan pernah menampakkan pembangkangan atas perkataan suami di depan putri-putri.

5. Bagi istri-istri penguasa terhadap suaminya, yang ikut campur dalam segala urusan suaminya bahkan mengintrogasi suami (Kenapa jendelanya dibuka? Bagaimana kamu keluar sendirian kemarin? Kenapa beli roti ini? dll), seakan dialah komandan di rumah, menyuruh, memerintah dan melarang di rumah. Yakinlah bahwa putri-putrinya kelak akan menjadi fotocopy dirinya, secara otomatis dia akan menguasai suaminya seperti yang dia lihat pada ibundanya dan bila ternyata dia mendapatkan suami yang memiliki kepribadian yang berbeda dengan ayahnya, maka tiada solusi kecuali CERAI.

6. Seorang istri tidak boleh memberikan izin bagi lelaki untuk memasuki rumahnya dikala suaminya tidak di rumah, walaupun dia itu adalah teman dekat keluarga ataupun tetangga.

7. Seorang ibu yang mulia akan bersolek dan berdandan hanya untuk suaminya dengan sengaja dia menunjukkan hal itu di depan putri-putrinya seraya menjelaskan bahwa itu adalah hak suami dan dia juga tidak bersolek ketika keluar rumah atau di depan orang yang bukan suami, untuk memberi contoh nyata pada putri-putrinya

8. Istri yang sholehah tidaklah pelit dan tidak pula boros untuk urusan rumah, dia berada di tengah.

9. Sangat indah sekali, bila anak-anak meminta sesuatu pada ibunya dan sang ibu berkata pada mereka: “Kita akan menanyakannya pada ayah dan kita tidak akan melakukan sesuatu kecuali bila direstui olehnya”. dengan sering kalinya melakukan hal ini maka akan tertancap di dalam diri putri-putri penyerahan tongkat kepemimpinan pada lelaki dan tidak boleh seorang wanita menelanjangi suaminya dari pakaian kepemimpinan dengan dalih gender dan kebebasan.

10. Istri yang sholehah akan menyambut kedatangan suaminya dengan wajah yang ceria dan tak langsung mengadukan tingkah anak-anak yang menyebalkan\ tetangga atau apa saja. Namun ia kan mencari waktu yang tepat.

11. Tidaklah elok seorang istri mengadukan kehamilannya, urusan menyusui atau pekerjaan rumah di depan putri-putrinya karena hal itu kan terekam di memorinya.

12. Tatkala ada tetangga\temen wanitanya meminta untuk turut berkunjung ke rumah fulanah, hendaklah sang ibu berkata pada mereka dan diperdengarkan pada putri-putrinya, “Aku kan memberitahu suamiku, bila dia setuju maka aku ikut”, dan tatkala suaminya datang, ia memberitahu suaminya tanpa nada paksaan, ”Apakah ia diperbolehkan untuk berkunjung ke rumah fulanah”, bila suaminya diam saja, maka ia tidak memaksa dan langsung memberi tahu temannya bahwa ia tidak bisa ikut, di depan putri-putrinya.

13. Bila sang ayah memerintahkan kepada anggota keluarga suatu perintah maka hendaklah sang ibu bersegera melaksanakannya dan menyuruh anak-anak bersegera dan mengajarkan pada mereka pentingnya patuhi perintah suami/ayah, tatkala anak-anak merasakan hal itu maka ia kan tumbuh besar menghormati nahkoda yang kelak mengemudikan bahteranya agar tidak pecah dan karam di samudra.

14. Tatkala istri meminta pada suaminya berbagai macam permintaan yang memberatkan suaminya karena ketidak mampuannya, maka kelak putrinya kan menirunya tatkala mereka menjadi istri.

15. Seorang istri yang duduk ngobrol bersama tetangga\temannya menceritakan rahasia-rahasia rumahnya, maka kelak putrinya dengan mudah menyingkap rahasia suaminya, tatkala ia jadi istri.

Contoh Pengamalan ‘Mencintai Untuk Saudaranya Sesuatu Yang Ia Cintai Untuk Dirinya’…

Ustadz Syafiq Basalamah, حفظه الله تعالى

Akhi Ukhti…
Pernah baca hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di bawah ini?

Ana kira sudah tidak asing lagi buat dirimu

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
“Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya”. (HR Bukhari dari Anas bin Malik)

Sampai manakah pengamalan untuk hadits tersebut…?

Tengoklah bagaimana cinta yang dipraktekkan para salafusshalih untuk saudara seimannya

Ziyad bin Rabi’ meriwayatkan bahwa ayahnya pada suatu hari
Melihat MUHAMMAD BIN WASI’
(murid perawi hadits Anas bin Malik) sedang menawarkan keledainya di pasar…

Lalu ada seorang pembeli menghampirinya seraya berkata
: يَا أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ، أَتَرْضَاهُ لِي ؟
Wahai Aba Abdillah Apakah dirimu senang keledai itu untuk Ku?
Maka dijawab oleh Muhammad
لَوْ رَضِيتُهُ لَمْ أَبِعْهُ ”
“Kalau aku masih senang dengannya niscaya aku tidak menjualnya”(HR ibn abiddunya)

Subhanallah…
Dia tidak mengatakan barang itu bagus…istimewa seperti kebanyakan pedagang

Tapi dia memposisikan sang pembeli sebagai dirinya sendiri…

Itulah salah satu makna cinta seorang muslim….

Dengan Islam niscaya berbagai tindakan yang merugikan orang lain akan hilang dan sirna

ISLAM YANG SEBENARNYA

Dengan TIGA Hal, Anda Adalah Raja…

Ustadz Syafiq Basalamah, MA, حفظه الله تعالى

Ada tiga perkara, bila kau memilikinya, kau bagaikan Raja yang paling kaya di dunia ini.

Pertama : Aman

Perasaan aman yang meliputi jiwa dan membalut hati, aman karena kau beriman dan takut pada Ilahi, hingga Allah menjagamu.

Ia merasa aman, karena ia tidak suka menyakiti tetangganya, temannya, orang-orang Islam, tidak suka mengadu domba, bahkan menjaga lisannya dengan baik maka jiwanya aman.

Bukan aman karena rumah dijaga oleh 4 satpam 5 anjing galak atau aman, karena pasang CCTV dan alarm yang setiap saat bisa berbunyi,

Bukan itu, justru itu semua tanda-tanda jika kau tidak aman.

Kedua : Afiah

Tubuhmu sehat wal’afiat

Tak penyakitan, tak ada pantangan, tak boleh ini, tak boleh itu. Padahal cari duit ‘tuk makan ini dan itu.

Sekarang, tak boleh di gunakan tuk makan ini dan itu.

Ketiga: Memiliki makanan hari itu

Bukan brangkas yang berisi fulus.

Bukan ATM yang penuh.

Bukan tabungan yang cukup untuk 7 keturunan.

Cukup memiliki makanan hari ini
Besok gimana?

Serahkan pada Allah.

Yang tiada bisa diadakan, kalau Allah berkehendak dan kita mau berusaha.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا بأسرها

“Siapa diantara kalian yang memasuki waktu pagi hari dalam keadaan aman pada dirinya, sehat jasmaninya dan dia memiliki makanan pada hari itu, maka seolah-olah dia diberi dunia dengan berbagai kenikmatannya.” (HR Bukhari)

Subhanalllah…

Jagalah Allah, niscaya kau akan aman.

Jagalah hubunganmu dengan hamba Allah.

Niscaya hidupmu tentram.

Sayangi tubuhmu dengan hidup sehat dan olahraga teratur,
Jangan menanti sakit.

Berdo’alah minta sehat pagi sore.

Bunuh ambisimu mengejar dunia, semakin dikejar ia semakin jauh.

Bersyukurlah dengan yang ada.
Kebutuhanmu sebenarnya tak banyak, tapi nafsu yang selalu mendikte……..

Kenikmatan Dunia Berganti Azab Allah Bila Terlena Di Dunia…

Ustadz Syafiq Basalamah, MA, حفظه الله تعالى

Akhi ukhti

Betapa nikmatnya menyeruput secangkir teh hangat di pagi hari yang sejuk

Betapa lezatnya menikmati suguhan es teler di tengah panasnya terik mentari yang menyengat

Betapa indahnya duduk di sebuah taman yang indah bersama orang-orang yang dicintai

Namun semua kenikmatan itu akan terputus

Akan sirna dan lenyap

Berganti dengan azab Allah dan siksanya bila ternyata kita terlena selama berada di dunia

Tersilaukan dengan kenikmatan sementara sehingga lupa

Bahwa setiap detik yang berlalu akan ditanya

Mereka yang tidak lulus dalam menjawab soal-soal tersebut

Maka tiada lagi senyum yang menghias di bibir

Tiada lagi secangkir teh hangat

Atau semangkuk es teler

Yang ada hanyalah siksaan dan siksaan

Tiada pernah berhenti sejenakpun

Pernahkah kau melihat ikan goreng yang telah mengelupas kulitnya

Bagaimana kiranya bilah wajahmu yang digoreng??

Tengoklah rintihan penghuni neraka

وَنَادَى أَصْحَابُ النَّارِ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكَافِرِينَ (٥٠)

“Dan penghuni neraka menyeru penghuni syurga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu”. Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir.” (Qs. Al-A’raf: 50)

Bahkan karena pedihnya siksaan yang diterima, mereka minta mati

iya mereka minta mati…

Mereka menyeru MALIK penjaga neraka

“Mereka berseru: “Hai Malik biarlah Tuhanmu membunuh kami saja”.

Dia menjawab: “Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)..” (Qs. Az-Zukhruf: 77)

Tiada kematian di sana….

Akhi ukhti…

Sebelum nasi menjadi bubur

Saatnya mengoreksi diri

Setiap kau meneguk air

Tanyakan pada dirimu apakah kelak aku akan meneguknya di akhirat?

Atau……

YAA ALLAH MASUKKAN HAMBA KE SYURGAMU

DAN JAUHKAN HAMBA DARI NERAKAMU

AAMIIN

Tak Seperti Mereka…

Ustadz Syafiq Basalamah, حفظه الله تعالى

Aku Mengharapkan Dirimu Tidak Seperti Mereka

Akhi ukhti… 

AKU INGIN BERBAGI, berbagi SESUATU YANG BARU SAJA AKU LIHAT

Sering kali  kita berjumpa dengan sohib atau kerabat 

Lalu dalam perbincangannya ia curhat

Curhat tentang beberapa perlakuan manusia terhadapnya 

Baik kawan

Tetangga
Atau yang lainnya 

Pada dasarnya ada sebuah pesan INDAH yang ingin ia sampaiKAN padamu
 
Ada sebuaH risalah SYAHDU yang ingin ia benamkan di dalam lubuk hatimu
 
Pesan itu Singkat tapi Padat
Pesan itu berkata 

AKU MENGHARAPKAN DIRIMU TIDAK SEPERTI MEREKA

TIDAK MENJADI Obrolan BURUK YANG DIHIKAYATKAN OLEH ORANG LAIN

Ada Apa Sebenarnya Dengan Tahun Baru..?

Akhi, Ukhti…

Tahun baru..

Ada apa sebenarnya dengan tahun baru..?

Untuk siapakah tahun baru..?
Emangnya apanya yang baru..?

Sering kali terjadi pembodohan publik. Sesuatu yang buruk akan dianggap baik dengan propaganda yang tiada henti (PENCITRAAN). Sehingga terbentuklah opini publik bahwa itu adalah hal yang baik

Begitu pula dengan tahun baru…

Coba kau gunakan akal sehatmu..

Ingatlah bahwa tidak ada yang baru..
– tempat kerjamu tetap yang lama..
– tempat sekolahmu juga sama…
Istri atau suami kita juga tidak baru..
– anak-anakmu juga masih yang lama..
– rumahmu juga tetap yang dahulu..
– teman-teman dan sohib juga sama..
– gajimu juga tetap..

Terus apanya yang baru..?

Sebagian umat Islam turut dalam perayaan tahun baru dengan berbagai cara..
– ada yang tenggelam dalam acara-acara tidak berguna..
– ada yang menggunakannya untuk bermuhasabah..
– ada yang berkumpul berdo’a dan berdzikir..

Ketahuilah..
pada malam tahun baru itu tidak ada peristiwa apapun, sehingga kau harus bersikap atau bertindak..

Tidak ada yang istimewa, tidak padamu, tidak pada negaramu, tidak pada keluargamu..

TIDAK ADA APA-APA pada malam tahun baru.. laa syai-i..
Kita saja yang tertipu OLEH MEDIA..

Laluilah malam tahun baru seperti seorang petani muslim di lereng gunung merapi..
– setelah sholat isya’ ia bersiap-siap untuk tidur..
– ia berwudu’ seperti hendak sholat..
– lalu ia membaca do’a dan wirid sebelum tidur..
– lalu ia bangun sebelum shubuh untuk mengambil bagian rizkinya dari sholat malam..
– dan Ketika adzan shubuh dikumandangkan, ia berangkat ke rumah Allah..
– dan kemudian ia memulai aktivitasnya dengan biasa..

karena pada malam tahun baru memang tidak ada peristiwa apa-apa..

Orang yang cerdas adalah orang yang berusaha untuk berada di depan dan tidak mau menjadi ekor, dia menjadi dirinya sendiri.. maka kau jangan menjadi ekor.. karena tugas ekor itu menutupi aib dan kotoran serta mengusir serangga.

Sudah saatnya yang mengaku islam untuk kembali kepada ISLAM..

Ditulis oleh,
Ustadz Syafiq Riza Basalamah MA,  حفظه الله تعالى