Category Archives: Mutiara Salaf

Etika Membawa Anak Ke Masjid…

Imam Ibnu Taimiyyah rohimahullah berkata,

“Seharusnya masjid dijaga dari segala hal yang dapat menjadi gangguan, terutama gangguan bagi jama’ah yang mendirikan sholat di dalamnya, termasuk dari suara anak-anak yang berteriak-teriak ketika mereka berada di dalam masjid, demikian pula dari anak-anak yang mengotori tikar masjid atau mengotori bagian masjid lainnya,

Terutama bila kegaduhan mereka lakukan ketika ibadah sholat sedang berlangsung, tentu itu termasuk kemungkaran yang besar.”

[ Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah 22/ 204 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Solusi Pemimpin Yang Zholim

Solusi pemimpin yang zalim, bukan DEMO.

=====

Tapi, dengan banyak DO’A dan BERTAUBAT, serta kembali kepada Allah dengan menerapkan syariat-Nya pada diri masing-masing.

Coba renungkan perkataan Hasan Bashri -rohimahullah- berikut ini:

اعلم – عافاك الله- أنّ جور الملوك نقمة من نقم الله تعالى، لا تلاقَى بالسّيوف. وإنما تُتّقى وتُستدفع بالدّعاء والتّوبة والإنابة والإقلاع عن الذنوب. وإنّ نقم الله متى لُقيت بالسّيف كانت أقطع

“Ketahuilah -semoga Allah memberikan keselamatan kepadamu-, sesungguhnya kezaliman para penguasa adalah salah satu bentuk HUKUMAN Allah ta’ala.

Solusinya bukan dilawan dengan pedang, tapi harusnya dihalau dan ditolak dengan DO’A, TAUBAT, INABAH (kembali kepada Allah), dan MENINGGALKAN dosa-dosa.

Sungguh bila hukuman Allah itu dilawan dengan perlawanan pedang, maka hukuman Allah itu malah akan semakin membinasakan.”

Orang yang ingin selamat dari kezaliman penguasa dengan DEMO, itu seperti orang sudah terluka, tapi karena tidak tahan, dia malah bunuh diri .. atau seperti orang yang rugi dalam bisnisnya, tapi karena kecewa, dia malah bakar semua barang dagangannya .. bukan keselamatan yang didapatkan, tapi malah semakin parah keadaannya.

Ingatlah saudaraku .. meski banyak kekurangan, kita masih bisa bersabar dengan sisi-sisi kebaikan yang ada di negeri ini .. jangan sampai kalian malah runtuhkan negeri ini, sehingga sisi-sisi baiknya pun sirna.

Semoga Allah menyadarkan kita semua, menjaga negara kita, dan menjadikan negara kita semakin baik dan maju, baik dunia maupun akheratnya, baldatun thayyibatun wa robbun ghafuuur, amin.

Silahkan dishare, semoga bermanfaat dan Allah berkahi.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Jangan Sampai Anda Salah Sangka

Dah banyak bermaksiat, tapi tidak terlihat Allah memberikan hukuman kepada dia..?! Jangan sampai Anda salah sangka.

=====

Jawabannya ada pada perkataan Ibnul Jauzi -rohimahullah- berikut ini,

وربما رأى العاصي سلامة بدنه وماله فظن أنه لا عقوبة، وغفلته عما عوقب به عقوبة. وقد قال الحكماء: المعصية بعد المعصية عقاب المعصية، والحسنة بعد الحسنة ثواب الحسنة. وربما كان العقاب العاجل معنوياً، كما قال بعض أحبار بني إسرائيل: يا ربِّ كم أعصيك ولا تعاقبني؟ قيل له: كم أعاقبك ولا تدري، أليس قد حرمتك حلاوة مناجاتي؟

“Mungkin saja orang yang bermaksiat melihat keadaan badan dan hartanya selamat, sehingga ia mengira tidak ada hukuman (dari Allah), padahal kelalaian dia terhadap hukuman yang menimpanya adalah bentuk hukuman.. 

Para hukama’ (orang-orang bijak) telah mengatakan:

“Tindakan maksiat setelah bermaksiat adalah hukuman bermaksiat, sebaliknya amal kebaikan setelah beramal kebaikan adalah pahala beramal kebaikan..”

Dan bisa jadi hukuman yang disegerakan itu berupa sesuatu yang maknawi, sebagaimana dikatakan oleh sebagian pemuka agama dari bani Israil: “Ya Robb, betapa banyak aku bermaksiat kepada-Mu, tapi Engkau tidak menghukumku..”

