INILAH DOA-DOA KEBURUKAN YANG DIPANJATKAN IMAM HUSAIN BIN ALI BIN ABU THOLIB ▬► ATAS PARA PENGANUT AGAMA SYI’AH YANG TERLAKNAT

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Berikut ini kami akan sebutkan DOA-DOA KEBURUKAN yang dipanjatkan oleh Husain bin Ali bin Abu Tholib Radhiyallahu ‘anhuma (cucu Nabi) kepada Allah Ta’ala untuk orang-orang Syi’ah Kufah yang telah menipu dan mengkhianatinya sebelum beliau dan sejumlah keluarganya DIBUNUH Oleh mereka:

” اللهم إن متعتهم إلى حين ففرقهم فرقاً ( أي شيعاً وأحزاباً ) واجعلهم طرائق قددا ، و لا ترض الولاة عنهم أبدا ، فإنهم دعونا لينصرونا ، ثم عدوا علينا فقتلونا “

(*) Artinya: “Ya Allah, apabila Engkau memberikan kepada mereka (orang-orang Syi’ah dan pengikutnya, pent) kenikmatan pada suatu waktu, maka cerai-beraikanlah mereka (menjadi kelompok-kelompok dan golongan-golongan), jadikanlah mereka menempuh jalan yang berbeda-beda, dan janganlah Engkau jadikan para pemimpin (kaum muslimin) merestui mereka selamanya, karena mereka telah mengundang kami untuk menolong kami, namun ternyata malah memusuhi kami dan membunuh kami!”.

(Lihat kitab-kitab referensi Syi’ah berikut: Al-Irsyaad karya Al-Mufiid, Hal.241, i’laamu Al-Waroo karya Ath-Thobrosi Hal.949, Dan Kasyfu Al-Ghummah II/18, 38).

Imam Husain bin Ali bin Abu Tholib juga pernah mendoakan keburukan untuk mereka dengan mengatakan kepada mereka:

(*) “Binasalah kalian! Tuhanku (Allah) akan membalas (perbuatan) kalian untuk membelaku (dan keluarga) di dunia dan di akhirat… kalian akan menghukum diri kalian sendiri dengan memukulkan pedang-pedang di atas tubuh dan wajah kalian, Dan kalian akan
menumpahkan darah kalian sendiri. Kalian tidak akan mendapat keberuntungan di dunia dan tidak akan sampai kepada hajat (dan tujuan) kalian. Apabila kalian mati, maka Tuhanku telah menyiapkan azab (siksaan) untuk kalian di akhirat. Kalian akan menerima azab sebagaimana azab yang akan diterima oleh orang-orang kafir yang paling keras kekufurannya.” (Lihat Jilaa-u Al ‘Uyuun, karya Mullah Baqir Majlisi, Hal.409).

Demikianlah DOA keburukan yang dipanjatkan Oleh Husain bin Ali bin Abu Tholib radhiyallahu anhuma, cucu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan penghulu pemuda penduduk Surga untuk orang-orang Syi’ah yang terlaknat. Dan kita telah menyaksikan bahwa doa-doa beliau telah DIKABULKAN oleh ALLAH di dunia. Semoga postingan ini bermanfaat bagi setiap para pembaca, Dan dapat menyadarkan pemahaman kaum muslimin bahwa Orang-orang Syi’ah pada hakekatnya bukan dari golongan kaum muslimin, dan bukan pembela dan pengikut setia Imam Husain bin Ali bin Abu Tholib dan Ahlul Bait. (Klaten, 27 Juni 2013).

Imam Husain bin Ali bin Abu Tholib juga pernah mendoakan keburukan untuk mereka dengan mengatakan kepada mereka:

(*) “Binasalah kalian! Tuhanku (Allah) akan membalas (perbuatan) kalian untuk membelaku (dan keluarga) di dunia dan di akhirat… kalian akan menghukum diri kalian sendiri dengan memukulkan pedang-pedang di atas tubuh dan wajah kalian, Dan kalian akan menumpahkan darah kalian sendiri. Kalian tidak akan mendapat keberuntungan di dunia dan tidak akan sampai kepada hajat (dan tujuan) kalian. Apabila kalian mati, maka Tuhanku telah menyiapkan azab (siksaan) untuk kalian di akhirat. Kalian akan menerima azab sebagaimana azab yang akan diterima oleh orang-orang kafir yang paling keras kekufurannya.” (Lihat Jilaa-u Al ‘Uyuun, karya Mullah Baqir Majlisi, Hal.409).

Demikianlah DOA keburukan yang dipanjatkan Oleh Husain bin Ali bin Abu Tholib radhiyallahu anhuma, cucu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan penghulu pemuda penduduk Surga untuk orang-orang Syi’ah yang terlaknat. Dan kita telah menyaksikan bahwa doa-doa beliau telah DIKABULKAN oleh ALLAH di dunia. Semoga postingan ini bermanfaat bagi setiap para pembaca, Dan dapat menyadarkan pemahaman kaum muslimin bahwa Orang-orang Syi’ah pada hakekatnya bukan dari golongan kaum muslimin, dan bukan pembela dan pengikut setia Imam Husain bin Ali bin Abu Tholib dan Ahlul Bait. (Klaten, 27 Juni 2013).

Tawakkal Yang Indah

Dikatakan kpd seorang yg saleh,
“Apa sih rahasianya menjadi orang sangat sll berserah diri kpd Allah & sll istiqomah?

Beliau menjawab,”Dalam hidup saya, saya selalu berpegang kpd 4 prinsip dan itu yg membuat saya -alhamdulillah- bisa menjaga istiqomah..

1. Saya sangat yakin bahwa rezeki saya tdk akan tertukar dgn rezeki orang lain, makanya saya tdk pernah terlalu memikirkan rezeki & nasib saya..
Justru saya selalu menyerahkannya kpd Allah..

2. Amal ibadah saya adalah yang saya amalkan sendiri, jd jgn pernah berharap mendapat kemuliaan amal dari hasil jerih payah orang lain..

3. Saya selalu menyadari bhw kematian akan datang secara tiba-tiba, makanya saya sll mempersiapkan diri untuk menghadapinya..

4. Saya senantisa yakin bhw Allah tdk pernah tidur & selalu melihat gerak-gerik saya, sehinga saya sangat merasa malu tatkala saya bermaksiat kpd-Nya..

Siyarul ‘alamun nubala karya imam Dzahabi

Semoga bermanfaat!

 Ditulis oleh Ustadz Jazuli, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Ketampanan Bukanlah Segalanya

Banyak wanita cantik yang suaminya tidak tampan membuktikan bahwa ternyata ketampanan lelaki bukanlah nomer satu bagi para wanita….
Bahkan bisa jadi nomer ke 4 atau ke 10..…

Ketampanan bisa terkalahkan terkalahkan dengan budi pekerti, atau harta, atau kedudukan…

Seorang istri tidak begitu membutuhkan ketampanan anda…
Akan tetapi membutuhkan anda untuk menjadikannya merasa bahwa ia adalah nomer 1 di hati anda…

Pintarlah para suami bertutur kata…bermanis-manis kata…romantis, dll
Ingatlah wanita senang untuk dipuji…
Pujilah kecantikannya…
Pujilah masakannya…
Pujilah dia karena Allah…

Yang memerintahkan untuk menciptakan kehidupan harmonis dan agamis dalam keluarga…

Pujilah dia niscaya dia akan lebih mencintaimu dan lebih menservismu

 Ditulis oleh Ustadz Firanda Andirja MA حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Ingat

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

“Tidak ada kepala keluarga yang berkeluh-kesah dan kesal terhadap tanggung-jawabnya mengurus istri dan anak-anaknya kecuali orang yang mahrûm (terhalangi dari kebaikan). (al-Manhaju asy-Syar’i fî Muwâjahati al-Fitani, Mirfat binti Kâmil ‘Abdullâh, pengantar, DR. Hamd bin Nâshir al-‘Ammâr hlm.89)”.

 Ditulis oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله تعالى

Amalan-Amalan di Bulan Muharram

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah 12 bulan (yang telah ditetapkan) di dalam kitab Allah sejak menciptakan langit dan bumi. Di antara 12 bulan tersebut terdapat 4 bulan yang suci. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kalian menzhalimi diri kalian pada bulan-bulan (suci) tersebut.” (QS. At Taubah : 36)

Diantara keempat bulan haram (suci) tersebut adalah bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Sebagaimana yang disebutkan oleh sabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam (yang artinya), “Satu tahun ada 12 bulan, diantaranya ada 4 bulan suci: 3 bulan secara berurutan yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan bulan Rajab diantara bulan Jumada dan bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari)

Mengapa keempat bulan tersebut dinamakan bulan haram? Abu Ya’la rahimahullah mengatakan, “Dinamakan bulan haram karena dua makna.

Pertama, pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan sebagaimana yang diyakini oleh orang-orang jahiliyyah dahulu.

Kedua, pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan maksiat lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya dikarenakan mulianya bulan tersebut.” (Zaadul Maysir, Ibnul Jauziy)

Menutup Aurat Wanita

Menutup aurot wanita sesuai syariat adalah;

1. Kainnya yang dipakai dapat menutup semua kulit wanita kecuali wajah dan tangan ( dari jari sampai pergelangan, jawa: ugel ugel) tapi ada pendapat seluruh tubuh adalah harus ditutup.

2. Longgar sangat. Sehingga tidak terbentuk anggota tubuhnya.

3. Tidak tipis atau transparan sehingga tidak bahaya jika tertiup aingin atau tertembus sinar matahari.

4. Tidak bermotif, atau berpaduan warna warni. Karena hal tersebut adalah hiasan. Apalagi berbordir ramai. Karena wanita dilarang menampakkan perhiasan diluar rumah.

5. Baju tidak ada unsur menyerupai kaum laki laki. Baik didalam maupun diluar.

6. Warna gelap lebih afdol daripada warna cerah. Namun warna yang mencolok sangat tidak layak untuk dipakai keluar rumah.

Bertakwalah wahai wanita dalam busana. Karena kecantikan dan modis anda adalah untuk suami saja. Ia bukanlah dagangan yang dipajang untuk dapat dilihat siapapun.

Janganlah ada rasa PD jika memakai yang ngejreng disaat keluar rumah karena itu adalah batil. Sedangkan PD dalam bathil adalah bentuk kesombongan.
Padahal kesombongan dapat menahan seseorang dalam api neraka.

Jangan anda jadikan penampilan di dalam rumah dan penampilan diluar terbolak balik.

Ada pepatah arab mengatakan :
“Qirdun fil baiti wa ghozaalun fi thoriq”

“Ia menjadi KERA dirumah dan dijalan sana menjadi KIJANG”.

Www.abu-riyadl.blogspot.com
By. Abine riyadL.

Luasnya Arti Shadaqah Dalam Islam

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu , ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Setiap ruas tulang manusia atasnya bersedekah pada setiap hari di mana matahari terbit, engkau berbuat adil di antara dua orang adalah sedekah, engkau membantu seseorang dalam binatang tunggangannya, lalu engkau menaikkannya ke atasnya, atau engkau mengangkatkan barangnya ke atasnya adalah sedekah, kalimah thayyibah (atau perkataan yang baik) adalah sedekah, dan setiap langkah yang engkau lakukan menuju shalat adalah sedekah, dan engkau menyingkirkan sesuatu yang menyakitkan dari jalan adalah sedekah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Hadits ini adalah hadits shahih, diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam hadits no. 2707, 2891, 2989 dan juga diriwayatkan oleh Imam Muslim hadits no. 1009.

Hadits ini, sebagaimana hadits sebelumnya (hadits Arba’in no. 25), merupakan hadits agung yang menjelaskan tentang keluasan pengertian sedekah menurut agama Islam.

Bahwasanya juga sedekah tidak hanya berarti menyumbangkan harta untuk kebaikan, akan tetapi mencakup pengertian yang sangat luas

Hadits ini dengan berbagai perbedaan redaksinya mengandung banyak pelajaran, di antaranya:

1. Luasnya pengertian sedekah, baik dari sisi harta maupun dari sisi potensi tubuh manusia.

2. Mensyukuri nikmat Allah Ta’ala yang sangat melimpah kepada kita dan bahkan tidak dapat kita hitung.

3. Fadhilah atau keutamaan shalat dhuha.

4. Semangat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam membuka peluang kebaikan bagi umatnya dan upaya beliau untuk menghilangkan dan menutup kemungkinan munculnya sifat putus asa dan rasa tidak mampu dlm sedekah.
 
Www.abu-riyadl.blogspot.com

Kematian Bukanlah Peristirahatan Terakhir

Penyair berkata :

فَلَوْ أَنَّا إِذَا مِتْنَا تُرِكْنَا ** لَكَانَ الَموْتُ رَاحَة كُلِّ حَيٍ
ولكنّا إذا متنا بُعثنا ** ونُسأل بعده عن كل شيءٍ

“Jikalau setelah mati kita dibiarkan…

Tentulah kematian adalah peristirahatan bagi setiap yg hidup…

Akan tetapi setelah mati kita akan dibangkitkan…

Lalu kita akan ditanya tentang seluruh yg pernah kita lakukan…”
Lakukanlah apa yg anda kehendaki…

Ucapkanlah dan tulislah apa yg engkau sukai…

Namun siapkanlah jawaban yang tepat atas segala pertanyaan pada persidangan akhirat….

Kematianmu bukanlah awal peristirhatnmu akan tetapi awal dari pertanggung jawabanmu !!!

By: Ust. Firanda Andirja

Akhlaq Yang Indah

Kecantikan paras wanita merupakan dambaan dan impian seorang suami, akan tetapi kenyataannya akhlak seorang wanita lebih mendominasi kecantikannya di mata suami.
Jika akhlaknya buruk maka pudarlah kecantikan dan indahnya paras tersebut…

Apa manfaatnya paras yang cantik jika hari-hari dipenuhi dengan teriakan suara istri…
Yg tidak pernah bersyukur…
banyak menuntut…
tidak menurut… dll

Sebaliknya dengan indahnya akhlak seorang istri maka sangat bisa memoles dan mempercantik parasnya di mata suaminya…

Lebih indah lagi paras yang cantik dihiasi dengan keindahan akhlak….

Jika sang istri telah tua dan mengeriput…
maka yang tersisa di mata suaminya hanyalah
akhlak yang indah…
yang tidak akan terlupakan…
yang menjadikan sang suami setia…
dan mungkin tidak akan pindah ke lain hati…

– – – – – •(*)•- – – – –

Berlapang Dada

Ust DR Syafiq R Basalamah, حفظه الله

Akhi Ukhti…
 
pernahkah engkau dituduh dengan susuatu yang pada hakekatnya tidak ada pada dirimu?

Bagaimana perasaanmu?
marah, gundah gulana, risau, dadanya menjadi sempit, sehingga susah untuk bernafas………
 
Maka tatkala itu ingatlah, bahwa dirimu juga pernah dipuji dengan susuatu yang mungkin tidak ada pada dirimu…

mungkin…
karena yang mengenal hakekat dirimu hanyalah kamu dan yang menciptakan dirimu

tidak semua kacang yang kulitnya indah, kokoh, bersih, isinya juga seperti itu
 
jadi berlapang dadalah, menghadapi apa yang menimpa dirimu…
 
Akhi Ukhti…

kira-kira seperti itulah makna pesan dari seorang wanita sholehah, Ummu Darda’, tatkada sampai ketelingas tuduhan palsu, suara sumbang tentang dirinya

((إن نُؤَبَّنْ أي نُتّهم بما ليس فينا فطالما زُكِّينا بما ليس فينا)) روضة العقلاء، لابن حبان: 178

– – – – – •(*)•- – – – –