Tj Syarat Sahnya Pernikahan

Tj – 23

Pertanyaan:
Syarat syarat sahnya pernikahan apa ya ?

Jawaban:
Ust. Mukshin Suadi LC :

Syarat sahnya pernikahan:
1. Setiap calon penganting menentukan siapa yang ingin ia nikahi, baik itu dengan menyebutkan nama, sifat atau dengan isyarat (dan yang semacamnya)
2. Kedua pengantin rela terhadap calon pasangan hidupnya.
3. Akad nikah dilangsungkan oleh wali pengantin perempuan atau wakil dari wali.
4. Adanya saksi atas pernikahan tersebut

Tj Menggabungkan 2 Niat Puasa Dalam Satu Kali Puasa

Tj – 347

Pertanyaan:
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
maaf mau tanya, bolehkah qt menyatukan niat puasa nazar dg puasa yg lainnya? Terimakasih.

Jawaban:
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bismillah. Hukum menggabungkan 2 niat puasa dlm satu kali puasa (seperti puasa nadzar dengan puasa sunnah hari Senin, atau puasa kaffaroh atau Qodho Romadhon dengan puasa sunnah hari Kamis, atau puasa sunnah hari Senin dengan puasa sunnah ayyaamul Biidh) adalah TIDAK BOLEH menurut Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah n Fatwa Komite Tetap untuk Riset Ilmiyah n Fatwa Kerajaan Saudi Arabia. Akan tetapi, Hendaknya setiap puasa diniatkan secara tersendiri tanpa disatukan dengan niat puasa sunnah yg lainnya dlm
satu hari.

Jadi, jika seseorang melakukan puasa nadzar atau Qodho Romadhon bertepatan dengan hari senin, atau kamis, atau ayyaamul Biidh (tanggal 13, 14, 15 bulan Hijriyah), maka ia diharapkan mendapat 2 pahala. Yakni pahala puasa nadzar n pahala puasa hari senin atau kamis tsb.

Demikian jawaban yg dapat kami sampaikan. Smg mudah dipahami n menjadi ilmu yg bermanfaat. Wallahu a’lam bish-showab. Wabillahi at-Taufiq. (Klaten, 6 Juni 2013)

» SUMBER: BBG Majlis Hadits, chat room Tanya Jawab.

Tj Memperingati Isra’ Dan Mi’raj

Tj – 49

Pertanyaan:
Asalamwalaikum ustad,skrngkan lgi ramai sekali acara isra mirad di masjid,apakah itu wajib saya ikuti?klw tidak apakah alasannya,biar saya paham,mohon pencerahannya,tks

Jawaban:
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,

”Tidak dikenal dari seorang dari ulama kaum muslimin yang menjadikan malam Isro’ memiliki keutamaan dari malam lainnya, lebih-lebih dari malam Lailatul Qadr. Begitu pula para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik tidak pernah mengkhususkan malam Isro’ untuk perayaan-perayaan tertentu dan mereka pun tidak menyebutkannya. Oleh karena itu, tidak diketahui tanggal pasti dari malam Isro’ tersebut.” (

Zaadul Ma’ad, 1/54)

Begitu pula Syaikhul Islam mengatakan,

“Adapun melaksanakan perayaan tertentu selain dari hari raya yang disyari’atkan (yaitu idul fithri dan idul adha, pen) seperti perayaan pada sebagian malam dari bulan Rabi’ul Awwal (yang disebut dengan malam Maulid Nabi), perayaan pada sebagian malam Rojab (perayaan Isro’ Mi’roj), hari ke-8 Dzulhijjah, awal Jum’at dari bulan Rojab atau perayaan hari ke-8 Syawal -yang dinamakan orang yang sok pintar (alias bodoh) dengan Idul Abror (ketupat lebaran)-; ini semua adalah bid’ah yang tidak dianjurkan oleh para salaf (sahabat yang merupakan generasi terbaik umat ini) dan mereka juga tidak pernah melaksanakannya.” (Majmu’ Fatawa, 25/298)

http://muslim.or.id/manhaj/perayaan-isra-miraj.html

Tj Menulis Dan Menyingkat SAW

54. Tj – 321

Pertanyaan:
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُُ

apa hukumnnya menyingkat2 kalimat seperti assalamualaikum menjadi ass.wr.wb atau Shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi SAW. Barakallah

Jawaban:

Keterangan Imam Ibnu Baz (w. 1420 H) dalam Fatwa beliau, ketika ditanya tentang hukum menyingkat shalawat. Beliau mengatakan:

“…Semacam ini tidak selayaknya dilakukan. Yang layak dilakukan untuk orang yang menulis nama Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam atau menyebut nama beliau, untuk membaca shalawat
kepada beliau secara sempurna. Dia tulis lengkap:
shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak boleh disingkat: (صلعم) atau huruf (ص) saja. Semacam ini tindakan malas yang tidak selayaknya dilakukan. Yang sesuai sunah, shalawat ditulis jelas, shallallahu ‘alaihi wa sallam atau ‘alaihis shalatu was salam. Karena Allah ta’ala berfirman, yang artinya:

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya memberikan shalawat kepada Nabi. Hai orang-orang yang beriman, berilah shalawat dan salam kepada beliau.” (QS. Al-Ahzab: 56).

Kemudian, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‘Siapa yang bershalawat kepadaku sekali maka Allah akan memberikan shalawat untuknya 10 kali.’ (HR. Muslim)

Untuk lengkapnya, silahkan buka link berikut ini:

http://www.konsultasisyariah.com/hukum-menyingkat-tulisan-shalawat-nabi/#axzz2VIA037h6

Tj Ancaman Bagi Penyebar Hadits Palsu

53. Tj – 2

Pertanyaan:
bs minta hadist2 ttg ancaman buat org yg menyebarkan hadist palsu?

Jawaban:
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّداً فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ.
“Artinya : Barangsiapa berdusta atas (nama)ku dengan sengaja, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya dari Neraka.”
Hadits ini berderajat
MUTAWATIR, karena menurut
penyelidikan hadits ini diriwayatkan lebih dari 60 (enam puluh) orang Shahabat ridhwanullahi ‘alaihim jami’an, di antaranya adalah:

1. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.
2. Anas radhiyallahu ‘anhu.
3. Zubair radhiyallahu ‘anhu.
4. ‘Ali radhiyallahu ‘anhu.
5. Jabir radhiyallahu ‘anhuma.
6. Salman al-Farisi radhiyallahu ‘anhu.
7. Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu dan lainnya.

Dan hadits di atas pun telah dicatat oleh lebih dari 20 (dua puluh) Ahli Hadits, di antaranya: Imam Ahmad, al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, ad-Darimy, dan lainnya.

Di antara hadits-hadits tersebut adalah:

1) “Dari ‘Ali, ia berkata: “Telah bersabda Rasulullah j, ‘Janganlah kamu berdusta atas (nama)ku, karena se-sungguhnya barangsiapa yang berdusta atas namaku, maka pasti ia masuk Neraka.’” [HSR. Ahmad (I/83), al-Bukhari (no. 106), Muslim (I/9) dan at-Tirmidzi (no. 2660)]

2) “Dari Mughirah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: Se-sungguhnya berdusta atas (nama)ku tidaklah sama seperti berdusta atas nama orang lain. Barangsiapa berdusta atas (nama)ku dengan sengaja, maka hendak-lah ia mengambil tempat duduknya dari Neraka.” [ HSR. Al-Bukhari (no. 1291) dan Muslim (I/10), diri-wayatkan pula semakna dengan hadits ini oleh Abu Ya’la (I/414 no. 962), cet. Darul Kutub al-‘Ilmiyyah dari Sa’id bin Zaid.)]

Untuk lengkapnya silahkan buka link berikut:

http://almanhaj.or.id/content/1315/slash/0/bolehkah-hadits-dhaif-diamalkan-dan-dipakai-untuk-fadhaailul-amaal-keutamaan-amal/

Tj Kapan Menggerakan Jari Saat Tasyahud

52. Tj – 253

Pertanyaan:
Ana mau bertanya Ustadz Ρα∂α saat melakukan Tasyahhud awal ataupun Tasyahhud akhir, saat manakah yg tepat menurut syar’i “Mengangkat jari telunjuk dimulai dari awal ataukah mengangkat jari telunjuk pd saat membaca duakalimahsyahadat”. Bolehkah jari telunjuk melebihi lutut pd saat tasyahhud awwal/akhir?

Jawaban
UST. FUAD HAMZAH BARABA’, LC
Mengangkat jari telunjuk dimulai dari awal tasyahud.

Tj Giro

51. Tj – 271

Pertanyaan:
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
mengenai giro! yg ana ingin tnyakn apakah hukumnya jika giro yg dibuat sdh jatuh tempo kmudian pd saat jatuh tempo dana blm tersedia akhir giro tsb ditolak dan pmegang giro dikenakan biaya tolakan sbsr 125.000 Apakah biaya tolakan tsb masuk kategori riba!!!sukron jazakumullah khair!

Jawaban:
UST. ABDUSSALAM BUSYRO, LC

وَ عَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Arti riba secara etimologi adalah tambahan, jg bs berarti bertambah dan tumbuh.
Berkata Ibnu Qudamah, riba adalah:

الزِّيَادَةُ فِي أَشْيَاءَ مَخْصُوصَةٍ

“Penambahan pada barang dagangan/komoditi tertentu.” (Al Mughni, 7/492).

Dari penjlsan di atas maka penambahan biaya tolakan sbsr 125rb merupakan bentuk riba

Tj Apa Yang Diucapkan Jika Mendapat Pujian ?

50. Tj – 271

Pertanyaan:
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
1. Jika ada orang memuji kita karena penampilan kita atau perbuatan kita, bagaimana sikap kita sesuai sunnah ? Apa yg harus kita ucapkan ?

2. Jika kita sakit dan org mengucapkan syafakallah utk kita, apakah ada doa/ucapan balasan ? (Spt saat bersin, saling mondoakan)

ﺷﻜﺮﺍﹰ

Jawaban:
UST. ABDUSSALAM BUSYRO, LC

وَ عَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

1. Kita ucapkan subhanallah atau masyaallah atau tabarokallah dan kita berlindung dr penyakit dgn membaca ‘audzubillah wal ‘ainu haq

2.Tidak ada doa khusus, cukup mengucapkan amin

Tj Doa Khusus Ibu Untuk Anaknya

49. Tj – 199

Pertanyaan:

‘Afwan…apakah ada anjuran
Do’a Ibu kepada ALLAH SWT untuk Kesuksesan Anaknya :

(1) Allahummaj’al aulaadana kulluhum shaalihan wa thaa’atan.. artinya : ya اَللّهُ jadikanlah anak-anakku orang yg shaleh dan ta’at ber ‘ibadah.

(2) wa ummuruhum thowiilan = panjangkanlah umurnya.

(3) war zuqhum waasi’an = luaskan/lapangkan rizkinya.

(4) wa ‘uquuluhum zakiyyan = cerdaskan akalnya.

(5) wa quluubuhum nuuran = dan terangilah kalbunya.

(6) wa ‘uluumuhum katsiiran naafi’an = karuniakan/berikanlah ‘ilmu yg banyak dan bermanfa’at.

(7) wa jasaaduhum shihhatan wa ‘aafiyatan = sehatkanlah jasmaninya.

(8) Birahmatika yaa arhamar raahimiin = dengan rahmat Mu yg pengasih lagi penyayang.

Akan lebih baik dibaca ibu2 setiap habis shalat……;;) Semoga bermanfaat.

Apakah ini masuk perkara yg disunnahkan (membaca doa tersebut diatas), atau hanya karangan (karena ada anjura menunjukkan amalan setiap habis sholat). Jazaakumullah khayran

Jawaban:
Ust. Abu Riyadl, Lc

Tidak ada.

Tj Salah Tafsir Al Baqarah 62 Oleh Kelompok Pluralisme

48. Tj

Pertanyaan:
apakah benar penafsiran Q2-62, bahwa orang Nasrani dan Yahudi, enggak pernah pergi ke Mesjid…tapi juga masuk surga asal mereka beramal saleh. Lalu amal saleh seperti apa yang bisa membawa umat Nasrani dan Yahudi masuk ke dalam surga?

Ayat ini dijadikan sandaran orang2 pluralisme dan liberal Katanya tafsir ayat ini ada di tafsir al misbah. Tafsir yg tepatnya seperti apa ya ?. Mohon pencerahannya berdasarkan dalil yg shohih..

Jawaban:

As Sady berkata, “Ayat ini turun mengenai sahabat-sahabat Salman Al Farisi ketika ia menceritakan tentang mereka kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Mereka dahulu shaum, shalat dan beriman kepada engkau, serta mereka bersaksi bahwa engkau akan diutus menjadi nabi” Rasulullah kemudian bersabda, “Wahai Salman, mereka sesungguhnya ahli neraka.” Hal ini membuat hati Salman menjadi resah. Maka Allah menurunkan ayat ini.

Maka berimannya orang Yahudi adalah berpegang teguh terhadap Taurat dan sunnah nabi Musa ‘alaihissalam sampai datang nabi Isa. Ketika datang nabi Isa, orang yang masih berpegang kepada Taurat dan sunnah nabi Musa maka ia binasa. Begitu pula imannya orang Nasrani adalah berpegang teguh terhadap Injil dan syariat nabi Isa adalah iman yang diterima hingga datang nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang yang tidak mengikuti nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak meninggalkan syariat Isa dan Injil, maka ia binasa.”(Tafsir al Qur`an al Adzim: 1/284)

Hal ini juga ditegaskan dengan sabda Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-:

“Demi Yang jiwaku di Tangan-Nya, tidak seorangpun dari umat manusia yang mendengarku; Yahudi maupun Nasrani, kemudian mati dan tidak beriman dengan ajaran yang aku bawa melainkan dia adalah penghuni neraka.” (HR Muslim)

Untuk lengkapnya, silahkan buka link berikut:

http://muslim.or.id/manhaj/pluralisme-agama-trend-pemikiran-semua-agama-adalah-sama.html

Menebar Cahaya Sunnah