Maka dikatakan kepadanya: “Betapa banyak Aku menghukummu, tapi kamu tidak tahu, bukankah Aku telah menghalangimu dari manisnya bermunajat kepada-Ku..?!”

[Shoidul Khothir, hal: 84]

——

Dan seringkali hukuman yang tak dirasakan lebih berbahaya daripada hukuman yang dirasakan .. karena dengan hukuman yang tak dirasakan tersebut, bisa jadi seseorang tidak sadar akan kesalahannya sampai hari kiamat .. sehingga dia tidak sempat memperbaiki kesalahannya. Na’uudzubillah min dzaalik.

Semoga Allah menyelamatkan kita dari keadaan tersebut, amin.

Silahkan dishare, semoga bermanfaat dan Allah berkahi.

Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Jauhi Sikap Menunda

Imam Hasan al-Bashri rohimahullah berkata,

“Hati-hati dengan sikap menunda-nunda. Engkau sekarang berada di hari ini dan bukan berada di hari besok.

Jika besok tiba, engkau berada di hari tersebut dan sekarang engkau masih berada di hari ini. Jika besok tidak menghampirimu, maka janganlah engkau sesali atas apa yang luput darimu di hari ini

[ Ma’alim fii Thoriq Tholabil ‘Ilmi ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Adab Seseorang

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

أدب المرء عنوانُ سعادته وفلاحه ، ‏وقلة أدبه عنوان شقاوته وبَوَارِه ، ‏فما استُجلِب خيرُ الدنيا والآخرة بمثل الأدب ،
‏ولا استُجلِب حرمانُهما بمثل قلة الأدب

‏ “Adab seseorang adalah tanda kebahagiaan dan keberuntungannya.. dan sedikitnya adab seseorang adalah tanda kesengsaraan dan kecelakaannya..

Tidak ada yang dapat mendatangkan kebaikan dunia dan akherat seperti adab yang baik.. dan tidak ada yang menghalangi dari kebaikan dengan adab yang buruk..”

[Madarijussalikin 2/397]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Waspadai Kemaksiatan…

‘Urwah ibnu az-Zubair rohimahullah berkata,

“Apabila engkau melihat seseorang beramal sebuah kebaikan, ketahuilah bahwa kebaikan itu memiliki saudara-saudara (yakni ada kebaikan-kebaikan lain pada dirinya, -pent.). Apabila engkau melihatnya melakukan suatu keburukan, ketahui pula bahwa keburukan itu memiliki saudara-saudara (yakni ada keburukan-keburukan lain pada dirinya, -pent.). Sebab, sebuah kebaikan akan menunjukkan pada saudaranya (kebaikan yang lain), sedangkan sebuah keburukan akan menunjukkan pada saudaranya (keburukan yang lain).”

[Shifatu ash-Shafwah, jilid 2, hlm. 85]

Kisah Ulama

MUTIARA SALAF : Hakikat Takut dan Dzikir

Sa’id ibn Jubair rohimahullah berkata,

إن الخشية أن تخشى الله حتى تحول خشيتك بينك وبين معصيتك، فتلك الخشية، والذكر طاعة الله، فمن أطاع الله فقد ذكره، ومن لم يطعه فليس بذاكر، وإن أكثر التسبيح وتلاوة القرآن.

“Sesungguhnya takut yang hakiki adalah engkau takut kepada Allah hingga takutmu itu menghalangimu untuk bermaksiat kepada-Nya, itulah takut yang benar, dan dzikir yang hakiki adalah mentaati Allah, sehingga siapa yang mentaati Allah berarti dia telah berdzikir, sedangkan siapa yang tidak mentaati-Nya maka hakikatnya dia tidak berdzikir, walaupun dia banyak bertasbih dan membaca al-Qur’an..”

[ Hilyatul Auliya’, jilid 1 hlm. 276 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Jangan Hinakan Diri Dengan Kemaksiatan

Imam Ibnu Rojab rohimahullah berkata,

ابن آدم لو عرفت قدر نفسك ما أهنتها بالمعاصي أنت المختار من المخلوقات ولك أعدت الجنة.

“Wahai anak Adam, jikalau engkau mengerti kadar dirimu, niscaya engkau tidak akan menghinakannya dengan berbagai kemaksiatan, engkau adalah pilihan di antara para makhluk. Dan bagimu, Surga telah dipersiapkan.”

[Lathoiful-Ma’arif 183]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL