Category Archives: Hadits
16 RAMADHAN 1442
Dua Perkara Yang Mudah Namun Sedikit Yang Mengamalkannya
Dari ‘Abdullah bin Amru rodhiyallahu ‘anhuma, Nabi Shollallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda :
خَصْلَتَانِ أَوْ خَلَّتَانِ لَا يُحَافِظُ عَلَيْهِمَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، هُمَا يَسِيرٌ وَمَنْ يَعْمَلُ بِهِمَا قَلِيلٌ : يُسَبِّحُ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ عَشْرًا ، وَيَحْمَدُ عَشْرًا ، وَيُكَبِّرُ عَشْرًا ، فَذَلِكَ خَمْسُونَ وَمِائَةٌ بِاللِّسَانِ ، وَأَلْفٌ وَخَمْسُ مِائَةٍ فِي الْمِيزَانِ .
وَيُكَبِّرُ أَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ ، وَيَحْمَدُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ ، وَيُسَبِّحُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ ، فَذَلِكَ مِائَةٌ بِاللِّسَانِ ، وَأَلْفٌ فِي الْمِيزَانِ ، فَلَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْقِدُهَا بِيَدِهِ . قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، كَيْفَ هُمَا يَسِيرٌ وَمَنْ يَعْمَلُ بِهِمَا قَلِيلٌ ؟ قَالَ : يَأْتِي أَحَدَكُمْ – يَعْنِي : الشَّيْطَانَ – فِي مَنَامِهِ فَيُنَوِّمُهُ قَبْلَ أَنْ يَقُولَهُ ، وَيَأْتِيهِ فِي صَلَاتِهِ فَيُذَكِّرُهُ حَاجَةً قَبْلَ أَنْ يَقُولَهَا )
“Dua perkara yang apabila dijaga oleh seorang muslim akan memasukkannya ke surga.. Keduanya mudah tapi yang mengamalkannya sedikit. Yaitu :
⚉ bertasbih di belakang sholat 10x, tahmid 10x dan takbir 10x maka jumlahnya (dikali lima sholat) menjadi 150 di lisan tapi ditimbangan 1,500..
⚉ dan sebelum tidur ia membaca takbir 34x, tahmid 33x dan tasbih 33x. Maka ini 100 di lisan tapi 1,000 di timbangan..”
Mereka berkata, “Wahai Rosulullah, bagaimana ia mudah namun yang mengamalkannya sedikit..?”
Beliau bersabda, “Setan datang ketika ia hendak tidur lalu membuatnya tidur sebelum mengucapkannya.. dan datang ketika setelah sholat lalu mengingatkan keperluannya sebelum ia mengucapkannya..”
(HR Abu Dawud no 5065 dan dishohihkan oleh Al Hafidz ibnu Hajar)
Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS
15 RAMADHAN 1442
14 RAMADHAN 1442
13 RAMADHAN 1442
12 RAMADHAN 1442
11 RAMADHAN 1442
10 RAMADHAN 1442
Pahala besar ini akan didapatkan oleh setiap orang muslim yang melakukan hal tersebut (memandikan mayit) dengan disertai dua syarat, Al-Imam Al-Albani rohimahullah menjelaskan kedua syarat tersebut beliau berkata :
“Bagi orang yang bertugas memandikan ia akan mendapatkan pahala yang sangat besar dengan dua syarat :
1). PERTAMA : Ia hendaknya menyembunyikan aib jenazah, tidak menceritakan sesuatu yang tidak disukai yang terlihat pada jenazah, berdasarkan sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa Salaam : “Barangsiapa memandikan mayit lalu menyembunyikan aib-aibnya, Allah akan mengampuninya dengan 40 kali ampunan. Dan barangsiapa menggali (kubur) untuknya maka akan diberikan pahala untuknya seperti pahala orang yang memberikan tempat tinggal hingga hari kiamat. Dan barangsiapa yang mengkafani mayit, Allah akan mengkafaninya dengan sutra halus dan bludru dari surga di hari kiamat nanti..”
Diriwayatkan oleh Hakim 1/354, 362, Baihaqi ; 3/395, dari haditsnya Abu Rafi’ Rodhiyallahu ‘anhu. Al Hakim berkata : ‘shohih atas syarat Muslim’. Lalu disetujui oleh Adz-Dzahabi dan demikian sebagaimana yang mereka katakan.
Telah diriwayatkan oleh Thobrani dalam “Al Kabiir” dengan lafadz : “40 dosa besar”. Al Mundziri (4/171) berkata, kemudian diikuti oleh Al Haitsami (3/21) : ‘Para perawinya adalah yang dijadikan hujjah dalam hadits shahih’. Al Hafidz dalam “Ad-Duriyyah : 1/40” berkata : ‘sanadnya kuat’.
2). Yang KEDUA : Hendaknya ia melakukan hal tersebut karena mengharap wajah Allah bukan mengharap balasan, ucapan terimakasih, atau hal-hal keduniaan lainnya. Berdasarkan apa yang telah paten di dalam syariat bahwa Allah tiada pernah menerima ibadah kecuali yang dilakukan ikhlas karena-Nya. Dalil atas hal ini sangat beragam di dalam Al-Kitab maupun As-Sunnah..”
(Ahkamul Jana’iz Wa Bida’uha : 69)
HADITS : Orang Yang Berbuka Puasa Tanpa Udzur
Dari Abu Umamah Al Bahili ia berkata, Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
بينا أنا نائمٌ أتاني رجلان فأخذ بضَبعي فأتيا بي جبلًا وعرًا فقالا اصعَدْ فقلتُ إنِّي لا أُطيقُه فقال إنَّا سنُسهِّلُه لك فصعِدتُ حتَّى إذا كنتُ في سواءِ الجبلِ إذا بأصواتٍ شديدةٍ قلتُ ما هذه الأصواتُ قالوا هذا عُواءُ أهلِ النَّارِ ثمَّ انطلق بي فإذا أنا بقومٍ معلَّقين بعراقيبِهم مشقَّقةٌ أشداقُهم تسيلُ أشداقُهم دمًا قال قلتُ من هولاء قال الَّذين يُفطِرون قبل تَحِلَّةِ صومِهم
“Ketika aku sedang tidur, tiba tiba datang dua orang laki laki dan memegang lenganku. Keduanya membawaku ke sebuah gunung yang terjal. Mereka berkata, “Naiklah..!”
“Aku tidak mampu..” Jawabku.
Mereka berkata, “Kami akan memudahkannya untukmu..”
Akupun naik hingga ke puncak gunung.
Tiba tiba terdengar suara suara keras yang menakutkan. Aku bertanya, “Suara apa ini..?”
Mereka menjawab, “Itu adalah suara lolongan penduduk neraka..”
Kemudian aku dibawa. Aku melihat manusia yang digantung kakinya dan rahangnya disobek dan mengalirkan darah.
Aku bertanya, “Siapa mereka..?”
Keduanya menjawab, “Mereka adalah orang orang yang berbuka puasa sebelum waktunya (tanpa udzur)..”
(HR Ibnu Khuzaimah dan dishohihkan oleh syaikh al-Albani)
Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS








