Category Archives: Mutiara Salaf

MUTIARA SALAF : Diantara Tanda Hati Yang Sehat

قال ابن القيم رحمه الله :
.
من علامات صحة القلب أن لا يفتر عن ذكر ربه ولا يسأم من خدمته ولا يأنس بغيره إلا بمن يدله عليه ويذكِّرُهُ به ويذاكره بهذا الأمر
.
– إغاثة اللهفان

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Diantara tanda hati yang sehat adalah tak lesu dari berdzikir kepada Allah dan tidak bosan untuk berkhidmat kepada-Nya,

Dan tidak merasa asik dengan selain-Nya, kecuali dengan orang yang menunjukkan kepada-Nya dan membuatnya ingat kepada-Nya.”

[Ighotsatul Lahfan]

Diterjemahkan oleh
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Apabila Telah Terjadi Fitnah

قال الحافظ_الذهبي في السير  :
إذا وقعت الفتن، فتمسك بالسنة، والزم الصمت، ولا تخض فيما لايعنيك، وما أشكل عليك فرده إلى الله ورسوله، وقف، وقل: الله أعلم.

Imam Adz Dzahabi rohimahullah berkata,

“Apabila telah terjadi fitnah peganglah sunnah kuat-kuat, dan banyak diamlah.

Jangan tenggelam dalam perkara yang bukan urusanmu. Kembalikan problemmu kepada Allah dan Rosul-Nya, dan berhentilah dan katakan, Allahu a’lam (Allah lebih mengetahui).”

[Siyar A’lam an-Nubala – 20/141]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)

 

Teman Dudukmu…

‏قال سفيان الثوري رحمه الله :

ليكن جليسك من يزهدك في الدنيا ويرغبك في الآخرة وإياك ومجالسة أهل الدنيا الذين يخوضون في حديث الدنيا ، فإنهم يفسدون عليك دينك وقلبك

– حلية الأولياء

Sufyan ats-Tsauri rohimahullah berkata,

“Hendaklah teman dudukmu yang membuatmu zuhud di dunia dan berharap akherat. Jauhi duduk dengan ahli dunia yang obrolan mereka sebatas dunia. Karena hal itu dapat merusak agama dan hatimu.”

[Hilyatul Auliya]

Diterjemahkan oleh
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)

Jangan Tertipu Dengan Kepandaian Orang Dalam Berbicara…

Umar bin Khoththob rodhiyallahu ‘anhu berkata,

لا يعجبنكم من الرجل طَنْطَنَتُه، ولكن من أدى الأمانة وكف عن أعراض الناس فهو الرجل.

“Jangan sekali-kali kalian terkagum dengan bagusnya seseorang dalam menyampaikan ucapan (retorika), tetapi seseorang yang menunaikan amanah dan menahan diri dari membicarakan kehormatan orang lain, dialah orang yang benar-benar mulia.”

[As-Sunan al-Kubra, karya al-Baihaqy, jilid 6 hlm. 288]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى

https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Penyakit Cinta Ketenaran…

Ibrahim bin Adham rahimahullah berkata

مَا صَدَقَ اللهَ عَبْدٌ أَحَبَّ الشُّهْرَةَ

“Tidaklah jujur kepada Allah, seorang hamba yang mencintai ketenaran.”

Al-Hafizh adz-Dzahabi berkata:
“Saya katakan,

عَلاَمَةُ المُخْلِصِ الَّذِي قَدْ يُحِبُّ شُهْرَةً، وَلاَ يَشْعُرُ بِهَا أَنَّهُ إِذَا عُوتِبَ فِي ذَلِكَ لاَ يَحْرَدُ (أَيْ: لاَ يَغْضَبُ) وَلاَ يُبَرِّئُ نَفْسَهُ

Tanda seseorang yang ikhlas, (saat ia terjatuh) mencintai ketenaran yang tanpa disadarinya, jika ia ditegur lantaran hal itu (maka) ia tak akan marah dan tidak menganggap dirinya terbebas dari kekurangan tersebut. Ia justru menyadari (atas kekurangannya) dan berkata,

رَحِمَ اللهُ مَنْ أَهْدَى إِلَيَّ عُيُوبِي

“Semoga Allah merahmati orang yang menunjukkan aib-aibku kepadaku.”

وَلاَ يَكُنْ مُعْجَبًا بِنَفْسِهِ؛ لاَ يَشْعُرُ بِعُيُوبِهَا، بَلْ لاَ يَشْعُرُ أَنَّهُ لاَ يَشْعُرُ، فَإِنَّ هَذَا دَاءٌ مُزْمِنٌ

Janganlah dia menjadi orang yang merasa ujub (bangga), tidak menyadari aib-aibnya, bahkan tidak sadar bahwa dirinya tidak menyadari aib-aibnya. Ini adalah penyakit yang kronis.”

[Sumber: Siyar A’lam an-Nubala karya adz-Dzahabi, jilid 7, hlm
393]

ref : https://telegram.me/kisahulama

Diantara Manfaat Segera Bertaubat…

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata :

الذنب بمنزلة شرب السم، والتوبة ترياقه ودواؤه، والطاعة هي الصحة والعافية

“Perbuatan dosa itu ibarat seseorang yang meminum racun. Maka taubat yang akan menawarkan dan mengobati racun tersebut. Dan keta’atan kepada Allah yang akan menyebabkan dia sehat wal afiat.”

[ Madarijus Salikin 1/222 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى

https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Harta Bukanlah Lambang Dari Kemuliaan…

Ibnu Katsir rohimahullah berkata :

الله تعالى يعطي المال من يحب ومن لا يحب ويضيق على من يحب ومن لا يحب وإنما المدار في ذلك على طاعة الله في كل من الحالين إذا كان غنيا بأن يشكر الله على ذلك وإذا كان فقيرا بأن يصبر

“Sesungguhnya Allah ta’ala memberikan harta kepada orang yang Dia cintai dan kepada orang yang tidak Dia cintai. Dia pun menyempitkan rejeki kepada orang yang Dia cintai dan kepada orang yang tidak Dia cintai.

Barometer dalam permasalahan ini tiada lain adalah “KETA’ATAN” kepada Allah ta’ala dalam dua kondisi tersebut. Apabila seseorang diberi kekayaan, maka hendaknya ia bersyukur kepada Allah atas hal tersebut. Namun jika ia berada dalam kemiskinan, maka hendaknya ia bersabar.”

[ Tafsir ibnu Katsir 8/388 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى

https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/