Category Archives: Mutiara Salaf

Apa Kesibukan Kita Selama Ini..?

Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata:

فلما لم يتحركوا بالحسنات حركوا بالسيئات عدلا من الله، كما قيل: (نفسك إن لم تشغلها بالحق شغلتك بالباطل)

“Ketika mereka tidak bergerak untuk kebaikan, mereka akan digerakkan kepada keburukan sebagai keadilan dari Allah untuk mereka..

Sebagaimana pepatah: dirimu jika tidak disibukkan dengan kebenaran maka ia akan sibuk dengan kebatilan..”

(Majmu’ Fatawa 8/222)

Cobalah periksa apa kesibukan kita selama ini..
Jika ternyata lebih banyak sibuk dengan hal sia-sia maka itu adalah musibah..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى 

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Kebiasaan Salaf Jika Bulan Sya’ban Telah Tiba

Ibnu Hajar al-Asqolani rahimahullah berkata,

كان المسلمون إذا دخل شعبان أكبوا على المصاحف وأخرجوا الزكاة.

“Dahulu kaum muslimin jika telah masuk bulan Sya’ban, mereka meningkatkan dalam menyibukkan diri membaca al-Quran dan mengeluarkan zakat (zakat harta)..”

[ Fathul Bari – 13 / 310 dan 311 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Ujian Akan Membuktikan

Ad Daroni pernah berkata, “Aku diberikan hati yang ridho. Bila aku dilemparkan ke neraka, hatiku tetap akan ridho.”
Suatu ketika ia diberi ujian sakit. Ternyata ia tidak bersabar dan berkata, “Jika Engkau tidak sembuhkan aku, maka aku akan kafir.”

(Lihat kitab Annubuwat 1/344 karya ibnu Taimiyah).

Demikianlah..
Ujian itu membuktikan ucapan..

Maka mintalah kepada Allah kekuatan..
Perbanyaklah taqorrub kepada Allah..
Agar saat ujian menepa, hati tetap istiqomah dan setia kepada Allah ‘Azza wajalla…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

Terbukanya Aurat Dalam Sholat – Kapan Tidak Batal..?

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rohimahullah berkata:

هذا لا يخلو من أحوال: – الحال الأولى: إذا كان عمداً بطلت صلاته قليلاً كان أو كثيراً، طال الزمن أو قصر. – الحال الثانية: إذا كان غير عمد وكان يسيراً فالصلاة لا تبطل. – الحال الثالثة: إذا كان غير عمد وكان فاحشاً لكن الزمن قليل كما لو هبت الريح وهو راكع وانكشف الثوب ولكن في الحال أعاده فالصحيح أن الصلاة لا تبطل لأنه ستره عن قرب، ولم يتعمد الكشف، وقد قال الله تعالى: {فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُم}. – الحال الرابعة: إذا كان غير عمد وكان فاحشاً وكال الزمن بأن لم يعلم إلا في آخر صلاته، لأن ستر العورة شرط من شروط الصلاة والغالب عليه أنه مفرط، والله أعلم.

“Ini (terbukanya aurat dalam sholat) tidak terlepas dari beberapa keadaan :

PERTAMA: Bila sengaja dibuka. Maka sholatnya batal baik sedikit maupun banyak. Baik sebentar maupun lama.

KEDUA: Apabila tidak sengaja dan sedikit saja yang terbuka. Maka sholatnya tidak batal.

KETIGA: Apabila tidak sengaja dan yang terbuka banyak tapi hanya sebentar saja. Seperti orang yang sedang ruku lalu auratnya terbuka karena angin. Namun ia segera rapikan. Maka pendapat yang shohih sholatnya tidak batal. Karena Allah berfirman yang artinya, “Bertakwalah kepada allah sesuai kemampuanmu..”

KEEMPAT: Apabila tidak sengaja dan yang terbuka banyak dan waktunya lama. Dimana ia baru tahu di akhir sholat. ( Maka batal ) karena menutup aurat adalah salah satu syarat sah sholat. Dan biasanya keadaan ini menunjukkan pelakunya menganggap sepele..”

(Majmu Fatawa Syaikh ‘Utsaimin)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Carilah Keberkahan Dengan Berbuat Ketaatan

Syaikh al-‘Utsaimin rohimahullah berkata,

كم من إنسان يجعل الله على يديه من الخير في أيام قليلة ما لا يجعل على يد غيره في أيام كثيرة وكم من إنسان يكون المال عنده قليلاً لكنه متنعم في بيته قد بارك الله له في ماله.

“Berapa banyak orang yang Allah jadikan kebaikan yang banyak melalui tangannya dalam waktu yang sedikit sementara yang lain tidak dapat melakukan itu di waktu yang banyak..

Berapa banyak juga orang yang memiliki harta yang sedikit namun ia merasa nikmat dengannya karena Allah memberinya keberkahan..”

(Syarah Mumti’ 4/26)

Bukan kuantitas tapi yang penting kualitas..
Bukan jumlah yang banyak jika ternyata tidak berkah..
Bukan pula harta yang melimpah tapi selalu merasa kurang..

Maka carilah keberkahan dengan berbuat ketaatan..
Karena keberkahan hanyalah milik Allah semata..

Penulis, 
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Tinggalkan Hasad

Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Nasihat kami hendaknya mereka bertakwa kepada Allah dan mewaspadai hasad..

Karena sungguh hasad akan memakan kebaikan sebagaimana api melahap kayu bakar. Hasad hanya akan menyebabkan kesedihan dan kegundahan pelakunya. Karena setiap kali nikmat Allah bertambah pada orang yang didengki semakin berkobar pula hasad dan penyesalan dalam kalbunya. Sementara dia sendiri tidak mampu untuk menjadi seperti orang yang didengki..

Kemudian hasad merupakan suatu bentuk protes terhadap takdir Allah dan ketentuan-Nya. Karena dia membenci kenikmatan yang Allah berikan kepada orang lain. Hasad adalah tindak kejahatan terhadap orang yang didengki karena biasanya orang yang hasad berusaha untuk menutupi-nutupi nikmat orang yang didengki, mengghibahi dan menjatuhkan kehormatannya..

Bahkan hasad adalah akhlaknya orang-orang Yahudi sebagaimana Allah firmankan dalam ayat-Nya. Maka hasad adalah akhlak yang tercela lagi hina. Tidaklah hasad muncul melainkan karena lemahnya jiwa dan prasangka yang buruk kepada Allah azza wa jalla serta kedengkian kepada kaum muslimin..”

[ Silsilah Fatawa Nur ‘Alad Darb – no. 336 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Orang Yang Berbahagia

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

يخبر سبحانه أن أهل السعادة هم الذين عرفوا الحق واتبعوه، وأن أهل الشقاوة هم الذين جهلوا الحق وضلوا عنه أو علموه وخالفوه واتبعوا غيره.

“Allah memberitakan (dalam Alqur’an) bahwa orang yang berbahagia ialah mereka yang mengetahui kebenaran lalu mengikutinya..

adapun orang yang sengsara adalah mereka yang tidak mengetahui kebenaran sehingga tersesat, atau mereka yang mengetahui kebenaran tetapi menyelisihinya dan mengikuti selain kebenaran..”

[ Ighotsatul Lahfan – 38 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Diantara Keutamaan Dzikir Pagi Dan Petang

⚉ Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

“Bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya)..”

(QS. Qaf: 39)

⚉ Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Dzikir pagi dan petang seperti baju besi, semakin bertambah ketebalannya maka pemiliknya semakin tidak tertimpa (bahaya)..

Bahkan kekuatan baju besi itu malah mampu memantulkan kembali anak panah sehingga kembali terkena pemanahnya sendiri..”

[ Al Waabilush Shoyyib – 71 ]

berikut adalah e-book ringkas Dzikir Pagi dan Petang dengan text yang besar dan faedahnya, silahkan klik link 1 kali atau 2 kali untuk download pdf

DZIKIR PAGI v.3.2

DZIKIR SORE v.3.2

DZIKIR SETELAH SHOLAT FARDHU v.3.2

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Harta Kalian Pada Hakikatnya Bukanlah Milik Kalian

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rosul-Nya dan infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari harta yang Dia telah menjadikan kamu sebagai penguasanya (amanah). Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah) memperoleh pahala yang besar..”
.
[ Qs. Al Hadiid/57 : 7 ]

Al Qurthubi rohimahullah berkata tentang ayat 7 dari Qs Al Hadiid/57,

“Hal ini menunjukkan bahwa harta kalian pada hakikatnya bukanlah milik kalian. Kalian hanyalah bertindak sebagai wakil atau pengganti dari pemilik harta yang sebenarnya. Oleh karena itu, manfaatkanlah kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya untuk memanfaatkan harta tersebut di jalan yang benar sebelum harta tersebut hilang dan berpindah pada orang-orang setelah kalian..”

[ Tafsir Al Qurthubi ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL