MALAM KAMIS – 01 Jumadal Aakhiroh 1445

MALAM KAMIS – 01 Jumadal Aakhiroh 1445


malam kamis tanggal 01 Jumadal Aakhiroh, atau sekitar 89 hari menjelang tibanya bulan Romadhon 1445 hijriyah.
bagi yang masih punya hutang puasa Romadhon 1444, silahkan mengatur jadwal pelunasan hutang puasa tsb.

malam rabu tanggal 29 Jumadal Uula, atau sekitar 90 hari menjelang tibanya bulan Romadhon 1445 hijriyah. bagi yang masih punya hutang puasa Romadhon 1444, silahkan mengatur jadwal pelunasan hutang puasa tsb.
nb : angka 90 hanya estimasi .. penentuan tanggal 1 Romadhon 1445 hijriyah akan diputuskan oleh pemerintah setelah sidang isbat .. semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk bertemu kembali dengan bulan Romadhon, aamiiin.
Al Imam Hasan Al-Bashri rohimahullah ditanya tentang makna tawadhu, beliau menjelaskan :
هو أن تخرج من بيتك فلا تلقى أحدا إلا رأيت له الفضل عليك
“Tidaklah engkau keluar dari rumah lalu bertemu dengan seorang muslim, kecuali engkau memiliki perasaan bahwa dia lebih baik dari dirimu..”
(Al-‘Iqdu Al-Fariid 2/202)


malam ini tanggal 19 Jumadal Uula, atau sekitar 100 hari menjelang tibanya bulan Romadhon 1445 hijriyah.
bagi yang masih punya hutang puasa Romadhon 1444, silahkan mengatur jadwal pelunasan hutang puasa tsb.
nb : angka 100 hanya estimasi .. penentuan tanggal 1 Romadhon 1445 hijriyah akan diputuskan oleh pemerintah setelah sidang isbat .. semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk bertemu kembali dengan bulan Romadhon, aamiiin.
MALAM RABU – 01 Jumadal Uula 1445


bisa juga download e-book nya di link berikut ini :
NB :
menurut para ulama, setelah salam kita baca dahulu dzikir no 1 (kanan atas poster), lalu setelah itu bisa baca dzikir-dzikir berikutnya tanpa harus berurutan seperti di poster, wallaahu ta’ala a’lam.
=======
● Syaikh Abdul Aziz bin Baz rohimahullah berkata,
هذه التوسلات من أفضل الأسباب في إجابة الدعاء. و هو التوسل إلى الله بصفاته العظيمة و أسمائه الحسنى و وحدانيته جل و علا. فذلك من أعظم الأسباب في إجابة الدعاء.
“Tawassul ini merupakan salah satu sebab terbesar dikabulkannya do’a. Yakni, tawassul kepada Allah dengan menyebut sifat Allah yang agung dan nama-Nya yang indah dan diiringi dengan tauhid, mengesakan Allah jalla wa ‘ala. Hal ini merupakan salah satu sebab dikabulkannya do’a.
فينبغي للمؤمن أن يتوسل إلى الله بأسمائه و صفاته و توحيده الذي بعث به رسله و أنزل به كتبه
Maka dari itu, sudah sepantasnya bagi seorang muslim untuk bertawassul kepada Allah dengan nama-nama Allah, sifat-sifat-Nya, dan dengan ikrar tauhid (yakni meng-esakan Allah dalam ibadah) yang merupakan tujuan Allah mengutus para rosul dan menurunkan kitab suci..”
(Syarh Kitabul Jami’ min Bulughil Maram hlm. 237)