Category Archives: Hadits

Temanmu Nanti

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang alam kubur,

وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ حَسَنُ الْوَجْهِ ، حَسَنُ الثِّيَابِ ، طَيِّبُ الرِّيحِ ، فَيَقُولُ : أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُرُّكَ ، هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ . فَيَقُولُ لَهُ : مَنْ أَنْتَ ؟ فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالْخَيْرِ . فَيَقُولُ : أَنَا عَمَلُكَ الصَّالِحُ . فَيَقُولُ : رَبِّ أَقِمْ السَّاعَةَ حَتَّى أَرْجِعَ إِلَى أَهْلِي وَمَالِي

“Lalu datanglah kepadanya seorang laki-laki yang wajahnya indah, pakaiannya bagus, dan amat wangi. Ia berkata, “Bergembiralah dengan sesuatu yang menyenangkanmu..! Ini adalah hari yang dijanjikan untukmu..”

Ia (mayit) berkata, “Siapa kamu..? Wajahmu membawa kebaikan..”

Ia menjawab, “Aku adalah amalmu yang sholeh..”

Ia (mayit) berkata, “Ya Robb, tegakkanlah hari kiamat agar aku bisa kembali kepada keluarga dan hartaku..”

(HR Ahmad)

Al Hafizh Ibnu Rojab rohimahullah berkata,

صاحب مَن تُصاحب، فواللّٰه الذي على العرش اسْتوى لن يُصاحبك في قبرك إلّا صاحبٌ واحد، ألا وهو عملك الصّالح، فأحسن صُحبته، يحسن صُحبتك في قبرك.

“Temanilah yang akan menemanimu. Demi Allah yang beristiwa di atas ‘Arasy, tidak akan ada yang menemanimu di kuburmu kecuali satu teman saja, ia adalah amalmu yang sholeh.

Maka perbaikilah persahabatanmu dengannya, niscaya ia akan menjadi sahabatmu terbaik di kuburmu..”

(Lathooiful Ma’arif hal. 99)

📝
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Dzikir Saat Jalan Menanjak Dan Jalan Menurun

● Dari Jabir bin ‘Abdillah rodhiyallahu ‘anhumaa, beliau mengatakan,

كُنَّا إِذَا صَعِدْنَا كَبَّرْنَا وَإِذَا نَزَلْنَا سَبَّحْنَا

“Kami para sahabat ketika melewati jalanan yang naik (menanjak), kami bertakbir. Dan ketika melewati jalanan yang turun, kami bertasbih..”

[ HR. Bukhari 2993 ]

● Dari Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhumaa, beliau menceritakan,

وَكَانَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- وَجُيُوشُهُ إِذَا عَلَوُا الثَّنَايَا كَبَّرُوا وَإِذَا هَبَطُوا سَبَّحُوا

“Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam dan pasukannya apabila melewati jalanan perbukitan yang naik, mereka bertakbir, dan apabila mereka turun, mereka bertasbih..”

[ HR. Abu Dawud 2601 ]
dishohihkan oleh syaikh al-Albani

nb : saat naik/turun dengan eskalator, naik/turun tangga, lift atau saat berkendaraan melewati jalan tanjakan/turunan, fly over, terowongan, dan saat bepergian dengan pesawat terbang (take-off dan landing).. dan kegiatan lain sejenisnya..

HADITS : Apabila Allah Menginginkan Kebaikan Kepada Seorang Hamba

Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَا عَلَيْكُمْ أَنْ تَعْجَبُوا بِأَحَدٍ حَتَّى تَنْظُرُوا بِمَ يُخْتَمُ لَهُ؟ فَإِنَّ الْعَامِلَ يَعْمَلُ زَمَانًا مِنْ عُمُرِهِ -أَوْ: بُرهَة مِنْ دَهْرِهِ -بِعَمَلٍ صَالِحٍ لَوْ مَاتَ عَلَيْهِ لَدَخَلَ الْجَنَّةَ، ثُمَّ يَتَحَوَّلُ فَيَعْمَلُ عَمَلًا سَيِّئًا، وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ الْبُرْهَةَ مِنْ دَهْرِهِ بِعَمَلٍ سَيِّئٍ، لو مَاتَ عَلَيْهِ دَخَلَ النَّارَ، ثُمَّ يَتَحَوَّلُ فَيَعْمَلُ عَمَلًا صَالِحًا، وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ قَبْلَ مَوْتِهِ”. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ: قَالَ: “يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ ثُمَّ يَقْبِضُهُ عَلَيْهِ

“Jangan merasa kagum kepada amal seseorang hingga kamu lihat ia meninggal di atas apa..

Karena ada orang yang beramal sholih dalam hidupnya jika ia wafat di atasnya, ia masuk surga. Tapi ia berubah lalu beramal keburukan..

Dan ada lagi hamba yang beramal keburukan dalam hidupnya jika ia wafat di atasnya, ia masuk neraka. Kemudian ia berubah dan beramal sholih..

Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, dijadikan ia beramal sebelum wafatnya..”

Mereka berkata, “Bagaimana dijadikan beramal..?”

Beliau bersabda, “Yaitu Allah memberinya taufik kepada amal sholih kemudian ia wafat di atasnya..”

(HR. Ahmad)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

HADITS : Akhlak Yang Baik – 1

Dalam beberapa hadits terkait akhlak yang baik, akhlak yang mulia, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah mereka yang paling bagus akhlaknya di antara kalian..”

(HR. Tirmidzi no. 1941. Dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Shohih Al-Jaami’ no. 2201)

“Tidak ada sesuatu amalan yang jika diletakkan dalam timbangan (amal) lebih berat dari akhlak yang mulia.. sesungguhnya orang yang berakhlak mulia bisa menggapai derajat orang yang rajin puasa dan rajin sholat..”

(HR. At Tirmidzi no. 2134. Al-Abani mengatakan bahwa hadits ini shohih. Lihat Shohih Al Jaami’ no. 5726)

“Sesungguhnya seorang mukmin bisa meraih derajat orang yang rajin berpuasa dan sholat malam dengan sebab akhlaknya yang baik..”

(HR. Ahmad no. 25013 dan Abu Dawud no. 4165. Dinilai shohih oleh Al-Albani dalam Shohih At-Targhib wa At-Tarhiib no. 2643)

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya..”

(HR. At Tirmidzi no. 1162. Dinilai shohih oleh Al-Albani dalam Ash-Shohihah no. 284)

● Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam pernah ditanya tentang sebab terbanyak yang memasukkan manusia ke dalam surga, maka beliau menjawab,

“Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik..”

(HR. At Tirmidzi dan di hasankan oleh Al-Albani dalam Shohih At Tirmidzi 2/194)

“Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya..”

(HR. Bukhari)

“Janganlah engkau menganggap remeh perbuatan baik sedikit pun, meskipun engkau berjumpa saudaramu dengan wajah berseri-seri..”

(HR. Muslim)

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Jangan Tergesa Meninggalkan Tempat Sholat

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda (yang artinya),

“Malaikat mendo’akan salah seorang dari kalian, selama :
– ia tetap di tempat sholatnya, dan
– tidak berhadats

Mereka mendo’akan, ‘Ya Allah ampunilah ia.. Ya Allah rahmatilah ia..”

( HR. Al Bukhori no. 445 )

● Ibnu Baththol rohimahullah berkata,

“Siapa yang banyak dosanya dan ingin agar Allah menghapus (dosa tsb) tanpa ia bersusah payah, maka hendaknya ia memperbanyak menetap di tempat sholatnya setelah sholat, agar malaikat banyak mendo’akan dan memohonkan ampunan kepadanya..”

( Syarh Shohih Al Bukhori – Ibnu Baththol – 2 hal. 95 )

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Hukuman Yang Disegerakan Adalah Tanda Kebaikan

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

(( إذا أرادَ اللَّهُ بعبدِه الخيرَ عجَّلَ لَه العقوبةَ في الدُّنيا ، وإذَا أرادَ اللَّهُ بعبدِه الشَّرَّ أمسَك عنهُ بذنبِه حتَّى يوافيَ بِه يومَ القيامة ))

“Jika Allah menginginkan kebaikan pada seorang hamba, Dia akan menyegerakan hukuman untuknya di dunia..

Namun, jika Allah menginginkan kejelekan pada seorang hamba, Dia menangguhkan hukuman untuk dosanya, hingga dia datang dengan dosanya hari kiamat..”

[ HR. At Tirmidzi, dihasankan oleh Syaikh Al Albani]

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rohimahullah mengatakan,

“Apabila hukuman disegerakan, Allah menggugurkan dosa dari hamba tersebut. Dia pun datang kepada Allah tanpa membawa dosa. Musibah dan bencana telah membersihkannya.

Ini adalah nikmat. Karena, siksaan di dunia lebih ringan daripada siksa di akhirat..”

[ Syarh Riyadhus Sholihin 1 – 258 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Biasakanlah Berterima Kasih Kepada Saudara Sesama Muslim Yang Telah Berbuat Baik Kepada Kita

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Tidak dikatakan bersyukur pada Allah bagi siapa yang tidak tahu berterima kasih pada manusia..”

[ HR. Abu Daud no. 4811 ]
Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih

Beberapa faedah dari hadits di atas:

1. Siapa yang biasa tidak tahu terima kasih pada manusia yang telah berbuat baik padanya, maka ia juga amat sulit bersyukur pada Allah.

2. Allah tidaklah menerima syukur hamba sampai ia berbuat ihsan (baik) dengan berterima kasih pada orang yang telah berbuat baik padanya.

3. Perintah untuk pandai bersyukur.

4. Pemberi nikmat hakiki adalah Allah dan manusia yang berbuat baik adalah sebagai perantara dalam sampainya kebaikan.

Maka, jadilah manusia yang pandai berterima kasih, lebih-lebih kepada orang tua, guru dan setiap yang telah memberikan berbagai kebaikan pada kita.

ref : https://rumaysho.com/3406-tidak-tahu-berterima-kasih.html

● Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam juga bersabda,

“Barangsiapa diberi suatu kebaikan, lalu ia mengucapkan kepada orang yang memberi kebaikan tersebut, ‘jazaakallahu khoyron (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sesungguhnya hal itu sudah mencukupi dalam menyatakan rasa syukurnya..”

[ HR. at-Tirmidzi ]
Shohiih at-Targhib wat-Tarhib 969

● ‘Umar bin Al Khoththob rodhiyallahu ‘anhu mengatakan,

“Seandainya salah seorang dari kalian mengetahui apa yang dia dapatkan ketika mengucapkan kepada saudaranya ‘jazaakallahu khoyron’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan),
niscaya sebagian kalian akan banyak mengucapkannya kepada yang lain..”

[ Mushonnaf Ibni Abi Syaibah no 27050 ]

Kalimat terima kasih serta do’anya dalam syari’at itu berbeda tergantung gender dan jumlah, sbb :

jazaakallahu khoyron – kepada satu pria

jazaakillahu khoyron – kepada satu wanita

jazaakumallahu khoyron – kepada 2 laki atau 2 wanita

jazaakumullohu khoyron – kepada lebih dari 2 pria

jazaakunnallahu khoyron – kepada lebih dari 2 wanita

contoh:
– saat ayah/suami memberikan nasehat/uang belanja, atau saat anak laki mengerjakan perintah kita, maka ucapkanlah ‘jazaakallahu khoyron..’

– saat ibu/istri/anak perempuan kita menyiapkan sarapan, membersihkan rumah dll, maka ucapkanlah ‘jazaakillahu khoyron..’

namun janganlah dipotong jadi “jazaakallahu” saja karena:

1. kalimat tsb belum lengkap dan belum sesuai yang diajarkan oleh Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam, sebagaimana yang terdapat dalam hadits yaitu mengucapkan “jazaakallahu khoyron” yang artinya “semoga Allah membalasmu dengan kebaikan/khoyron”

2. kalimat “jazaakallah” saja itu artinya “semoga Allah membalasmu..” tapi membalasmu itu dengan apa..? keburukan atau kebaikan.. tentunya kita ingin mendo’akan kebaikan, maka ucapkanlah sesuai yang diajarkan oleh Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam, yaitu “jazaakallahu khoyron..”

Lalu bagaimana kalimatnya bila orang yang berbuat baik sama kita TIDAK berada dihadapan kiita..? kita ucapkan (do’akan) sbb:

jazaahullahu khoyron – kepada satu pria

jazaahallahu khoyron – kepada satu wanita

jazaahumallahu khoyron – kepada 2 laki atau 2 wanita

jazaahumullohu khoyron – kepada lebih dari 2 pria

jazaahunnallahu khoyron – kepada lebih dari 2 wanita

Wallaahu ta’ala a’lam

Merutinkan Mengucapkan Sholawat Dan Salam Setiap Hari

Dalam Qs al ahzab/56, Allah memerintahkan kita untuk SENANTIASA bersholawat dan memberikan salam kepada Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam, maka mari kita biasakan untuk sholawat dan salam SETIAP HARI dari pagi hingga malam..

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya orang yang paling dekat denganku di hari kiamat adalah mereka yang paling banyak ber-sholawat kepadaku..”

[ HR. at-Tirmidzi ]

selain itu, untuk SETIAP SATU sholawat yang kita ucapkan, maka Allah Ta’ala akan memberikan balasan berupa 10 kali sholawat, yaitu pujian dan sanjungan kepada kita di hadapan para malaikat yang mulia yang berada di sisi-Nya, menghapus 10 dosa kita dan meninggikan 10 derajat/tingkatan kita di surga kelak, berdasarkan hadits berikut:

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang mengucapkan sholawat kepadaku satu kali maka Allah akan bersholawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak)..”

[ HR. an-Nasa’i no. 1297 ]

Maka dengan demikian bila kita mengucapkan :

10 kali sholawat =
100 kali pujian dan sanjungan Allah
100 kesalahan (dosa) digugurkan
100 tingkatan surga ditinggikan

50 kali sholawat =
500 kali pujian dan sanjungan Allah
500 kesalahan (dosa) digugurkan
500 tingkatan surga ditinggikan

100 kali sholawat =
1,000 kali pujian dan sanjungan Allah
1,000 kesalahan (dosa) digugurkan
1,000 tingkatan surga ditinggikan

dan demikianlah seterusnya, subhaanallah.. 

Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Muhammad..

Do’a Yang Mengumpulkan Seluruh Perkara Kebaikan

Syaikh ‘Abdurrohman bin Nashir as-Sa’di rohimahullahu ta’ala mengatakan,

ومن دعاء النبي صلى الله عليه وسلم: “اللهم إني أسألك الهدى والتقى، والعفاف والغنى” فجمع الخير كله في هذا الدعاء.
فالهدى: هو العلم النافع. والتقى: العمل الصالح، وترك المحرمات كلها. وهذا صلاح الدين.
وتمام ذلك بصلاح القلب، وطمأنينته بالعفاف عن الخلق، والغنى بالله. ومن كان غنيا بالله فهو الغني حقا، وإن قلت حواصله. فليس الغني عن كثرة العرض، إنما الغنى غنى القلب. وبالعفاف والغنى يتم للعبد الحياة الطيبة، والنعيم الدنيوي، والقناعة بما آتاه الله.

“Di antara do’a yang Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam panjatkan adalah,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

ALLAAHUMMA INNII
AS ALUKAL-HUDAA
WAT-TUQOO WAL ‘AFAAFA
WAL-GHINAA

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu al-Hudaa (petunjuk), at-Tuqoo (ketakwaan), al-‘Afaaf (terjaganya kehormatan), dan al-Ghinaa (rasa cukup)..”

Sungguh, Nabi sholallahu ‘alayhi wa sallam telah menghimpun seluruh perkara kebaikan dalam do’a ini :

al-Hudaa adalah ilmu yang bermanfaat.

at-Tuqoo adalah beramal saleh dan meninggalkan seluruh perkara yang haram.

Dua hal tersebut adalah kebaikan bagi agama seseorang.

Kebaikan agama akan sempurna jika dilengkapi dengan kebaikan dan ketentraman kalbu yang diraih dengan :

Al-‘Afaaf (menjaga kehormatan) dari bergantung kepada makhluk), dan

Al-Ghinaa (merasa cukup dengan pemberian Allah).

Barang siapa merasa cukup dengan pemberian Allah, dia adalah orang kaya secara hakiki, walaupun pemasukannya sedikit..

Tidaklah kekayaan itu dinilai dari banyaknya harta, akan tetapi kekayaan (yang hakiki) adalah rasa cukup dalam kalbu..

Dengan sifat al-‘Afaaf dan al-Ghinaa seorang hamba akan sempurna kebahagiaan hidupnya, kenikmatan duniawinya, dan merasa cukup dengan pemberian Allah..

[ Bahjah Quluub al-Abror wa Qurrotu ‘Uyuun al-Akhyar fi Syarh Jawami’ al-Akhbar – 116 ]

NB :

jangan lupa salah satu adab sebelum berdo’a adalah :

● memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang Agung (contoh): yaa Hayyu yaa Qoyyuum

● lalu membaca sholawat (contoh): Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Muhammad

● lalu mulailah berdo’a..

Pahala Haji Yang Sempurna

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يُعَلِّمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حَجَّتُهُ

“Siapa yang berangkat ke masjid (dan) yang ia inginkan hanyalah untuk belajar kebaikan atau mengajarkan kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala haji yang sempurna hajinya..”

[ HR. Ath-Thobroni – Al Mu’jam Al Kabir 8/ 94 ]

Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan shohih, lihat Shohih At-Targhiib wat-Tarhiib, no. 86