Category Archives: Mutiara Salaf

MUTIARA SALAF : Kurang Peduli Dengan Urusan Akhirat

Ibnul Qoyyim rohimahullah bekata,

يهتمون بما ضمنه الله ولا يهتمون بما أمرهم به, ويفرحون بالدنيا ويحزنون على فوات حظهم منها ولا يحزنون على فوات الجنة وما فيها ,ولا يفرحون بالإيمان فرحهم بالدرهم والدينار

“Mereka begitu peduli dengan urusan yang telah Allah jamin untuk mereka, namun mereka kurang peduli dengan urusan yang Allah perintahkan mereka dengannya..

Mereka girang dengan urusan dunia, dan berduka bila gagal mendapatkan bagian darinya. Namun mereka tidak berduka bila kehilangan kesempatan mengapai surga dan kenikmatan yang ada di dalamnya.

Mereka tidak girang dengan urusan iman, kegirangan mereka hanyalah urusan dirham dan dinar..“

[ al-Fawaid – hal. 157]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Hakikat Kehidupan Dunia

Hasan al-Bashri rohimahullah berkata,

مـــا الدنيا كلها مــن أولها إلى آخـــرها
إلا كرجـــل نام نومـــــــــة، رأى فــــــﮯ منامـــــہ
ما يحــب ثم انتبـــــہ

“Kehidupan dunia secara keseluruhan, baik dari awal hingga akhir, hanya seperti seorang yang terlelap dalam tidurnya. Ia melihat dalam mimpinya perkara-perkara yang ia cintai. Lalu setelah itu, ia pun terbangun dari tidurnya..”

[ al-Mujalasah – 5/227 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Suami Yang Buruk Akhlaknya

‏قـــال الشوكاني:
فترى الرّجل إذا لقي أهْله كان أسوأَ الناس أخلاقًا وأشجَعهم نفسًا وأقلهم خيرًا، وإِذا لقي غير الأهل من الأجانب لانَتْ عَريكتُه وانبسطت أخلاقهُ وجادت نفسه وكثر خيره، ولا شك أن من كان كذلك فهو محرومُ التوفيق زائغٌ عن سواء الطريق، نسأل الله السلامة.

نيل الأوطار٢٤٦/٦

Asy-Syaukani rohimahullah berkata,

“Engkau lihat ada lelaki yang bila bertemu istrinya akhlaknya buruk, berani dan sedikit kebaikannya. Bila bertemu selainnya menjadi lembut dan baik akhlaknya..

Tak ragu lagi orang ini terhalang dari taufiq dan tersesat jalan..

Kita memohon kepada Allah keselamatan..”

[ Nayl al-Awthor 6/246 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

MUTIARA SALAF : Menyia-Nyiakan Waktu

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“ إضاعة الوقت أشد من الموت لأن إضاعة الوقت تقطعك عن الله والدار الآخرة والموت يقطعك عن الدنيا وأهلها

“Menyia-nyiakan waktu itu lebih parah daripada kematian. Karena menyia-nyiakan waktu memutus dirimu dari Allah dan negeri akhirat, sementara kematian itu memutus dirimu dari dunia dan penghuninya..”

[ al-Fawaid hal. 44 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Jangan Meremehkan Amal Sedikitpun

Ibnu ‘Abdil Barr rohimahullah berkata,

لا ينبغي للعاقل المؤمن أن يحتقر شيئًا من أعمال البر، فربما غُفر له بأقلِّها.

“Tidak sepantasnya bagi seorang yang berakal yang beriman untuk meremehkan sedikitpun dari amal-amal kebaikan, karena bisa jadi dia akan mendapatkan ampunan dengan sebab amal yang paling kecil.”

[at-Tamhid, 12 – 22]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Jangan Terlena Dengan Dunia

Malik bin Dinar rohimahullah berkata,

لو كانت الدنيا من ذهب يفنى ، والآخرة من خزف يبقى لكان الواجب أن يؤثر خزف يبقى على ذهب يفنى ، فكيف والآخرة من ذهب يبقى ، والدنيا من خزف يفنى؟

“Seandainya dunia adalah emas yang akan fana, dan akhirat adalah tembikar yang kekal abadi, maka tentu saja seseorang wajib memilih sesuatu yang kekal abadi (yaitu tembikar) daripada emas yang nanti akan fana..

Lalu bagaimana lagi jika akhirat itu adalah emas yang akan kekal abadi dan dunia adalah tembikar yang akan fana..?”

[ Fathul Qodir ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

MUTIARA SALAF : Waspadalah Akan Dosa Di Sisa Umurmu

Fudhail bin ‘Iyadh rohimahullah berkata,

“Engkau berbuat kebaikan (amal shaleh) pada sisa umurmu (yang masih ada), maka Allah akan mengampuni (dosa-dosamu) di masa lalu..

karena jika kamu (tetap) berbuat buruk pada sisa umurmu (yang masih ada), kamu akan disiksa (pada hari kiamat) karena (dosa-dosamu) di masa lalu dan (dosa-dosamu) pada sisa umurmu.”

[ Lathoiful Ma’aarif ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

Amal Kebaikan Yang Anda Lakukan Adalah Karena Pertolongan Allah…

Ibnu Taimiyyah rohimahullah berkata,

وَيَجِبُّ أن يَعلَـمَ العَبـدُّ أنَّ عَمَلَـهُ مِن الحَسَنَـاتِ هُـوَ بِفَـضلِ اللَّهِ وَرَحمَتِـه ، ومِن نِعمَتِـهِ ، كَمَـا قَـالَ أهـلُ الجَنَّـة

“Dan wajib diketahui oleh setiap hamba bahwasanya apa yang dia usahakan dari amal kebaikan itu semata-mata karena keutamaan dari Allah Ta’ala, rahmat dan kenikmatan dari-Nya. Sebagaimana yang diucapkan oleh para penduduk surga,

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهتَدِيَّ
لَولَا أَن هَـدَانَا اللَّهُ

“Segala puji bagi Allah yang telah memberikan petunjuk kepada kami untuk ini dan kami tidak akan mendapatkan hidayah kalau sekiranya kami tidak diberi hidayah oleh Allah.”

[Majmu’ al Fatawa]

Kafarat Ghibah

‏قال العلامة ابن عثيمين رحمه الله :
.
كفارة الغيبة إن علم صاحبك ، فاذهب إليه واستسمح منه ، وإن لم يعلم فكفارة ذلك أن تستغفر له ، وأن تذكر صفاته الحميدة في المجلس الذي اغتبته فيه ؛ لأن الحسنات يذهبن السيئات
.
– لقاء الباب المفتوح

Syaikh ‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Kafarat ghibah jika yang di ghibahi tahu, minta maaflah kepadanya. Jika tidak tahu maka kafaratnya mohon ampunan untuknya dan menyebut kebaikannya di majelis yang kami ghibahi ia. Karena kebaikan menghapus keburukan”

[Liqo al Baabul Maftuh]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)

MUTIARA SALAF : Apabila Allah Memberimu Ilmu

قال أبو قلابة -وهو من أعلام التابعين- :

“إذا أحدثَ الله لك علماً، فأحدِثْ لله عبادةً
ولا تكن إنما همّكَ أن تحدثَ به الناسَ”

“فتح المغيث”٣/ ٢٩٤

Abu Qilabah rohimahullah, seorang tabi’in berkata,

“Apabila Allah memberimu ilmu, maka realisasikanlah dengan ibadah kepada Allah.. Jangan sampai keinginanmu yang terbesar sebatas menyampaikannya kepada orang lain..”

[ Al Ma’rifat Wattarikh 2/66 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL