Category Archives: Mutiara Salaf

MUTIARA SALAF : Diantara Ciri-Ciri Seorang Mukmin

Hasan al-Bashri rohimahullah berkata,

Seorang mukmin tidak mengganggu orang lain, kalau diganggu dia akan bersikap santun..
Seorang mukmin juga tidak berbuat zholim, kalau dia dizholimi, dia akan memaafkannya..
Seorang mukmin juga tidak akan berbuat bakhil.. kalau ada yang bakhil terhadapnya, dia akan bersabar..

[ Rasail Ibnu Abid Dunya – 27 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Pahamilah Keadaanmu

Yahya bin Mu’adz rohimahullah berkata,

“Wahai manusia…engkau mencari dunia dalam keadaan engkau bersungguh-sungguh untuk mendapatkannya dan engkau mencari akhirat dalam keadaan seperti orang yang tidak membutuhkannya (malas-malasan). Padahal dunia sudah mencukupimu walaupun engkau tidak mencarinya..

sedangkan akhirat hanya didapatkan dengan usaha yang sungguh-sungguh dalam mencarinya. Maka pahamilah keadaanmu..!

[ Ad-Dunya Zhillun Zail – 31]

ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL

Keberkahan Harta

Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Berapa banyak orang yang Allah jadikan kebaikan yang banyak melalui tangannya dalam waktu yang sedikit sementara yang lain tidak dapat melakukan itu di waktu
yang banyak..

Berapa banyak juga orang yang memiliki harta yang sedikit namun ia merasa nikmat dengannya karena Allah memberinya keberkahan..”

[ Syarah Mumti’ 4/26 ]

ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Harumnya Keikhlasan

Ibnu Rojab Al Hanbali rohimahullah berkata,

رائحة الإخلاص كرائحة البخور الخالص ، كلَّما قوي ستره بالثياب فاح وعبق بها .
‏ورائحة الرياء كدخان الحطب ، يعلو إلى الجو ثم يضمحل وتبقى رائحته الكريهة

“Harumnya keikhlasan bagaikan wanginya gaharu yang murni.. semakin ditutupi baju semakin semerbak..

Sedangkan baunya riya bagaikan asap kayu bakar.. ia membumbung tinggi awalnya lalu melemah dan tersisa baunya yang tak sedap..”

(Majmu Rasail, 758)

Karena keikhlasan dicintai Arrahman..
Ia harum semerbak sepanjang zaman..
Walaupun orang orang yang tidak suka berusaha memburukkannya…

Sedangkan riya…
Dibenci oleh Allah pencipta alam semesta…
Baunya tak enak walaupun orang orang berusaha mewangikannya…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Pentingnya Husnuzhon Dalam Pertemanan

Yunus bin Ubaid rohimahulah pernah terkena musibah. Lalu ada yang berkata kepadanya, “Ibnu Auf tidak datang menjengukmu..”

Yunus bin Ubaid berkata,

إنَّا إذا وثِقنا بِمَودَّةِ أخينا لَم يَضُرُّهُ أن لا يأتينا*

“Kami jika telah percaya saudara kami mencintai kami maka tidak datangnya ia tidak merusak (persahabatan)nya..”

[ Raudhotul Uqola hal. 89 ]

Berhusnuzhon kepada sahabat saleh yang mencintai kita…
Adalah tonggak persahabatan…
Sedangkan berburuk sangka adalah benih-benih retaknya persahabatan…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL

Kekuatan Seorang Mukmin

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

“Sebagian salaf berkata, kekuatan mukmin itu ada pada hatinya dan kelemahannya di badannya. Sedangkan kekutan munafik itu di badannya dan kelemahannya di hatinya..” (Al Fatwa Al Kubro)

Demikianlah Allah menyifati orang munafik dalam alqur’an,

وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ ۖ وَإِن يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ ۖ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُّسَنَّدَةٌ ۖ

“Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar..” (QS Al Munafiqun: 4)

Kayu yang disandarkan..
Terlihat kuat lahirnya namun tak ada akal dan iman..
tidak ada juga kefaqihan dan ilmu..
Di hatinya hanya syahwat dan hawa nafsu..

Sedangkan mukmin..
Baginya keselamatan hati itu segala galanya..
Maka ia makmurkan hatinya dengan ketaqwaan..
Ia hiasi hatinya dengan cinta, takut dan berharap kepada pencipta alam..

Itulah hakikat kekuatan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrussalam Lc حفظه الله تعالى

Saat Allah Memberikan Hidayah

Syaikh ‘Abdurrozaq bin Badr حفظه الله تعالى bercerita di chanel telegram beliau,

“Sebagian temanku yang salih bercerita tentang tetangganya yang berusia 24 tahun. Ia adalah pecandu arak. Dan tidak pernah sholat. Hari-harinya diisi dengan minum arak..

Suatu hari, aku melihat dia sholat di masjid dan banyak beribadah. Ia duduk setelah sholat shubuh sampai matahari terbit. Aku merasa heran dengan perubahannya..

Ketika orang orang telah pergi, aku mendekatinya dan duduk di sampingnya. Pemuda itu berkata, “Aku akan menceritakan kisahku..

“Suatu malam yang amat dingin aku keluar seperti biasanya. Ternyata aku melihat seekor anak anjing hampir mati kedinginan. Aku merasa iba sekali kepadanya. Segera ku ambil anjing itu. Aku berikan susu. Saking kasihannya aku peluk anjing itu agar merasa hangat. Sampai hilang kedinginannya dan ia segar kembali. .

Lalu akupun tidur..

Namun anehnya keinginanku minum arak telah hilang sama sekali. Padahal aku sangat candu dengan arak dan aku merasa semangat untuk beribadah dan sholat…
.
Syaikh ‘Abdurrozaq berkata, “Perhatikanlah sabda Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits tentang pelacur yang memberi minum anjing yang kehausan.. Lalu Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuni dosanya..”

Ia menyayangi seekor anjing, dan Allah lebih sayang kepada hamba hamba-Nya. “Orang yang penyayang itu akan disayangi oleh Arrohman.” (HR Attirmidzi)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.