Seorang penyair berkata,
“Aku mengetahui keburukan, bukan karena buruknya.. akan tetapi agar tidak terjerumus kedalam nya.”
[Mukhtashor Minhajul Qoshidin, Imam Ibnu Qudamah]
قال ابن القيم
ولهذا كان غض البصر عن المحارم يوجب ثلاث فوائد عظيمة الخطر جليلة القدر
1- حلاوة الإيمان ولذته ….
2- نور القلب وصحة فراسته …
3- قوة القلب وثباته وشجاعته …
[ إغاثة اللهفان 1 / 76 – وشرح كل فائدة باستيعاب ]
Ibnul Qoyyim berkata,
“Menundukan pandangan dari keharaman mendatangkan 3 faidah besar,
1. Manisnya iman
2. Cahaya hati dan firasat yang benar
3. Hati yang kuat dan kokoh..”
[Ighootsatul Lahfaan 1/76]
Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL
قال الضحاك بن مزاحم رحمه الله : . يأتي على الناس زمان تكثر فيه الأحاديث ؛ حتى يبقى المصحف عليه الغبار لا يُنظَر فيه .
– الزهد للإمام أحمد
Adh Dhohak bin Muzahim rohimahullah berkata,
“Akan datang zaman banyak padanya berbicara hingga mushafpun berdebu tidak dibaca.”
[Kitab Az Zuhd, Imam Ahmad]
Diterjemahkan oleh
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL
Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz rohimahullah berkata,
“من حفظ وقته بذكر الله وقراءة القرآن وصحبة الأخيار والبعد عن صحبة الغافلين والأشرار يطيب قلبـه ويلين”
📚مجموع فتاوى ابن باز – 244/5
“Barangsiapa yang menjaga waktunya,
⚉ digunakan untuk berdzikir kepada Allah,
⚉ membaca Alquran,
⚉ berteman dengan teman yang baik,
⚉ dan menjauhi teman yang lalai dan jelek,
maka niscaya akan membuat hati baik dan membuatnya lunak.”
[ Majmu’ Fatawa – 5/244 ]
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah berkata,
الشــيخ العـلامــة
محمـد بـن صــالح الـ؏ـثيمين
ـ رحمـہ اللّـہ تـعالـﮯ ـ
قال رحمـہ اللـہ : إذا رأيتَ من نفسكـ أن أوقاتكـ ضائعـــة بلا فائدة فيجب عليكـ أن تلاحظ قلبكـ ؛ فإن هذا لا يكــــون إلا مـن غفلـة القلب عن ذكر الله تعالى !!!
ولو نظــــرتَ فيما سبق من التاريخ كيف أنتج العلماء رحمهـــم الله ما أنتجــوا من المؤلفات، ومن فطاحل العلماء الذيـــن تخرجوا على أيديهم فـﮯ أوقات قد تكون أقل من الوقت الذي عشتــہ أنت، وذلكـ بسبب ما ملأ الله تعالى بــہ قلوبهم من ذكره .
( تفسير ســـورة الأحزاب صـ ٤٩٩)
“Jika kamu melihat dari dirimu bahwa waktu-waktu yang kamu miliki terbuang percuma tanpa manfaat, maka wajib bagimu untuk memperhatikan hatimu.
Karena sesungguhnya ini tidaklah terjadi melainkan karena lalainya hati dari mengingat Allah !!
Jika kamu mau melihat sejarah yang telah lalu bagaimana para ulama (semoga Allah merahmati mereka semua) bisa menghasilkan karya-karya tulis mereka.
Ada diantara ulama-ulama terkemuka yang terhasilkan dari tangan-tangan mereka dengan waktu yang boleh jadi lebih sedikit dari waktu yang kamu miliki untuk hidupmu.
Dan itu (bisa diperoleh) dengan sebab apa yang telah Allah Ta’ala penuhkan hati mereka (yaitu) dengan mengingat-Nya.”
[ Tafsir QS al Ahzaab hal. 499 ]
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah berkata,
قَال العلّامة ابن عثيمين :احفَظ لِسانك فَـإن الـصّحـُف سـَوفَ يكتب فيهَـا كل ما تقـُول وسوف تُنشـر لكَ يوم الـقيَامة .
تفسير جزء عم ٧٣/١
“Jagalah lisanmu, karena setiap kali apa yang kau ucapkan akan tertulis di suhuf (catatan amalan), dan akan dibentangkan untukmu kelak pada hari kiamat.”
[ Tafsir Juz ‘Amma, 1/73 ]
Asy-Syaikh Muhammad Sholih al-Utsaimin rohimahullah berkata,
Allah Ta’ala berfirman:
ﺣَﺘَّﻰ ﺇِﺫَﺍ ﺟَﺎﺀَ ﺃَﺣَﺪَﻫُﻢُ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕُ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺏِّ ﺍﺭْﺟِﻌُﻮﻥِ. ﻟَﻌَﻠِّﻲ ﺃَﻋْﻤَﻞُ ﺻَﺎﻟِﺤﺎً ﻓِﻴﻤَﺎ ﺗَﺮَﻛْﺖُ.
“Hingga apabila kematian datang kepada salah seorang diantara mereka maka dia mengatakan, “Wahai Robbku, kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku bisa beramal sholih yang aku tinggalkan.” (QS. Al-Mu’minun: 99-100)
Agar tidak menyia-nyiakan waktu, dia tidak mengatakan,
“Agar aku menikmati harta, atau menikmati istri, atau menikmati kendaraan, atau menikmati istana.”
Tetapi dia mengatakan,
“Agar aku bisa beramal sholih yang aku tinggalkan.”
Waktu telah berlalu namun engkau tidak mendapatkan manfaat darinya. Jadi waktu adalah sesuatu yang paling berharga, namun itu sekarang ini menurut kita merupakan sesuatu yang paling tidak berharga. Kita membiarkan waktu kita yang banyak berlalu begitu saja tanpa faedah, bahkan kita membiarkan waktu kita yang banyak dengan melakukan hal-hal yang merugikan.
Saya tidak berbicara tentang keadaan satu orang, bahkan saya berbicara tentang keadaan kaum Muslimin secara umum. Hari ini -sangat disayangkan- mereka tenggelam dalam lupa, hal yang sia-sia, dan kelalaian. Mereka tidak serius dalam urusan agama mereka. Mayoritas mereka dalam kelalaian dan kemewahan. Mereka hanya sibuk memperhatikan kemewahan untuk badan mereka, walaupun konsekuensinya merusak agama mereka.”
[ Syarh Riyadhus Sholihin, jilid 1 hlm. 345 ]
Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin rohimahullah berkata :
ينبغي للإنسان أن يغتنم عمره بصالح الأعمال لأنه سوف يندم إذا جاءه الموت إن أمضى ساعة من دهره لا يتقرب بها إلى الله عز وجل كل ساعة تمضي عليك وأنت لا تتقرب إلى الله بها فهي خسارة فانتهز الفرصة بالصلاة والذكر وقراءة القرآن.
“Sebaiknya seorang insan itu senantiasa memanfaatkan umurnya untuk beramal sholih. Karena ia akan menyesal jika ia dijemput kematian, tatkala berlalu satu waktu yang ia tidak memakainya untuk mendekatkan diri kepada Allah..
Setiap waktu yang engkau lalui dalam keadaan engkau tidak mendekatkan diri kepada Allah dengannya, maka itu adalah kerugian. Maka manfaatkanlah kesempatan ini untuk sholat, berdzikir dan membaca Al-Quran.”
[ Syarh Riyadh Ash-Sholihin 5/154 ]
Abu ad-Darda’ rodhiyallahu ‘anhu berkata,
قال أبو الدرداء رضي الله عنه: “البر لا يبلى، والإثم لا ينسى، والديان لا ينام؛ فكن كما شئت، كما تدين تدان”. *الزهد للإمام أحمد
“Kebaikan tak akan usang, dan dosa tak dilupakan, dan Allah tidak tidur maka jadilah sesuai kemauanmu karena kamu akan dibalas sesuai perbuatanmu”
[ az-Zuhd Lil-Imaam Ahmad Ibn Hanbal ]
Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
(Twitter @UB_CintaSunnah)
Sufyan ats-Tsaury rohimahullah berkata,
“Jika engkau mengaku mencintai seseorang karena Allah, lalu ketika dia melakukan sebuah dosa engkau tidak marah kepadanya, maka hakekatnya engkau tidak mencintainya karena Allah..”
[ Hilyatul Auliya’ – 7/34 ]
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL