Ust. M Abduh Tuasikal Lc
Orang yang tidak mau mensyukuri nikmat adalah jika diberi penglihatan, pendengaran, dan tubuh namun tidak digunakan untuk ibadah.
Hakekat syukur adalah ibadah.
Rumaysho.Com
– – – – – •(*)•- – – – –
Ust. M Abduh Tuasikal Lc
Orang yang tidak mau mensyukuri nikmat adalah jika diberi penglihatan, pendengaran, dan tubuh namun tidak digunakan untuk ibadah.
Hakekat syukur adalah ibadah.
Rumaysho.Com
– – – – – •(*)•- – – – –
Kata2 itu dijadikan sebagai yell-yell di hari yang diklaim sebagai hari kemerdekaan..
Pertanyaannya: anda, saya & kita semua sudah merdeka dari apa?
Merdeka dari penjajahan..?
Merdeka dari perbudakan..?
Seharusnya kita malu, katanya kita sudah merdeka..??
Tetapi makam keramat dimana-mana…
Acara2 ritual yang berbau syirik masih dilestarikan..
Orang2 pintar yang suka meramal & memperaktekan perdukunannya dengan ilmu sihir laris manis tanjung kimpul..
penyimpangan & kemaksiatan sungguh merajalela ..
Apakah ini namanya merdeka, apa kata Dunia??
Ibnu Qoyyim rahimahullah bertutur, “Manusia jangan pernah mengklaim dirinya merdeka bila masih menggagungkan makhluk & meremehkan Allah..
Dan jangan pernah menganggap dirinya merdeka jika belum mampu membebaskan dirinya dari segala penyimpangan dengan taubat, hati yang bergantung hanya kepada Allah, mampu meredam emosi dan mampu menahan nafsu..”
Semoga setelah ini kita semua bisa memahami arti kemerdekaan yang sesungguhnya!
Mobil..
Motor..
Kebutuhan hidup..
Keinginan kita tentu yang terbaik..
Yang terbaik bukan selalu yang mewah..
Atau mahal harganya..
Tapi..
Yang membantu untuk menaati Allah..
Yang tidak membuat ujub dan bangga diri..
Yang tidak menodai hati dengan kesombongan..
Yang tidak menyibukkan dari mengingat Allah..
Ya..
Memang..
Inginnya punya kendaraan yang wah..
Namun..
Buat apa wah..
Bila mendatangkan kemurkaan Allah..
Buat apa mewah..
Jika membuat lupa dan bangga diri..
Tapi..
Semua itu butuh qona’ah..
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, حفظه الله تعالى
Malik bin Dinaar rahimahullah berkata ;
“كل أخ وجليس وصاحب لا تستفيد منه خيرًا في أمر دينك؛ ففرّ منه”
“Semua teman duduk dan sahabat yang engkau tidak mengambil faedah kebaikan agama darinya maka hendaknya engkau lari darinya” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunyaa)
Sungguh persahabatan menyita waktu yang sanagat banyak, karenanya bersahabatlah dengan kawan yang engkau bisa mengambil faedah agama darinya atau sebaliknya engkau memberikan faedah agama kepadanya.
Ditulis oleh Ustadz Firanda Andirja MA حفظه الله تعالى
– – – – – – 〜✽〜- – – – – –
Orang yang mengharapkan wajah Allah tidak takut dikritik kesalahannya dalam berkata dan tidak khawatir ditunjukkan kebatilan perkataannya, bahkan ia menyintai kebenaran darimanapun datangnya dan menerima petunjuk (huda) dari orang yang memberinya petunjuk.
Kekerasan dalam kebenaran dan nasehat lebih ia cintai dari bermanis muka atas perkataan buruk. Temanmu adalah yang meluruskanmu secara jujur, bukan yang selalu membenarkanmu.
(Al-Awaashim walQawaashim, karya Ibnul Wazir 1/223).
Disadur oleh Ustadz Kholid Syamhudi
– – – – – •(*)•- – – – –
Saudara-saudariku kaum muslimin dan muslimat yang berada diatas hidayah dan rahmat ALLAH.
Kehidupan didunia ini merupakan tempat untuk mengkoreksi diri, maka koreksilah/periksalah diri engkau, perhatikanlah selalu setiap amal-amal yang engkau kerjakan pada waktu siang dan malam sampai ajal menjemputmu kelak!
