Category Archives: Mutiara Salaf

Kapan Sholat Gerhana..?

Syaikhul Islam ibnu Taimiyah rohimahullah berkata:

“Apabila telah bersepakat para ahli hisab tentang itu maka biasanya hampir tidak salah. Akan tetapi berita mereka itu tidak menimbulkan hukum syari’at apapun, karena sholat gerhana bulan dan matahari tidak kita lakukan kecuali bila kita menyaksikannya..”

(Majmu Fatawa 24/258)

Syaikh bin Baz rohimahullah berkata:

“Telah shahih hadits hadits yang memerintahkan sholat gerhana, berdzikir dan berdoa ketika kaum muslimin melihat gerhana. Diantaranya sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:

إن الشمس والقمر آيتان من آيات الله لا ينكسفان لموت أحد ولا لحياته ، ولكن الله يرسلهما يخوف بهما عباده ، فإذا رأيتم ذلك فصلوا وادعوا حتى ينكشف ما بكم

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak gerhana karena meninggal atau hidupnya seseorang. Akan tetapi Allah mengirimnya untuk menakut-nakuti para hambaNya. Maka apabila kalian MELIHAT itu, hendaklah sholat dan berdo’a hingga selesai gerhana.” (HR Al Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits tersebut Nabi mengaitkan sholat gerhana, berdzikir, berdo’a dan istighfar dengan melihat gerhana bukan berdasarkan berita ahli hisab.

Maka orang yang sholat gerhana sebataskan berita para ahli falak telah jatuh dalam kesalahan dan menyelisihi sunnah..”

(Majmu Fatawa Syaikh bin Baz 13/30)

Pahala Membangun Masjid

Syaikh ‘Abdurrozzaq al-Badr حفظه الله تعالى berkata,

“Masjid merupakan tempat yang paling dicintai Allah ‘Azza wa Jalla. Sebuah tempat yang Allah perintahkan untuk diangkat dan disebut nama-Nya di sana. Apabila masjid telah dibangun maka di sana akan dilaksanakan sholat, dibaca ayat-ayat al-Qur’an, nama-nama Allah ‘Azza wa Jalla akan disebut, ilmu-ilmu akan diajarkan, serta bisa menjadi tempat berkumpulnya kaum Muslimin, masih banyak faedah-faedah yang lain. Masing-masing poin itu bisa menghasilkan pahala..”

[ al-Fawaaid al-Mantsuurah, hlm. 11-15 ]

MUTIARA SALAF : Lima Pilar Syukur

Ibnul Qoyyim rohimahullah menjelskan bahwa syukur itu akan tegak jika ditopang oleh lima pilar :

[1] Tunduk dan merendah kepada Dzat yang disyukuri yaitu Allah,
[2] Cinta kepada-Nya,
[3] Mengakui bahwa nikmat itu adalah pemberian-Nya,
[4] Memuji-Nya -dengan lisan- atas limpahan nikmat tersebut, dan
[5] Tidak memanfaatkannya dalam perkara yang dibenci-Nya.

Inilah lima pilar syukur, apabila salah satunya hilang maka cacatlah syukur yang ada pada diri seorang hamba..”

[ Madaarijus Saalikin ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Maafkan…

Syaikh Ali Musthofa Thonthowi rohimahullah berpesan,

“Genggam erat orang yang engkau cintai.. Ungkapkan rasa cintamu pada mereka. Maafkan setiap kesalahan mereka, karena boleh jadi suatu hari nanti engkau atau mereka akan pergi sementara di dalam hati ada cerita dan rindu (yang belum tersampaikan) pada mereka.. Diskusikan, perbaiki, jelaskan dan akui setiap salah…

Hidup ini sangat pendek, tak layak dilalui dengan hasad dan dengki.. Esok kita akan menjadi kenangan saja..

Kematian tak akan meminta izin,
karena itu.. tersenyumlah.. dan maafkan semua yang pernah menyakitimu..”

 

Wasiat Bagi Yang Diberikan Nikmat Berupa Suara Merdu Saat Membaca Al Qur’an

Imam Abu Bakar al-Ajurri -rahimahullah- mengatakan,

“Bagi orang yang diberikan kemerduan suara dalam (membaca) Al Qur’an, ketahuilah bahwa Allah telah mengistimewakannya dengan kebaikan yang agung.

Maka, harusnya dia sadar akan besarnya keistimewaan yang Allah berikan kepadanya, dan harusnya dia membaca (Al Qur’an) karena Allah, bukan karena makhluk makhluk-Nya.

Harusnya dia waspada akan :

– keinginan untuk didengarkan oleh orang orang, karena ingin mendapatkan dunia. 

– keinginan untuk mendapatkan pujian dan kedudukan di hati pemilik dunia.

– (keinginan) untuk memiliki hubungan baik dengan orang orang yang berkedudukan, meninggalkan hubungan baik dengan orang orang awam.

Maka orang yang punya keinginan terhadap sesuatu yang kularang ini, aku khawatir kemerduan suaranya akan menjadi fitnah (musibah) baginya.

Merdunya suara dia itu hanya akan memberikan manfaat bagi dia, jika :

– dia takut kepada Allah -azza wajalla- saat sendiri maupun saat bersama.

– niatnya agar Al Qur’an didengar darinya, sehingga orang orang yang lalai menjadi sadar, hingga mereka mencintai apa yang diinginkan Allah -azza wajalla- untuk dicintai, dan berhenti dari apapun yang Allah larang.

Maka, siapa yang sifatnya demikian, dia akan mendapatkan manfaat dari kemerduan suaranya, dan manusia pun akan mendapatkan manfaat darinya..”

[Kitab: Akhlaqu Ahlil Qur’an, hal: 161].

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Coba Perhatikan Keadaan Rumah Anda

Rumah yang dihidupkan dengan ibadah, maka ia akan menjadi terasa nyaman dan hati penghuninya akan tenang, tentram, dan bahagia.

Sedang rumah yang dipenuhi dengan maksiat, maka ia akan menjadi tidak nyaman dan hati penghuninya juga tidak tenang dan gersang.

Syeikh Binbaz -rahimahullah- mengatakan:

“Suatu keluarga, semakin banyak mereka membaca Qur’an, atau mempelajari hadits, atau membaca dzikir, bertasbih dan bertahlil; maka mereka akan semakin selamat dari setan dan semakin jauh darinya..

Sebaliknya, semakin mereka dipenuhi dengan kelalaian dan dan hal-hal yang menyebabkan mereka lalai, seperti: nyanyian bermusik, dan membincangkan gosip; maka mereka akan semakin dekat dengan setan yang menyemangati mereka melakukan kebatilan..”

[Fawaid Ilmiyah min Durus Baziyyah 1/142]

—–

Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa sebenarnya yang paling penting bukanlah bentuk fisik rumah.. tapi bagaimana kita membangun sisi rohaninya, agar sebuah rumah hidup dengan ibadah-ibadah yang dicintai oleh Allah ta’ala, sehingga rahmat Allah memenuhi rumah tersebut.

Rumah yang megah, setiap orang kaya bisa membuatnya.. tapi itu tidak menjamin kenyamanan penghuninya.

Oleh karena itu, seringkali kita mendapati rumah megah, tapi hati kita tidak nyaman saat memasukinya.. sebaliknya seringkali kita dapati rumah yang sangat sederhana, tapi hati kita sangat nyaman dan bahagia tinggal di dalamnya.

Inilah kemurahan Allah ta’ala.. bahwa kenyamanan suatu rumah bisa didapatkan oleh siapapun.. baik yang kaya maupun yang miskin.. kuncinya satu, hidupkan rumah itu dengan ibadah yang dituntunkan oleh-Nya.

Silahkan dishare… Semoga bermanfaat.

Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF: Selalu Mengingat Allah = Kunci Berkahnya Waktu Anda

Syeikh Al-‘Utsaimin rohimahulloh berkata,

“Orang yang mendapat taufiq itu selalu dalam keadaan ‘sadar’, sedang orang yang hina itu selalu dalam keadaan lupa,

Allah ta’ala berfirman (yang artinya): “Janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami LALAIKAN dari mengingat kami, dia menuruti keinginannya, dan keadaannya sudah melewati batas..”

Oleh karena itu, bila kamu melihat dirimu tidak beramal, dan hari-harimu berlalu begitu saja, maka curigailah dirimu, maka sungguh (kamu akan dapati) hatimu selalu lupa dari MENGINGAT Allah -azza wajall-, karena orang yang menghadapkan dirinya kepada Allah, tentu Dia akan MEMBERKAHI waktu dan amalnya, serta semua waktunya akan HIDUP dengan sesuatu yang ada kebaikannya..”

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Tidaklah Cukup Dengan CINTA

Agar bersama dengan seseorang di akhirat, tidak cukup dengan CINTA… Tapi, harus dengan mengikuti tuntunannya.

=====

Al-Hasan Al-Bashri -rohimahulloh- mengatakan:

“Wahai anak adam, jangan terlena dengan perkataan bahwa seseorang akan bersama orang yang dicintainya, karena sesungguhnya orang yang mencintai suatu kaum, ia harus mengikuti jejak-jejak mereka.

Dan engkau tidak akan menyusul mereka yang mulia, hingga engkau meniti jejak-jejak​ mereka, mengambil petunjuk mereka, dan mengikuti tuntunan mereka.

Siang dan malam engkau selalu berada di atas manhaj (jalan hidup) mereka, engkau berusaha untuk menjadi bagian dari mereka​, sehingga engkau berjalan di atas jalan mereka dan mengambil petunjuk mereka, meskipun engkau kurang dalam beramal, intinya bagaimana engkau selalu dalam keadaan istiqamah.

Tidakkah engkau lihat kaum Yahudi, Nasrani, dan para ahli bid’ah yang binasa..?! Meski mereka mencintai Nabi mereka, tapi mereka tidak bersama Nabi mereka. Karena mereka menyelisihi Nabi mereka dalam perkataan dan perbuatannya, mereka berjalan di selain jalan Nabi mereka, sehingga tempat akhir mereka di Neraka, na’udzubillah min dzalik..”

[Istinsyaqu nasiimil uns, Ibnu Rojab, hal:87].

——

Sungguh hal ini sangat selaras denan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Ingatlah bahwa dagangan Allah itu mahal, ingatlah bahwa dagangan Allah itu mahal, ingatlah bahwa dagangan Allah itu surga”..

jika masuk surga bersama orang-orang saleh cukup dengan CINTA tanpa mengikuti tuntunannya, berarti dagangan Allah menjadi sangat murah..!

Silahkan dishare.. Semoga bermanfaat..

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Sampai Kapan Engkau Terlelap dan Tak Sadarkan Diri..??

Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- mengatakan:

“Sungguh sangat mengherankan sekali keadaan kebanyakan manusia, waktu terus berlalu dan umurpun habis, namun hatinya masih tetap tertutup dari Allah dan kehidupan akhirat.

Dia keluar dari dunia sebagaimana dia memasukinya, dia tidak mencicipi sesuatu yang paling nikmat darinya. Dia hidup seperti hidupnya hewan, dan dia berpindah seperti pindahnya orang-orang yang pailit.

Sehingga dia menjadi orang yang hidupnya lemah, matinya menyedihkan, dan kembalinya (ke akherat) adalah kerugian dan penyesalan..”

[Thoriqul Hijrotain, hal: 385].

Sekali lagi sampai kapan kita terlelap dan tak sadarkan diri..?? bangunlah sebelum semuanya terlambat..!! Bukankah Anda yakin semuanya akan mati… dan bisa jadi itu tidak lama lagi..!!

Silahkan dishare.. semoga bermanfaat..

Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Tiga Hal Yang Sangat Berharga Dalam Kehidupan

Tiga hal yang sangat berharga dalam kehidupan… Jangan sampai kita sia-siakan.

Muhammad bin Wasi’ -rohimahulloh- mengatakan:

“Tidak ada yang tersisa dari kehidupan dunia ini kecuali tiga hal:

(Pertama): Sholat berjama’ah; engkau mendapatkan keutamaannya dan dimaafkan lupamu di dalamnya.

(Kedua): Kehidupan yang mandiri dan bersih; engkau tidak merasa berhutang budi di dalamnya pada orang lain, dan harta itu tidak mendatangkan dosa kepada Allah.

(Ketiga): Saudara yang baik denganmu, jika engkau salah; dia meluruskanmu..”

[Kitab: Roudhotul Uqola’, hal: 86].

——-

Di saat kita diganggu dengan kegaduhan berita oleh media-media.. kita perlu mengingat pesan-pesan sederhana seperti di atas ini.

Kita juga perlu menyadarkan diri, bahwa sebenarnya banyak berita yang hanya mengganggu pikiran kita.. kita hanya dibuat khawatir olehnya, tapi kita tidak bisa berusaha mengubahnya.

Jika kita hanya penonton, mengapa cari tontonan yang tidak mengenakkan pikiran.. sudah saatnya kita ganti dengan menonton kajian sunnah yang menyejukkan hati dan mendekatkan kepada ilahi.

Silahkan dishare, semoga bermanfaat.

Penulis,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى