ANCAMAN YANG KERAS BAGI SESEORANG YANG TIDAK MENYEMPURNAKAN WUDHU’NYA

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Wahai saudara-saudariku yang kami hormati, perhatikanlah hadits berikut ini;

Khalid bin Ma’dan, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم pernah melihat seseorang yang shalat, sedangkan di punggung kakinya ada bagian sebesar uang dirham yang tidak terbasuh air wudhu, maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم memerintahkannya untuk mengulang wudhu’ dan shalatnya. [Hadits riwayat Abu Dawud: 175]

Dalam riwayat yang lain, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, sebagaimana
yang diriwayatkan dari sahabat Umar bin Khattab Radhiyallahu رضي الله عنه:

“Bahwasanya ada seorang laki-laki berwudhu dan meninggalkan bagian yang belum dibasuh (dari air wudhu’nya) sebesar kuku pada kakinya. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam melihatnya maka Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam mengatakan, “Kembalilah berwudhu, perbaguslah wudhumu” ( Riwayat Muslim :243)

Fawaid hadits:

Kedua hadits tersebut diatas menunjukkan tentang ancaman yang sangat keras bagi seseorang yang tidak menyempurnakan wudhu’nya dan yang tidak mengikuti cara wudhu Nabi صلى الله عليه وسلم, bahkan dalam satu riwayat beliau mengancamnya dengan api neraka terhadap orang yang tidak mencuci kedua kakinya dengan sempurna, dan permasalahan ini sering kali diremehkan oleh setiap muslim dan muslimah. Untuk itu wahai saudara-saudariku, kami menasehati untuk diri kami dan saudara-saudariku sekalian untuk mempelajari “Sifat Wudhu’ Nabi” berdasarkan dalil dari alqur’an dan sunnah yang shohih. Dan mempelajarinya adalah suatu kewajiban yang sangat penting dalam islam.

Ingatlah wahai saudara-saudariku!

Bahwa kunci shalat adalah berwudhu…

Semoga tulisan yang ringkas ini memberikan manfaat untuk kita semua, agar kita lebih memperhatikan wudhu kita dengan baik, dan kelak kita memohon kepada ALLAH agar menerima amal ibadah kita oleh ALLAH سبحانه وتعالى dan sebagai pemberat timbangan kembaikan kita nanti pada yaumul qiyamah.

Akhukum Ahmad ferry nasution

Ciri-Ciri Orang Berakal

Ust. Dr. Syafiq Riza Basalamah

akhi ukhti…
Apakah kita termasuk orang yang berakal???

Yang cerdas?
Sehingga memiliki predikat yang macam2…

Simaklah perkataan Ibnu Sireen;

“Orang yang berakal bukanlah yang dapat membedakan antara kebaikan dan keburukan,

Tapi orang yang berakal adalah yang tatkala melihat kebaikan ia mengikutinya

Dan bila melihat keburukan ia menghindarinya”.

(Hilyatul Awliya’ 8/933)

Selamat menjadi orang yang beraqal.

– – – – – •(*)•- – – – –

610. Tj Kencing Dalam Posisi Berdiri

610. BBG Al Ilmu – 421

Tanya:
Bagaimana sunnahnya buang air kecil ? Bolehkah sambil berdiri ?

Jawab:
Para Ulama berbeda pendapat mengenai boleh tidaknya kencing sambil berdiri. Namun pendapat terkuat adalah kencing sambil berdiri tidaklah terlarang selama aman dari percikan kencing. Hal ini berdasarkan beberapa alasan:

1. Tidak ada hadits yang menyebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kencing sambil berdiri selain dari hadits yang dho’if (lemah).

2. Hadits yang menyebutkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kencing sambil duduk tidaklah bertentangan dengan hadits yang menyebutkan beliau kencing sambil berdiri, bahkan kedua-duanya diperbolehkan.

3. Terdapat hadits yang shahih dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, bahkan hadits ini disepakati oleh Imam Bukhari dan Muslim bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah kencing sambil berdiri.

4. Sedangkan perkataan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha yang mengingkari berita kalau Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu kencing sambil berdiri hanyalah sepengetahuan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha saja ketika beliau berada di rumahnya. Belum tentu di luar rumah, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak kencing sambil berdiri. Padahal jika seseorang tidak tahu belum tentu hal tersebut tidak ada. Mengenai masalah ini, Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu memiliki ilmu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah kencing sambil berdiri. Jadi, ilmu Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu ini adalah sanggahan untuk ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha yang tidak mengetahui hal ini.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/bolehkah-kencing-sambil-berdiri.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

609. Tj Gambar Mario Bros Di Lemari

609. BBG Al Ilmu – 421

Tanya:
Lemari Baju ana, modelnya kan Puzzle (Lemari Plastik), nah disitunya Melekat Gambar Mario Bros yang udah jadi Motif si Lemari, apa gambar si Mario berpengaruh dengan memajang gambar? Sedangkan Gambar mario itu banyak, dan memang motifnya si Lemari.

Jawab:
Gambar kartun Mario Broz jelas menyerupai makhluk hidup manusia lengkap dengan panca inderanya dan ini dapat menyebabkan
menghindarnya malaikat dari rumah yang ada gambar tersebut, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut: Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Para malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat patung-patung atau gambar-gambar.” (HR. Muslim no. 5545)
Bagaimana cara menghapusnya ?

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya masalah ini dan berkata:
“Gambar yang mesti dihapus adalah setiap gambar manusia atau hewan. Yang wajib dihapus adalah wajahnya saja. Jadi cukup menghapus wajahnya walaupun badannya masih tersisa. Sedangkan gambar pohon, batu, gunung, matahari, bulan dan bintang, maka ini gambar yang tidak mengapa dan tidak wajib dihapus. Adapun untuk gambar mata saja atau wajah saja (tanpa ada panca indera), maka ini tidaklah mengapa, karena seperti itu bukanlah gambar dan hanya bagian dari gambar, bukan gambar secara hakiki.”
(Liqo’ Al Bab Al Maftuh, kaset no. 35).
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://rumaysho.com/hukum-islam/umum/3370-hukum-memajang-foto-makhluk-bernyawa.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

609. Tj Gambar Mario Bros Di Lemari

609. BBG Al Ilmu – 421

Tanya:
Lemari Baju ana, modelnya kan Puzzle (Lemari Plastik), nah disitunya Melekat Gambar Mario Bros yang udah jadi Motif si Lemari, apa gambar si Mario berpengaruh dengan memajang gambar? Sedangkan Gambar mario itu banyak, dan memang motifnya si Lemari.

Jawab:
Gambar kartun Mario Broz jelas menyerupai makhluk hidup manusia lengkap dengan panca inderanya dan ini dapat menyebabkan
menghindarnya malaikat dari rumah yang ada gambar tersebut, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut: Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Para malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat patung-patung atau gambar-gambar.” (HR. Muslim no. 5545)
Bagaimana cara menghapusnya ?

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya masalah ini dan berkata:
“Gambar yang mesti dihapus adalah setiap gambar manusia atau hewan. Yang wajib dihapus adalah wajahnya saja. Jadi cukup menghapus wajahnya walaupun badannya masih tersisa. Sedangkan gambar pohon, batu, gunung, matahari, bulan dan bintang, maka ini gambar yang tidak mengapa dan tidak wajib dihapus. Adapun untuk gambar mata saja atau wajah saja (tanpa ada panca indera), maka ini tidaklah mengapa, karena seperti itu bukanlah gambar dan hanya bagian dari gambar, bukan gambar secara hakiki.”
(Liqo’ Al Bab Al Maftuh, kaset no. 35).
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://rumaysho.com/hukum-islam/umum/3370-hukum-memajang-foto-makhluk-bernyawa.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

608. Tj Adab Ketika Buang Air Kecil Atau Besar

608. BBG Al Ilmu – 421

Tanya:
Bagaimana adab buang air kecil

Jawab:
Berikut adalah adab buang hajat kecil dan besar.

1. Menutup diri dan menjauh dari manusia ketika buang hajat.

2. Tidak membawa sesuatu yang bertuliskan nama Allah.

3. Membaca basmalah dan meminta perlindungan pada Allah (membawa ta’awudz) sebelum masuk tempat buang hajat. Dan kemudian berdoa: “Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khobaits”
(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan).

4. Masuk ke tempat buang hajat terlebih dahulu dengan kaki kiri dan keluar dari tempat tersebut dengan kaki kanan.

5. Tidak menghadap kiblat atau pun membelakanginya. Hal ini berlaku di dalam dan di luar bangunan.

6. Terlarang berbicara secara mutlak kecuali jika darurat.

7. Tidak buang hajat di jalan dan tempat bernaungnya manusia.

8. Tidak buang hajat di air yang tergenang.

9. Tidak kencing di lubang karena itu rumahnya Jin.

10. Tidak beristinja’ dan menyentuh kemaluan dengan tangan kanan. Beristinja’dengan menggunakan air, jika tidak ada dengan minimal tiga batu (istijmar).

11. Memerciki kemaluan dan celana dengan air setelah kencing untuk menghilangkan was-was.

12. Hati2 dengan air kencing yang terpercik ke pakaian/tubuh karena jika tidak dibersihkan menjadi faktor utama dan dominan siksa kubur.

13. Mengucapkan do’a “ghufronaka” setelah keluar kamar mandi dengan mendahulukan kaki kanan.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/10-adab-ketika-buang-hajat.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

607. Tj Qurban Untuk Yang Sudah Meninggal

607. BBG Al Ilmu – 421

Tanya:
Kalau orang yang sudah meninggal terus mau di qurban kan boleh tidak?

Jawab:
Terkait kurban atas nama orang yang sudah meninggal, dapat dirinci sebagai berikut:

Pertama, orang yang meninggal bukan sebagai sasaran kurban utama, namun statusnya mengikuti kurban keluarganya yang masih hidup.

Misalnya, seseorang berkurban untuk dirinya dan keluarganya, sementara ada di antara keluarganya yang telah meninggal. Berkurban jenis ini dibolehkan dan pahala kurbannya meliputi dirinya dan keluarganya, termasuk yang sudah meninggal.

Kedua, Berkurban khusus untuk orang yang meninggal karena mayit pernah mewasiatkan agar keluarganya berkurban untuk dirinya setelah dia meninggal.

Berkurban untuk mayit untuk kasus ini diperbolehkan jika dalam rangka menunaikan wasiat si mayit, dan nilai biaya untuk kurban, kurang dari sepertiga total harta mayit.

Ketiga, Menyembelih kurban bagi orang yang sudah meninggal sebagai shadaqah terpisah dari yang hidup (bukan wasiat dan tidak ikut yang hidup) maka inipun dibolehkan.

Para ulama Hambaliyah (yang mengikuti madzhab Imam Ahmad) menegaskan bahwa pahalanya sampai ke mayit dan bermanfaat baginya dengan menganalogikannya kepada shadaqah. Ibnu Taimiyyah berkata : “Diperbolehkan menyembelih kurban bagi orang yang sudah meninggal sebagaimana diperolehkan haji dan shadaqah untuk orang yang sudah meninggal. Menyembelihnya di rumah dan tidak disembelih kurban dan yang lainnya di kuburan”.
(majmu Al Fatawa 26/306).

Namun demikian yang nomer tiga ini janganlah dianggap sunnah karena tidak pernah dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam padahal banyak anggota kerabat dan keluarga yang meninggal terlebih dahulu.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://
www.konsultasisyariah.com/bolehkah-kurban-setiap-tahun/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

606. Tj Ucapan Selamat Atas Kelahiran

606. BBG Al Ilmu – 421

Tanya:
Adakah ucapan selamat yang shoheh untuk kelahiran seorang anak ?

Jawab:
Tidak ada satu haditspun dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam masalah mengucapkan selamat bagi keluarga yang kelahiran. Yang ada hanyalah atsar yang diriwayatkan dari tabi’in, sebagai berikut: Dari Al-Hasan Al-Bashri Rahimahullah. Ada seseorang bertanya kepadanya tentang ucapan selamat tersebut ; “Bagaimana cara aku mengucapkannya ?” Kata Al-Hasan Ucapkanlah:

جَعَلَهُ اللهُ مُبَارَكًا عَلَيْكَ وَعَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ“

Ja’alallahu mubaarokan ‘alaika wa ‘ala ummati Muhammadin” *

“Semoga Allah menjadikannya barakah atas kalian dan atas ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam” (Hadits hasan. Dikeluarkan oleh At-Thabrani dalam Kitab Ad-Du’a (2/1243) dengan sanad yang rijalnya (rawi-rawinya) tsiqah (orang kepercayaan).
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://rumaysho.com/pusat-informasi/my-family/3109-hadir-lagi-buah-hati-tercinta-adik-rumaysho.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Keutamaan Hari Arofah

Ust. Fuad Baraba’, حفظه الله

Mungkin sebagian kita sudah tau akan keutamaan hari Arofah, hari Чαπƍ jatuh pada tanggal 9 dzulhijjah ini merupakan hari Чαπƍ begitu masyhur dengan banyaknya pahala, dan pengampunan dosa-dosa.

Hari Чαπƍ terbaik untuk memanjatkan doa, Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda:

أفضل الدعاء دعاء يوم عرفة

“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arofah”. (HR. at-Tirmidzi).

Pada hadits Чαπƍ lain:

و أفضل ما قلت أنا و النبيون قبلي: لا إله إلا الله وحده لا شريك له

“Dan sebaik-baik Чαπƍ aku ucapkan, dan para Nabi sebelumku adalah: Laa Ilaaha Illallahu wahdahu laa syarika lahu”. (HR. at-Tirmidzi).

Hari Чαπƍ dimana para jamaah haji melakukan wukuf ‎​δ¡ Arofah, Чαπƍ merupakan rukun paling agung dan menentukan dalam pelaksanaan ibadah haji, Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda:

الحج عرفة

“Inti ibadah Haji adalah wukuf ‎​δ¡ Arofah”. (HR. Ahmad, dan Ahlus sunan).

Maka dari itu hari Arofah disebut dengan hari Haji Akbar.

Hari Arofah merupakan hari Чαπƍ disaksikan, Чαπƍ Allah Ta’ala bersumpah dengannya dalam al-Quran:

Allah Ta’ala berfirman:

Baca selanjutnya di: http://ibnumubarakallaitsi.wordpress.com/2012/10/24/keutamaan-hari-arofah/
– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

SABARLAH, WAHAI PENYERU KEBAIKAN…!

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Saudara-saudariku kaum muslimin dan muslimah yang senantiasa berbahagia diatas hidayah islam dan sunnah….

Pada risalah saya kali ini, kami tujukan kepada seluruh para pejuang amar ma’ruf nahi mungkar atau umumnya kaum muslimin penyelenggara-penyelenggara kegiatan dakwah yg mereka semua mendakwahkan manusia agar kembali kepada ALLAH (mentauhidkan ALLAH) dan menghidupkan Sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam diatas cahaya alqur’an wa sunnah menurut pemahaman sahabat agar senantiasa menghiasi dirinya dengan sifat sabar….

Harus kita fahami ikhwah sekalian, setiap kali kita berdakwah kepada manusia agar kembali kepada ALLAH, tidak selalu/ tidak langsung mereka mau menerimanya dan banyak justru diantara mereka membantahnya dan tidak sedikit dari mereka justru melontarkan tuduhan-tuduhan keji kepada para penyeru kebaikan.

Oleh sebab ikhwah sekalian tdk sepatutnya bagimu murka, marah baik dengan mencela, mencaci maki, memvonis dengan kalimat yang tidak baik kpd mereka…karena mereka wahai saudaraku pada hakekatnya mereka adalah orang2x Awam akan da’wah yang hak ini, dan kita hidup pada keasingan islam.

Untuk itu saya menasehatkan diri saya, antum dan antunna para pelaku amar ma’ruf nahi munkar agar senatiasa menghiasi dirinya dengan sifat sabar dalam menghadapi gannguan,cacian, tuduhan dari manusia yang dengannya hati mampu menanggung semuanya.

Berikut ini saya bawakan nash alqur’an yg akan memberikan kepada kita ketenangan dan menumbuhkan kesabaran pada diri kita yang mana ALLAH mengabarkan kepada kita bahwa para Rasul dahulu mereka telah didustakan oleh kaumnya bahkan tidak hanya didustkan mereka diganggu (dianiyaya) namun mereka tetap bersabar.

Allah Ta’ala berfirman:
“Dan sesungguhnya rasul-rasul sebelum engkau (muhammad)pun telah didustakan, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka….
(Al-An’am :34)

Akhukum Ahmad Ferry N