Jika seandainya engkau termasuk orang yang istiqomah dijalan ketaatan pada-Nya, maka panjatkanlah puji dan syukur kepada ALLAH serta mohonlah taufiq dan tsabat kepada ALLAH agar tetap istiqomah dijalan-Nya sampai ALLAH mewafatkanmu..
Adapun jika engkau termasuk manusia yang mengurangi/lalai dari amal-amal ketaatan, maka perbaikilah dirimu, segera mohon ampun dan bertaubatlah kepada ALLAH.
Dan bersegera untuk kembali kepada amalan-amalan kebajikan yang dahulu engkau pernah menyepelekannya…
yang dahulu engkau pernah meremehkannya…
Wahai saudara-saudariku…
Beristiqomahlah untuk menjalankan dari setiap perintah-perintah ALLAH, jauhilah larangan-larangan-Nya dengan bersumber dari niatan yang tulus serta kejujuran yang ada pada dirimu…
Dan tunaikanlah dari setiap amalanmu dengan penuh keikhlasan kepada ALLAH dan mengikuti sunnah Nabimu صلى الله عليه وسلم serta pengaharapan keutamaan yang besar dari sisi ALLAH subhaanahu wa ta’ala.
Dan semoga setiap amal yang kita kerjakan didunia ini kelak menjadi pemberat timbangan kebaikan kita nanti pada yaumul qiyamah.
Semoga memberikan manfaat untuk diriku dan saudara-saudariku sekalian.
Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله تعالى
– – – – – – 〜✽〜- – – – – –
413. BBG Al Ilmu – 357
Pertanyaan:
Sehubungan ada nya broadcast yang menyatakan sebelum meninggal dunia 40 hari sebelumnya sudah ada tanda2 yang bisa kita rasakan betul apa tidak ya? Dikatakan pula imam ghazali sampe menkafani dirinya sendiri karena tau hari itu akan wafat,
Jawaban:
Ust. M Wasitha Lc
BBM atau BC yang mengabarkan tanda2 kematian dapat dipastikan bukan hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam. Bahkan itu adalah BBM DUSTA dan BATIL karena kandungan maknanya mendukung suatu amalan bid’ah yang dilakukan pada hari2 tertentu dari kematian seorang hamba.
Dan hal lain yang semakin menambah kuat keyakinan akan kedustaan dan kebatilan BM tersebut ialah adanya kalimat berikut:
(Imam Al-Ghazali, mengetahui kematiannya. Beliau menyiapkan sendiri keperluannya, beliau sudah mandi dan wudhu, meng-kafani dirinya, kecuali bagian wajah yang belum ditutup, dst).
Kalimat ini sangat jelas dan gamblang akan kedustaan dan kebatilannya, karena Allah Ta’ala telah mengkhabarkan kepada kita di dalam kitab-Nya (Al-Qur’an Al-Karim) bahwa tiada seorang pun yang dapat mengetahui kapan dan dimana ia akan meninggal dunia. Yang mengetahui hal tersebut hanyalah Allah.
Allah Ta’ala berfirman: (wa ma tadrii nafsun madzaa taksibu ghodan wa ma tadrii nafsun bi ayyi ardhin tamuutu)
Artinya: “Tiada seorang pun yang mengetahui tentang apa yang akan dilakukannya di hari esok, dan tiada seorang pun yang mengetahui di bumi manakah ia akan meninggal dunia.”
Jadi, tidak boleh bagi kita mempercayai kebenarannya, dan tidak boleh pula menyebarluaskannya kecuali dalam rangka menjelaskan kepada umat Islam akan kedustaan dan kebatilannya.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://abufawaz.wordpress.com/2012/12/30/bm-dusta-dan-batil-tentang-tanda-tanda-kematian-pada-hari-ke-100-40-7-3-1-sebelum-sakaratul-maut/
»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶
412. BBG Al Ilmu – 383
Pertanyaan:
Untuk keguguran kandungan umur 1,5 bulan baiknya di kuburkan atau dihanyutkan ke sungai atau bagaimana sunnahnya ? Bentuk janin seperti gumpalan darah.
Jawaban:
Apabila usia janin belum ada 4 bulan maka ia tidak dimandikan, tidak dikafani, dan tidak dishalati, ia dikuburkan dimana saja, karena ia sekedar seonggok daging bukan manusia.
Namun apabila keguguran telah mencapai usia 4 bulan maka ia harus dimandikan, dikafani dan dishalati, karena jika telah mencapai 4 bulan berarti ruhnya telah ditiupkan ke janin, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ‘orang yang benar dan dibenarkan’ telah bersabda kepada kami.
“Artinya : Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan ciptaannya di perut ibunya empat puluh hari dalam bentuk air mani, kemudian menjadi segumpal darah dalam waktu yang sama. Kemudian menjadi segumpal daging dalam waktu yang sama. Kemudian diutuslah malaikat kepadanya untuk meniupkan nyawa kepadanya”..sampai akhhir hadits.
[HR Bukhari (3208) dalam Al-Bad’u, Muslim (2643) Kitaab Al-Qadru]
Maka waktu 120 hari atau 4 bulan bila keguguran harus dimandikan, dikafani, dishalati, dan akan dikumpulkan pada hari kiamat bersama manusia.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://almanhaj.or.id/content/1559/slash/0/apakah-janin-yang-mati-keguguran-perlu-dikafani-dan-dishalatkan/
»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶
411. BBG Al Ilmu – 383
Pertanyaan:
Apa yang kita lakukan terhadap ( bagi hasil :bank syariah) atau (bunga:bank konvensional ) atau sejenisnya yang kita terima setiap bulan direkening tabungan bank kita ?
Jawaban:
Dalam rangka hati-hati, harta riba disalurkan untuk kemaslahatan secara umum (seperti perbaikan jalan dll), pada orang yang butuh, fakir miskin, dan tidak boleh dimanfaatkan oleh pemilik harta riba tadi secara personal. Tidak boleh juga harta tersebut disalurkan untuk pembangunan masjid karena haruslah harta tersebut berasal dari harta yang thohir (suci). Inilah pendapat yang diadopsi ulama Lajnah Ad Daimah Kerajaan Saudi Arabia.
Dalam hal ini, Al Ilmu membantu menyalurkan dana riba sesuai petunjuk Ulama diatas. Silahkan dana dikirim ke rekening no. 748-000-666-8
a/n AL Ilmu Ribhat
di Bank Syariah Mandiri (BSM).
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://rumaysho.com/hukum-islam/muamalah/4140-bagaimana-penyaluran-harta-riba.html
»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶
410. BBG Al Ilmu – 385
Pertanyaan:
Apa hukumnya membaca bismillah sebelum wudhu? Kalau hukumnya wajib, bagaimana jika wudhunya dilakukan di kamar mandi?
Jawaban:
Mengenai bacaan basmalah sebelum wudhu, Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata:
“Mengucapkan bismillah ketika wudhu adalah wajib menurut para ulama. Namun mayoritas ulama menganggapnya sunnah muakkad. Maka hendaklah tetap mengucapkan bismillah dan hilanglah kemakruhan untuk berdzikir di toilet”
Mengenai bacaan basmalah ketika di toilet, Syaikh Sholeh Al Fauzan hafizhohullah, anggota Al Lajnah Ad Daimah (komisi Fatwa di Saudi Arabia), mengatakan:
“…Mengucapkan ‘bismillah’ di toilet yang tidak ada lagi tersisa najis, tempat tersebut hanyalah tempat menunaikan hajat, kemudian najis yang ada dibersihkan dengan air sehingga hilang dan tidak tersisa, maka hal ini tidak termasuk dalam istilah ‘الكُـنُـف والحُشوش’. Kedua istilah tersebut adalah untuk tempat yang masih terdapat najis dan tidak hilang.
Adapun untuk toilet yang ada saat ini, maka itu jelas berbeda. Najis yang ada yaitu kencing dan kotoran manusia pada toilet saat ini langsung bisa hilang setelah disiram dengan air, sehingga tidak tersisa apa-apa. Sehingga boleh saja mengucapkan ‘bismillah’ ketika wudhu meskipun di toilet…”
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://rumaysho.com/hukum-islam/thoharoh/3606-mengucapkan-bismillah-ketika-berwudhu-di-toilet.html
»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