Images

120 Hari Menjelang Ramadhan 1444 Hijriyah

malam kamis ini tanggal 29 Robii’ul Aakhir, sekitar 120 hari menjelang tibanya bulan Romadhon 1444 hijriyah..

bagi yang masih ada hutang puasa Romadhon 1443, silahkan mengatur jadwal pelunasan hutang puasa tsb..

nb : angka 120 hanya estimasi, penentuan tanggal 1 Romadhon 1444 hijriyah akan diputuskan oleh pemerintah setelah sidang isbath, semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk bertemu kembali dengan bulan Romadhon, aamiiin.

130 Hari Menjelang Ramadhan 1444 Hijriyah

malam senin tanggal 13 November 2022, adalah bertepatan dengan tanggal 19 Robii’ul Aakhir, sekitar 130 hari menjelang tibanya bulan Romadhon 1444 hijriyah..

bagi yang masih ada hutang puasa Romadhon 1443, silahkan mengatur jadwal pelunasan hutang puasa tsb..

nb : angka 130 hanya estimasi, penentuan tanggal 1 Romadhon 1444 hijriyah akan diputuskan oleh pemerintah setelah sidang isbath, semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk bertemu kembali dengan bulan Romadhon, aamiiin.

Dzikir Saat Jalan Menanjak Dan Jalan Menurun

● Dari Jabir bin ‘Abdillah rodhiyallahu ‘anhumaa, beliau mengatakan,

كُنَّا إِذَا صَعِدْنَا كَبَّرْنَا وَإِذَا نَزَلْنَا سَبَّحْنَا

“Kami para sahabat ketika melewati jalanan yang naik (menanjak), kami bertakbir. Dan ketika melewati jalanan yang turun, kami bertasbih..”

[ HR. Bukhari 2993 ]

● Dari Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhumaa, beliau menceritakan,

وَكَانَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- وَجُيُوشُهُ إِذَا عَلَوُا الثَّنَايَا كَبَّرُوا وَإِذَا هَبَطُوا سَبَّحُوا

“Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam dan pasukannya apabila melewati jalanan perbukitan yang naik, mereka bertakbir, dan apabila mereka turun, mereka bertasbih..”

[ HR. Abu Dawud 2601 ]
dishohihkan oleh syaikh al-Albani

nb : saat naik/turun dengan eskalator, naik/turun tangga, lift atau saat berkendaraan melewati jalan tanjakan/turunan, fly over, terowongan, dan saat bepergian dengan pesawat terbang (take-off dan landing).. dan kegiatan lain sejenisnya..

Sebelum Berdo’a

salah satu adab berdo’a adalah memulainya dengan memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang Agung, dan ini (lihat poster) adalah salah satu lafazh pujian kepada Allah, bahkan Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda bahwa seseorang yang memuji Allah dengan lafazh pujian di atas (lalu membaca sholawat) sebelum berdo’a, maka do’anya akan dikabulkan.. subhaanallah..

ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA BI-ANNII
ASYHADU ANNAKA ANTALLAAHU
LAA ILAAHA ILLAA ANTA
AL AHADUSH SHOMAD
ALLADZII LAM YALID WALAM YUULAD
WALAM YAKUL-LAHU KUFUWAN AHAD

selain lafazh diatas, kita juga bisa menggunakan nama-nama Allah lainnya sebelum berdo’a, seperti :
yaa Hayyu yaa Qoyyuum
yaa Rohmaan
– dst..

dan tentunya setelah pujian kepada Allah, kita baca sholawat, lalu baru setelah itu kita berdo’a..

wallahu ta’ala a’lam..

Ramadhan – 27

Dari  Syaddad bin Aus Rodhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam ,

“Sesungguhnya Istighfar yang paling baik adalah seseorang hamba mengucapkan :

ALLAAHUMMA ANTA ROBBII LAA ILAAHA ILLAA ANTA
KHOLAQTANII WA ANA ‘ABDUKA
WA ANA ‘ALA ‘AHDIKA
WA WA’DIKA MAS-TATHO’TU

A’UUDZU BIKA MIN SYARRI MAA SHONA’TU
ABUU-U LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA WA ABUU-U BI-DZANBII
FAGH-FIRLII FA INNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA

Ya Allah, Engkau adalah Robbku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau)..

(Beliau bersabda) “Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga..”

[ HR. Bukhari no.  6306, 6323 ]