Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :
233.
234.
235/236.
ARTIKEL TERKAIT
Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :
233.
234.
235/236.
ARTIKEL TERKAIT
Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,
“Aku tahu bahwa setan terus berusaha menebar permusuhan diantara kaum muslimin, maka aku tak ingin membantu setan atas kaum mukminin..”
(Majmu’ Fatawa – 3/271)
Membantu setan untuk menebar permusuhan :
– dengan mengadu domba dan ghibah..
– dengan suuzhon dan tajassus..
– dengan menuduh tanpa bukti yang jelas..
– dengan menegakkan cinta dan kebencian bukan karena Allah, tapi karena kepentingan dunia..
– dengan membuat lari seorang muslim dari kebenaran akibat sikap ghuluw yang kita lakukan..
dan sebagainya..
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Rosulullah shollallohu ‘alayhi wasallam bersabda,
“Orang yang membantu kebutuhan seorang janda dan seorang miskin; itu seperti orang yang berjihad perang di jalan Allah, atau seperti orang yang malamnya sholat siangnya puasa..”
[ HR. Bukhori no. 5353 ]
Terkait hadits di atas, Ibnu Batthol rohimahullah mengatakan,
من عَجَز عن الجهاد في سبيل الله، وعن قيام الليل، وصيام النهار – فليعملْ بهذا الحديث، ولْيسعَ على الأرامل والمساكين؛ لِيُحشر يومَ القيامة في جملة المجاهدين في سبيل الله، دون أن يَخطو في ذلك خُطوة، أو يُنفق درهمًا، أو يلقى عدوًّا يرتاعُ بلقائه، أو ليحشر في زُمرة الصائمين والقائمين
“Siapa yang :
– tidak mampu berjihad di jalan Allah,
– tidak mampu rajin tahajud, atau
– (tidak mampu) puasa di siang hari,
hendaknya dia praktekkan hadits ini, (yaitu dengan) berusaha memenuhi kebutuhan hidup janda dan orang miskin, agar kelak di hari kiamat dikumpulkan bersama para mujahidin fii sabilillah, tanpa harus melangkah di medan jihad atau mengeluarkan biaya, atau berhadapan dengan musuh.
Atau agar dikumpulkan bersama orang yang rajin puasa dan tahajud..”
(Syarh Shohih Bukhari – Ibnu Batthol)
Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,
فإن الإنسان لا يسكت البتة : فإما لسان ذاكر وإما لسان لاغ ولا بد من أحدهما فهي النفس إن لم تشغلها بالحق شغلتك بالباطل وهو القلب إن لم تسكنه محبة الله عز و جل سكنه محبة المخلوقين
“Karena insan itu tidak akan diam. Jika lisan tidak berdzikir maka akan melakukan sia sia. Jiwa jika tidak disibukkan dengan kebenaran maka ia akan sibuk dengan kebatilan..
Hati jika tidak merasa tenang dengan cinta kepada Allah, maka ia akan tenang dengan mencintai makhluk..”
(Al Wabilushoyyib – Ibnul Qoyyim)
Demikian juga status fb kita..
Jika tidak dituliskan hal hal yang bermanfaat..
Maka akan ditulis dengan hal yang sia sia..
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :
230.
231.
232.
ARTIKEL TERKAIT
Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :
227.
228.
229.
ARTIKEL TERKAIT
Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam pernah melihat para shahabat lambat dari shof yang pertama. Maka beliau bersabda,
تَقَدَّمُوا فَأْتَمُّوا بِي وَلْيَأْتَمَّ بِكُمْ مَنْ بَعْدَكُمْ ، لا يَزَالُ قَوْمٌ يَتَأَخَّرُونَ حَتَّى يُؤَخِّرَهُمْ اللَّهُ
“Majulah dan ikutilah aku, dan hendaklah shoff di belakang mengikuti shoff di depannya. Suatu kaum yang selalu lambat, maka Allah akan lambatkan..” (HR Muslim no 438)
Maksudnya Allah akhirkan mereka dari rahmat dan surga-Nya serta karunia-Nya yang agung.
Syaikh Utsaimin rohimahullah berkata,
وعلى هذا ؛ فيخشى على الإنسان إذا عوَّد نفسه التأخر في العبادة أن يبتلى بأن يؤخره الله عز وجل في جميع مواطن الخير.
“Oleh karena itu, dikhawatirkan bila seorang insan terbiasa lambat dari ibadah, Allah jadikan ia lambat dalam setiap kebaikan..” (Majmu fatawa 13/54)
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badru Salam حفظه الله تعالى
bagi para ayah yang memiliki anak lakil-laki, senantiasa do’akanlah kebaikan dan hidayah bagi sang anak.. dan waspadalah dari mendo’akan keburukan bagi sang anak, karena..
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hujr], telah mengabarkan kepada kami [Isma’il bin Ibrahim] dari [Hisyam Ad Dastuwa`i] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Abu Ja’far] dari [Abu Hurairah] ia berkata,
Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Ada tiga macam do’a yang akan dikabulkan yang tidak ada keraguan padanya :
– do’a orang yang terzholimi,
– do’a musafir, dan
– do’a ayah (menimpakan keburukan) atas anak laki-lakinya..”
[HR. At-Tirmidzi 1828]
Al Albani berkata : hadits shohih
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ هِشَامٍ الدَّسْتُوَائِيِّ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ قَالَ أَبُو عِيسَى وَقَدْ رَوَى الْحَجَّاجُ الصَّوَّافُ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ نَحْوَ حَدِيثِ هِشَامٍ وَأَبُو جَعْفَرٍ الَّذِي رَوَى عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ يُقَالُ لَهُ أَبُو جَعْفَرٍ الْمُؤَذِّنُ وَلَا نَعْرِفُ اسْمَهُ وَقَدْ رَوَى عَنْهُ يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ غَيْرَ حَدِيثٍ
peringatan bagi kita semua di tengah hiruk pikuk media sosial di zaman ini
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (yang artinya),
“Sesungguhnya orang-orang yang suka sekali supaya tersebar berita-berita keji dalam kalangan orang-orang yang beriman, mereka akan mendapat adzab yang pedih di dunia dan di akhirat..
dan Allah Maha Mengetahui dan kamu semua tidaklah mengetahui..”
[ QS. an-Nuur: 19 ]
#mutiarasalaf #sosmed
Sahabat Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa mengatakan,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ يَقُولُ:
“Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam membacakan do’a memohon perlindungan terhadap al-Hasan dan al-Husain (keduanya adalah cucu beliau). Beliau membacakan,
أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
“Aku memohon perlindungan kepada Allah untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari setiap kejahatan setan dan binatang yang mengganggu, dan dari setiap mata yang hasad (dengki)..”
Kemudian beliau bersabda,
هَكَذَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يُعَوِّذُ إِسْحَاقَ وَإِسْمَاعِيلَ عَلَيْهِمُ السَّلَامُ
“Demikianlah (dahulu) ayah kalian, Nabi Ibrahim, juga membacakan do’a memohon perlindungan untuk putra beliau, Ismail dan Ishaq alaihimussalam..”
(HR. at-Tirmidzi no. 2060. Hadits ini dinilai shóhih oleh Syaikh al-Albani dalam Shohih at-Tirmidzi no. 2060)
● Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rohimahullah menjelaskan,
“Ketika seseorang mengamalkan hadits di atas, dia boleh mengganti dhomir (kata ganti) untuk menyesuaikan..”
[ Nur ‘Ala ad-Darb: Kaifiyyah Wiqayah ath-Thifl Min al-‘Ain ]
● Yang berikut adalah do’a perlindungan untuk diri sendiri :