Category Archives: Mutiara Salaf

MUTIARA SALAF : Beribadah Sepanjang Tahun

Bisyr al-Haafi rohimahullah berkata,

بئس القوم لا يعرفون لله حقاً إلاّ في
شهر رمضان. إنّ الصالح الـذي يتعبّد ويجتهد السنة كلها.

“Seburuk-buruk kaum (adalah yang) tidak mengetahui hak Allah (untuk disembah) kecuali di bulan Ramadhan (saja). Sesungguhnya orang sholih (adalah yang) menghamba (kepada Allah) dan bersungguh-sungguh (dalam ketaatan kepada-Nya) sepanjang tahun.”

[Lathoiful-Ma’arif li Ibni Rojab, hlm. 222]

Kisah Ulama

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Memutus Harapan Dari Makhluk

Syaikh al-Fudhail bin Iyadh rohimahullah berkata,

“والله لو يئست من الخلق
حتى لا تريد منهم شيئا:
لأعطاك الله مولاك كل ما تريد”.

“Demi Allah, Seandainya kamu memutus harapan dari makhluk hingga kamu tidak berharap sesuatupun dari mereka niscaya Allah Pelindungmu akan memberikan kepadamu segala yang kamu inginkan.”

[ Jami’ Al-Ulum Wal Hikam, hlm. 264 ]

Kisah Ulama

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

MUTIARA SALAF : Sesuai Kadarnya

Fudhail bin ‘Iyadh rohimahullah berkata,

رهبة العبد من الله على قدر علمه بالله، وزهده في الدنيا على قدر رغبته في الآخرة.

“Rasa takut seorang hamba kepada Allah sesuai kadar ilmunya tentang Allah, dan sikap perendahannya terhadap dunia sesuai dengan kadar kecintaannya terhadap akhirat.”

[Az-Zuhd al-Kabir, 74]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Keutamaan Bulan Haram # 1

Ibnu ‘Abbas rodhiallahu ‘anhumaa berkata,

فَجَعَلَهُنَّ حُرُماً وَعَظَّمَ حُرُمَاتِهِنَّ وَجَعَلَ الذَّنْبَ فِيْهِنَّ أَعْظَمُ، وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ وَاْلأَجْرُ أَعْظَمُ.

“Kemudian Allah menjadikannya bulan-bulan haram, membesarkan hal-hal yang diharamkan di dalamnya dan menjadikan perbuatan dosa di dalamnya lebih besar dan menjadikan amalan soleh dan pahala juga lebih besar.”

[Tafsir Ibnu Abi Hatim VI/1791]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى

https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Sifat Rendah Hati

Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah rohimahullah berkata,

من أساء اليك ثم جاء ليعتذر
فإن التواضع يوجب عليك قبول معذرته، وتكِلّ سريرتهُ إلى الله تعالى

“Barangsiapa yang pernah berbuat jahat kepadamu, lalu ia datang untuk meminta maaf, maka sesungguhnya ketawadhu’an mengharuskanmu untuk memberinya maaf.. dan serahkanlah kepada Allah Ta’ala apa yang ia tidak tampakkan..”

[ Tahdzib Al-Madarij : 2/687 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL

Kisah Ulama

MUTIARA SALAF : Kebaikan Yang Engkau Dapatkan dari Musuhmu Lebih Banyak Dibandingkan dari Teman

Fudhail bin ‘Iyadh rohimahullah berkata,

حسناتك من عدوك أكثر منها من صديقك

“Kebaikan yang engkau dapatkan dari musuhmu lebih banyak dibandingkan dari temanmu.”

Ada yang bertanya,

وكيف ذلك يا أبا علي ؟

“Bagaimana bisa seperti itu wahai Abu Ali ?”

Fudhail bin ‘Iyadh rohimahullah menjawab,

إن صديقك إذا ذُكرت بين يديه قال : عافاه الله ، وعدُوُّكَ إذا ذُكرت بين يديه يغتابك الليل والنهار , وإنما يدفع المسكين حسناته إليك

Sesungguhnya temanmu jika engkau disebut di hadapannya dia mendo’akanmu, semoga Allah memberinya keselamatan.

Sedangkan musuhmu jika engkau disebut di hadapannya maka dia meng-gibahimu siang dan malam. Padahal musuhmu yang perlu dikasihani itu hakekatnya dia terus memberikan kebaikannya kepadamu.

فلا ترضى إذا ذُكر بين يديك أن تقول : اللهم أهلكه

Maka engkau jangan ridha jika musuhmu itu disebutkan di hadapanmu, engkau mengatakan, Ya Allah, binasakanlah dia.

بل ادع الله : اللهم أصلحه, اللهم راجع به ويكون الله معطيك أجر ما دعوت به

Bahkan hendaknya engkau berdo’a kepada Allah, “Ya Allah, perbaikilah keadaannya. Ya Allah, kembalikan dia kepada kebenaran.’ Jika seperti itu maka Allah akan memberimu pahala dari do’a yang engkau panjatkan.

Sebaliknya siapa yang mengatakan,

اللهم أهلكه فقد أعطى الشيطان سؤاله لأن الشيطان إنما يدور على هلاك الخلق.

