Category Archives: Mutiara Salaf

Rasa Takut Yang Kuat Kepada Allah

Yahya bin Mu’adz rohimahullah berkata:

على قدر خوفك من الله يهابك الخلق، وعلى قدر حبك لله يحبك الخلق، وعلى قدر شغلك بالله يشتغل الخلق بأمرك

“Semakin kamu takut kepada Allah, manusiapun semakin segan kepadamu.. Semakin kamu mencintai Allah, manusiapun semakin mencintaimu.. Semakin kamu sibuk dengan Allah, manusiapun semakin sibuk dengan urusanmu..”

(Sifatushofwah 3/343)

Disegani manusia itu biasanya karena kedudukan..
Atau karena keberanian dan kekuatan badan..
Atau karena kepintaran..
Itu semua tidak menjadikan pelakunya mulia..

Tetapi ketika disegani manusia karena rasa takut yang kuat kepada Allah..
Adalah kemuliaan yang Allah berikan di dunia..
Sebelum kemuliaan akherat..

Lihatlah Muhammad bin Al Auqash..
Badannya buruk, tengkuknya menonjol dan lehernya masuk..
Namun ia amat disegani karena keilmuan dan ketaqwaannya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى 

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Orang Miskin Yang Paling Berhak Diberi Sedekah

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata, Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ليس المسكين الذي يطوف على الناس، ترده اللقمة واللقمتان، والتمرة والتمرتان، ولكن المسكين الذي لا يجد غِنًى يغنيه، ولا يُفطن له فيُتصدق عليه، ولا يقوم فيسأل الناس

“Bukanlah orang miskin itu yang suka berkeliling meminta kepada manusia untuk mendapatkan sesuap atau dua suap, sebutir atau dua butir kurma..

Akan tetapi miskin itu adalah orang yang tidak mendapatkan apa-apa untuk mencukupinya dan tidak diketahui agar diberi sedekah, dan tidak meminta-minta kepada manusia..”

(HR Al Bukhari dan Muslim)

● Imam Al Baghowi rohimahullah berkata,

“Hadits ini menunjukkan bahwa orang miskin menurut pengetahuan mereka saat itu adalah yang suka berkeliling meminta-minta.. Maka Nabi shollallaahu ‘alayhi wa sallam mengabarkan bahwa miskin itu (adalah orang) yang tidak suka minta-minta sehingga tidak ada yang mengira ia miskin..

Karena orang yang minta-minta terkadang tercukupi dengan minta-mintanya sehingga tidak lagi miskin..”

(Syarhussunnah karya Imam Al Baghowi 6/87)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Agar Rasa Hasad Hilang

Hatim Al-Asham -rahimahullah- mengatakan:

“Aku melihat orang-orang saling hasad, maka aku pun merenungi firman Allah ta’ala:

نَحۡنُ قَسَمۡنَا بَیۡنَهُم مَّعِیشَتَهُمۡ فِی ٱلۡحَیَوٰةِ ٱلدُّنۡیَاۚ

“Kamilah yang membagi-bagi penghidupan untuk mereka dalam kehidupan dunia..” [Az-Zukhruf: 32]

Maka, aku pun meninggalkan hasad, karena hasad adalah bentuk protes terhadap pembagian Allah..”

[Mukhtashar Minhajil Qashidin 28]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Memusuhi Yang Tidak Sesuai Dengannya

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

وكل من اتخذ شيخا أو عالما متبوعا في كل ما يقوله ويفعله يوالي على موافقته ويعادي على مخالفته غير رسول الله ﷺ فهو مبتدع ضال خارج عن الكتاب والسنة”.

‏”Setiap orang yang menjadikan seorang syaikh atau ulama yang diikuti pada setiap ucapan dan perbuatannya.. Ia memberi loyalitas kepada yang sesuai dengan syaikh tersebut dan memusuhi yang tidak sesuai dengannya selain Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi Wasallam, maka ia adalah ahlul bid’ah yang sesat yang keluar dari al qur’an dan sunnah..”

جامع المسائل جـ٧صـ٤٦٤

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Hanya Engkau Sendirian

Ibnul Jauzy rohimahullah berkata,

“Wahai anak Adam, ketahuilah bahwa engkau akan mati sendirian, dan juga akan masuk ke dalam kuburmu sendirian.. Engkau akan dibangkitkan sendirian, dan engkau pun akan dihisab sendirian.. Wahai anak Adam, jika seandainya seluruh manusia taat kepada Allah, sedangkan engkau bermaksiat, maka ketaatan mereka itu tidaklah memberikan manfaat kepadamu..”

[ Bahrud Dumuu’ hal 81 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Akibat Dari Tidak Mengamalkan Ilmu

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

والمسكين كل المسكين من ضاع عمره في علم لم يعمل به، ففاته لذات الدنيا، وخيرات الآخرة، فقدم مفلسا مع قوة الحجة عليه

“Orang yang paling kasihan adalah yang menyia-nyiakan umurnya dalam mencari ilmu, tetapi tidak mengamalkannya..

Terluputlah darinya kelezatan-kelezatan dunia (karena sibuk menuntut ilmu) dan kebaikan-kebaikan akhirat (karena dia tidak mengamalkan ilmunya)..

Dia pun datang (pada hari kiamat) dalam keadaan bangkrut, padahal hujjah telah tegak atasnya..”

[ Shoidul Khothir – 144 ]

MUTIARA SALAF : Orang Yang Berakal dan Orang Yang Bodoh

Berkata Ibnu Hazm rohimahullah,

العاقل هو من ميز عيوب نفسه فغالبها وسعى في قمعها والأحمق هو الذي يجهل عيوب نفسه .

“Orang yang berakal adalah orang yang mengetahui kekurangan pada dirinya lalu dia melawannya dan berusaha mengalahkannya, sementara orang bodoh adalah orang yang tidak tahu akan kekurangan dirinya..”

[ al-Akhlaq was-Siyar, hlm. 66 ]

Kunci Taufik

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata:

فمفتاح التوفيق :
الدعــاءُ والافتقــــار إلى الله
وعلى قــدر نية العبد وهِمَّتِهِ
يكون توفيق الله له وإعانته.

“Kunci taufik adalah berdo’a dan memohon kepada Allah.. karena taufik dari Allah dan bantuan-Nya disesuaikan dengan niat hamba dan keinginannya..”

(Al Fawaid hal 141)

Jika keinginannya kuat untuk mendapat hidayah..
Dan ia semangat untuk mencari dan mengamalkannya..
Maka taufik yang Allah berikan kepadanya lebih banyak..
Dan Allah senantiasa membantunya selama ia terus menginginkan kebaikan..

Namun ketika keinginan hamba lemah kepada kebaikan..
Ia lebih menginginkan dunia dan syahwatnya..
Maka taufik dari Allah sedikit diberikan kepadanya..
Bahkan mungkin Allah tidak memberinya bantuan kepada ketakwaan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Mengeluh Kepada Makhluk

Imam Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

ﻭﻗﺪ ﻛﺎﻥ اﻟﺴﻠﻒ ﻳﻜﺮﻫﻮﻥ اﻟﺸﻜﻮﻯ ﺇﻟﻰ اﻟﺨﻠﻖ، ﻭاﻟﺸﻜﻮﻯ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻓﻴﻬﺎ ﺭاﺣﺔ ﺇﻻ ﺃﻧﻬﺎ ﺗﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﺿﻌﻒ ﻭﺫﻝ، ﻭاﻟﺼﺒﺮ ﻋﻨﻬﺎ ﺩﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﻗﻮﺓ ﻭﻋﺰ

“Para salaf terdahulu tidak menyukai mengeluh kepada makhluk .. walaupun pada keluhan ada ketenangan, namun itu menunjukkan kelemahan dan kerendahan .. sedangkan bersabar menunjukkan kekuatan dan kemuliaan..”

(Ats Tsabat ‘Indal Mamaat)

Mengeluhkan kesusahan kepada makhluk..
Sama saja mengadukan perbuatan Allah kepada makhluk yang lemah..

Cukuplah Allah..
Dia Maha mendengar keluhan hamba-hamba-Nya..
Namun hati seringkali lemah keyakinan..

Allahul Musta’an

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL