Carilah Keberkahan Dengan Berbuat Ketaatan

Syaikh al-‘Utsaimin rohimahullah berkata,

كم من إنسان يجعل الله على يديه من الخير في أيام قليلة ما لا يجعل على يد غيره في أيام كثيرة وكم من إنسان يكون المال عنده قليلاً لكنه متنعم في بيته قد بارك الله له في ماله.

“Berapa banyak orang yang Allah jadikan kebaikan yang banyak melalui tangannya dalam waktu yang sedikit sementara yang lain tidak dapat melakukan itu di waktu yang banyak..

Berapa banyak juga orang yang memiliki harta yang sedikit namun ia merasa nikmat dengannya karena Allah memberinya keberkahan..”

(Syarah Mumti’ 4/26)

Bukan kuantitas tapi yang penting kualitas..
Bukan jumlah yang banyak jika ternyata tidak berkah..
Bukan pula harta yang melimpah tapi selalu merasa kurang..

Maka carilah keberkahan dengan berbuat ketaatan..
Karena keberkahan hanyalah milik Allah semata..

Penulis, 
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

HADITS : Do’a Agar Dihindarkan Dari Musibah Agama

‘Abdullah bin ‘Umar rodhiyallahu ‘anhu berkata,

“Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam seringnya apabila hendak bangkit dari majelis, beliau berdo’a dengan do’a ini untuk (diajarkan) kepada para sahabatnya:

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا يَحُولُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ ، وَمِنَ اليَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مُصِيبَاتِ الدُّنْيَا ، وَمَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا ، وَاجْعَلْهُ الوَارِثَ مِنَّا ، وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا ، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا ، وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا ، وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا ، وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا ، وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

“Ya Allah, berikanlah kepada kami rasa takut kepada-Mu yang dapat menghalangi kami dari memaksiati-Mu..
Berikanlah ketaatan kepada-Mu yang dapat menyampaikan kami kepada surga-Mu..
Berikanlah keyakinan yang dapat meringankan musibah-musibah dunia..
Berikanlah kami kenikmatan dengan penglihatan, pendengaran dan kekuatan selama kami hidup..
Jadikanlah itu sebagai warisan untuk kami..
Dan jadikan pembalasan kami untuk orang-orang yang menzholimi kami..
Jangan jadikan musibah menimpa agama kami..
Jangan jadikan dunia sebagai keinginan kami yang terbesar..
Tidak juga sebagai pengetahuan kami yang paling besar..
Dan jangan kuasakan kepada kami pemimpin yang tidak menyayangi kami..”

[ HR. At Tirmidzi dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Tanda Ahlul Bid’ah

Imam Abu Hatim Ar Razi rohimahullah berkata,

علامة أهل البدع الوقيعة في أهل الأثر وعلامة الزنادقة تسميتهم أهل السنة حشوية يريدون إبطال الآثار وعلامة الجهمية تسميتهم أهل السنة مشبهة

“Tanda ahlul bid’ah adalah mencaci maki para pemegang atsar. Tanda zindiq adalah menamai ahlussunnah sebagai hasyawiyah, dengan tujuan membatalkan atsar. Tanda jahmiyah adalah menamai ahlussunnah sebagai musyabbihah..”

(Syarah i’tiqod Ahlussunnah karya imam Al Laalikai 1/197)

Demikianlah kaum ahlul bid’ah selalu mencaci maki ahlussunnah dan memberikan gelar-gelar yang buruk kepada mereka. Seperti kaum asya’iroh yang menamai ahlussunnah sebagai mujassimah karena menetapkan sifat-sifat Allah yang mereka ingkari.

Namun ahlussunnah tidak akan terpengaruh dengan sikap buruk kaum ahlul bid’ah. Karena hujjah ahlussunnah adalah hadits dan atsar sesuai dengan pemahaman salafushalih.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc حفظه الله تعالى

ref : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1895446787315423&id=100005503590633

MUTIARA SALAF : Tinggalkan Hasad

Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Nasihat kami hendaknya mereka bertakwa kepada Allah dan mewaspadai hasad..

Karena sungguh hasad akan memakan kebaikan sebagaimana api melahap kayu bakar. Hasad hanya akan menyebabkan kesedihan dan kegundahan pelakunya. Karena setiap kali nikmat Allah bertambah pada orang yang didengki semakin berkobar pula hasad dan penyesalan dalam kalbunya. Sementara dia sendiri tidak mampu untuk menjadi seperti orang yang didengki..

Kemudian hasad merupakan suatu bentuk protes terhadap takdir Allah dan ketentuan-Nya. Karena dia membenci kenikmatan yang Allah berikan kepada orang lain. Hasad adalah tindak kejahatan terhadap orang yang didengki karena biasanya orang yang hasad berusaha untuk menutupi-nutupi nikmat orang yang didengki, mengghibahi dan menjatuhkan kehormatannya..

Bahkan hasad adalah akhlaknya orang-orang Yahudi sebagaimana Allah firmankan dalam ayat-Nya. Maka hasad adalah akhlak yang tercela lagi hina. Tidaklah hasad muncul melainkan karena lemahnya jiwa dan prasangka yang buruk kepada Allah azza wa jalla serta kedengkian kepada kaum muslimin..”

[ Silsilah Fatawa Nur ‘Alad Darb – no. 336 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Orang Yang Berbahagia

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

يخبر سبحانه أن أهل السعادة هم الذين عرفوا الحق واتبعوه، وأن أهل الشقاوة هم الذين جهلوا الحق وضلوا عنه أو علموه وخالفوه واتبعوا غيره.

“Allah memberitakan (dalam Alqur’an) bahwa orang yang berbahagia ialah mereka yang mengetahui kebenaran lalu mengikutinya..

adapun orang yang sengsara adalah mereka yang tidak mengetahui kebenaran sehingga tersesat, atau mereka yang mengetahui kebenaran tetapi menyelisihinya dan mengikuti selain kebenaran..”

[ Ighotsatul Lahfan – 38 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Menebar Cahaya Sunnah