Category Archives: Mutiara Salaf

MUTIARA SALAF : Jangan Tertipu

Jangan tertipu dengan kepandaian orang dalam berbicara

Umar bin Khoththob rodhiyallahu ‘anhu berkata:

لا يعجبنكم من الرجل طَنْطَنَتُه، ولكن من أدى الأمانة وكف عن أعراض الناس فهو الرجل.

“Jangan sekali-kali kalian terkagum dengan bagusnya seseorang dalam menyampaikan ucapan (retorika), tetapi seseorang yang menunaikan amanah dan menahan diri dari membicarakan kehormatan orang lain, dialah orang yang benar-benar mulia.”

[As-Sunan al-Kubra, karya al-Baihaqy, jilid 6 hlm. 288]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

MUTIARA SALAF : Orang-Orang Yang Allah Bukakan Hatinya

قال مالك بن أنس -رحمه الله-: – «لا يصلح الرجل حتى يترك ما لا يعنيه ويشتغل بما يعنيه، فإذا كان كذلك، يوشـكُ أن يفتـح ﷲ قلبه». –

ترتيب المدارك، القاضي عياض : ٢٠٩/١

Malik bin Anas rohimahullah berkata,

“Seseorang tidak akan baik hingga meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat dan menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat. Jika ia lakukan itu maka Allah akan membuka hatinya..”

[ Tartiib al-Madaarik, al Qodhii ‘Iyadh :1/29 ] 

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Orang Yang Paling Banyak Kesalahannya

قال محمد بن سيرين رحمه الله : . إنَّ أكثر الناس خطايا أكثرهم ذكراً لخطايا الناس . – المجالسة وجواهر العلم

Muhammad bin Siriin rohimahullah berkata,

“Orang yang paling banyak kesalahannya adalah orang yang paling banyak mengingat aib orang lain..”

[ Al Majaalisah Wa Jawaahir Al ‘Ilm ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

Agar Jiwa Menjadi Suci dan Sholih

قال ابن تيمية رحمه الله : . النَّفْسُ لَا تَزْكُو وَتَصْلُحُ حَتَّى تُمَحّصَ بِالبلَاءِ . – جامع المسائل

Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

“Jiwa tidak akan menjadi suci dan sholih sampai disaring dengan ujian”

[ Jaami’ al-Masaail ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)

Kesombongan Merupakan Tanda Kurangnya Akal…

Abu Ja’far Muhammad bin Ali bin Husain rohimahullah berkata,

ما دخل قلب امرئ شيء من الكبر إلا نقص من عقله مثل ما دخله من ذلك، قل أو كثر

“Tidaklah hati seorang hamba dimasuki oleh kesombongan kecuali akalnya akan berkurang sesuai dengan kadar kesombongannya, sedikit atau pun banyak”

[Shifatush Shofwah, II/108]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Pentingnya Hati Yang Selamat…

Yahya bin Mu’adz ar Rozi rohimahullah berkata,

مفاوز الدنيا تقطع بالأقدام، ومفاوز الآخرة تقطع بالقلوب

“Perjalanan dunia bisa ditempuh dengan telapak kaki, sedangkan perjalanan akhirat ditempuh dengan hati”

[ Shifatush Shofwah – IV/93 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

 

 

Didiklah Anak Dengan Tanggung Jawab Sejak Dini

Syeikh Thonthowi rohimahullah mengatakan:

“Setelah kita dididik dalam kehidupan yang keras (berat), sekarang kita malah khawatir kerasnya kehidupan itu berefek buruk terhadap anak-anak kita.

Dan kita terus mengkhawatirkan mereka bahkan pada hal-hal yang biasa seperti lapar dan dahaga, sehingga kita memberi mereka makan berlebih, kita biarkan mereka malas-malasan dan tidur-tiduran, kita tidak membangunkan mereka untuk sholat, dan kita tidak membebani mereka dengan tanggung jawab karena alasan kasihan kepada mereka.