Ya Allah, binasakanlah dia. Maka dia telah memberikan doanya kepada setan, karena sesungguhnya setan berkeliaran dengan tujuan untuk membinasakan hamba-hamba Allah.”

[Hilyatul Auliya’, jilid VIII, hlm. 97]

Kisah Ulama

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Adakah Do’a Akhir dan Awal Tahun Hijriyah..?

Syaikh Bakr Bin Abdillah Abu Zaid rohimahullah berkata,

“Syariat Islam tidak pernah mengajarkan atau menganjurkan do’a atau dzikir untuk awal tahun. Manusia saat ini banyak yang membuat kreasi baru dalam hal amalan berupa do’a, dzikir atau tukar menukar ucapan selamat, demikian pula puasa awal tahun baru, menghidupkan malam pertama bulan Muharrom dengan sholat, dzikir atau do’a, puasa akhir tahun dan sebagainya yang semua ini tidak ada dalilnya sama sekali.”

[Tashih Ad Du’a’, hal.107]

Syaikh ‘Abdullah At Tuwaijiriy berkata,

“Sebagian orang membuat inovasi baru dalam ibadah dengan membuat-membuat doa awal tahun dan akhir tahun. Sehingga dari sini orang-orang awam ikut-ikutan mengikuti ritual tersebut di berbagai masjid, bahkan terdapat para imam pun mengikutinya. Padahal, do’a awal dan akhir tahun tersebut tidak ada pendukung dalil sama sekali dari Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam dan juga dari para sahabatnya, begitu pula dari para tabi’in. Tidak ada satu hadits pun yang mendukungnya dalam berbagai kitab musnad atau kitab hadits.”

[Al Bida’ Al Hawliyah, hal. 399]

 

Diantara Hikmah Bulan Suci Al Muharrom Dijadikan Sebagai Awal Tahun Hijriyah

Al Hafizh Ibnu Hajar al-Asqolany rohimahullah berkata,

الْحِكْمَةُ فِي جَعْلِ الْمُحَرَّمِ أَوَّلَ السَّنَةِ أَنْ يَحْصُلَ الِابْتِدَاءُ بِشَهْرٍ حَرَامٍ وَيُخْتَمَ بِشَهْرٍ حَرَامٍ وَتُتَوَسَّطَ السَّنَةُ بِشَهْرٍ حَرَامٍ وَهُوَ رَجَبٌ، وَإِنَّمَا تَوَالَى شَهْرَانِ فِي الْآخِرِ لِإِرَادَةِ تَفْضِيلِ الْخِتَامِ وَالْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ.

Hikmah pada dijadikannya al-Muharrom sebagai awal tahun adalah,

● agar tahun diawali dengan bulan suci dan ditutup dengan bulan suci juga,

● dan tahun di tengah-tengahnya juga terdapat bulan suci yaitu Rojab,

● dan berturut-turutnya dua bulan suci di akhir tahun (Dzulqo’dah dan Dzulhijjah -pent) untuk menunjukkan keutamaan penutup dan bahwasanya amal-amal itu tergantung atau dinilai berdasarkan penutupnya.

(Fathul Bary, jilid 8, hlm. 108)

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

MUTIARA SALAF : Tanda-Tanda Orang Yang Bertakwa

Imam al-Hasan al-Bashry rohimahullah berkata:

🔗 ﺇﻥَّ ﻷَﻫـْﻞِ ﺍﻟﺘَّـﻘْـﻮَﻯ ﻋَـﻠَﺎﻣَﺎﺕٌ ﻳُﻌْﺮَﻓُﻮﻥَ ﺑِـﻬَﺎ:

👈 ﺻﺪﻕ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ
👈 ﻭﺍﻟﻮﻓﺎﺀ ﺑﺎﻟﻌﻬﺪ
👈 ﻭﺻﻠﺔ ﺍﻟﺮﺣﻢ
👈ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻀﻌﻔﺎﺀ
👈 ﻭﻗﻠﺔ ﺍﻟﻔﺨﺮ ﻭﺍﻟﺨﻴﻼﺀ
👈 ﻭﺑﺬﻝ ﺍﻟﻤﻌﺮﻭﻑ
👈ﻭﻗﻠﺔ ﺍﻟﻤﺒﺎﻫﺎﺓ ﻟﻠﻨﺎﺱ
👈 ﻭﺣﺴﻦ ﺍﻟﺨﻠﻖ
👈 ﻭﺳﻌﺔ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﻣﻤﺎ ﻳﻘﺮﺏ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa memiliki tanda-tanda yang mereka bisa dikenali dengannya:

⚉ Jujur ucapannya
⚉ Menunaikan janji
⚉ Menyambung silaturahmi
⚉ Menyayangi orang-orang lemah
⚉ Tidak bangga dan sombong
⚉ Memberikan kebaikan
⚉ Tidak membanggakan diri di hadapan manusia
⚉ Baik akhlaknya
⚉ Keluasan akhlak dengan sikap-sikap yang bisa mendekatkan dirinya kepada Allah.”

[Hilyatul Auliya’ juz 1, hlm. 270]

Kisah Ulama

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL