Category Archives: Tanya – Jawab

1309. Hak Istri Atas Gaji Suaminya

1309. BBG Al Ilmu – 459

Tanya :
Bagaimana hak istri terhadap gaji kita dalam pandangan islam ?

Jawab :
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Istri wajib diberikan nafkah untuk kebutuhan hidupnya, tanpa harus mengetahui gaji suaminya, jikalau mengetahui dan ada maslahat untuk itu maka boleh boleh saja. Semua itu dilakukan dengan cara yang makruf dan saling ridho.

والله أعلم بالصواب

1308. Mertua Menyuruh Menantu Meninggalkan Istri Karena Kondisi Ekonomi

1308. BBG Al Ilmu – 307

Tanya :
Apa hukumnya bila mertua menyuruh menantunya pergi meninggalkan istri karena ekonominya lagi susah sedang mertua berkecukupan?

Jawab :
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Mertua tidak lagi punya hak atas anak wanita nya ketika telah menikah dalam urusan ekonomi. Sehingga tidak dibenarkan meminta suami pergi meninggalkan istri nya. Kecuali pergi untuk cari nafkah. Dan suami tidak boleh hidupnya tergantung kepada mertua, karena suaminya wajib hukumnya memberikan nafkah sesuai urf atau adat setempat sesuai kemampuan.

والله أعلم بالصواب

1307. Puasa Sunnah Yang Kecepatan Satu Hari, Haruskah Mengulang ?

1307. BBG Al Ilmu – 175

Tanya :                                                                                                                               Tadi  saya sudah puasa ayyamul bidh kecepatan 1 hari, apakah besok saya mengulangi lagi atau melanjutkan hari ke dua?

Jawab :
Ustadz Muhammad Wasitho, Lc, MA  حفظه الله تعالى

Bismillah. Hendaknya antum mengulangi lagi dengan melakukan puasa Ayyaamul Biidh yang dimulai pada hari ini (tanggal 13 Shofar 1436 H) sebagai hari pertama dari puasa sunnah tersebut. Adapun puasa yang sudah dilakukan pada hari kemarin karena kekeliruan dalam menghitung hari atau tanggal, maka sudah dicatat oleh Allah sebagai amal sholih dan diberi pahala dengan niat baiknya tersebut, In syaa Allah.
والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1305. Safar Wanita Ke Luar Kota Sendirian, Diantar Suami Ke Airport Dan Setibanya Dijemput Keluarganya

1305. BBG Al Ilmu

Tanya :
Ustadz, saya dapat undangan pernikahan saudara di luar kota, apa diperbolehkan apabila istri saya yang berpergian ke kota tersebut menggunakan pesawat, saya akan mengantarnya hingga airport dan di kota yang dituju, istri akan tinggal bersama orangtuanya. Apakah berpergian sendirian seperti ini diperbolehkan ? Bagaimana bila safar istri bersama kakak perempuannya ? Apakah diperbolehkan ?

Jawab :
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Safar bagi wanita wajib dengan mahrom, tidak cukup diantar di bandara saja. Dan syarat mahrom adalah lelaki mahrom nya yang telah dewasa yang mampu menjaga dan bertanggung jawab segala nya, bukan sekadar pendamping atau teman perjalanan. Sehingga jika tidak ada mahrom nya tentu melanggar aturan syariah.
والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1304. Menerima Pesanan Kue Dan Tulisan Selamat Natal Di Atas Kue

1304. BBG Al Ilmu – 387

Tanya :                                                                                                                     Bagaimana hukumnya bila ada yang memesan kue dan diminta dituliskan selamat natal  diatas kue tersebut?

Jawab :
Ustadz Muhammad Wasitho, Lc, MA  حفظه الله تعالى

Bismillah. Tidak Boleh menerima order atau pesanan tersebut, karena jika diterima, berarti sebagai tanda bahwa ia meridhoi keberadaan agama kekufuran dan kemusyrikan tersebut, dan ini merupakan tanda lemahnya iman.

Dan jika ia menolak order/pesanan kue tersebut karena cinta kepada Allah dengan membela aqidah tauhid dan membenci kekufuran dan kemusyrikan serta orang-orang kafir dan musyrik, berarti imannya kuat dan Allah akan menggantinya dengan rezeki yang lebih baik dan berkah darinya, إِنْ شَاءَ اللّهُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّكَ لاَ تَدَعُ شَيْئًا إتِّقَاءً للهِ تَعَالَى إِلاَّ أَعَطَاكَالله عَزَّ وَجَلَّ خَيْرًا مِنْهُ“

Artinya: “Sesungguhnya engkau tidaklah meninggalkan sesuatu (dosa/maksiat) karena takut kepada (adzab_) Allah, melainkan Allah akan memberimu (ganti) yang lebih baik daripadanya.” (HR. Ahmad di dalam Al-Musnad, V/363 dengan sanad shohih).
والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1303. Menyikapi Atasan Yang Membencinya

1303. BBG Al Ilmu

Tanya :
Bagaimana bersikap jika menghadapi atasan yang sudah benci kepada saya… apaun yang saya lakukan dan katakan selalu dipersalahkan?

Jawab :
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Hendaknya sabar dan mencari akar masalah dan dicarikan solusi yang terbaik. Dan jika tindakan anda sudah benar sesuai aturan agama dan akhlak maka jangan khawatir pasti ada jalan keluar. Tetap hormat dan santun dan menjalankan tugas sesuai norma yang berlaku. Dan Maafkan kekhilafan orang lain yang berbuat buruk kepada anda. Jika anda sabar dengan hal diatas niscaya atasan akan berubah dengan izin Allah Ta’ala.
والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1302. Mengapa Rata-Rata Penduduk Di Suatu Negara Kafir Kaya ?

1302. BBG Al Ilmu – 49
Tanya :
Kenapa di negara China yang tidak punya agama maksudnya Agama Samawi rata-rata penduduknya kaya semua?

Jawab :
Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Masalah kaya atau kere/miskin tidak ada sangkut paut nya dengan agama. Karena hukum duniawi berdasarkan kaidah  “man jadda wajada” yang memiliki arti : barang siapa yang berusaha keras maka ia akan mendapatkan. Bisa jadi mereka menghalalkan segala cara untuk  suatu tujuan sehingga tidak menghiraukan norma agama.
والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1301. Menambahkan Nama Suami Dibelakang Nama Istri

1301. BBG Al Ilmu – 387

Tanya :                                                                                                                                 Apa hukumnya nama suami dipakai tambahan di belakang nama istri. Semisal nama suami Suroso dan nama istrinya Eny menjadi Eny Suroso (dikartu nama/yang lainnya). Dan adakah landasan dasarnya.

Jawab :
Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Nama seseorang hendaknya disandarkan kepada orang tuanya, ini yang di contohkan agama.

Sebagai mana firman Allah Ta’ala dalam surat Al-‘Aĥzāb :5  “Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1300. Mengajarkan Isi Buku Yang Menyimpang Dari Akidah Ahlus-Sunnah

1300. BBG Al Ilmu

Tanya:
Ana sekarang ini mengajar di Ma’had di sebuah daerah di Sumatra tingkat Tsanawiyah. Selain ditugaskan untuk mengajar Nahwu, Sharaf dan Tajwid, ana ditugaskan untuk mengajarkan tauhid yang kitab wajibnya adalah kitab Tijan Ad-Durori, sebelumnya ana belum pernah mempelajari kitab ini, namun untuk memenuhi kewajiban sebagai guru, ana coba pelajari kitab tersebut, yang ana temukan tiada lain adalah akidah bermazhabkan Asy’ariyyah, dan dengan terpaksa ana harus mengajar kitab itu. Posisi ana bagaimana?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Mengajarkan buku yang menyimpang dari akidah Ahlus sunnah wal jamaah yang merupakan pondasi akidah para sahabat salaf sholeh adalah dilarang, karena ia akan memikul dosa, dan dosa orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, yang tentu saja ini tidak akan sanggup untuk dipikulnya. Kecuali jika ia mengajarkan untuk diketahui kesalahan kesalahan dan penyimpangan penyimpangan yang kemudian di luruskan, sehingga anak didiknya mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Hal ini dibolehkan.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