Akhirnya kita yang melakukan semua pekerjaan mereka, menyiapkan semua kebutuhan mereka, menyiapkan segala hal yang bisa meringankan mereka, bahkan kita harus mengurangi tidur agar bisa membangunkan mereka untuk belajar.

Pendidikan apakah ini ?
Apa salah kita, sehingga harus menanggung urusan kita dan urusan mereka ?
Bukankah kita juga manusia seperti mereka ?
Bukankah kemampuan dan kekuatan kita terbatas ?

Sungguh kita sebenarnya telah melatih anak kita dengan “ketergantungan” kepada orang lain, bahkan dengan egoisme.. Sungguh tidak adil, bila seorang ibu mengerjakan semua kewajiban anak-anaknya, sedang mereka duduk menontonnya. Harusnya setiap orang punya bagian tanggung jawab.

Allah telah menjadikan anak-anak kita bagian kekuatan kita.. Dia juga memerintahkan mereka untuk berbakti pada kita.. Tapi kita malah membalik keadaan ini.. Kita malah yang berbakti kepada mereka, bahkan meminta dengan memelas agar mereka ridho kepada kita.

Memanjakan anak bila berlebihan, justru akan berefek buruk.. Itu akan menjadikan mereka tidak memiliki kemampuan, tidak dapat memberi sumbangsih, bisanya meminta dan meminta.

Pendidikan seperti ini akan menghilangkan empati seorang anak terhadap orang lain (termasuk kepada ibu bapaknya).. tidak ada masalah baginya, mencari enaknya sendiri, walaupun harus membuat mereka begadang dan kecapean.

Aku sungguh heran, apa masalahnya bila kita memberi si anak tanggung jawab ?
Bukankah sangat baik bila dia mengerjakannya dan berhasil ?
Kalau dia merasa berat dan sakit, maka itu wajar, agar dia sadar bahwa dunia adalah tempat bersusah payah.. tidak mungkin lari dari kesusahan hidup dalam rangka mencapai kemenangan dan kesuksesan.

Ibu yang bijak akan membiarkan anaknya mengambil sebagian tanggung jawab.. dan membantunya dengan arahan-arahannya.. sehingga dia menjadi dewasa, dan akhirnya mampu menghadapi tanggung jawabnya sendiri”

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Saudara Kandung Kemenangan

قال الإمام ابن القيم رحمه الله : فَإِنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ جَعَلَ الصَّبْرَ جَوَادًا لَا يَبْكُوْا, وَ صَارِمًا لَا يَنْبُوْا, وَجُنْدًا لَا يَهْزِمُ, وَحِصْنًا لَا يَهْدِمُ وَلَا يَثْلِمُ, فَهُوَ النَّصْرُ أَخَوَانِ شَقِيْقَانِ فالنَّصْرُ مَعَ الصَّبْرِ. (عدة الصابرين : 8)

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Sesungguhnya Allah menjadikan sabar sebagai kuda tunggangan yang tak kenal lelah, pedang yang tak pernah tumpul, prajurit yang pantang menyerah, benteng kokoh yang tak bisa dihancurkan dan ditembus..

Sabar merupakan saudara kandung kemenangan. Di mana ada kesabaran, di situ ada kemenangan..”

[ ‘Uddatush Shoobiriin – 8 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Tidak Bisa Bersabar Dalam Menghindari Maksiat

قال الإمام ابن القيم رحمه الله : كثير مِن الناس يصبرُ على مكابدة قيام الليل في الحَرِّ ، والبَرْدِ ، وعلى مشقة الصيام ؛ ولا يصبر عن نظرة محرّمة ! . عدة الصابرين (٢٨)

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Banyak manusia bisa bersabar menanggung kesulitan dalam menjalani sholat malam, baik pada musim panas maupun dingin, dan menanggung beratnya berpuasa…

Akan tetapi dia tidak bisa bersabar dalam menahan diri dari pandangan yang haram.”

[ ‘Uddatush Shoobiriin – 28 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL