Category Archives: Display Picture Dakwah

Memuliakan 10 Hari Yang Tiga

Abu Utsman An Nahdi rohimahullah berkata,

كانوا يعظمون ثلاث عشرات: العشر الأخير من رمضان والعشر الأول من ذي الحجة والعشر الأول من المحرم

Mereka (para ulama terdahulu) memuliakan sepuluh hari yang tiga :
– sepuluh hari di akhir Ramadhan,
– sepuluh hari di awal Dzulhijjah, dan
– sepuluh hari di awal Al Muharrom

(Lathooif al-Ma’aarif)

Do’a Memohon Surga Dan Semua Takdir Baik

pertanyaan : afwan Ustadz, apakah derajat hadits di atas ini shohih..?

jawaban : haditsnya SHOHIH.

Dijawab oleh,
Ustadz Dr. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى

======
➡️ salah satu adab berdo’a adalah memulainya dengan:

● memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang Agung (contoh): yaa Hayyu yaa Qoyyuum

● lalu membaca sholawat (contoh): Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Muhammad

● lalu mulailah berdo’a..

Ampunan Allah Di Hari Arofah

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda (yang artinya),

“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharrom) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu..”

[ HR. Muslim – no. 1162 ]

● Al Hafizh Ibnu Rojab rohimahullah menyebutkan bahwa,

Ibnu Umar rodhiyallahu ‘anhumaa mengatakan,

إذا كان يوم عرفة لم يبق أحد في قلبه مثقال ذرة من إيمان إلا غفر له قيل له: أللمعروف خاصة أم للناس عامة؟ قال: بل للناس عامة”

‘Ketika hari Arofah, setiap orang yang memiliki iman seberat telur semut maka dia akan diampuni..’

Ada yang bertanya kepada beliau, ’Apakah khusus untuk yang sedang wukuf di Arofah ataukah umum mencakup semua orang..?’

Ibnu Umar menjawab, ‘Umum untuk semua manusia..’

(Lathoif al-Ma’arif, hlm. 492)

Apakah Takbir Muqoyyad Dilakukan Langsung Setelah Salam Secara Bersama Ataukah Sendiri-Sendiri..?

Syaikh al-‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Yang disyariatkan ketika selesai sholat adalah membaca dzikir yang sudah dikenal, kemudian bila anda selesai berdizikir silahkan bertakbir. Begitu pula disyariatkan supaya orang-orang tidak bertakbir bersama, akan tetapi SETIAP ORANG BERTAKBIR SENDIRI-SENDIRI..

Inilah yang disyariatkan sebagaimana di hadits Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu mereka bersama Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam saat haji, diantara mereka ada yang mengeraskan bacaan talbiyah, sebagian lagi bertakbir, mereka tidak dalam satu bentuk..”

[ Majmu’ Fatawa wa Rosail 16/261 ]

MUTIARA SALAF : Berlaku Untuk Semua Perkara

Ibnu Katsir rohimahullah berkata,

“Hal di atas ‘Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu’.. itu BERLAKU UNTUK SEMUA PERKARA..

Boleh jadi manusia menyukai sesuatu, padahal tidak ada kebaikan dan maslahat sama sekali di dalamnya..

Allah yang mengetahui akhir sesuatu dari perkara kita. Allah yang mengabarkan nantinya mana yang maslahat untuk dunia dan akhirat kita. Maka lakukan dan patuhlah pada perintah-Nya, niscaya kita akan mendapatkan petunjuk..”

[ Tafsir Ibnu Katsir ]